Beranda blog Halaman 857

KPK Konfirmasi Saksi Kasus Soal Barang Bukti Korupsi DID Tabanan

Jakarta

KPK telah memeriksa Kabag Perencanaan dan Strategis Bank BPD Bali, I Dewa Ayu Rai Widyastuti sebagai saksi di kasus dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah (DID) tahun anggaran 2018. KPK mendalami saksi tersebut soal barang bukti yang diamankan KPK.

“I Dewa Ayu Rai Widyastuti (Kabag Perencanaan dan Strategis Bank BPD Bali), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain mengenai barang bukti yang telah disita,” kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021).

Ipi mengatakan barang bukti itu diamankan saat KPK melakukan penggeledahan di rumah kediaman dari pihak terkait. Saksi tersebut diperiksa Jumat kemarin (12/11) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

“(Barang bukti) yang ditemukan saat tim penyidik menggeledah rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara ini,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK menggeledah beberapa lokasi di Tabanan, Bali, terkait kasus ini. Penggeledahan ini merupakan pengembangan penyidikan korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji pengurusan Dana Insentif Daerah/DID Kabupaten Tabanan Bali tahun anggaran 2018.

“Benar, tim penyidik KPK pada Rabu (27/10) telah selesai melakukan penggeledahan di Kabupaten Tabanan, Bali. Penggeledahan sebagai upaya paksa tersebut merupakan rangkaian kegiatan penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji pengurusan Dana Insentif Daerah/DID Kabupaten Tabanan, Bali, tahun anggaran 2018,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (28/10).

Ali mengatakan penggeledahan itu dilakukan penyidik KPK di kantor Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali. Ada beberapa kantor dinas yang digeledah, antara lain kantor Dinas PUPR, kantor Bapelitbang, kantor Badan Keuangan Daerah Tabanan, hingga kantor DPRD.

Dalam kasus ini, mantan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo juga didakwa menerima gratifikasi. Penerimaan itu berkaitan dengan jasa Yaya yang menjanjikan sejumlah daerah untuk mendapatkan alokasi anggaran di Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) APBN tahun 2018.

“Terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan yang berdiri sendiri-sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya Rp 3,7 miliar, USD 53.200, dan SGD 325.000 yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajibannya atau tugasnya,” ucap jaksa saat membacakan dakwaan bagi Yaya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Bila dirupiahkan, total gratifikasi yang diterima hampir Rp 8 miliar atau kurang-lebih Rp 7,993 miliar dengan kurs saat ini. Rinciannya seperti ini, Rp 3,7 miliar ditambah Rp 793 juta (USD 53.200) ditambah Rp 3,5 miliar (SGD 325.000).

Saat itu, Yaya menjabat Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu. Yaya saat itu juga mengajak Rifa Surya selaku pegawai Kemenkeu dalam beraksi.

(azh/zap)

Sumber: DetikNews

HUT Brimob 14 November, Mari Simak Lagi Sejarah Terbentuknya Brimob

Jakarta

HUT Brimob diperingati setiap tanggal 14 November. Tahun ini, Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia atau Korps Brimob RI berusia 76 tahun.

Brimob punya sejarah panjang dalam membela dan menjaga bangsa Indonesia. Berikut sejarah Brimob yang dapat disimak jelang HUT Brimob ke-76 seperti dikutip dari situs Brimob Polri:

HUT Brimob: Sejarah Awal Terbentuk

Sejarah pembentukan Brimob dapat dirunut dari era sebelum Indonesia merdeka. Kala itu, namanya beberapa kali mengalami perubahan, mulai dari Tokubetsu Kaisatsu Tai, Polisi Istimewa, Mobrig (Mobil Brigade) dan Brimob (Brigade Mobil).

Perannya mulai terlihat sejak 8 Maret 1942, di mana Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Padahal, sebelumnya, Belanda sudah menjajah Indonesia selama kurang lebih tiga setengah abad. Serah terima kekuasaan dari Belanda ke Jepang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Tjarda Van Starkenborgh juga Letnan Jenderal Pootnen. Keduanya merupakan Panglima tertinggi angkatan perang Belanda di Indonesia. Sementara Jepang, diwakilkan oleh Panglima Tentara Letnan Jenderal Imamura.

Setelah serah terima dilakukan, rupanya Jepang hanya ingin memperoleh dukungan dan bantuan dari bangsa Indonesia dalam program invasinya. Hal ini terbukti setelah dua minggu mereka berada di Indonesia.

HUT Brimob: Sejarah Singkat Tokubetsu Keisatsu Tai

Alih-alih mempermudah kekuasaan, militer Jepang justru mengeluarkan peraturan imperial, yakni Undang-Undang Nomor 2 Tanggal 8 Maret 1942, serta Undang-Undang Nomor 3 Tanggal 20 Maret 1942. Adapun isi kedua Undang-Undang tersebut melarang seluruh kegiatan pergerakan organisasi politik dan berbagai organisasi pergerakan yang ada di Indonesia.

Larangan itu dilakukan karena hendak menciptakan keamanan yang stabil. Ironisnya, bendera merah putih dilarang dikibarkan dan lagu Indonesia Raya pun tidak boleh dinyanyikan atau didengar. Dalam sejarah Hari Brimob, namun saat dua bulan Jepang menduduki Indonesia, situasi perang Asia Timur Raya mulai berbalik.

Sebelum Hari Brimob lahir, tepat 7 Mei 1942, sekutu mampu menghancurkan armada Jepang di Laut Karang. Kemudian tanggal 7 Agustus 1942, pasukan sekutu berhasil menguasai Kepulauan Salomon di Samudera Pasifik. Karena dua kekalahan dan keterbatasan personel, Jepang pun mengubah strategi perangnya.

Masih mengacu situs Polri, untuk memenuhi kebutuhan tenaga bantu militer, mulai Maret 1943-Desember 1944 Jepang membentuk beberapa organisasi semimiliter dan militer. Berikut di antaranya:

  1. Senendan (Barisan Pemuda) yang bertugas membantu pemerintah militer Jepang dalam meningkatkan produksi atau pengamanan garis belakang.
  2. Keibodan (Barisan Pemuda Pembantu Polisi). Bertugas memelihara keamanan dan ketertiban daerah setempat
  3. Heiho (Pembantu Prajurit). Bertugas untuk membantu tentara Jepang
  4. Peta (Pembela Tanah Air). Organisasi militer yang dibentuk atas kehendak bangsa Indonesia. Pembentukan organisasi ini lantaran pemerintah militer Jepang hendak mendapat bantuan dari militer Indonesia.

Informasi lainnya soal HUT Brimob juga dapat dilihat di halaman selanjutnya.

Sumber: DetikNews

Jembatan Gantung di Sulbar Rusak Diterjang Banjir, 2.000 Warga Terisolir

Polewali Mandar

Jembatan gantung menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak parah diterjang banjir. Tingginya curah hujan dalam sepekan ini menyebabkan sungai meluap.

Rusaknya jembatan gantung tersebut, mengakibatkan 2.000 jiwa yang bermukim di Desa Lenggo terisolir.

Banjir luapan sungai menerjang Jumat malam (12/11). Terjangan banjir mengakibatkan jembatan gantung tidak dapat dilalui, karena sebagian lantainya terlepas terbawa banjir.

“Kejadian tadi malam dihantam luapan air sungai,” kata salah pemuda Desa Lenggo, Habibi kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (13/11/2021).

Habibi berharap, pemerintah segera turun tangan, membantu pembenahan jembatan gantung yang panjangnya sekitar 50 meter yang membentang di atas Sungai Masunni.

Jembatan gantung menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar rusak parah diterjang banjir. Sekitar 2.000 warga terisolir. (dok Istimewa)Banjir juga terjadi di Kecamatan Mappili yang menyebabkan puluhan rumah terendam (dok Istimewa)

“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, agar segera meninjau jembatan gantung tersebut, agar bisa dibantu untuk pembenahannya,” pungkasnya.

Puluhan Rumah Terendam Banjir

Sementara itu, banjir juga menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Bonra dan Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, terendam banjir. Banjir disebabkan luapan Sungai Mapilli.

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur daerah ini, sejak Jumat siang (12/11) kemarin.

“Untuk sementara ini, pada Wilayah Kecamatan Mapilli, ada beberapa desa yang terdampak banjir, tapi yang agak parah di Desa Segerang kemudian di Desa Bonra,” kata Bhabinsa Koramil 1402-02/Wonomulyo, Serma Abd Gaffar, saat dikonfirmasi.

“Kalau di Desa Segerang kurang lebih 80 rumah, kalau di Desa Bonra ini kurang lebih 15 rumah,” sambung Gaffar.

Menurut Gaffar, banjir akibat luapan Sungai Mapilli ini mulai menerjang pada Sabtu dini hari (13/11) sekitar pukul 04.00 Wita. Selain menggenangi permukiman, banjir turut merendam areal perkebunan dan persawahan warga.

Kendati sempat mengganggu aktivitas warga, saat ini ketinggian banjir yang menggenangi permukiman sudah mulai surut.

Berdasarkan pantauan wartawan, hingga saat ini ketinggian banjir yang menggenangi pemukiman warga, masih mencapai lutut orang dewasa. Warga yang rumahnya sempat tergenang banjir, mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa banjir.

(jbr/jbr)

Sumber: DetikNews

Usai dari NTB, Jokowi Akan Bertolak ke Papua untuk Menutup Peparnas

Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengawali rangkaian kegiatan kunjungan kerja hari kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan melakukan penanaman pohon kayu putih bersama masyarakat. Setelah itu, Jokowi bakal terbang ke Papua.

Kegiatan menanam pohon kayu putih tersebut akan digelar di Kawasan Hutan Gunung Pepe Kelompok Hutan Mareje Bonga dan Gunung Pepe RTK 13 Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Setelahnya, Jokowi bersama rombongan akan langsung menuju Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, untuk bertolak menuju Provinsi Papua. Presiden akan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 08.30 WITA.

Di Papua, Jokowi diagendakan untuk menyaksikan sejumlah pertandingan yang tengah berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Trikora dan GOR Cendrawasih, Kota Jayapura. Malam harinya, Jokowi akan secara resmi menutup Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2021, yang digelar di Stadion Mandala, Kota Jayapura.

Presiden akan bermalam di Kota Jayapura, sebelum kembali ke Jakarta, pada keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan kunjungan kerja kali ini antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, serta Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia.

(fas/hri)

Sumber: DetikNews

Aksi Pemalak TKW Karantina di Wisma Atlet Berakhir di Kantor Polisi

Jakarta

Aksi pemalakan tenaga kerja wanita (TKW) karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, viral di media sosial. dan menjadi sorotan. Tidak lama kemudian polisi menangkap dua orang pelaku.

Dalam rekaman video viral, nampak TKW tersebut berada di dalam sebuah mobil. Di luar mobil, tampak seorang pria mengenakan rompi cokelat dan berkacamata hitam meminta sejumlah uang.

TKW yang berada di dalam mobil tersebut keberatan dimintai sejumlah oleh pria tersebut. Namun akhirnya TKW tersebut memberikan uang Rp 50 ribu kepada pria tersebut melalui sopir.

“TKW mau dikarantina di Wisma Atlet dipalak oknum, dikasih 50 ribu masih kurang minta lagi,” demikian tulis narasi yang menyertai video tersebut.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 25 Oktober 2021, namun viral belakangan ini.

Pelaku Ditangkap

Polisi merespons keresahan masyarakat itu dan menangkap satu orang pelaku pada Kamis (11/11). Pelaku berinisial MS alias L (39) ditangkap masih di sekitaran lokasi.

“Sudah kita amankan. Dia petugas parkir, cuma dia melakukan pungli,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan saat dihubungi detikcom, Jumat (12/11).

Pelaku tersebut diperiksa di Polsek Pademangan. Hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksi tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri.

“Sementara pengakuannya sendiri, duitnya masuk ke kantong dia sendiri,” katanya.

Setelah menangkap MS, polisi juga menangkap 1 pelaku lainnya pada Jumat (12/11).

“Infonya 1 lagi ditangkap. Jadi ada dua (pelaku),” imbuh Guruh.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Sumber: DetikNews

Polda Aceh Tahan Kepala Desa yang Diduga Korupsi Dana Desa Rp 438 Juta

Jakarta

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menahan Kepala Desa Pulo Bunta, Kabupaten Aceh Besar, berinisial AM. Dia ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Sony Sanjaya mengatakan penahanan terhadap AM terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang pada pengelolaan keuangan di Desa Pulo Bunta tahun anggaran 2015-2019.

“Yang bersangkutan ditahan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana. Yang bersangkutan ditahan untuk 20 hari ke depan sejak 11 November kemarin,” kata Sony di Aceh, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (13/11/2021).

Sony menyebut berdasarkan hasil audit kerugian negara yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 438 juta lebih.

“Kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi tersebut diperkirakan sebesar Rp 438 juta lebih. Penyidik terus bekerja menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, Desa Pulo Bunta berada di Pulau Bunta, seberang Pulau Sumatra dengan jarak kurang satu jam perjalanan laut menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Secara administratif, Desa Pulo Bunta masuk wilayah Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Penduduk Pulau Bunta tidak terlalu banyak, kurang dari seratusan jiwa. Keberadaan penduduk pulau di dekat gugusan kepulauan Pulau Aceh itu lebih banyak di daratan Pulau Sumatra. Mayoritas penduduknya berkebun kelapa.

(fas/fas)

Sumber: DetikNews

Truk Muatan Besi Kecelakaan di Tol Janger Arah Merak, Lalin Masih Lancar

Jakarta

Truk bermuatan besi batangan mengalami kecelakaan di ruas Tol Jakarta-Tangerang (Janger) Km 26 yang mengarah ke Merak, Banten. Truk tersebut diduga menabrak truk lainnya saat sedang melaju di lajur kiri.

“#Kecelakaan_Janger di Bitung KM 26+100 arah Merak, ada Kr (kendaraan) Trailler bermuatan besi batangan DIDUGA MENABRAK Kr Truk lain yang pergi dari TKP di lajur 1/kiri,” tulis Jasa Marga dalam akun Twitternya, Sabtu (13/11/2021).

Dihubungi terpisah, petugas call center Jasa Marga, Fajar, mengatakan pihaknya menerima informasi kecelakaan itu terjadi pukul 01.42 WIB. Menurutnya, kecelakaan itu tak menimbulkan korban jiwa.

“Untuk informasinya tidak ada ya (korban jiwa),” ucapnya.

Fajar mengatakan pihaknya belum mengetahui kronologis detail kecelakaan tersebut. Namun, dia memastikan kecelakaan itu tak berimbas pada kemacetan lalu lintas kendaraan di dekat lokasi.

“Lalu lintasnya saat ini masih cenderung lancar, saat ini belum ada kepadatan yang signifikan,” imbuhnya.

(fas/fas)

Sumber: DetikNews

Kali Sunter Meluap, Warga Cipinang Melayu Jaktim Kebanjiran

Jakarta

Banjir menggenang permukiman warga di RT 004/RW 004, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Jaktim), malam ini. Banjir di sini disebabkan oleh luapan air dari Kali Sunter.

Ketua RT setempat Nugroho Hasibuan menyebut bahwa air sudah mulai naik sejak pukul 17.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah.

“Air naik sih masih lambat, ini ada damkar lagi sedot saluran air buat ngurangin ketinggian (air),” kata Nugroho saat dihubungi pukul 23.45 WIB, Jumat (12/11/2021).

“50 cm,” sambung Nugroho melaporkan soal ketinggian air.

Nugroho menyebut petugas damkar melakukan penyedotan air sejak sekitar pukul 21.00 WIB. Akibat ketinggian terus meningkat, ari pun sudah masuk ke sebagian rumah warga.

“(Air) masuk ke rumah warga sebagian,” ucapnya.

Menurut Nugroho, ketinggian air di wilayahnya masih terus diupayakan tak naik terus. Petugas damkar pun bakal menambah unit untuk melakukan penyedotan air.

“Dari Sunter Hulu ke wilayah nih kurang lebih dua jam baru sampe, kalau Sunter Hulu pergerakannya turun, dua jam kemudian baru surut di wilayah. Damkar upayakan ketinggian (air) diperlambat gitu, jadi masih tambah unit supaya bisa lebih cepet lagi,” imbuhnya.

(fas/knv)

Sumber: DetikNews

Banten Akan Gelar Vaksinasi Door-to-Door Cegah Lonjakan COVID-19

Jakarta

Gubernur Banten Wahidin Halim bakal menggelar kegiatan vaksinasi dari pintu ke pintu (door to door). Ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pada akhir tahun.

Selain itu, Wahidin mengatakan pihaknya juga melakukan penguatan dukungan anggaran sehingga bisa masuk dalam lima besar terbaik penangan COVID-19 di Indonesia.

Kendati adanya kekhawatiran, Wahidin yakin tidak akan ada kenaikan jumlah masyarakat yang terkena COVID-19 di akhir tahun 2021 nanti.

“Kalau khawatir, ya kita siap-siap saja. Harus waspada,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11/2021).

Dalam acara puncak Hari Kesehatan Nasional ke-57 di Cilograng, Lebak, Banten pada Kamis (11/11), dia menjelaskan pihaknya telah membangun sistem dalam rangka mencegah penambahan kasus. Kendati demikian, lanjut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tetap menyiapkan strategi antisipasi, di antaranya menyiagakan Satgas COVID serta mengadakan vaksinasi di berbagai lokasi-lokasi yang bakal menjadi lokasi kunjungan wisata.

“Upaya pencegahan dan pengobatan semakin ditingkatkan, kita bahkan akan lakukan vaksinasi door to door. Mudah-mudahan gak melonjak-lonjak lah. Untuk satgas tim COVID-19 di kawasan-kawasan wisata, kita sudah siap,” tuturnya.

Upaya dan strategi penanganan Covid 19, lajut Wahidin Halim, masih terus berlangsung. Hal itu dibuktikan dengan capaian penanganan COVID-19 di Banten yang masuk dalam 5 besar nasional dengan dukungan anggaran mencapai Rp 3 triliun.

“Strateginya dimulai dari perencanaan, upaya penanganan, penyediaan tenaga tenaga kesehatan, edukasi kepada masyarakat, dukungan pembiayaan dan sebagainya. Banyak langkah dan upaya yang dilakukan,” tuturnya.

Soal vaksinasi di Kota Serang yang belum mencapai target, Wahidin menegaskan telah mendorong peningkatan intervensi untuk mendukung perputaran ekonomi. Sebab menurutnya status PPKM level 3 secara otomatis berdampak pada sejumlah kebijakan pembatasan pemberlakuan kunjungan kawasan perbelanjaan.

“Intervensi? Semua intervensi kita (Pemprov Banten). Rumah sakit kita (RSUD Banten, red) dan RS Drajat Prawira, dan berbagai intervensi lain sudah dilakukan, dan akan terus ditingkatkan,” pungkasnya.

(Adv/Adv)

Sumber: DetikNews

Pria Ngamuk Ancam Panah Warga di Depok, Tim Jaguar Turun Tangan

Depok

Seorang pria mengamuk membuat takut warga di Kemiri Muka, Beji, Depok. Pria tersebut dilaporkan mengancam akan memanah warga.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi. Kejadian ini direkam warga dan viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat warga dari kejauhan merekam pelaku yang diduga tengah melakukan pengancaman. Pria tersebut tampak memegang sesuatu.

Sejumlah pengendara tidak berani melintas. Aksi pria bersarung hitam itu menarik perhatian sejumlah warga.

Warga kemudian menghubungi polisi. Tim Jaguar Polresta Depok pun turun ke lokasi.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus membenarkan adanya kejadian itu. Menurut Winam, pria tersebut membuat resah warga karena mengamuk dan berteriak-teriak.

“Ya memang benar itu dia ngamuk-ngamuk, teriak-teriak gitu,” kata Winam saat dihubungi detikcom, Jumat (12/11/2021).

Menurut Winam, belum diketahui alasan pelaku yang sempat mengamuk di lokasi. Pelaku, kata Winam, hanya mengaku mengancam akan menusuk hingga memanah warga sekitar.

“Tiba-tiba ngancam-ngancam mau dipanah orang,” jelas Winam.

Tim Jaguar Polres Metro Depok kemudian datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku. Pelaku sempat melawan petugas ketika sempat coba ditenangkan.

Butuh empat orang anggota Tim Jaguar untuk bisa melumpuhkan pelaku.

Namun, saat diamankan pihaknya tidak menemukan barang bukti senjata tajam atau panah seperti ancaman yang dikeluarkan pelaku.

“Dia pakai serban atau kain yang diikat-ikat itu. Tapi kok katanya mau panah orang, mau nusuk orang tapi barang bukti itu nggak ada. Memang ngamuk-ngamuk orang ini,” ujar Winam.

Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Metro Depok. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pelaku.

(ygs/mea)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer