Beranda blog Halaman 856

Elite Demokrat Ini Usulkan Jusuf Kalla Jadi Ketum PBNU

Jakarta

Bursa calon ketua umum PBNU menghangat. KH Said Aqil Siroj siap melanjutkan kepemimpinannya untuk 3 periode, beberapa tokoh NU siap jadi penantangnya, salah satunya Yahya Cholil Staquf. Akan tetapi, elite Partai Demokrat ini mengusulkan nama Jusuf Kalla (JK) sebagai calon ketum PBNU.

Adalah Deputi Balitbang Partai Demokrat, Syahrial Nasution, si pengusul Jusuf Kalla sebagai calon ketum PBNU. Syahrial menyebut JK juga termasuk tokoh NU.

“Pak Jusuf Kalla selain tokoh bangsa, tokoh nasional, tokoh Indonesia Timur, juga tokoh NU. Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dalam membesarkan organisasi. Seandainya beliau berkenan memimpin NU ke depan, tentu makin membuat besar organisasi Nahdliyin,” kata Syahrial Nasution kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

Syahrial juga melihat JK sebagai tokoh bangsa. Posisi PBNU yang merupakan salah satu organisasi terbesar umat Islam, disebutnya mengedepankan pluralisme. Jusuf Kalla, kata Syahrial, cocok untuk posisi ketum PBNU.

“Saya melihat sosok Pak JK sebagai tokoh bangsa. Beliau juga tokoh NU. Kalau ketua umum PBNU dalam posisi saat ini merupakan organisasi besar milik umat yang mengedepankan pluralisme, artinya Pak JK sangat memenuhi syarat,” kata Syahrial Nasution.

Syahrial Nasution.Foto: Syahrial Nasution (Dok: Istimewa)

Syahrial juga berbicara latar belakang ekonomi dan bisnis Jusuf Kalla. Jika Jusuf Kalla jadi ketum, dia menyebut PBNU tak akan punya beban apa pun dalam menjalankan roda organisasi.

“Secara ekonomi dan bisnis Pak JK juga sangat mumpuni. Akan fokus dalam membesarkan organisasi. Tidak perlu juga hadiah jabatan yang dikhawatirkan dapat menjadi beban dalam menjalin silaturahmi dengan pihak lain,” ujarnya.

Simak juga ‘Forum Silaturrahim Klaim Said Aqil Didukung 64 Persen Pengurus PBNU’:

[Gambas:Video 20detik]

Sumber: DetikNews

Anies Punya SE Anti Kekerasan Seksual, Begini Respons PKS

Jakarta

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu pihak yang menolak Permendikbud Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Akankah PKS juga mengkritik Surat Edaran Gubernur Anies Baswedan soal anti kekerasan seksual di lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta?

Elit PKS, Mardani Ali Sera menyebut, belum ada sikap resmi menilai atau menerima Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Tindakan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Mereka akan membahas soal SE Anies tersebut.

“Jika mengundang multitafsir, dan pemahaman yang menimbulkan celah zina, maka perlu direvisi. Kita undang atau libatkan ahli bahasa, MUI, lembaga hukum untuk membahasnya,” ucap Mardani, Sabtu (14/11/2021).

Menurut Mardani, DPP PKS akan bertanya dan mengkaji SE tersebut dengan DPW PKS DKI Jakarta. “Karena levelnya Pemda, saya cek ke kawan-kawan PKS DKI,” katanya.

Perbandingan Permendikbud dengan SE Anies

Terdapat persamaan isu antara Pemendikbud Ristek nomor 30 tahun 2021, dengan SE nomor 7 tahun 2021. Terdapat perbedaan frasa namun bermakna hampir sama antara dua aturan itu.

Jika Permendikbud menggunakan frasa ‘tanpa persetujuan korban,’ SE Anies menggunakan kata ‘yang tidak diinginkan.’

Pada Pasal 5 ayat 2 Permendikbud PPKS terkandung sejumlah ayat yang menuai sorotan. Frasa yang mendapatkan sorotan itu adalah ‘tanpa persetujuan korban.’ berikut isi pasal tersebut:

b. memperlihatkan alat kelaminnya dengan sengaja tanpa persetujuan korban;
f. mengambil, merekam, dan/atau mengedarkan foto dan/atau rekaman audio dan/atau visual korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan korban;
h. menyebarkan informasi terkait tubuh dan/atau pribadi korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan korban;
l. menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, mencium dan/atau menggosokkan bagian tubuhnya pada tubuh korban tanpa persetujuan Korban;
m. membuka pakaian korban tanpa persetujuan korban;

Bunyi poin pada Pasal 5 ayat 2 itu dikecualikan. Sebagaimana bunyi Pasal 5 ayat 3:

(3) Persetujuan korban sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, huruf f, huruf g, huruf h, huruf l, dan huruf m, dianggap tidak sah dalam hal Korban:
a. memiliki usia belum dewasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. mengalami situasi dimana pelaku mengancam, memaksa, dan/atau menyalahgunakan kedudukannya;
c. mengalami kondisi di bawah pengaruh obat-obatan, alkohol, dan/atau narkoba;
d. mengalami sakit, tidak sadar, atau tertidur;
e. memiliki kondisi fisik dan/atau psikologis yang rentan;
f. mengalami kelumpuhan sementara (tonic immobility); dan/atau
g. mengalami kondisi terguncang.

Sumber: DetikNews

Tiga Pekan Dilanda Banjir, Puluhan Warga di Sekadau Mengungsi ke Pemakaman

Sintang

Banjir di Sekadau, Kalimantan Barat, telah memasuki tiga pekan. Tak kunjung surut, ratusan kepala keluarga yang terdampak banjir ini pun selama itu pula bertahan di lokasi pengungsian di atas pemakaman, hingga Minggu (14/11/2021).

Menurut pemerintah setempat, mereka enggan dipindahkan ke posko pengungsian yang disiapkan pemerintah. Dengan alasan lokasi pengungsian telah penuh dan tak bisa jauh dari rumah mereka yang terendam banjir.

Di dusun Sungai Asam, Desa Sungai Ayak I, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi di daratan tinggi di lokasi pemakaman disana.

Daratan pemakaman ini berada di bukit, berbeda dengan lokasi rumah mereka yang berada di tepian Sungai Kapuas yang telah terendam banjir hingga atap rumah. Warga mendirikan gubuk beratapkan terpal dan berdinding kayu, bahkan beberapa dinding gubuk hanya berupa karpet.

Udara yang dingin dan terbatasnya sumber air bersih, bisa membuat kesehatan warga di pengungsian semakin buruk, terutama lansia dan bayi.

Dewi salahsatu pengungsi yang ditemui di sana mengatakan, ia mengungsi bersama keluarganya, serta anaknya seorang perempuan dan tiga cucunya. Dia mengatakan telah mengungsi selama lebih dari dua minggu.

“Mengungsi dari banjir, udah dua Minggu lebih mengungsi, rumah tidak mungkin didiami lagi. Saya udah tua lagi, dengan tiga cucu dan anak yang ditinggalkan suaminya mengungsi disini,” lirih Dewi, perempuan paruh baya ini.

Simak halaman selanjutnya..

Sumber: DetikNews

Imigrasi Cek Riwayat Perlintasan 48 WNA Sindikat Cyber Fraud

Jakarta

Polda Metro Jaya telah menangkap 48 warga negara asing dari China dan Vietnam yang terlibat dalam sindikat penipuan modus aplikasi kencan di Jakarta Barat. Pihak imigrasi mengaku bakal mendalami riwayat perjalanan para pelaku hingga bisa masuk ke Indonesia.

“Perlintasan mereka karena baru terima informasi maka kami akan dalami,” kata Kepala Divisi Imigrasi DKI Jakarta Saffar Muhammad Godam di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (13/11/2021).

Para pelaku warga negara asing ini diketahui telah beraksi di Indonesia sejak Agustus 2021. Imigrasi kini masih menyelidiki dugaan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan oleh para puluhan warga negara asing tersebut.

“Setelah kami terima kepolisian kami amankan di detensi sambil tunggu koordinasi lebih lanjut dan lakukan penyelidikan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan,” katanya.

Saffar mengatakan pihaknya pun masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian Taiwan dalam memutuskan proses penindakan kepada pelaku ini. Saat ini para warga negara asing itu akan dititipkan sementara di rumah detensi DKI Jakarta.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan, pelaku menggunakan aplikasi kencan dalam mengincar korban. Lewat aplikasi itu, pelaku seolah-olah mengajak korban menjalin hubungan.

“Jadi modus operandi adalah mereka punya aplikasi namanya Chinese Dating Application. Jadi seperti di Indonesia aplikasi cari jodoh. Di aplikasi ini para korban berkenalan mencari jodoh,” kata Auliansyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (13/11/2021).

Usai pelaku dan korban semakin intens berkomunikasi, pelaku lalu meminta korban melakukan aktifitas seksual lewat telepon. Namun, secara diam-diam pelaku merekam aktifitas tersebut

Gambar dan video itu nantinya yang digunakan pelaku dalam memeras korban. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada korban atau diancam foto dan video akan disebar.

“Setelah direkam mereka baru lakukan kegiatan pengancaman apabila korban tidak beri uang ke pelaku mereka akan sebarkan foto bugil ke korban. Di sini kita temukan ada tindak pidana,” ujar Auliansyah.

48 warga negara asing ini terdiri dari 44 laki-laki dan 4 orang perempuan. Mereka rata-rata berasal dari China dan Vietnam. Auliansyah mengatakan, rata-rata korban berada di China dan Taiwan. Sementara pelaku melakukan tindakan kriminalnya di Indonesia.

“Hasil koordinasi dengan polisi Taiwan mereka bermain di Indonesia maka kami selidiki dan kami temukan di 3 tempat,” terang Auliansyah.

Sejauh ini korban dari para pelaku ini baru diketahui berasal dari China dan Taiwan. Polisi kini masih menyelidiki adanya korban hingga keterlibatan warga negara Indonesia dalam kelompok tersebut.

Auliansyah mengatakan dari 48 pelaku yang telah diamankan, puluhan warga negara asing ini masih belum terbuka memberikan keterangan. Para pelaku pun berkelit ketika ditanya otak dari sindikat tersebut.

“Mereka masih saling tunjuk di antara mereka. Jadi di antara mereka ada salah satu supervisornya tapi masih kami dalami,” pungkas Auliansyah.

(dwia/mei)

Sumber: DetikNews

Diduga Mabuk, Pencuri Motor Ditangkap Usai Tabrak Mobil di Jaksel

Jakarta

Polisi mengamankan pelaku pencurian motor di Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan. Pelaku ditangkap usai menabrak pengendara mobil.

“Piket sabhara telah mengamankan satu orang yang diduga pelaku Curanmor,” ujar dalam keterangannya Kapolsek Setiabudi Kompol Beddy Suwendi, Minggu (14/11/2021).

Ia mengatakan kejadian berawal saat pelaku dengan inisial AR mengendarai motor dalam keadaan mabuk dan melawan arah pada pukul 03.20 WIB (13/11). AR lantas menabrak pengendara mobil dan lari meninggalkan motor yang dikendarai.

“Berawal pada saat pelaku mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk dan melawan arah, selanjutnya pelaku menabrak mobil Toyota Calya. Dengan kejadian tersebut pelaku yang mabuk langsung lari dengan meninggalkan motornya di jalan,” tuturnya.

Kejadian ini terlihat oleh anggota piket yang tengah berpatroli di sekitar lokasi. Usai dilakukan pengejaran dan penangkapan, pada pukul 04.30 WIB pelaku diserahkan ke Reskrim Polsek metro Setiabudi untuk penyelidikan.

“Kejadian tersebut terlihat oleh piket sabhara yang sedang patroli Aiptu J. Sitompul dengan Aipda Wahadi lalu anggota sabhara tersebut langsung mengejar dan berhasil menangkap dan mangamankan pelaku,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan sebuah kunci Letter T serta 1 unit sepeda motor. Pemeriksaan sementara diketahui pelaku mencuri motor tersebut di daerah Cikini, Jakarta Pusat.

(dwia/mei)

Sumber: DetikNews

Grogi Saat Ditanyai Gubsu Edy, Pengantin Wanita di Sumut Lupa Nama Suaminya

Deli Serdang

Seorang pengantin wanita di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), grogi saat ditanyai Gubsu Edy Rahmayadi. Karena grogi, wanita itu lupa nama suaminya.

Hal itu terjadi saat Edy menghadiri nikah massal syar’i yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatullah, Deli Serdang. Video momen Edy menanyai pengantin wanita itu diunggah di YouTube resmi milik Diskominfo Sumut.

“Grogi pengantin ini lupa nama suaminya saat ditanya Gubernur Edy,” tulis narasi dalam video seperti dilihat detikcom, Sabtu (13/11/2021).

Dalam video, Edy terlihat mendatangi pengantin pria dan wanita yang sedang berdiri berbaris. Edy kemudian terlihat menanyai salah satu pengantin wanita.

“Suaminya siapa namanya,” kata Edy kepada pengantin wanita.

Terlihat wanita itu mencoba menjawab pertanyaan Edy. Setelah wanita itu menjawab, Edy mengatakan wanita itu belum tahu nama suaminya.

“Dia aja belum tahu,” ucap Edy sambil tertawa.

Edy kemudian berjalan dan kembali bertanya ke pengantin wanita lainnya. Saat ditanya Edy, pengantin wanita ini menjawab siapa nama suaminya.

Dijelaskan ada sebelas pasang yang ikut menikah secara massal pada kegiatan ini. Seluruh pengantin wanita disebut berasal dari Sumut, sementara pengantin pria berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Kembali ke Edy, dia kemudian menyampaikan selamat atas pernikahan ke sebelas pasangan ini. Dia juga berharap agar para pengantin dilindungi Allah SWT.

“Menikah dengan anjuran Nabi, insya Allah, berkah, menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Namun, bukan hanya sesuai syariat tetapi juga sah secara hukum di negara kita,” tutur Edy.

(dwia/dwia)

Sumber: DetikNews

Dua Anak Terlantar Depan Mal Depok Dipindahkan ke Rumah Perlindungan Sosial

Jakarta

Dinas Sosial Kota Depok telah mengamankan dua anak terlantar yang tidur di depan Mal Depok Town Square (Detos). Kedua anak itu saat ini sedang berada di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Depok.

“Anak tersebut saat ini masih berada aman di RPS,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Asloeah Madjri saat dihubungi, Sabtu, (13/11/2021).

Saat ini, Dinsos Depok juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari keberadaan keluarga anak yang berinisial F (12), D (11) itu. Dinsos Depok akan berkoordinasi dengan pihak panti asuhan apabila tidak ditemukan keberadaan keluarga F dan D.

“Dinsos tetap masih berkoordinasi dengan pihak terkait mencari keberadaan orang tua dan keluarga besar anak tersebut” jelas Asloeah.

“Dan juga akan berkoordinasi dengan pihak panti negara yaitu panti Kemensos apabila tidak ditemukan keberadaan keluarga besar dan ortunya,” sambungnya.

Asloeah menjelaskan penempatan F dan D ke panti asuhan dikarenakan untuk melanjutkan kehidupan F dan D yang lebih baik. F dan D juga akan dibekali ilmu untuk masa depannya.

“Maka diberikan kesempatan kehidupan yang lebih baik, tertib, dan pembekalan ilmu untuk bekal masa depan si anak tersebut, setelah diassesmen oleh Peksos,” jelas Asloeah.

Diketahui sebelumnya, Satpol PP Kota Depok mengamankan dua anak terlantar yang tidur di depan Mal Depok Town Square (Detos). Orang tua kedua anak itu telah meninggal dunia.

Danru Tim Garuda Satpol PP Kota Depok, Asep Apriansah menjelaskan pihaknya mendapatkan aduan dari masyarakat soal dua anak terlantar di Mal Detos. Kamis (11/11) malam, dua anak itu diamankan.

“Kan saya atas perintah dari pengaduan, ada pengaduan pukul 22.00 lebih dikit, ada anak terlantar tiga di situ. Ditemukan di Mall Detos, di gambarnya itukan sudah masuk ke dalam mal gitu. Saya langsung bergerak, tim bergerak jam 22.30 WIB,” kata Asep saat dihubungi, Jumat (12/11/2021).

Koordinator Fungsional Satpol PP Kota Depok, Rukby Andy menjelaskan F berasal dari Ambon dan D berasal dari Bekasi. Rukby juga menjelaskan F dan D datang ke Kota Depok menggunakan angkutan umum dan mengamen untuk memenuhi kebutuhannya.

“Jadi mereka itu walaupun berbeda, tapi menganggap udah kaya saudara lah, berdua karena senasib, sepenanggungan,” jelas Rukby saat dihubungi.

“Iya ikut-ikut angkutan umum aja. Sehari hari mereka ngamen di jalan dengan menggunakan tangan, tepuk tangan aja gitu untuk menghidupi, beli makan segala macam,” imbuh Rukby.

(dwia/dwia)

Sumber: DetikNews

Dirut PT Kilang Menuju ke Cilacap Cek Kebakaran Tangki Pertamina

Jakarta

Kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, terbakar. Direktur Utama Kilang Pertamina Djoko Priyono disebut sedang menuju ke Cilacap untuk melakukan pengecekkan.

“Dirut PT Kilang sedang menuju Cilacap,” demikian keterangan yang diterima Komut Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dari jajarannya, Sabtu (13/11/2021).

Ahok meminta agar jajarannya memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Hal ini karena kebakaran kerap terjadi.

“Hati-hati dan pastikan penyebabnya karena udah sering terulang yang sama,” tuturnya.

Diketahui kebakaran tangki 36T102 itu terjadi pada pukul 19.15 WIB. Dilaporkan, tangki 36T102 berisi Pertalite dengan level tangki 15,9 meter versus maximal level 20 meter atau sekitar volume 31.000 KL versus maximal 39.000 KL.

Kebakaran terjadi saat hujan deras disertai petir. Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran.

“Penyebab kebakaran sementara belum dapat dipastikan penyebabnya. Pada saat kejadian hujan lebat diikuti dengan petir yang keras,” demikian keterangan yang diterima Ahok dari jajarannya,

Saat ini di lokasi tersebut tengah dilakukan penyekatan api di seputar tangki 36T102 dan defensive fire fighting dengan fire truck dan hydrant.

(dwia/jbr)

Sumber: DetikNews

Pelapor Penipuan CPNS Respons Penahanan Olivia Anak Nia Daniaty

Jakarta

Pihak pelapor menanggapi penetapan tersangka dan penahanan Olivia Nathania di kasus penipuan rekrutmen CPNS. Pihak pelapor pun mengapresiasi kinerja polisi.

“Yang pasti kami menyampaikan apresiasi, atas kinerja pihak kepolisian. Yang cepat, tepat dan berimbang dalam perkara ini terhadap penangkapan dan penetapan Olivia,” kata kuasa hukum pelapor, Odie Hudiyanto kepada wartawan di kantornya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/11/2021).

Odie mengatakan keadilan harus ditegakkan demi para korban yang telah tertipu. Menurut Odie, total ada 225 korban yang telah tertipu penipuan CPNS.

“Yang perlu kami sampaikan, tentu saja prihatin karena dia mempunyai keluarga dan anak. Ini bukan persoalan kalah dan menang tapi tentu saja mencari keadilan,” kata dia.

“Tapi dia juga harus menjaga perasaan keluarga lain yang tentu saja mungkin lebih parah, karena sudah nunggu dua tahun, kehilangan pekerjaan, pinjam ke sana sini, dikejar sama rentenir, kehilangan rumah dan yang lainnya,” tambahnya.

Odie mengatakan, jika pada akhirnya ada penangguhan penahanan, dia ingin polisi juga melihat perspektif korban.

“Jadi kalau misal ada penangguhan penahanan, tolong dilihat lagi kepentingan korban yang banyak ini, yang jumlahnya bukan hanya satu dua orang tapi ratusan. Kami menyebutnya ini perkara Mafia CPNS terbesar pasca reformasi ya dengan jumlah 225 orang dengan kerugian yang besar,” kata dia.

Pelapor Ingin Uang Kembali

Sementara Agustin, selaku pelapor meminta pertanggungjawaban dari pihak Olivia dan keluarga.

“Masalahnya uang segitu banyak, ke mana kita kan gak tahu. Saya minta dia bertanggung jawab bagaimanapun caranya,” ujarnya.

Jika dari pihak Olivia tidak bisa membayarkan sejumlah uang tersebut, sebagai kuasa hukum pelapor, Odie mengatakan akan menempuh jalur hukum yang lain.

“Bahwa anggaplah nanti tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang dari pihak mereka. Maka kita akan laporkan lagi dengan hukum yang lain. Kita masih percaya uang itu belum habis dan mereka harus mengembalikan uang itu kepada para korban,” ujar Odie.

(mea/mea)

Sumber: DetikNews

AHY-Ibas Mendampingi, Begini Kondisi Terkini SBY Pascaoperasi Kanker Prostat

Jakarta

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selesai menjalani operasi untuk penyembuhan kanker prostat di Mayo Clinic, Amerika Serikat (AS). SBY dalam kondisi stabil kini menjalani perawatan dan pemulihan.

“Alhamdulillah, kondisi beliau stabil dan baik,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat, Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021).

SBY selesai melakukan operasi prostat di AS, Kamis (11/11) waktu setempat. Masih di dalam kompleks Mayo Clinic, SBY kini menjalani pemulihan.

“Saat ini masih dalam tahap perawatan dan pemulihan pasca operasi di RS St Mary. Masih satu kompleks dengan Klinik Mayo, tempat operasi dilaksanakan,” ujarnya.

Hingga menjalani perawatan dan pemulihan di AS, SBY masih didampingi kedua putranya yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

“Iya. Saat ini (AHY dan Ibas) masih mendampingi Bapak,” ucap Herzaky.

“Terima kasih untuk perhatian, dukungan, dan doa dari masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer