Beranda blog Halaman 800

Detik-detik Pencurian Laptop di KRL yang Viral Terekam Penumpang

Jakarta

Aksi pencurian laptop di KA Commuter relasi Bogor-Angke, viral di media sosial. Pelaku sempat terekam video salah satu penumpang KRL.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/12). Kejadian tersebut terekam penumpang lain saat kereta sedang berhenti di Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Video aksi pencurian pelaku tersebar di sejumlah platform media sosial. Dinarasikan bahwa korban awalnya menyimpan laptop di bagasi atas karena berat.

Penumpang tersebut memvideokan karena mencurigai gerak-gerik pelaku. Penumpang itu berinisiatif merekan untuk jaga-jaga.

Dalam rekaman itu terlihat pelaku memakai kaus putih dilapis kemeja motif kotak-kotak. Pelaku pria bertopi itu kemudian mengambil laptop dari atas bagasi yang di depannya dan langsung turun saat kereta berhenti di Stasiun Lenteng Agung, Jaksel.

Korban baru tahu laptopnya dicuri setelah salah satu penumpang bertanya apakah laptop yang dibawa oleh pelaku itu miliknya.

“Yang ngevideoin itu awalnya ngira laptop Mas-nya (pelaku). Dia ngobrol dulu sama penumpang lain mengenai laptop saya itu. Kebetulan ada sekuriti yang bertugas, dia nyuruh Mbak-nya diem jangan ngobrol,” kata Icha saat dihubungi detikcom, Senin (27/12).

“Akhirnya di situ Mbak-nya nanya ke saya ‘itu laptop Mbak-nya apa bagaimana?’ dan di situ baru saya sadar kalau laptop saya udah diambil sama pelaku,” sambungnya.

Pelaku Ganti Baju

Setelah mengetahui laptopnya dicuri, Icha kemudian melapor ke petugas. Petugas kemudian memeriksa CCTV dan diketahui pelaku terakhir turun di Stasiun Tebet.

“Petugas yang ada di stasiun sudah bertugas untuk nyari pelaku berdasarkan video yang saya kasih dan katanya terakhir itu pelaku dilihat di Stasiun Tebet, tapi udah ganti baju,” kata korban, Icha Elvioninda, saat dihubungi detikcom, Senin (27/12).

KAI Commuter menyatakan turut prihatin atas pencurian tersebut. Pihak KAI Commuter meminta maaf atas kejadian tersebut.

“KAI Commuter menyesalkan adanya pencurian barang yang menimpa salah seorang pengguna KA 1627 relasi Bogor-Angke pada Minggu (26/12), sekitar pukul 19.40 WIB. Atas kejadian tersebut, KAI Commuter memohon maaf dan turut prihatin,” kata Manager External Relations KAI Commuter, Adli Hakim dalam keterangan kepada detikcom, Senin (27/12).

(mea/mea)

Sumber: DetikNews

Pertumbuhan Investasi UMKM Jatim Capai Rp430 T, LaNyalla: Angin Segar

Jakarta

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur berada di jalur yang baik. Hal ini tampak dari investasi pelaku UMKM yang tercatat mencapai triliunan rupiah.

“Berdasarkan informasi yang saya dapat, investasi dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Timur mencapai angka Rp 430 triliun. Hal ini tentu merupakan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Jatim,” kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Senin (27/12/2021).

Di sela resesnya di Jawa Timur, LaNyalla menyampaikan harapan agar tingginya angka investasi ini mampu menjadi penopang utama perekonomian Jatim.

“Bahkan bisa menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Investasi ini juga akan mampu membuka 131 juta lapangan pekerjaan, dan menumbuhkan 120 UMKM,” jelasnya.

Menurut senator asal Jawa Timur ini, pertumbuhan investasi yang ada sangat positif. Sehingga, ia pun berharap UMKM dapat menjadi basis perekonomian yang kuat dan tahan banting menghadapi berbagai krisis.

Lebih lanjut, LaNyalla berharap pada tahun 2022 pertumbuhan yang positif ini mampu menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional.

“Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengurangi angka pengangguran Jatim serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim secara umum,” pungkasnya.

(ega/ega)

Sumber: DetikNews

Pasien Omicron Lolos Karantina Wisma Atlet Sudah Negatif Corona

Jakarta

Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan pasien omicron yang lolos karantina di Wisma Atlet sudah negatif Corona. Pemerintah menjadikan kasus ini pembelajaran.

“Kita kejar lagi yang bersangkutan, kita tes lagi seluruh keluarganya di rumah itu dan alhamdulillah sudah negatif,” ujar Budi dalam jumpa di Kemendagri, Senin (27/12/2021).

Budi mengatakan pasien tersebut seorang wanita yang baru pulang dari Inggris. Setibanya di RI, dia dites dengan hasil positif COVID.

Namun, lanjut Budi, wanita itu meminta untuk dites pembanding. Hasilnya, si wanita tersebut negatif Corona.

“Dia minta keluar berdasarkan tes yang negatif,” paparnya.

Dinkes DKI kemudian memberikan izin wanita itu untuk pulang dengan syarat menjalani isolasi mandiri di rumah. Kebetulan, kata Budi, rumah pasien itu juga memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri.

“Lima hari kemudian tes positifnya omicron,” ucapnya.

(idn/tor)

Sumber: DetikNews

Driver Grab Tersangka Penganiayaan Diperiksa soal Laporan Pengeroyokan

Jakarta

Godelfridus Janter (47), tersangka penganiayaan penumpang wanita inisial NT (25) telah membuat laporan balik kepada NT soal dugaan pengeroyokan. Hari ini Godelfridus bakal menjalani pemeriksaan sebagai pelapor.

“Kalau jadwal hari ini (pemeriksaannya). Saya akan ke sana kan dia ditahan di Polsek Tambora ya. Nanti (diperiksa) sebagai pelapor,” kata pengacara Godelfridus, Siprianus Edi Hardum, saat dihubungi, Senin (27/12/2021).

Siprianus mengatakan kliennya hari ini juga harus melengkapi berkas pemeriksaan sebagai tersangka di Polsek Tambora. Usai berkas tersangka itu selesai, kliennya baru akan menjalani pemeriksaan sebagai pelapor oleh penyidik Polres Metro Jakarta Barat.

Siprianus mengatakan selain melaporkan soal tindakan pengeroyokan, pihak Godelfridus juga akan melaporkan NT atas dugaan pengancaman dan pelanggaran ITE di Polda Metro Jaya pada Selasa (28/12).

“Kami rencana hari ini laporan ke Polda soal ITE dan pengancaman yang mengaku tentara. Tapi karena jadwal hari ini mungkin besok atau lusa kami laporkan ke Polda soal pelanggaran ITE-nya,” terang Siprianus.

Lebih lanjut Siprianus meminta polisi bersikap adil dalam menangani kasus tersebut. Dia berharap laporan dari kliennya juga ditangani serius meski Godelfridus telah berstatus tersangka saat ini.

“Kita minta polisi melihat kasus ini secara berimbang, secara fair ya. Tidak hanya percaya laporan dari NT dan saksi yang dia bawa karena bisa saja saksi itu saksi yang mohon maaf, saksi yang meringankan dia semua kan,” terang Siprianus.

Godelfridus diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan kepada NT. Pihak Godelfridus juga sebelumnya telah membuat laporan balik kepada NT ke Polres Metro Jakarta Barat atas dugaan tindakan pengeroyokan.

Laporan Godelfridus diterima pihak Polres Jakbar dengan nomor LP/B/1062/XII/2021/SPKT/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA. Hari ini Godelfridus direncanakan bakal menjalani pemeriksaan sebagai pelapor di Polres Metro Jakarta Barat.

Untuk diketahui, driver Grab Godelfridus Janter (47) ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan penumpang wanita berinisial NT (25). Godelfridus resmi ditahan polisi.

“Yang bersangkutan sudah ditahan di Rutan Polsek Tambora,” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam keterangannya, Sabtu (25/12).

(ygs/mea)

Sumber: DetikNews

Cerita Doni Pawang Ular di Ciputat Selamat dari Maut Usai Digigit Kobra

Tangerang Selatan

Seorang pawang ular di Ciputat, Tangerang Selatan bernama Doni Setiaji, nyaris mati setelah digigit ular Kobra. Doni selamat setelah berjuang 1,5 jam mencari serum antibisa.

Peristiwa itu dialami Doni pada Jumat (24/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu Doni datang ke sebuah kontrakan warga untuk membantu melepasliarkan Kobra kembali ke habitatnya yang sebelumnya ditangkap warga.

Cerita Doni Pawang Ular di Ciputat Selamat dari Maut Usai Digigit KobraDoni menunjukkan jarinya bekas tergigit ular (dok.istimewa)

“Di sebuah kontrakan warga nangkapnya pas Jumat (24/12) ular ini lagi dilakban mulutnya. Nah warga manggil saya untuk saya lepasliarkan lagi ke habitatnya,” kata Doni saat dihubungi detikcom, Senin (27/12/2021).

Doni menjelaskan saat mulut Kobra dalam kondisi tertutup lakban, dia berinisiatif untuk melepasnya. Namun tiba-tiba ular Kobra itu mengigit jari telunjuknya.

“Nah saya coba buka lakbannya karena ketutup itu mulutnya takutnya mati. Terus saya potong lakbannya pakai gunting karena memang lem di lakban itu kuat. Pas udah lepas lakbannya ular coba ditaro di kotak ternyata nempel di jari telunjuk saya ularnya karena bekas ada lakbannya akhirnya digigit jari telunjuk saya,” tuturnya.

Doni kemudian bergegas ke klinik untuk mencari serum. Namun rupanya di klinik tersebut tidak terdapat serum.

“Kita hajar dulu pake kelapa ijo dua biji sama susu beruang,” kata Doni.

Cerita Doni Pawang Ular di Ciputat Selamat dari Maut Usai Digigit KobraJari Doni bengkak usai digigit ular Kobra (dok.istimewa)

Namun, Doni merasa mulai lemas dan hampir tidak sadarkan diri. Tangan Doni mulai membiru.

“Dahsyat ya langsung biru tangan, terus pala kita udah keliyengan gitulah. Udah hampir nggak sadar dirilah,” jelasnya.

Doni kemudian mencoba mencari serum ke RSU Pamulang. Saat perjalanan ke rumah sakit, Doni terjebak macet pula.

“Telat sejam setengah itu dari klinik ke RSU-nya,” ucapnya.

Setiba di RSU Pamulang Doni kemudian diberikan serum. Dia dirawat selama 3 hari di RSU Pamulang dan saat ini sudah kembali ke rumahnya.

“Saat ini kondisi saya sudah stabil sih cuma tinggal bengkak aja di bekas gigitan ularnya ini. Badan sudah kembali sehat alhamdulilah,” tuturnya.

(mea/mea)

Sumber: DetikNews

Saya Beli Rumah Kontan Bertahap Tapi Proyek Molor, Lapor Siapa?

Jakarta

Developer memberikan iming-iming berbagai kemudahan pembayaran guna mengejar target penjualan. Namun bagaimana bila janji manis developer rumah tidak sesuai yang dijanjikan?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik’s Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com. Berikut pertanyaan lengkapnya:

Saya membeli 1 unit rumah cluster secara cash bertahap. Estimasi pengerjaan 8 bulan. Pembayaran sudah lunas dan sampai saat ini sudah memasuki waktu perkiraan pengerjaan dan belum selesai, bahkan kemungkinan bisa lebih dari perkiraan.

Pertanyaan saya.
Apakah sama estimasi dengan indent?
Apakah saya dapat konvensasi atas keterlambatan pembangunan?
Dan apakah bisa saya mengajukan komplain?
Ke mana saya mengadukan selain ke agen atau developer untuk mendapat kejelasan secara kuat.

Terimakasih

Salam,
Sobat Detikers

Untuk menjawab permasalahan di atas, detik’s Advocate menghubungi Rah Ayu Ning Lintang S. P. B, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember/Paralegal BPBH FH Universitas Jember. Berikut pendapat hukumnya:

Indent adalah pembelian rumah yang dijual namun belom dilakukan pembangunan dan belom siap dihuni sedangkan estimasi yaitu perkiraan pembangunan rumah setelah melakukan dealls dengan customer,

Jika kita melihat di dalam Pasal 1458 KUH Perdata menyatakan bahwa:

Jual beli dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak, segera setelah orang-orang itu mencapai kesepakatan tentang barang tersebut beserta harganya, meskipun barang itu belum diserahkan dan harganya belum dibayar.

Selain itu di dalam pembelian rumah harus terlebih dulu dicrosscek terkait surat perjanjian antar kedua belah pihak. Di mana apakah saudara selaku konsumen telah memenuhi kewajiban baik segi formil maupun administrasi. Jika memang sudah dilakukan administrasi tersebut dan memang masih belum dikerjakan, maka dapat dilakukan somasi atau peringatan kepada pihak pengembang sesuai dengan KUHPer Pasal 1238 KUHPerdata bahwa:

Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.

Jika memang pihak development tidak memberikan itikad baik sesuai dengan Pasal 134 jo Pasal 151 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (“UU Perumahan”), maka developer dapat dikenakan sanksi karena membangun perumahan yang tidak sesuai dengan kriteria, spesifikasi dan persyaratan yang diperjanjikan dengan total denda maksimal Rp 5 miliar.

Hal ini juga dipertegas di dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU 8/1999”) menyatakan bahwa:

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa melalui pesanan dilarang untuk:

1. Tidak menepati pesanan dan/atau kesepakatan waktu penyelesaian sesuai dengan yang dijanjikan;
2. Tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau prestasi.

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan ini dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau pidana denda paling banyak Rp 500 juta.

Untuk pelaporan bisa dilakukan secara online kepada BPSK jika memang somasi telah dilakukan dan developer melakukan wanprestasi. Jika pengembang BUMN dapat dilaporkan melalui Ombudsman atau BPKN.

Selain itu kasus seperti ini juga dapat digugat perdata ke pengadilan karena developer telah melakukan wanprestasi dan dapat dikenai sanksi administratif dan sanksi pidana.

Dan atas pelakuan wanprestasi maka pihak developer harus melakukan tanggung jawab pelaku usaha atas kerugian konsumen sebagaimana termaktub di dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, diatur khusus dalam Pasal 19 sampai dengan Pasal 28, memperhatikan substansi Pasal 19 ayat (1) Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dapat diketahui bahwa tanggung jawab pelaku usaha meliputi:

a. Tanggung jawab ganti kerugian atas kerusakan.
b. Tanggung jawab ganti kerugian atas pencemaran.
c. Tanggung jawab ganti kerugian atas kerugian konsumen.

Dalam hal ini konsumen pembeli rumah mengalami kerugian materil maupun kerugian waktu yang terbuang hanya untuk menunggu pembangunan selesai. Dengan adanya hal tersebut maka konsumen berhak mendapatkan tanggung jawab ganti kerugian dari developer.

Demikian jawaban dari kami
Terima kasih banyak

Rah Ayu Ning Lintang S. P. B
Paralegal BPBH FH Universitas Jember
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember

Rah Ayu Ning LintangRah Ayu Ning Lintang Foto: dok. istimewa

Sumber: DetikNews

Bertambah Kasus Omicron di RI Jelang Tahun Berganti

Jakarta

Kasus Corona atau COVID-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Terbaru, ada 46 kasus varian Omicron yang tercatat di Indonesia menjelang tahun 2022.

Data itu dilihat dari situs GISAID. Dilihat pada Senin (27/12/2021), tercatat 46 kasus Omicron yang terdeteksi di Indonesia.

Ada beberapa fakta dalam perkembangan Corona varian Omicron ini. Berikut rangkumannya:

40 di Antaranya Sudah Divaksin Corona Dua Kali

Kemenkes mengungkap 40 orang dari total 46 kasus varian Omicron sudah divaksin Corona dua kali. Sedangkan, enam sisanya belum vaksin atau baru vaksin satu kali.

“Ada yang belum vaksin tiga orang dan ada yang baru dapat vaksin satu kali tiga orang. Tapi sebagian besar sudah divaksin (dua kali)” ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, Minggu (26/12/2021).

Mayoritas Pasien Omicron Pelaku Perjalanan dari LN

Siti menuturkan sebagian besar pasien Omicron di RI ini merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri. Kasus meningkat seiring kepulangan PMI ke Tanah Air.

“Sebagian besar dari pelaku perjalanan LN yang merupakan sebagian besar PMI yang saat ini mencapai 3.000-an per hari,” ujarnya.

Selain itu kasus omicron meningkat juga karena adanya laporan yang masuk.

“Kalau meningkat karena makin banyak yang melaporkan adanya omicron ini artinya penyebaran omicron ini juga luas,” paparnya.

Berikut kronologi temuan kasus Omicron di RI

15 Desember 2021

Kasus omicron di RI pertama kali diumumkan pada 15 Desember 2021. Kasus pertama ini menginfeksi seorang petugas kebersihan RSDC Wisma Atlet.

17 Desember 2021

Dari temuan kasus pertama, Kemenkes melakukan contact tracing. Hasil pemeriksaan terhadap lima kasus probable didapati dua kasus yakni WNI dari Inggris dan Amerika terkonfirmasi positif.

22 Desember 2021

Kemenkes kembali menemukan tambahan dua kasus baru Omicron.

23 Desember 2021

Berselang sehari, ada tambahan tiga kasus baru yang berasal dari WNI baru saja kembali dari Malaysia dan Kongo.

24 Desember 2021

Kemenkes kembali mengidentifikasi tambahan kasus sebanyak sebelas orang yang berasal dari pelaku perjalanan dari Turki, Jepang, Korea Selatan dan Arab Saudi.

26 Desember 2021

Kemenkes kembali penambahan 27 kasus Omicron. Dengan tambahan kasus tersebut, total kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia sudah 46 kasus sejak pertama kali dilaporkan pada 16 Desember lalu.

(eva/haf)

Sumber: DetikNews

Fakta Mengejutkan dari Banjir Palembang yang Renggut Nyawa

Palembang

Banjir yang menerjang 5 kecamatan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), dipicu hujan lebat pada 25 Desember 2021 dini hari. Ada fakta mengejutkan di balik hujan lebat pemicu banjir di 5 kecamatan di ‘Kota Pempek’ tersebut. Apa fakta mengejutkan dari banjir Palembang?

Fakta mengejutkannya adalah curah hujan pemicu banjir di Palembang adalah yang tertinggi selama beberapa dekade terakhir. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, curah hujan yang mengguyur Palembang 2 hari lalu itu tertinggi sejak 3 dekade terakhir.

Sebelum masuk ke fakta mengejutkan dimaksud, apa sebetulnya penyebab utama banjir di 5 kecamatan di Palembang? BNPB membeberkan laporan yang diterima dari BPBD Palembang, yang pada intinya ada kaitan dengan anak Sungai Musi.

“Menurut laporan BPBD Kota Palembang, banjir di wilayahnya terjadi setelah hujan lebat mengguyur beberapa kecamatan. Hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan debit air anak Sungai Musi meluap,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (26/12/2021).

Banjir hampir menggenangi seluruh kecamatan di Palembang, Sumsel. Banjir terjadi usai hujan deras mengguyur sejak dini hari tadi. (dok Istimewa)Penampakan banjir yang menerjang 5 kecamatan di Palembang. (dok Istimewa)

Luapan air anak Sungai Musi itu semakin tidak terbendung akibat satu faktor. Apa itu? Faktor dimaksud ialah saluran air atau drainase di Kota Palembang, khususnya di 5 kecamatan yang dilanda banjir.

“Kondisi tersebut diperburuk oleh faktor drainase kota yang kurang optimal,” ungkap Abdul Muhari.

Baru kemudian masuk ke fakta mengejutkan. Merujuk catatan BMKG Sumsel, curah hujan pemicu banjir di 5 kecamatan di Palembang adalah yang tertinggi sejak 31 tahun terakhir.

“Curah hujan tercatat pada Staklim Palembang sebesar 159,7 mm. Ini adalah rekor tertinggi curah hujan pada bulan Desember sejak 31 tahun terakhir,” terang Koordinator Bagian Observasi dan Informasi BMKG Sumsel, Sinta Andayani, kepada detikcom, Minggu (26/12).

BMKG Sumsel juga memiliki catatan tingkat curah hujan dari Januari sampai Desember dalam 31 tahun terakhir. Menurut BMKG, curah hujan yang mengguyur Palembang dua hari lalu adalah yang tertinggi ketiga jika dibandingkan dari Januari hingga Desember sejak 31 tahun terakhir.

“Adapun dalam catatan klimatologis sepanjang bulan, curah hujan tersebut berada pada ranking ketiga dalam semua catatan hujan Januari hingga Desember dalam 31 tahun tersebut,” jelas Sinta.

Yang patut diwaspadai, Desember 2021 ini belum puncak musim hujan. Simak di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Damkar Bantu Evakuasi Pria 180 Kg yang Jatuh di Kelapa Gading Dibawa ke RS

Jakarta

Seorang pria obesitas berinisial ZF (46) harus dibantu personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu untuk dibawa ke Rumah Sakit Dr Abdul Radjak MH Thamrin. ZF baru saja jatuh dari kamar mandi.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakut dan Kepulauan Seribu, Sugiman, korban memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga memerlukan penanganan medis segera, usai terjatuh di kamarnya.

“Jatuh di kamar tidur, berat badan 180 kilogram,” ujar Sugiman, seperti dilansir dari Antara, Senin (27/12/2021).

Korban masih sadar saat petugas membawanya dari rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar pukul 20.09 WIB.

Enam orang petugas pun memerlukan waktu penanganan kurang lebih 12 menit untuk membawa ZF menggunakan tandu dari kamarnya menuju ambulans, hingga diberangkatkan ke rumah sakit.

“Jam selesai (penanganan) 20.21 WIB dengan pengerahan enam personel,” ujar Sugiman.

(eva/eva)

Sumber: DetikNews

BPBD Sumsel Belum Dapat Data Korban Terdampak Banjir di Palembang

Palembang

Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan di Kota Palembang, Sumatera Selatan terendam banjir. BPBD Sumatera Selatan hingga kini, belum dapat data korban terdampak banjir.

“Kalau dampak seperti kerugian, kan biasanya kota yang menghitung, karena merupakan wilayah dia (Pemkot). Sudah diminta, tapi dari kota tidak ada datanya sampai sekarang,” kata Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (26/12/2021).

Ansori menilai BPBD kota Palembang kurang cermat dalam mengambil langkah. Sudah 1 hari banjir menggenang, namun data warga terdampak belum ada.

“Ini saja saya minta laporan berapa banyak yang terdampak, tidak ada dari kota ini. Rupanya kota juga tidak ada data berapa banyak yang terdampak itu,” ungkap Ansori.

“Iya kalau kami kan tidak bisa, kalau kota kan bisa langsung ke kelurahan, kecamatan, karena jalurnya memang begitu. Kalau kami jalurnya kan tidak seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Bencana PBK Palembang, Gunawan, belum memberikan respons hingga saat ini.

Banjir di Kota Pelembang ini merendam lima kecamatan. Banjir itu terjadi karena hujan deras diperburuk lagi oleh drainase kota yang tidak optimal.

“Menurut laporan BPBD Kota Palembang, banjir di wilayahnya terjadi setelah hujan lebat mengguyur beberapa kecamatan. Hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan debit air anak Sungai Musi meluap. Kondisi tersebut diperburuk oleh faktor drainase kota yang kurang optimal,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (26/12).

Banjir terjadi sejak kemarin Sabtu (25/12) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, dengan ketinggiannya terpantau 60 sentimeter hingga 1 meter. Banjir mengakibatkan lima kecamatan terdampak.

BPBD Palembang masih melakukan pendataan warga terdampak. Muhari belum menerima data adanya warga mengungsi. Kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Sukarame, Kemuning, dan Ilir Barat I.

“Tim Reaksi Cepat BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak di lokasi kejadian. Namun demikian, belum terpantau adanya warga yang mengungsi,” tambahnya.

Bahkan akibat banjir tersebut dua orang menjadi korban. Seorang wanita dikabarkan hilang setelah terseret banjir di Palembang. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

(eva/eva)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer