Beranda blog Halaman 865

Jl RE Martadinata Jakut Terendam Rob, Pemkot: Tak Bisa Dikendalikan

Jakarta

Banjir rob menggenangi Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara tepatnya di depan Taman Kampung Muka dalam sepekan terakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menilai rob itu tidak dapat dikendalikan.

“Memang rutin (rob). Yang engga bisa dihandle sampai sekarang itu rob,” kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara (Jakut) Adrian Mara Maulana saat dihubungi detikcom, Minggu (7/11/2021).

Adrian mengatakan rob sepekan terakhir ini bukan hanya air laut pasang, tapi juga adanya gerhana bulan. Oleh karena itu lah, dia mengatakan air laut tengah mengalami ketinggian.

“Karena itu kan dari ujung ke ujung itu kan. Kalau rob itu emang rutin kalau pasangnya tinggi saat ini memang lagi tinggi-tingginya. Karena kan bercampur dengan gerhana nah kita engga bisa apa-apa,” ujar Adrian.

“Dari Priok, Cilincing, Penjaringan terus semua laut kalau bisa jangan masuk ke darat lagi,” imbuhnya.

Adrian menyebut, rob di Jalan RE Martadinata tidak dapat dikendalikan dengan menggunakan pompa penyedot air. Menurutnya, tidak ada tempat yang bisa menampung sebab kondisi sungai terdekat juga tengah naik.

“Kalau main pompa saya juga bingung. Karena kan emang posisinya kalinya sedang tinggi ini, kalau saya taruh pompa mobil misal di Marina (depan Aston Marina Jakut), masa saya buang air ke kali kalinya ke laut, lautnya sedang tinggi kan juga engga bisa,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Adrian mengatakan pihaknya telah membuka empat pintu air terdekat. Selain itu, aliran air dari Manggarai juga akan dialihkan ke pintu air Pluit, sehingga tidak terjadi luapan air di sekitar lokasi.

“Ini pintu air sudah saya buka empat-empatnya. Nanti saya koordinasi dengan pusat saya alihkan Manggarai ke Pluit saja, jadi kita buang ke Pluit. Pluit itu kan hanya 180, saya minta 200, jadi bisa nerima air dari sini,” tuturnya.

(eva/eva)

Sumber: DetikNews

Teman Vanessa Angel Juga Kecam Konten ‘Panggil Arwah’: Jahat Banget!

Jakarta

Kecaman datang ke Youtuber yang membuat konten ‘memanggil arwah’ Vanessa Angel. Konten ini melukai hati sahabat-sahabat almarhumah Vanessa Angel.

Aktris Emma Warokka turut mengecam video ‘panggil arwah’ tersebut. Menurutnya, pembuat konten tak menghargai kepergian almarhumah Vanessa dan almarhum Febri Ardiansyah.

“Astagfirullah, jahat banget. Itu parah banget, sih. Nggak suka banget aku kayak gitu,” kata Emma saat berziarah ke makam Vanessa Angel di Taman Makam Islam Malaka, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (7/11/2021).

Ia tak mempercayai konten-konten berbau mistis tersebut. Menurut dia, sang pembuat konten telah mencampuri alam ghaib.

“Nggak ngertiin banget. Dan aku nggak percaya yang kayak gitu-gitu. Nggak percaya sama sekali. Sok-sokan manggil itu ya yang di video itu? Alamak,” ujar dia.

“Jangan ikut campur alam ghaib, deh,” sambungnya.

Emma menilai konten itu tak empatik di tengah situasi duka atas kepergian Vanessa Angel dan Bibi. Terlebih, menurut dia, konten viral tersebut hanya untuk keuntungan pribadi.

“Dan itu buat apa? Buat naikkin followers? Buat apa? Buat keuntungan pribadi? Kok jahat banget, ya,” kata dia.

“Tega banget orang cari duit kayak gitu. Nggak respect,” pungkasnya.

Kecaman soal konten ‘panggil arwah’ Vanessa Angel itu juga datang dari Kuasa Hukum Vanessa, Milano Lubis. Pernyataannya ada di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Komentar Tak Terduga Halimah Usai Viral Kembalikan Cek Rp 35,9 Miliar

Jakarta

Halimah (36), petugas cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, penemu dompet serta cek senilai Rp 35,9 miliar mengaku semakin dikenal usai viral. Bagaimana perasaannya kini?

Halimah mengaku jadi makin dikenal usai aksi jujurnya itu viral. Keluarga dan teman pun ikut berkomentar.

“Ada (perubahan) saya jadi dikenal banyak orang, dan dari pihak orang keluarga dan teman,” ujar Halimah saat diwawancarai detikcom belum lama ini.

Tapi, komentar tak diduga-duga ternyata muncul dari Halimah. Halimah akan berusaha tetap menjadi diri sendiri. Dia ingin terus melihat ke bawah dan tidak sombong.

“Tetap jadi sendiri dan selalu lihat ke bawah dan jangan sombong tetap tanamkan kejujuran itu aja,” kata Halimah.

Dia berharap bisa selalu menerapkan kejujurannya. Barang atau benda yang ia temukan akan dikembalikan.

“Harapan saya selalu terapkan rasa kejujuran kalau kita melihat dan menemukan barang atau benda apaan harus dikembalikan, selalu jujur dan amanah,” ungkapnya.

Selain itu, Halimah mengungkap harapan lain yang belum tercapai. Salah satunya ialah keinginannya memberangkatkan kedua orang tuanya untuk ibadah haji.

“Keinginan saya ingin memberangkatkan kedua orang tua saya ke tanah suci, dan COVID atau pandemi ini cepat selesai biar semua orang bisa bekerja dengan normal begitu,” tuturnya.

Kendati demikian, ia tak berharap imbalan dari aksinya mengembalikan cek dan dompet itu. Dia tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari si pemilik cek dan dompet.

“Biasa saja, saya tidak banyak berharap banyak yang barang atau dompet si bapaknya sudah kembali. Dan mungkin beliau punya kesibukan, dari saya tidak mengharapakan imbalan apa-apa,” ujarnya.

Sumber: DetikNews

4 Fakta Terbaru soal Tubagus Joddy Sopir Vanessa Usai Diperiksa

Jakarta

Penyelidikan terkait kecelakaan yang menewaskan Vanessa Angel dan suaminya, Febri Andriansyah (Bibi) dimulai. Sopir Vanessa, Tubagus Joddy, kini telah diperiksa polisi.

Tubagus Joddy secara fisik telah sehat dan pulih pascakecelakaan tunggal di Jombang. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan sedikit banyak, Joddy pasti mengalami pergolakan di batinnya. Apa lagi, Joddy diketahui bukan sopir biasa bagi keluarga Vanessa Angel karena memiliki kedekatan khusus.

“Tekanan itu pasti ada di batinnya dia. Itu yang lagi kita pelan-pelan asesmennya itu untuk pemulihan pascatrauma,” tambah Gatot.

Berikut sejumlah fakta terbaru usai polisi memeriksa Tubagus Joddy:

1. Diperiksa sebagai Saksi

Tubagus Joddy menjalani pemeriksaan di Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Jombang. Namun, statusnya masih sebagai saksi.

“Tapi baru sebagai saksi,” imbuh dia.

Gatot menambahkan, khusus Tubagus Joddy, penyidik Satlantas Polres Jombang melakukan penjagaan. Joddy saat ini masih menginap di RS Bhayangkara Polda Jatim.

“Dari Biddokes Polda Jatim sudah turunin tim psikologi dan trauma healing, itu melekat. Kecuali sopirnya, sopirnya tetap dijaga penyidik Satlantas Polres Jombang,” jelas Gatot.

2. Pacu Kecepatan 120 km Per Jam

Tubagus Joddy ternyata memacu kendaraan cukup kencang. Joddy mengaku kecepatannya 120 km/jam.

“Kalau dari interogasi awal dari sopir mengaku 120 km per jam,” kata Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Kompol Hendry Ferdinan Kennedy di Surabaya, Sabtu (6/11/2021).

Saat disinggung apakah Joddy mengantuk saat menyetir, Kennedy mengatakan belum tahu persis. Karena untuk mengetahui penyebab kecelakaan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Nah itu kita belum tahu makanya harus didalami proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya

Simak Video: Pihak Keluarga Blak-blakan soal Sopir Vanessa Angel dan Bibi

[Gambas:Video 20detik]

Sumber: DetikNews

Peduli Lingkungan, Seniman ini Sulap Sampah Plastik Jadi Lukisan Mahal

Jakarta

Sampah plastik menjadi sampah yang tidak akan ada habisnya. Meskipun di beberapa tempat berbelanja sudah menerapkan untuk menggunakan kantong belanja ramah lingkungan, nyatanya sampah plastik masih bisa ditemui di mana-mana.

Bagi sebagian orang, sampah plastik akan dibuang begitu saja karena dianggap tidak bernilai. Namun, berbeda dengan Edy Suranta Ginting (38), ia bisa menyulap limbah plastik menjadi sebuah lukisan yang bernilai.

Sama seperti pelukis pada umumnya, dulu ia pun melukis menggunakan cat. Namun, karena merasa sampah plastik di Indonesia kian bertambah, ia mencoba untuk menyulap sampah plastik itu menjadi sebuah karya di awal tahun 2016.

“Indonesia sangat minim tentang edukasi soal-soal lingkungan maupun pemahaman dampak sampah terhadap lingkungan. Itu sebabnya saya mencoba melukis dengan menggunakan limbah plastik ini sebenarnya bertujuan untuk mengkampanyekan tentang pemanfaatan limbah plastik,” ujar pria yang akrab disapa Edy ini.

Selain menjadi pelukis, Edy juga turut menjadi aktivis peduli lingkungan. Ia sudah 21 tahun menjalani hidup nomaden. Ia berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk bisa membagikan edukasi, organik farming dan home industri bagi masyarakat di pedalaman.

“Ketika kita bisa berbaur dengan orang banyak di setiap daerah. Itu yang membuat saya memilih nomaden karena saya menyukai adventure,” ujar Edy dalam program Sosok.

Kini, Edy sudah hampir menjelajahi seluruh Indonesia untuk mengkampanyekan tentang pemanfaatan sampah plastik guna menjadi salah satu cara untuk bisa mengurangi dampak sampah.

Saksikan kisah selengkapnya di video atas

(fuf/gah)

Sumber: DetikNews

Viral Mobil Halangi Ambulans di Labuhanbatu Sumut, Polisi: Bisa Dipidana

Labuhanbatu

Sebuah video yang menampilkan relawan pemberi jalan ambulans, melontarkan kekesalannya terhadap seorang pengendara mobil, beredar di media sosial. Lantaran, pengendara mobil tidak mau menepi dan menghalangi laju ambulans yang berisi pasien kritis.

Peristiwa ini terjadi di Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) di Jalan SM Raja, Rantau Selatan pada Sabtu (6/11) malam. Kendaraan yang melintas di jalan tersebut kala itu sedang ramai-ramainya.

“Kita minta dia menepi, dia nggak mau. Sampai berkali-kali kita minta tetap nggak mau. Padahal sebelah kiri jalan kosong, kalau dia mau, dia bisa menepi tapi tetap dia nggak mau,” kata pengunggah video, Zul Fauzi, kepada detikcom, Minggu (7/11/2021).

Fauzi yang merupakan relawan IEA (Indonesian Escorting Ambulance – relawan pembuka jalan Ambulans) mengatakan kendaraan jenis minibus tersebut ngotot menghalangi laju ambulans sepanjang 500 meter. Beberapa kali isyarat tangan meminta dia menepi ke kiri tidak diindahkan.

Bahkan kendaraan tersebut sempat dipepet oleh sepeda motor milik relawan IEA. Namun pengemudinya tetap tidak mau mengalah dengan tetap memacu kendaraannya. Sementara untuk memotong dari kiri, mobil Ambulans tersebut tidak muat lantaran berbodi besar.

Kendaraan tersebut akhirnya mau berhenti setelah sebuah sepeda motor milik relawan IEA memotong dan mengambil jalur tepat di depan kenderaan tersebut. Secara perlahan kendaraan itu pun akhirnya bisa dipaksa berhenti oleh relawan IEA.

“Kami tidak sempat lihat muka pengemudinya. Karena setelah dia berhasil diberhentikan dan didahului ambulans kami langsung diminta melanjutkan perjalanan. Pasiennya harus segera sampai rumah sakit,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi, saat itu ambulans sedang membawa pasien kritis, yakni seorang penderita penyakit jantung, yang telah kehabisan oksigen di tabungnya.

Pasien tersebut dibawa dari RS Nuraini, Sisumut Labuhanbatu Selatan menuju RSUD Rantauprapat. Kedua rumah sakit tersebut berjarak 44 km.

Terpisah Kanit Turjawali Satuan Lalulintas Polres Labuhanbatu, Ipda Sumardi mengatakan pengendara wajib memberi prioritas kepada ambulans saat berkendara di jalan raya. Hal itu diatur di pasal 134 dan 135, Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Jika pengendara tidak mengindahkan pasal itu, maka bisa dihukum sesuai pasal 287 ayat 4, hukumannya bisa penjara 1 bulan atau denda Rp 250 ribu,” kata Sumardi.

Sumardi mengatakan peristiwa seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi. Karena itu dia meminta kesadaran pengendara untuk mengedepankan rasa kemanusiaan.

Sumardi mempersilahkan masyarakat untuk merekam jika melihat peristiwa seperti terjadi di sekitarnya. Video rekaman bisa diserahkan kepada polisi sebagai barang bukti yang menjadi dasar polisi bertindak.

Namun disisi lain, Sumardi juga mengingatkan agar relawan seperti IEA agar bersikap sopan saat melakukan pengawalan. Karena menurutnya ada juga laporan yang mengeluhkan sikap kelompok seperti IEA yang bertindak arogan saat di jalanan.

“Cuma kadang kawan-kawan kita yang dari IEA juga jangan terlalu arogan. Harus diingat IEA itu bukan mengawal ambulans, tapi memperlancar jalannya ambulans,” sebut Sumardi.

(isa/isa)

Sumber: DetikNews

Banjir di Sintang Kalbar, Seorang Lansia Tewas Tenggelam

Sintang

Banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memakan korban. Seorang lansia bernama Soimah (80) tewas tenggelam.

Dilansir dari Antara, Soimah dinyatakan hilang tenggelam pada Kamis (4/11) pukul 14.00 WIB. Kala itu, tetangga korban, Kokos, melihat Soimah mengambil kain untuk mandi.

Kemudian, Soimah berjalan keluar rumah. Semenjak itu Kokos tak melihat lagi keberadaan Soimah.

Kokos sempat mencari Soimah di dalam rumah, namun korban tidak ditemukan. Kemudian, Kokos bersama tetangga lainnya bersama-sama mencari Soimah.

Jasad Soimah ditemukan oleh 3 cucunya pada Jumat (5/11) pukul 05.20 WIB. Salah satu cucu korban melihat sesosok manusia yang sedang terapung di banjir. Setelah didekati, ternyata merupakan jasad Soimah.

“Jasad korban ditemukan mengapung sekitar pukul 05.20 WIB Jumat pagi, tidak jauh dari kediamannya, yang saat sudah terendam banjir,” kata Kapolsek Dedai AKP Muhammad Rasyid, dilansir dari Antara, Minggu (7/11/2021).

Jasad Soimah kemudian dievakuasi bersama-sama oleh warga sekitar. Jasad Soimah lalu dikebumikan.

(isa/isa)

Sumber: DetikNews

Gempa M 6,2 Bolsel Sulut Terasa Sampai Gorontalo

Bolaang Mongondow Selatan

Gempa dengan magnitudo 6,2 di Bolang Uki, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut), tidak berpotensi tsunami. Gempa terasa hingga Gorontalo.

“(Skala MMI) IV-V Bolaang Mongondow Timur, III-IV Kotamobagu, III Bolaang Mongondow, III Talibu, III Gorontalo, III Bitung, II-III Manado, II-III Tomohon,” tulis BMKG di laman resminya seperti dilihat detikcom, Sabtu (6/11/2021).

Skala II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara skala III yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Skala IV artinya gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Lalu skala V artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Gempa terjadi pukul 21.37 WIB. Pusat gempa berada di laut 71 km tenggara Bolaang Mongondow Selatan.

Gempa berada di koordinat 0.16 lintang selatan dan 124.35 bujur timur. Kedalaman pusat gempa sekitar 20 km.

“Tidak berpotensi TSUNAMI,” tulis BMKG.

BMKG mewanti-wanti warga untuk waspada adanya gempa susulan. Belum ada laporan kerusakan ataupun korban akibat gempa ini.

(isa/haf)

Sumber: DetikNews

Angkot Berisi 9 Orang di Riau Terbakar, 1 Balita Alami Luka Bakar 90%

Pekanbaru

Sebuah angkutan kota (angkot) terbakar saat mengantarkan satu keluarga untuk berobat di Rokan Hilir, Riau. Akibatnya, seorang balita mengalami luka bakar hingga 90%.

“Angkot tadi terbakar di jalan lintas Riau-Sumatera Utara, Bangko Pusako, Rokan Hilir. Kebakaran sekitar pukul 09.00 Wib,” kata Kapolres Rokan Hilir, AKBP Nurhadi Ismanto, Sabtu (6/11/2021).

Angkot terbakar tepat di depan Puskesmas Bangko Jaya. Sebelum api membesar, para penumpang melihat mobil mengeluarkan asap tebal disusul api dan teriakan seluruh penumpang.

Dalam hitungan detik api di dalam mobil membesar. Sementara sembilan orang penumpang yang ada di dalam langsung dievakuasi ke Puskesmas dan mendapat pertolongan pertama.

“Kebetulan di lokasi sedang ada kegiatan vaksinasi. Ada anggota kami di sana, jadi langsung korban dievakuasi dan semua selamat,” katanya.

Seorang penumpang, Deniwati br Silalahi mengatakan mereka adalah satu keluarga yang hendak mengantar berobat kerabat mereka, Leonardo Silalahi. Leo mengalami sesak napas dan rencananya dibawa ke Puskesmas Bangko Jaya.

“Total sembilan korban terbakar di dalam mobil, ada 4 balita. Satu balita kondisinya terbakar 90 persen dan dirujuk semua ke Pekanbaru,” kata Nurhadi.

Hasil pemeriksaan sementara kebakaran angkot diduga akibat korsleting listrik di mobil. Selain itu, ada dugaan angkot juga membawa BBM jenis pertalite di jerigen.

“Dugaan awal akibat arus pendek listrik dan membawa BBM pertalite di jerigen,” katanya.

(ras/isa)

Sumber: DetikNews

Dituduh Lakukan Pelecehan, Dekan FISIP Unri Lapor Balik Mahasiswi ke Polisi

Pekanbaru

Dekan FISIP Universitas Riau (Unri), Syafri Harto, melaporkan akun instagram @komahi-ur dan mahasiswi bimbinganya, LM. Laporan itu terkait pencemaran nama baik dan UU ITE.

Pantauan detikcom, Syafri Harto awalnya datang pukul 12.00 WIB ke Mapolda Riau. Sekitar 30 menit kemudian Syafri keluar dari ruang SPKT setelah diminta petugas piket untuk melengkapi berkas.

“Ada berkas kurang, kami diminta untuk melengkapi,” ujar Syafri Harto didampingi kuasa hukumnya, Sabtu (6/11/2021).

Sekitar pukul 14.00 WIB, Syafri kembali datang untuk membuat laporan terkait pencemaran nama baik. Laporan Syafri diterima oleh petugas piket, Aipda Yudi Darmawan.

“Kami melapor untuk mencari kepastian hukum. Kedua ini kan terkait nama baik beliau, ya melindungi hak beliau sebagai warga negara,” kata kuasa hukum Syafri, Ronal Regen.

Ada dua pihak yang dilaporkan, pertama yakni akun @komahi_ur dan mahasiswi bimbingannya LM. Lewat laporan polisi, Syafri berharap polisi bisa mengungkap fakta-fakta terkait dugaan pelecehan itu.

“Laporan tadi terkait ITE dan pencemaran nama baik. Kita harap bisa diungkap fakta-fakta sebenarnya,” kata Ronal.

Ronal juga mengaku tetap akan melayangkan tuntutan Rp 10 miliar ke kedua terlapor. Kliennya dinilai telah dirugikan secara psikologis dan materi.

“Soal tuntutan Rp 10 M itu tetap. Karena ini pemberitaan sudah bergeming, karena dia dari sisi psikologis dan materi juga,” kata Ronal.

Awal Mula Kasus Dugaan Pelecehan Terungkap

Kasus ini mencuat usai sebuah video pengakuan seorang mahasiswi soal pelecehan seksual di kampus Unri viral. Mahasiswi tersebut mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Dekan FISIP Unri, Syafri Harto.

Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku mahasiswi jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang bimbingan skripsi. Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.

“Kronologinya terjadi pada 27 Oktober lalu, hari Rabu sekitar pukul 12.30 WIB,” ujar mahasiswi itu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer