Beranda blog Halaman 819

Ngeri! Ular Piton 5 Meter Muncul di Permukiman Warga Makassar

Makassar

Ular jenis piton membuat geger warga Sultan Alauddin, Jalan Mappaodang, Komp Pertanian, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel. Ular ini muncul di permukiman warga.

“Saat sedang beraktiftas warga keluar rumah melihat ular besar ukuranya 5 meter jenis phiton dan memangil warga sekitar juga,” kata PLT Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassaar, Hasanuddin, (12/12/2021).

Ular ini muncul sekitar pukul 21.30 Wita, petugas tim rescue Damkar Makassar yang menerima laporan segera ke lokasi. Tak ada perlawanan dari ular piton tersebut.

“Personel rescue mako damkar Makassar berhasil menangkap dan mengamankan ular, dimasukkan dalam karung dibawa ke mako,” jelasnya.

“Tak ku tahu pasti asal ular ini muncul,” tambahnya.

Ular ini kemudian akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulsel.

“Kita bawa ke kantor dulu, nanti ada orang balai datang ambil atau kita yang serahkan untuk dilepasliarkan ke habitatnya,” ucapnya.

(maa/maa)

Sumber: DetikNews

Kakanwil Benarkan Napi Narkoba Kabur di Tangerang Kerja di Cucian Mobil Lapas

Tangerang

Kantor Wilayah Kemenkumham Banten membeberkan fakta terkait kaburnya narapidana narkoba berinisial A dari steam mobil di dalam Lapas Tangerang. A ternyata memang tengah bekerja di steam mobil tersebut.

“Iya lagi bekerja di situ (steam mobil). Adanya kan di pelataran lapas, tentunya punya lapas (steam mobil),” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Agus Toyib saat dihubungi, Minggu (12/12/2021).

Kemudian, kata dia, napi ini izin untuk ke luar ke petugas lapas yang berjaga di situ. Dia langsung kabur melarikan diri.

“Iya diizinkan keluar kemudian lari gitu. Iya dari situ keluar di pintu pencucian mobil lari gitu. Jadi bukan kabur dari dalem lompat tembok, tapi napi ini ada proses izin keluar kemudian saat berada di luar itu lari gitu aja,” tambahnya.

Pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan kepada petugas yang jaga. Menurutnya, suda sejak Kamis (9/12) menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan.

“Ya itu tadi kan masih dimintain keterangan kan gitu ya maksudnya beberapa pihak kan dimintain keterangannya dari bawah dulu nih mungkin dari petugas yang di carwash itu. Hari Kamis itu satu hari setelah kabur sudah turun tim ke sana. Tim pemeriksa dari kanwil ya juga dari ditjenpas juga jari Kamis itu turun jadi kami kolaborasi,” ungkapnya.

“Jadi napi ini kan ada di luar kemudian kan lari gitu ya nah kemudian yang di luar ini ada yang ngawasi kan ada petugas yang ngawasi kan jadi ini lagi dimintain keterangan ke pihak ini dulu baru ke atas,” imbuh Agus.

Menurutnya petugas yang menjaga di areal pintu dekat pencucian mobil itu dilakukan pemeriksaan. Meski begitu, Agus masih enggan menyebutkan berapa yang sudah diperiksa.

“Petugas yang menjaga di areal pencucian mobil carwash itu. Kalau jumlahnya saya belum dapet laporan ya tapi kan sedang mendalami proses kronologis pengeluaran napi ini,” jelasnya.

(maa/zak)

Sumber: DetikNews

5 Fakta Kaburnya Napi Narkoba di Tangerang Modus Izin Keluar

Jakarta

Seorang narapidana (napi) narkoba berinisial A kabur dari Lapas Kelas IA Tangerang. A diketahui kabur sejak lima hari yang lalu yakni pada Rabu (8/12).

“(Kabur) Hari Rabu kemarin,” ujar Kepala bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti, kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

Berikut fakta-fakta yang dihimpun terkait kaburnya napi dari Lapas Kelas IA Tangerang:

1. Kabur Usai Diberi Izin

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Banten, Agus Toyib, menyebut A kabur bukan dengan cara melompati tembok lapas.

“Jadi bukan kabur dari dalam lompat tembok, tapi napi ini ada proses izin keluar. Kemudian, saat berada di luar itu lari begitu saja,” kata Agus kepada wartawan saat dimintai konfirmasi, Minggu (12/12/2021).

Menurut Agus, napi tersebut memang diberi izin keluar oleh petugas lapas. A kabur dengan cara melewati pintu pencucian mobil.

“Iya, diizinkan keluar, kemudian lari. Iya dari situ keluar, di pintu pencucian mobil, lari,” ungkapnya.

2. Kabur Dibantu 2 Orang Warga Luar Lapas

Sementara itu, Plh Kalapas Tangerang, Nirhono Jatmokoadi menyebut A kabur usai mendapatkan izin untuk pembinaan kerja di luar lapas. Dirinya menjelaskan, A dibantu kabur oleh 2 orang warga yang berstatus bukan penghuni lapas.

“Bukan 1 doang (napi yang keluar). Yang 2 itu bukan napi, 2 orang masyarakat di mana dia (napi) minta perlindungan gitu. Satu orang saja yang keluar,” imbuhnya.

Dua orang yang bantu A kabur ditangkap polisi baca di halaman selanjutnya..

Sumber: DetikNews

Bawa Celurit-Stik Golf, 3 Pemuda di Jakbar Ditangkap saat Akan Tawuran

Jakarta

Polisi menangkap tiga pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran di Jalan Raya Pondok Randu, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Saat ditangkap, mereka kedapatan membawa celurit dan stik golf.

“Selain mengamankan pelaku kami juga berhasil menyita 1 buah stik golf dan senjata tajam jenis celurit,” ujar Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Rahmad Sujatmiko dalam keterangannya, Minggu (12/12/2021).

Ketiganya diamankan pada Sabtu (11/12) malam. Ketiga pemuda lalu diamankan ke kantor Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

“Kami serahkan untuk segera dilakukan proses penyidikan,” ujarnya.

Rahmad menjelaskan untuk mencegah terjadinya tawuran dan kejahatan jalanan lainnya, pihaknya akan mengerahkan tim patroli mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB keesokan harinya.

Sasaran patroli adalah area-area rawan tindak kriminal. “Tim ini mengedepankan upaya preventif strike dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Rahmat.

“Kami berharap kepada masyarakat jika menemukan atau menjumpai adanya aksi kejahatan jalanan agar segera melaporkan kepada kantor kepolisian terdekat,” sambungnya.

Polisi menangkap tiga pemuda yang hendak tawuran dengan senjata stik golf dan celurit di Cengkareng, Jakarta Barat.Foto: Polisi menangkap tiga pemuda yang hendak tawuran dengan senjata stik golf dan celurit di Cengkareng, Jakarta Barat. (dok. Polres Metro Jakarta Barat)

(ain/aud)

Sumber: DetikNews

Ramai Isu Ahmad Dhani-Keluarga Tak Karantina dari Turki, Ini Kata Pengacara

Jakarta

Jagat media sosial diramaikan isu keluarga Ahmad Dhani, termasuk anggota DPR Mulan Jameela, tidak menjalani karantina selepas dari Turki. Pengacara Ahmad Dhani buka suara.

Isu Ahmad Dhani dan keluarga tak menjalani karantina ramai karena unggahan Adam Deni. Inti dari unggahan Adam Deni adalah ada seorang yang mengaku bertemu keluarga Ahmad Dhani di Turki pada 2 Desember. Dia kemudian pulang ke Tanah Air pada 5 Desember namun dia mengaku mendapat informasi kalau Ahmad Dhani dan Mulan Jameela terlihat di sebuah mal di Jakarta pada 9 Desember 2021.

Adam Deni yang mengunggah tangkapan layar cerita seorang netizen kepadanya ini, bertanya apakah Ahmad Dhani dan keluarga tidak menjalani karantina. Pengacara Ahmad Dhani, Ali Lubis, memberi klarifikasi saat dihubungi, Minggu (12/12/2021).

“Klarifikasi terkait adanya berita Ahmad Dhani dan Mulan Jameela tidak karantina,” kata Ali Lubis.

Pengacara Ahmad Dhani, Ali Lubis (Dok. Pribadi).Pengacara Ahmad Dhani, Ali Lubis (Dok. Pribadi).

Ada dua poin pernyataan Ali Lubis. Ali Lubis menyebut Ahmad Dhani dan keluarga sudah menjalani karantina.

“Dua, secara mereka sekeluarga tidak ke mana-mana dan justru melakukan Karantina sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

“Berdasarkan informasi yang saya terima Langsung satu, bahwa terkait adanya netizen yang menyebutkan keluarga mereka tidak melakukan Karantina setelah melakukan perjalanan dari Turki itu tidak benar,” kata Ali Lubis.

(gbr/knv)

Sumber: DetikNews

Pemprov DKI Akan Mulai Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Pekan Depan

Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mulai melakukan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun. Proses pemberian vaksinasi akan dilakukan pekan depan.

“Untuk vaksinasi anak 6-11 tahun, Dinas Kesehatan sudah siap insyaallah minggu depan,” kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kesenian Condet, Jakarta Timur, Minggu (12/12/2021).

Riza menerangkan saat ini pihaknya menunggu regulasi untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun oleh Kementerian Kesehatan. Riza berharap regulasi itu sudah dapat disampaikan pada pekan depan.

“Tinggal menunggu regulasi dari Kementrian Kesehatan ya, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa disampaikan diluncurkan regulasinya,” ungkap Riza.

Diketahui, vaksinasi anak bakal segera dimulai pertengahan Desember. Hal ini tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 66 Tahun 2021 aturan periode Natal dan Tahun Baru.

Dalam salah satu poin aturan yang dirilis, Mendagri menginstruksikan vaksinasi anak di seluruh wilayah Indonesia bisa dimulai sejak 24 Desember. Adapun wilayah yang sudah bisa melakukan vaksinasi anak, harus melengkapi sejumlah syarat terlebih dulu.

Memulai vaksinasi anak usia 6 (enam) tahun sampai dengan 11 (sebelas) tahun dengan ketentuan, telah mencapai target minimal 70 persen (tujuh puluh persen) dosis pertama total sasaran dan target minimal 60 persen (enam puluh persen) dosis pertama lansia sesuai dengan aturan yang berlaku,” tulis aturan Inmendagri yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 9 Desember 2021.

Sebelum menjalankan vaksinasi anak, dalam poin lainnya pemerintah ingin menggencarkan vaksinasi lansia di wilayah masing-masing.

“Melakukan percepatan pencapaian target vaksinasi di wilayah masing-masing, untuk dosis pertama mencapai target 70% (tujuh puluh persen) dan dosis kedua mencapai target 48,57% (empat puluh delapan koma lima puluh tujuh persen) dari total sasaran, terutama vaksinasi bagi lansia sampai akhir bulan Desember 2021,” sambung dia.

Masuk periode Nataru, pemerintah juga memperketat arus mudik khusus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk pekerja migran Indonesia (PMI). Penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan digencarkan di fasilitas umu, pusat perbelanjaan, restoran, hingga tempat wisata dan ibadah.

(whn/idn)

Sumber: DetikNews

Sederet Program Jokowi yang Jadi Jawaban Langsung Atas Kritik Anwar Abbas

Jakarta

Ada sejumlah program yang dijabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dipaparkan demi menjawab kritik Waketum MUI (Anwar Abbas). Ada setidaknya soal Reforma Agraria hingga Bank Tanah, yang dijabarkan Presiden Jokowi.

Dalam forum Kongres Ekonomi Umat Islam II MUI, seperti disiarkan di akun YouTube MUI, Jumat (10/12/2021), Anwar Abbas mengkritik soal kesenjangan di bidang pertanahan. Menurut Anwar Abbas, indeks gini Indonesia 0,59 persen.

“Cuma dalam bidang pertanahan, indeks gini kita sangat memprihatinkan itu 0,59, artinya 1 persen penduduk menguasai 59 persen lahan yang ada di negeri ini. Sementara yang jumlahnya sekitar 99 persen itu hanya menguasai 41 persen lahan yang ada di negeri ini,” kata Anwar Abbas saat acara.

Jokowi sampai mengesampingkan sambutan tertulisnya, demi menjawab kritik Anwar Abbas soal kesenjangan di bidang pertanahan. Jokowi merasa harus menjawab kritik tersebut, sebab momennya juga dinilai tepat.

“Tadi saya disiapkan bahan sambutan seperti ini banyaknya. Tapi setelah saya mendengar tadi Dr Buya Anwar Abbas menyampaikan, saya nggak jadi juga pegang ini. Saya akan jawab apa yang sudah disampaikan oleh Dr Buya Anwar Abbas. Akan lebih baik, menurut saya, di dalam forum yang sangat baik ini,” sebut Jokowi.

Dari jawaban Jokowi, setidaknya ada 2 program yang dia paparkan. Pertama soal Reforma Agraria, kedua Bank Tanah. Berikut jawaban Jokowi:

– Reforma Agraria

Presiden Jokowi tak menampik apa yang disampaikan Anwar Abbas. Namun, Jokowi menyebut bukan dia yang membagikan.

Justru kini, sebut Jokowi, pemerintah sedang menjalankan program reforma agraria. Di mana, pemerintah menargetkan 12 hektare lahan dibagikan ke masyarakat, dan kini sudah 4,3 juta hektare yang dibagikan.

“Yang pertama yang berkaitan dengan lahan, dengan tanah. Penguasaan lahan, penguasaan tanah. Apa yang disampaikan oleh Buya betul. Tapi bukan saya yang membagi. Ya harus saya jawab. Harus saya jawab. Dan kita sekarang ini dalam proses mendistribusi reforma agraria yang target kita sudah mencapai 4,3 juta hektare dari target 12 juta dari yang ingin kita bagi,” papar Jokowi.

Soal Bank Tanah ada di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Dishub Depok: Ganjil Genap Jalan Margonda Akan Dimulai dari Jalan Siliwangi

Jakarta

Dishub Depok melakukan evaluasi pemberlakuan ganjil-genap di Jalan Margonda. Penerapan ganjil-genap nantinya akan dimulai dari Jalan Siliwangi.

“Jadi sosialisasi untuk pemberitahuan kepada para pengguna jalan itu nanti mungkin akan kita mulai dari semenjak Jl Siliwangi,” ujar Kadishub Kota Depok Eko Herwiyanto saat dihubungi, Minggu (12/12/2021).

Langkah tersebut untuk mengurangi penumpukan di titik pengecekan ganjil-genap.

“Sehingga para pengguna (kendaraan) itu memang dari jauh-jauh sebelum checkpoint (gage) itu sudah mengambil jalur masing-masing sesuai dengan aturan ganjil genap hari ini gitu,” terang Eko.

Eko berharap tidak ada lagi pengendara yang menyeberang jalur saat hendak memasuki titik pengecekan. Sebab, informasi mengenai jalur yang diambil sudah diberikan sebelum memasuki titik pengecekan.

“Nanti harapannya nanti nggak ada crossing-crossing menjelang checkpoint yang dapat menghambat. Mulai agak jauh lah infonya kepada para pengguna kendaraan itu. Jadi dari awal itu mereka udah menyiapkan diri masing-masing,” lanjut Eko.

Sebelumnya, pada Sabtu (11/12), pemeriksaan gage di Jalan Margonda Depok membuat arus lalu lintas macet hingga Lenteng Agung. Petugas sempat melakukan diskresi dengan melewatkan kendaraan pelat genap dari arah Lenteng Agung masuk ke kawasan ganjil-genap Jalan Margonda Depok.

(idn/idn)

Sumber: DetikNews

Anwar Abbas Diingatkan Jokowi, PKS Singgung Tugas Ulama soal Kritik

Jakarta – Wakil Ketua Utama Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Anwar Abbas mengaku dirinya diingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan berbicara keras-keras. PKS menilai ulama, termasuk Anwar Abbas, memang memiliki tugas untuk mengingatkan pemerintah.

“Ulama memang punya tugas mengingatkan penguasa. Agar amanah dan selamat dunia akhirat. Tentu semua mesti disampaikan dengan lembut. Tegas isinya, lembut bahasanya,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, kepada wartawan, Sabtu (11/12/2021) malam.

Mardani mengatakan Anwar Abbas telah menjalankan tugasnya. Selain itu, dia menilai Jokowi menerima masukan dengan baik.

“Buya Anwar Abbas sudah melakukan tugasnya. Dan saya melihat Pak Jokowi menerima masukan dengan baik,” jelas dia.

Lebih lanjut, Mardani mengatakan bahwa pemerintah harus terbuka dengan kritik. Terlebih, kata Mardani, kritikan dari para ulama.

“Terbuka dan lapang dada. Apalagi kritik dari para ulama yang ikhlas dan berilmu.

Anwar Abbas sebelumnya mengungkap bahwa dirinya diingatkan oleh Jokowi jangan berbicara terlalu keras. Namun Anwar Abbas meyakini bahwa Jokowi adalah orang yang kebal terhadap kritik.

“Tadi saya diingatkan Pak Jokowi, ‘Pak Anwar Abbas, ngomong-nya jangan keras-keras, Pak’. Apalagi tadi ketika bertemu dengan Menteri Agama, ya berapa teman langsung mengambil momen gitu kan. Saya rasa Pak Presiden sama Pak Menteri Agama adalah orang yang sudah kebal ya, bagi beliau kritik itu…,” kata Anwar Abbas dalam sambutannya di acara Kongres Ekonomi Umat Islam II melalui siaran YouTube MUI, seperti dilihat Jumat (10/21).

Anwar Abbas menyampaikan hal itu di hadapan Jokowi, yang juga hadir dalam acara tersebut. Anwar Abbas menyebut bahwa dirinya masih menyimpan foto makan bersama dengan Jokowi.

“Dan saya tadi malam, Pak Presiden, ketemu foto kita berdua makan siang soto di kantor PP Muhammadiyah. Waktu itu Pak Presiden masih jabatan Gubernur DKI Jakarta, dan itu masih saya simpan,” kata dia.

(lir/jbr)

Sumber: DetikNews

Bobby Joseph, Artis Inisial BJ yang Ditangkap Kasus Narkoba!

Jakarta

Polisi menangkap aktor berinisial BJ terkait kasus Narkoba. Ternyata, BJ yang dimaksud itu adalah Bobby Joseph.

“Ya benar (Bobby Joseph),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Zulpan, ketika dikonfirmasi, Minggu (12/12/2021).

Zulpan mengatakan BJ ditangkap di kawasan Tangerang pada Jumat (10/12) malam. Belum ada penjelasan lebih lanjut soal penangkapan BJ ini.

Zulpan mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penangkapan BJ. Zulpan menegaskan penangkapan BJ tidak terkait dengan Jeff Smith.

“Tidak, beda lagi,” ucapnya.

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait penangkapan ini. BJ kini sedang dalam pemeriksaan intensif kepolisian.

“Saat ini BJ sedang diperiksa intensif,” ujarnya.

(eva/mei)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer