Beranda blog Halaman 864

Kapolres Labuhanbatu Pengganti AKBP Deni yang Dicopot Resmi Dilantik

Labuhanbatu

AKBP Anhar Arlia Rangkuti resmi menjadi Kapolres Labuhanbatu. Dia dilantik menggantikan AKBP Deni Kurniawan yang dicopot dari jabatannya.

“Iya betul, sudah,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, saat dimintai konfirmasi, Senin (8/11/2021).

Anhar ditunjuk menjadi Kapolres Labuhanbatu berdasarkan surat telegram Kapolri nomor ST/2280/X/KEP./2021 tanggal 31 Oktober 2021. Dia menggantikan AKBP Deni Kurniawan yang dicopot karena melanggar aturan soal kepemilikan barang mewah.

AKBP Anhar mulai bertugas hari ini sebagai Kapolres Labuhanbatu. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kasubdit III Direskrimum Polda Sumut. Berikut rekam jejaknya yang digali detikcom dari berbagai sumber.

AKBP Anhar Arlia Rangkuti merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2003. Anhar pernah menjuarai kompetisi menembak perorangan piala Kapolda Sumut tahun 2016.

Semasa menjabat Kasubdit III Dirreskrimum Polda Sumut, Anhar memimpin pengungkapan kasus perampokan toko emas oleh pria bersenjata api di Simpang Limun, Medan.

Sebelumnya, AKBP Deni Kurniawan dicopot dari jabatan Kapolres Labuhanbatu dalam rangka evaluasi jabatan. Polda Sumut mengungkap alasan Deni dicopot.

“Tidak menerapkan Perkap Nomor 10 Tahun 2017,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Selasa (2/11).

Perkap itu berisi aturan soal kepemilikan barang yang tergolong mewah oleh anggota Polri. Kepemilikan barang mewah ini yang disebut menjadi alasan AKBP Deni dicopot.

Menurut informasi yang diterima detikcom, AKBP Deni pernah mengendarai sepeda motor BMW R 1200. Kendaraan itu dipakai Deni saat ikut kegiatan touring bersama salah satu komunitas sepeda motor di Labuhanbatu.

Video aksi Deni touring dengan menggunakan sepeda motor jenis BMW ini beredar di medsos. Kendaraan jenis BMW yang dipakai Deni ini ditaksir seharga Rp 814 juta.

(haf/haf)

Sumber: DetikNews

Kebakaran Rumah di Kampar, Ibu dan 3 Anak Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

Pekanbaru

Seorang ibu dan tiga anaknya ditemukan tewas akibat kebakaran rumah di Kampar, Riau malam tadi. Ketiga korban ditemukan tewas di kamar mandi.

Kasi Ops Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Fahriansyah menyebut insiden terjadi, Minggu (7/11) sekitar pukul 22.00 Wib. Rumah terbakar milik warga bernama Syafar.

“Kebakaran terjadi di Jalan SMP 1 Siak Hulu Perumahan Kubang Mas Permai, Kubang Jaya, Kampar. Rumah itu milik bapak Syafar,” ujar Fahriansyah kepada wartawan, Senin (8/11/2021).

Fahri menyebut kebakaran pertama kali dilaporkan warga bernama Leli pukul 22.18 Wib. Dari laporan itu petugas langsung ke lokasi melakukan pemadaman.

“2 jam setelah kami terima laporan baru api bisa dipadamkan. Ada korban akibat kebakaran yakni, 4 orang meninggal di dalam rumah,” katanya.

Kapolsek Siak Hulu, AKP Rusyandi Zuhri Siregar mengatakan rumah tebakar adalah milik Syafar. Untuk 4 korban tewas adalah istri dan ketiga anak Syafar.

“Korban yang tewas dalam kebakaran tadi malam adalah Suriyati (44), istri dari Syafar si pemilik rumah. Selanjutnya ada tiga anak Syafar, Syafitri (22), Selvina Putri (17) dan Hazim Syaputra (3),” kata Kapolsek.

Untuk korban tewas ditemukan di dalam kamar mandi rumah. Selanjutnya korban meninggal dunia tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum.

“Rumah yang terbakar ini, kondisinya cukup sempit karena di rumah itu juga ada usaha jualan barang harian. Termasuk gas elpiji ukuran 3 kg dan untuk akses pintu masuk, keluar cuma satu lewat pintu depan, saat ruangan tengah banyak barang dagangan yang mungkin menjadi penyebab sulitnya korban untuk keluar,” katanya.

Setelah selesai visum di RS Bhayangkara Polda Riau, korban rencananya dibawa kr rumah keluarganya di Painan, Sumatera Barat. Sementara polisi masih melakukan olah TKP di lokasi untuk mengetahui awal mula kebakaran.

(ras/knv)

Sumber: DetikNews

PKS Minta Reuni 212 Digelar Virtual: Hati-hati, Masih Pandemi

Jakarta

Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana akan menggelar reuni akbar di Monas pada awal Desember mendatang. PKS mendorong agar acara tersebut lebih baik digelar secara virtual.

“(Lebih baik) Bisa virtual,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Minggu (7/11/2021).

Mardani menilai memang acara-acara bertajuk ‘reuni’ biasanya bagus. Sebab, kata dia, saat ‘reuni’ dapat menjadi momen mengingat dan mengenang kebaikan semua.

“Tapi di masa pandemi, semua mesti hati-hati melakukan perkumpulan. Pemda DKI pasti akan memberikan masukan yang terbaik,” ucapnya.

Seperti diketahui, PA 212 akan melakukan reuni akbar pada awal Desember. Lokasinya direncanakan akan digelar di Monas.

“Insyaallah jadi untuk reuni akbar 212 dan untuk tempat seperti biasanya di Monas,” kata Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin, kepada wartawan, Minggu (7/11).

Novel belum bisa menjelaskan detail kegiatan tersebut. Pihaknya masih mematangkan mekanisme kegiatan.

“Namun semua masih berproses dan hari ini kami masih rapat untuk godok persiapannya,” ujarnya.

(fas/dhn)

Sumber: DetikNews

Wakapuspen TNI Laksma Tedjo Sukmono Meninggal Dunia

Jakarta

Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI, Laksma TNI Tedjo Sukmono, meninggal dunia. Laksma Tedjo meninggal karena sakit.

“Telah berpulang ke rahmatullah, Laksma TNI Tedjo Sukmono, Wakapuspen TNI, pada hari Minggu 7 November 2021, pukul 22.05 WIB, di RS Hermina Serpong (karena sakit),” kata Kadispen TNI AL, Laksma Julius Widjojono kepada wartawan, Senin (8/11/2021).

Jenazah almarhum Laksma Tedjo dibawa ke rumah duka di Jalan Harapan 1, Kompleks TNI AL, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara

Belum diketahui lokasi pemakaman almarhum Laksma Tedjo. Laksma Julius akan memberikan keterangan selanjutnya soal lokasi pemakaman.

“Semoga almarhum dimuliakan disisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” imbuhnya.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

Rumah Warga Pejaten Timur Terendam Banjir 1 hingga 2 Meter

Jakarta

Hujan yang terjadi sejak Minggu sore menyebabkan sejumlah rumah warga di Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terendam banjir. Ketua Karang Taruna Kelurahan Pejaten Timur, Japs Virgiawan, banjir terjadi sejak pukul 18.00 WIB.

Ketinggian air banjir satu hingga dua meter. Virgiawan menyebutkan, di RT 05/RW 05 ketinggian air mencapai 1 meter.

“Sebanyak 15 rumah yang terdampak dengan jumlah kepala keluarga 20 KK. Saat ini, mereka mengungsi di lantai dua rumahnya,” kata Virgiawan seperti dilansir Antara, Senin (8/11/2021).

Sementara itu, sebanyak 20 rumah yang berada di RT 011/RW 06 ketinggian air mencapai 1,5 meter.

“Kira-kira jumlah KK-nya sebanyak 25 KK. Mereka mengungsi di lantai dua rumahnya,” ujarnya.

Sedangkan, pemukiman warga di RT 013/RW 06 ketinggian airnya mencapai dua meter.

“Sebanyak 7 rumah yang terdampak, dengan jumlah 10 kepala keluarga. Mereka mengungsi ke rumah warga lainnya yang aman dari banjir,” ujar Virgiawan.

Sementara itu, hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan beberapa ruas jalan terendam air, seperti di pertigaan hek, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kali meluap, sehingga air tergenang sekitar 30 centimeter,” kata salah seorang pengguna jalan, Yunus.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

Diduga Tenggelam saat Banjir Rob, Bayi di Medan Ditemukan Tewas

Medan

Seorang bayi berusia 1 bulan di Medan Belawan, Medan, diduga tenggelam saat terjadi banjir rob. Saat ditemukan bayi itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Pada Sabtu (6/11) sekitar pukul 14.00 WIB, korban bersama neneknya, Erlis, duduk di teras rumah. Ibu Erlis kemudian masuk ke rumah untuk mengambil dodot untuk korban,” kata Camat Medan Belawan, Subhan Harahap saat dikonfirmasi, Minggu (7/11/2021).

Usai dari dapur, Erlis kemudian kembali ke teras rumahnya. Saat kembali ke teras, Erlis tidak lagi menemukan cucunya.

“Ibu Erlis panik menjerit-jerit minta tolong ke warga, warga pun seketika datang dan turun ke laut melakukan pencarian korban,” tutur Subhan.

Korban kemudian ditemukan warga pada pukul 15.45 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Sekitar pukul 15:45 WIB, korban ditemukan warga di sekitar kolong dapur rumah Ibu Erlis dengan posisi terlungkup kepala di bawah,” ucap Subhan.

Setelah ditemukan, korban kemudian jenazah korban kemudian dibawa ke rumah kakak dari Erlis. Korban sudah dimakamkan pada pagi hari tadi.

“Dikebumikan Minggu (7/11) pukul 10.00,” jelas Subhan.

Banjir rob sebelumnya melanda kawasan Medan Belawan, Medan. Ada enam kelurahan yang terendam banjir.

“Betul. Iya (diakibatkan oleh banjir rob),” kata Camat Medan Belawan, Subhan Harahap, saat dimintai konfirmasi, Jumat (5/11).

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

12 Kecamatan di Sintang Kalbar Terdampak Banjir Selama Belasan Hari

Jakarta

Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), terdampak banjir selama belasan hari. Hingga kini, banjir di Kabupaten Sintang masih berada di status tanggap darurat.

“Sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir yang sudah terjadi sejak Kamis pagi (21/10) atau sekitar lima pekan lalu. Banjir saat itu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Kapuas dan Melawi meluap,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/11/2021).

Dia menyebut hingga Sabtu malam (6/11), pukul 21.13 WIB, tinggi muka air mengalami kenaikan kembali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang melaporkan ketinggian muka air berkisar 1 hingga 3 meter.

“Merespons peristiwa ini, pemerintah daerah telah melakukan upaya penanganan darurat sejak awal banjir ini terjadi. BPBD Kabupaten Sintang bersama tim gabungan telah mendirikan pos pengungsian dan mendistribusikan bantuan makanan. Pos komando yang telah dibentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang juga mengoperasikan dapur umum maupun pos kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, BNPB telah berada di lapangan untuk melakukan kaji cepat di lapangan, salah satunya peninjauan lokasi banjir di beberapa titik utama di Kabupaten Sintang. Selain kaji cepat, BNPB berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan pertolongan, evakuasi maupun operasional dapur umum.

“Tim BNPB melaporkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses penanganan darurat, seperti belum tersedianya peta genangan banjir, terbatasnya perahu karet untuk evakuasi, dan akses jalan yang tergenang banjir,” ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Polisi Buka Kemungkinan Benda Meledak di Rumah Ortu Veronica Koman Petasan

Jakarta

Polisi buka kemungkinan benda meledak di rumah milik orang tua Veronica Koman merupakan petasan. Hingga kini polisi masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri.

“Segala kemungkinan bisa saja,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Joko Dwi Harsono saat dikonfirmasi, Minggu (7/11/2021).

Polisi telah berkoordinasi dengan Puslabfor Mabes Polri untuk menganalisa benda yang meledak tersebut. Polisi masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri terkait benda tersebut.

“Mudah-mudahan kita segera punya jawaban benda apa yang meledak itu,” kata Joko.

Joko juga membenarkan jika rumah tersebut adalah milik orang tua Veronica Koman. Seperti diketahui dia merupakan pegiat HAM.

“Menurut info rumah orang tuanya,” kata Joko.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Fiernando juga membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebut jika ledakan tersebut diduga berasal dari ledakan petasan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

HNW Sebut Kerukunan Antar Agama Sudah Jadi Komitmen Pendiri Bangsa

Jakarta

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan kerukunan antar umat beragama, sudah menjadi komitmen bersama diantara Bapak dan Ibu pendiri bangsa. Mereka bukan hanya membahas, tapi sudah mempraktekkan kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan politik dan kenegaraan.

Menurutnya, salah satu bukti adanya kerukunan antar umat beragama di antara para pendiri bangsa terjadi pada proses penyusunan Pancasila, baik di BPUPKI, Panitia Sembilan maupun PPKI. Puncaknya kelompok religius dan nasionalis bersepakat dalam menentukan sila-sila Pancasila.

“Penghilangan tujuh kata dalam piagam Jakarta, adalah bukti bahwa kelompok Islam mau mendengar dan berempati terhadap tuntutan kelompok Indonesia bagian timur. Keikhlasan menghilangkan tujuh kata, tersebut juga bermakna bahwa kerukunan antara umat beragama sudah tercipta dan dipraktekkan dengan baik,” ujar HNW dalam keterangannya, MInggu (7/11/2021).

“Kalau bukan karena ingin mempertahankan kerukunan, masing- masing kelompok pasti lebih mengutamakan egoisme serta kepentingannya sendiri-sendiri,” sambungnya.

Pernyataan itu disampaikan Hidayat Nur Wahid secara daring, saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional ‘Sosialisasi Kerukunan Antara Umat Beragama Dalam Bingkai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945’, kerja sama MPR, Majelis Ulama Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Acara itu berlangsung di Cipete Jakarta Selatan, Sabtu (6/11) kemarin.

Selain dalam penyusunan teks Pancasila, kerukunan antar umat beragama, kata Hidayat Nur Wahid juga muncul mendasari penyusunan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Karena di dalam pembukaan, selain ada teks Pancasila, juga terdapat cita-cita yang ingin diwujudkan dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karena itu pembukaan UUD NRI 1945 harga mati dan tidak bisa diubah lagi. Sebab, di sana terdapat teks Pancasila dan cita-cita Indonesia merdeka. Merubah cita-cita kemerdekaan, berarti merubah NKRI,” kata HNW.

Sependapat dengan Hidayat, pada makalahnya Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Pdt. Gomar Gultom M. Th mengatakan kerukunan antar umat beragama terbentuk dengan sendiri bukan dipaksakan ataupun direkayasa dan terjadi secara alamiah.

“Proses dialektika dan keputusan menetapkan Pancasila adalah bukti bahwa kerukunan antar umat beragama sudah ada sejak dahulu, dan itu tumbuh diseluruh wilayah Indonesia,” kata Gomar Gultom.

Di masa kini, kata Gomar Gultom kerukunan antar umat beragama, itu makin mudah ditemukan. Misalnya, saat umat Nasrani merayakan hari rayanya, banyak ibu-ibu membantu kesibukan di geraja, banyak di antara mereka yang mengenakan hijab.

Sementara itu Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M. Si mengingatkan praktek politik di Indonesia, berpotensi merusak kerukunan antar umat beragama. Seperti pada saat Pilkada Jakarta yang dilanjutkan dengan pilpres.

“Prabowo dan Joko Widodo, mampu merepresentasikan dirinya sebagai wakil dari dua kelompok umat beragama yang saling berhadapan. Ini terjadi karena presidential threshold yang mencapai 20% sehingga kandidat yang muncul hanya ada dua pasang, dan itu menyebabkan belah bambu. Karena itu, patut dikaji kembali, agar presidential threshold diturunkan, supaya kandidat yang muncul lebih dari dua pasang, untuk menghindari terjadinya politik belah bambu,” ungkap Ma’mun Murod.

Ada tiga narasumber yang menyampaikan makalahnya pada acara tersebut. Yaitu, Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M. Si (Rektor UMJ), Dr. KH. Yusnar Yusuf (Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar umat Beragama), serta Pdt. Gomar Gultom M. Th (Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia).

(ega/ega)

Sumber: DetikNews

Komisi I DPR Datangi Rumah Jenderal Andika Perkasa, Ini Tujuannya

Jakarta

Komisi I DPR RI menyambangi kediaman calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di wilayah Senayan, Jakarta Selatan. Kedatangan para wakil rakyat ini untuk melakukan verifikasi faktual.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (7/11/2021) Jenderal Andika bersama sang istri Hetty Perkasa dan anaknya terlihat menunggu di depan gerbang rumahnya. Andika mengenakan baju coklat muda dan celana hitam sedangkan sang istri mengenakan setelan bercorak batik.

Andika terlihat menyambut kedatangan satu per satu anggota dewan dari Komisi I ke rumahnya. Terlihat yang datang lebih dahulu ada Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus dengan mengenakan kemeja putih.

Kemudian disusul oleh anggota Komisi I Syarief Hasan. Tak lama berselang datang Ketua Komisi I Meutya Hafid berkemeja hitam datang ke kediaman Andika bersama rombongan anggota dewan Komisi I lainnya.

Tiada sepatah kata pun yang diucapkan oleh wakil rakyat itu. Mereka langsung masuk ke kediaman Andika. Awak media hanya boleh meliput di luar rumah.

Seperti diketahui, Komisi I DPR RI menyetujui Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Selanjutnya, keputusan Komisi I DPR ini akan dibawa ke rapat paripurna.

“Dengan demikian, Komisi I akan berproses. Surat ini (persetujuan Komisi I DPR) secara kelengkapan dokumentasi akan kami tanda tangani dari pimpinan mewakili anggota Komisi I yang terhormat untuk kemudian dibawakan di rapat paripurna terdekat,” kata Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11).

Lantas, anggota Komisi I DPR dari PDIP menyarankan agar Meutya menyebut jadwal rapat paripurna terdekat, yakni Senin (8/11) lusa. Meutya enggan menyebut tanggal pasti lantaran Badan Musyawarah (Bamus) DPR belum menyuratinya, itu juga merupakan kewenangan pimpinan DPR.

“Terkait yang disampaikan Pak Effendi, dengar-dengarnya memang akan dilaksanakan hari Senin. Namun, sekali lagi, kami menyampaikan hanya yang terkait Komisi I,” kata Meutya.

Persetujuan diberikan setelah Jenderal Andika Perkasa menjalani uji kepatutan dan kelayakan. Proses fit and proper test itu digelar terbuka-tertutup dan diakhiri dengan keterangan pers.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha sempat mengungkap tujuan anggota DPR ke rumah Jenderal Andika Perkasa.

“Iya, kita lihat rumahnya gimana begitu, apa sesuai dengan laporan kekayaan yang disampaikan. Kemudian supaya lebih familiar, dalam hal ini dengan Komisi I,” ucapn Tamliha.

Tonton juga Video: Corona RI 6 November: Tambah 401, Catat Kematian Terendah di 2021

[Gambas:Video 20detik]

(whn/imk)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer