Beranda blog Halaman 801

Duka Afsel Kehilangan Desmond Tutu Aktivis Antirasisme-Jurkam HAM

Jakarta

Afrika Selatan kehilangan aktivis antirasisme hingga juru kampanye HAM, Desmond Tutu. Desmond Tutu dikabarkan meninggal dunia pada usia 90 tahun.

“Meninggalnya Uskup Agung Emeritus Desmond Tutu adalah babak lain dari duka dalam perpisahan bangsa kita dengan generasi Afrika Selatan yang luar biasa, yang telah mewariskan kepada kita Afrika Selatan yang telah dibebaskan,” kata Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP dan BBC, Minggu (26/12/2021).

Tutu disebut sebagai “seorang pemimpin spiritual ikonik, aktivis anti-apartheid dan juru kampanye hak asasi manusia global”.

Ramaphosa menggambarkan Tutu sebagai “seorang patriot tanpa tandingan; seorang pemimpin berprinsip dan pragmatis yang memberi makna pada wawasan alkitabiah bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati.”

“Seorang pria dengan kecerdasan luar biasa, integritas dan tak terkalahkan melawan kekuatan apartheid, dia juga lembut dan rentan dalam belas kasihnya bagi mereka yang telah menderita penindasan, ketidakadilan dan kekerasan di bawah apartheid, dan orang-orang yang tertindas dan tertindas di seluruh dunia.” imbuhnya.

Latar Belakang Desmond Tutu

Seperti dilansir Yayasan Hadiah Nobel, Desmond Tutu lahir di Klerksdorp, Transvaal pada tahun 1931. Desmond Tutu lahir dengan latar belakang Ayah yang merupakan seorang guru.

Setamat bersekolah di SMA Johannesburg Bantu, ia pernah menjadi guru di Pretoria Bantu Normal College. Tutu melanjutkan pendidikan di Universitas Afrika Selatan dan lulus pada tahun 1954.

Setelah lulus, dia pernah menjadi guru sekolah menengah selama 3 tahun. Dia tertarik mempelajari teologi hingga ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1960. Selanjutnya dia menjalani studi Teologi di Inggris dan lulus sebagai Master of Theology pada 1966.

Tutu sempat kembali ke Afrika untuk mengajar teologi mulai tahun 1967 hingga 1972. Dia berpindah ke Inggris selama tiga tahun sebagai asisten direktur institut teologi di London.

Pada tahun 1975 ia diangkat menjadi Dekan Katedral St Mary di Johannesburg, orang kulit hitam pertama yang memegang posisi itu. Dari tahun 1976 hingga 1978 ia adalah Uskup Lesotho, dan pada 1978 menjadi Sekretaris Jenderal kulit hitam pertama Dewan Gereja Afrika Selatan. Tutu adalah doktor kehormatan dari sejumlah universitas terkemuka di Amerika Serikat, Inggris dan Jerman.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Sumber: DetikNews

Pengunjung TMII Tembus 15 Ribu Lebih Hari Ini

Jakarta

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencatat ada kenaikan jumlah pengunjung di akhir pekan saat libur Natal. Tercatat ada 15.555 pengunjung per pukul 18.00 WIB hari ini.

Kepala Humas TMII Adi Widodo, mengatakan pengunjung hari ini melebihi target perkiraan. Adi awalnya memprediksi pengunjung tidak mencapai 15 ribu.

“Melebihi perkiraan, prediksi 15 ribu ternyata melebihi, sesuatu yang patut kita syukuri,” kata Adi, kepada wartawan, Minggu (26/12/2021).

Adi berharap jumlah pengunjung akan kian meningkat seiring dengan kondisi yang mulai kembali normal. Namun, tetap dalam pengawasan prokes yang ketat.

“Berkaitan target memang saat ini kita menentukan angka, hanya berharap kian naik jumlah kunjungan dari hari ke hari dan kondisi pandemi segera kita lalui hingga kondisi normal kembali,” ujarnya.

Adi mengatakan pengunjung yang datang masih didominasi oleh warga Jabodetabek, dan hanya sebagian saja warga luar.

“Pengunjung masih dari wilayah Jabodetabek saja, pengunjung luar kota biasanya banyak di hari-hari biasa, Senin – Jumat,” ujarnya.

(eva/eva)

Sumber: DetikNews

H+1 Natal, 8.249 Penumpang Tiba di Stasiun Senen dan Gambir

Jakarta

Terjadi penurunan jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir pada H+1 Natal tahun ini. Di sisi lain, jumlah kedatangan penumpang di kedua stasiun tersebut meningkat.

Berdasarkan data yang diberikan Kepala Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta, Eva Chairunisa jumlah keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir pada Minggu (26/12) sebanyak 7.739 penumpang. Dengan rincian 4.334 penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan 3.405 penumpang dari Stasiun Gambir.

Angka tersebut menurun dibanding Sabtu (25/12) kemarin. Tercatat 9.372 total penumpang berangkat di hari itu. Dengan rincian 5.774 penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan 3.598 berangkat dari Stasiun Gambir.

Sedangkan jumlah kedatangan di Stasiun Pasar Senen dan Gambir pada Minggu (26/12) sebanyak 8.249 penumpang. Dengan rincian 3.914 di Stasiun Pasar Senen dan 4.335 penumpang di Stasiun Gambir.

Angka tersebut meningkat dibanding Sabtu (25/12) kemarin. Tercatat total penumpang 5.985 datang di hari itu. Dengan rincian 3.227 kedatangan di Stasiun Pasar Senen dan 2.758 kedatangan di Stasiun Gambir.

Menurut Eva, angka tersebut bukan peningkatan atau penurunan yang signifikan. Angka tersebut relatif normal seperti akhir pekan pada umumnya saat masa pandemi Covid-19.

“Jadi secara keseluruhan tidak terdapat peningkatan atau penurunan yg signifikan jumlah penumpang rata-rata normal seperti penumpang di akhir pekan pada saat pandemi,” ujar Eva melalui pesan singkat, Minggu (26/12/2021).

(rdp/rdp)

Sumber: DetikNews

1 Kolonel Infanteri dan 2 Kopral TNI AD di Kasus Tewasnya Handi-Salsa

Jakarta

Kasus tewasnya Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat ternyata melibatkan tiga oknum TNI AD. Satu orang diketahui berpangkat sebagai Kolonel Infanteri dan 2 orang lainnya berpangkat Kopral.

Handi dan Salsa diketahui merupakan korban kecelakaan mobil dari ketiga oknum TNI AD tersebut. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (8/12) lalu.

Dari keterangan saksi di lokasi, sewaktu kecelakaan terjadi ada tiga orang pria bertubuh tegap keluar dari mobil penabrak lalu mengangkut tubuh Handi dan Salsa. Ketiganya berkata akan membawa tubuh Handi dan Salsa ke rumah sakit.

Namun ternyata, beberapa hari selepas kejadian itu jasad Handi dan Salsa ditemukan hanyut di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Ketiga pria itu diduga telah membuang jasad Handi dan Salsa ke sungai.

Terungkap Identitas 3 Penabrak Handi-Salsa

Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian, diketahui ketiga pria itu merupakan anggota TNI AD.

Ketiga oknum tersebut adalah:
– Kolonel Infanteri P Korem Gorontalo Kodam Merdeka, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado.
– Kopral Dua DA Kodim Gunungkidul, Kodam Diponegoro, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.
– Kopral Dua Ahmad Kodim Demak, Kodam Diponegoro, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.

Dua oknum TNI tersebut diketahui merupakan prajurit dari Kodam IV Diponegoro. Keduanya pun lantas diserahkan ke Pomdam III Siliwangi karena lokasi kejadian berada wilayah hukum Pomdam III Siliwangi.

“Kejadiannya di wilayah Kodam III, jadi penyidikannya di Kodam III. Untuk pelaku sudah diserahkan ke Pomdam III,” kata Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Enjang kepada detikcom melalui pesan singkat, Sabtu (25/12).

Simak soal Panglima TNI minta usut tuntas di halaman selanjutnya…

Sumber: DetikNews

BMKG: Curah Hujan Pemicu Banjir Palembang Tertinggi Sejak 31 Tahun Terakhir

Palembang

Hujan yang menyebabkan banjir di 5 kecamatan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menyebabkan dua warga meninggal dunia. BMKG mencatat curah hujan pemicu banjir di Palembang itu tertinggi sejak 31 tahun terakhir.

“Curah hujan tercatat pada Staklim Palembang sebesar 159,7 mm. Ini adalah rekor tertinggi curah hujan pada Bulan Desember sejak 31 tahun terakhir. Adapun dalam catatan klimatologis sepanjang bulan, curah hujan tersebut berada pada ranking ketiga dalam semua catatan hujan Januari hingga Desember dalam 31 tahun tersebut,” kata Koordinator Bagian Observasi dan Informasi BMKG Sumsel, Sinta Andayani, saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (26/12/2021).

Sinta mengimbau warga agar tetap waspada. Sebab, sebut dia, BMKG memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari-Maret 2022.

“Potensi hujan itu masih tetap ada. Jadi tetap harus diwaspadai, kita biasa Januari-Maret itu puncak musim hujan, jadi harus diwaspadai,” imbau Sinta.

Lebih lanjut Sinta menuturkan potensi hujan lebat mengguyur Sumsel masih ada. BMKG meminta masyarakat untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

“Potensi cuaca hujan lebat seperti ini masih bisa terjadi. Masyarakat harus bersiap-siap sepanjang musim hujan dan 22 Oktober lalu sudah kita sampaikan,” imbuhnya.

“Memang cuaca di Indonesia pada umumnya begitu, curah hujan cukup tinggi, dan BMKG selalu menyampaikan informasi kewaspadaan saat musim kemarau, pancaroba dan hujan,” sambungnya.

Terkait banjir yang mengepung Palembang Sabtu kemarin, menurut Sinta , bisa saja kembali terjadi, apabila tidak ada antisipasi dari pemerintah setempat dan masyarakat. Dia menyebut peringatan dini ke pemerintah setempat sudah disampaikan sejak lama.

“Kita sudah roadshow Lamina itu masih aktif dan kita khawatirkan menambah parah di musim hujan. Kita sudah koordinasi lewat medsos, BPBD setempat, termasuk media dan peringatan dini sudah kita sampaikan,” tutur Sinta.

Sebelumnya, lima kecamatan di Palembang diterjang banjir seusai hujan deras pada Sabtu kemarin. BNPB pun menjelaskan penyebabnya.

“Menurut laporan BPBD Kota Palembang, banjir di wilayahnya terjadi setelah hujan lebat mengguyur beberapa kecamatan. Hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan debit air anak Sungai Musi meluap. Kondisi tersebut diperburuk oleh faktor drainase kota yang kurang optimal,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (26/12/2021).

Banjir terjadi sejak kemarin Sabtu (25/12) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB dengan ketinggiannya terpantau 60 sentimeter hingga 1 meter. Banjir mengakibatkan lima kecamatan terdampak.

Simak seputar banjir Palembang di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

RN Diduga Pelaku Pencuri Sepedamotor Ditangkap Tim Ops Polsek Mandau

Bengkalis (Duri), Tribunriau – Modus meminjam sepedamotor dan menjualkannya kepada orang lain, diduga pelaku pencuri sepedamotor ditangkap Tim Opsnal Polsek Mandau, Jumat (24/12/21) sekira pukul 15.00 WIB.

Diduga pelaku adalah inisial R.N (26), Laki-laki, pekerjaan Petani/Pekebun, warga Jl. Lintas Duri Dumai Duri XIII Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Selaku korban (pelapor) inisial S.P (40), Laki-laki, pekerjaan Petani / Perkebunan.Dengan selaku saksi inisial S.R (41), Laki-laki, pekerjaan Petani / Pekebun.

Sedangkan barang bukti yaitu, 1 (satu) BPKB beserta STNK sepedamotor dengan merk Honda Revo Fit, warna Hitam, no.pol BM 4732 DAB, no.rangka MH1JBK117KK623358, no.mesin JBK1E-1619172 a.n Supriadi.

Bahwa pada hari Rabu 15 September 2021 sekira pukul 09.30 WIB, TKP di Dusun Mekar Sari Desa Bathin Batuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, telah terjadi tindak pidana pencurian 1 (satu) unit sepedamotor dengan merk Honda Revo Fit, warna Hitam, no.pol BM 4732 DAB, no.rangka MH1JBK117KK623358, no.mesin JBK1E-1619172 a.n. Supriadi, yang dilakukan oleh terlapor (R.N).

 Kronologis kejadian,  sewaktu pelapor pulang dari bekerja, pelapor diberitahu oleh nenek pelapor a.n. S.N bahwasanya sepeda motor tersebut telah di pinjam oleh terlapor dengan alasan bahwa ia hendak pergi ke PT. Murini, tetapi nenek pelapor melarang, karena sepedamotor tersebut akan digunakan pelapor. Tetapi, terlapor tetap membawa sepedamotor tersebut tanpa izin dari nenek maupun dari pelapor. Setelah ditunggu hingga saat pelapor membawa laporan, terlapor belum juga mengembalikan sepedamotor tersebut dan sepeda motor tersebut sudah tidak diketahui lagi keberadaanya.

Hingga pada hari Selasa pelapor mendapat informasi dari adik kandungnya inisial S.R  yang mengatakan, bahwa terlapor berada di daerah Sontang, selanjutnya pelapor menjumpai terlapor di Sontang, dan menanyakan keberadaan sepedamotor miliknya, dan terlapor mengatakan, bahwa sepedamotor tersebut sudah dijualnya pada orang yang tidak dikenalnya di daerah Medan- Sumater Utara.

“Atas kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian sebesar lebih kurang Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian, untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” terang Kapolsek Mandau AKP Jaliper L.Toruan melalui Kanit Reskrim Iptu Firman, Minggu (26/12/21).

Dilanjutkannya, berdasarkan laporan tersebut, Penyidik Polsek Mandau melakukan penyidikan terhadap perkara pencurian sepedamotor diduga a.n R.N. Dari hasil penyidikan, bahwa benar telah diakui tersangka telah melakukan pencurian sepedamotor milik korban. Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 24 Desember 2021 pukul 15.00 WIB, Penyidik Polsek Mandau mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan terhadap diduga pelaku pencurian sepedamotor tersebut.

“Kemudian, Tim Opsnal Polsek Mandau melakukan penangkapan terhadap diduga tersangka di Kantor Polsek Mandau Jl. Jenderal Sudirman Duri, Kecamatan Mandau.Dan mengamankan barang bukti. Pelaku mengakui bahwa motor tersebut telah di jual kepada orang yang tidak ia kenal di Provinsi Sumatera Utara seharga Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah),” jelas Firman.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Penyidik Unit Reskrim Untuk penyidikan lebih lanjut,” tutup Firman.(jlr).

Stafsus Jokowi Kunjungi Aceh-Sumbar-Sulteng soal Isu Toleransi, Ini Hasilnya

Jakarta

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodok (Jokowi), Ayu Kartika Dewi, melakukan kunjungan kerja ke Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sulawesi Tengah (Sulteng), karena penasaran dengan kondisi toleransi di tiga wilayah tersebut. Hasilnya, Ayu menilai masalah toleransi di Aceh, Sumbar dan Sulteng, masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

“Tiga daerah ini punya berbagai cerita tentang intoleransi, jadi saya ingin datang langsung untuk mengetahui situasi sebenarnya. Selain itu, saya juga ingin mendapatkan inspirasi dari banyak aktivis toleransi, mulai dari anak muda sampai akademisi, yang sudah banyak bergerak untuk menjaga perdamaian,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Minggu (26/12/2021).

Dalam kunjungan pertama ke Aceh, Ayu mengaku menerima banyak informasi mengenai toleransi, termasuk penerapan syariat Islam dari berbagai pihak. Dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah misalnya, dia menilai toleransi dan keberagaman di Serambi Makkah mampu tumbuh meski memiliki banyak tantangan.

Sedangkan dari tokoh masyarakat hingga pemuda, Ayu mencatat bahwa toleransi di Aceh memang harus diperkuat. Dia mengakui permasalahan intoleransi adalah realitas di berbagai tempat di Indonesia, termasuk di Aceh.

Meski demikian, dia mengaku bangga banyak anak muda dan aktivis toleransi di Aceh yang terus memperjuangkan kebhinnekaan di Aceh.

Adapun dalam kunjungan ke Sumbar, Ayu menilai toleransi juga masih menjadi pekerjaan rumah. Lewat diskusi dengan pegiat toleransi hingga pemuda, Ayu mencatat masih ada tindakan intoleran yang menimpa kelompok minoritas.

Salah satu kasus intoleran yang cukup menyita perhatian adalah kasus seorang siswi SMKN 2 Padang beragama Kristen yang diminta untuk menggunakan kerudung. Meski permasalahan itu telah selesai, Ayu menilai kejadian serupa akan terulang jika tidak ada dukungan regulasi lokal yang benar-benar bisa melindungi kelompok minoritas.

Bagi Ayu, intoleransi bukan masalah sederhana. Intoleran memberi dampak buruk terhadap korban hingga kehidupan sosial sebuah wilayah.

“Benang merah permasalahan intoleransi adalah diskriminasi terhadap kelompok yang berbeda,” ujarnya.

Berkaitan dengan kondisi toleransi di Sumbar, Ayu juga sempat bertemu dan berdiskusi dengan Gubernur Mahyeldi. Dia menganggap Mahyeldi memiliki komitmen untuk memperkuat toleransi di Sumbar.

Selain berkolaborasi, Ayu menyebut Mahyeldi juga satu suara dengan Gubernur Aceh, mendukung rencana pemerintah pusat menjadikan 2022 sebagai Tahun Toleransi.

Simak kunjungan Ayu ke Sulteng di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Tawaduk Kiai Miftah Sebut Layak Jadi ‘KW 3’ hingga Jadi Rais Aam PBNU Lagi

Jakarta

KH Miftachul Akhyar atau Kiai Miftah sempat mengaku sebagai Rais Aam KW 3 karena merasa masih banyak kekurangan kala mengemban jabatan tersebut. Namun demikian, dirinya kini terpilih kembali menjadi Rais Aam PBNU periode 2021-2026.

Miftachul Sebut Layak Disebut Jadi Rais Aam KW 3

Kala itu, sewaktu gelaran Muktamar NU ke-34 Kiai Miftah bercerita tentang betapa beratnya mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU bersama Said Aqil Siroj yang saat itu menjabat Ketua Umum PBNU. Dia pun lantas menyampaikan permohonan maaf dan menyebut dirinya layak sebagai Rais Aam KW 3.

“Banyak kekurangan, ketidakcakapan dan ketidakmampuan mengemban amanah yang amat-amat berat ini. Sangat layak mendapat gelar Rais Awam, Rais Aam KW 3 dan lain sebagainya. Namun semoga para muassyis memaklumi dan memaafkan alfakir ini,” kata Kiai Miftah dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual, Rabu (22/12).

Miftachul Terpilih Lagi Jadi Rais Aam

Kendati begitu, jabatan Rais Aam kini kembali embannya. Kiai Miftah terpilih menjadi Rais Aam di periode 2021-2026 di periode kepengurusan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Dia terpilih dan ditetapkan sebagai Rais Aam dalam Sidang Pleno IV Muktamar NU di Lampung. Hal ini berdasarkan hasil musyawarah sembilan Ahlul Hali wal Aqdi (AHWA) dalam pleno tersebut.

“Bahwa yang menjadi Rais untuk PBNU 2021-2026 KH Miftachul Akhyar,” ucap anggota AHWA Zainal Abidin di Lampung, Jumat (24/12/2021).

Musyawarah anggota AHWA ini digelar secara tertutup di GSG, Universitas Lampung pada Jumat (24/12/2021) dini hari. KH Miftachul Akhyar akan menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam periode tahun 2021 – 2026.

Miftachul Siap Bekerja Kolektif

Usai terpilih, Kiai Miftah pun merasa selayaknya orang yang salah minum obat. Dia bahkan tidak tau apa yang harus disampaikan sewaktu memberi kata sambutan setelah terpilih kembali sebagai Rais Aam.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya sampaikan rasanya hanya seperti seorang yang salah meminum obat yang lolak lolok,” kata Miftachul Akhyar di Lampung, Jumat (24/12/2021).

Dirinya menerima keputusan musyawarah sembilan orang anggota ahlul halli wal aqdi (AHWA) dengan lapang dada. Miftahul Akhyar yakin dirinya mampu bekerja sama dengan para kader NU yang lain.

“Yang diputuskan kami tidak membantah dan itu memang keadaannya. Tapi kami yakin bahwa kami tidak akan bekerja sendiri kami akan bekerja secara kolektif,” sambung Miftachul Akhyar.

(rak/knv)

Sumber: DetikNews

Tegas! 4 Perintah Jenderal Andika Proses Oknum TNI Penabrak Handi-Salsa

Jakarta

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan perintah tegas soal oknum TNI AD yang terlibat kasus kematian Handi dan Salsabila. Ada 4 perintah Andika terhadap kasus ini.

Handi dan Salsa merupakan korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejoli itu ditabrak oleh sebuah mobil berwarna hitam pada Rabu (8/12/2021) sore.

Ada tiga pria yang diketahui keluar dari mobil penabrak Handi dan Salsa. Ketiganya kemudian mengangkat tubuh Handi dan Salsa dan memasukkannya ke mobil, dengan alasan akan membawa ke rumah sakit.

Mobil tersebut lalu tancap gas ke arah Limbangan. Menurut keterangan saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), salah satu ciri-ciri tiga pria itu adalah berbadan tegap.

Beberapa hari berselang, mayat Handi dan Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Dugaanya mengarah bahwa ketiga pria tadi yang membuang Handi dan Salsa ke sungai.

Seiring berjalannya penyelidikan, dugaan pelaku yang menabrak dan membuang Handi dan Salsa menemui titik terang. Dugaannya bahwa para pelaku merupakan oknum TNI Angkatan Darat (AD).

Jenderal Andika turun langsung memerintahkan penanganan kasus tersebut. “Sudah saya tangani langsung sejak siang tadi setelah mendarat dari Papua,” kata Andika kepada detikcom, Jumat (24/12/2021).

Berikut perintah dan tidakan dari Jenderal Andika terhadap tiga oknum di kasus Handi-Salsa:

Sumber: DetikNews

Ada Oknum Keroyok Remaja di Jaktim, Polisi Diminta Profesional Meski Emosi

Jakarta

Anggota Komisi III DPR RI fraksi PKB, Jazilul Fawaid menyerahkan proses hukum 2 oknum polisi yang mengeroyok remaja di Jakarta Timur (Jaktim). Akan tetapi, Jazilul mengingatkan polisi profesional dalam bertugas.

“Kita serahkan saja pada proses penyelidikan yang sedang berlangsung agar jelas duduk perkaranya,” kata Jazilul kepada wartawan, Sabtu (25/12/2021).

Wakil Ketua MPR itu menyadari anggota polisi bisa emosi apabila diganggu. Dia menyebut polisi juga manusia biasa.

“Selain penegak hukum, polisi juga manusia yang dapat tersulut emosinya bila diganggu dan terancam,” katanya.

Namun demikian, Jazilul menekankan bahwa polisi harus mengikuti ketentuan hukum dalam bertugas. Dia juga meminta agar polisi profesional.

“Namun, selaku aparat penegak hukum polisi harus tetap menjalankan tugasnya sesuai ketentuan hukum dan profesional,” jelasnya.

Sebelumnya, dua oknum polisi dilaporkan atas dugaan pengeroyokan terhadap remaja berusia 14 tahun di Bidara Cina, Jakarta Timur. Kedua oknum polisi tersebut merupakan anggota Mabes Polri.

“Itu ya kan (pelaku) ada anggota Mabes Polri,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan saat dimintai konfirmasi, Jumat (24/12).

Kedua oknum polisi tersebut berinisial TP dan SS. Saat ini keduanya masih berstatus sebagai saksi.

“Nah, proses tetap berjalan,” kata Erwin.

Kombes Erwin menambahkan pihaknya juga melibatkan Propam Polres Metro Jakarta Timur untuk mendalami pemeriksaan terhadap dua oknum polisi itu.

“Sementara ini masih kami yang nangani ya karena kan pidananya di kami. Belum ada kebijakan untuk menarik ke Polda atau gimana ya. Jadi tetap kami yang periksa di Propam kita,” sambungnya.

Pengeroyokan terhadap remaja yang dilakukan oleh kedua oknum polisi itu terjadi pada 11 November 2021. Korban dipukuli dengan tangan kosong dan tongkat Polri oleh kedua oknum polisi tersebut.

Kedua oknum polisi itu melakukan pengeroyokan secara bersama-sama dengan melibatkan seorang warga sipil.

“Ketiga pelaku secara bersama-sama memukuli kedua korban dengan menggunakan tangan kosong dan tongkat Polri,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam keterangannya, Jumat (24/12).

(lir/aik)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer