ROHIL, Tribunriau – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Ilhammi.STr.Keb melaksanakan Reses masa sidang II Tahun 2025 di kepenghuluan sintong Bakti KM 1 kecamatan Tanah putih, selasa (5/8/2025) kemaren.
Ketua DRD Rohil Ilhammi.S.Tr.Keb dari partai Golkar mengatakan, Reses bukan hanya rutinitas, tapi kewajiban moral untuk turun langsung dan mendengar aspirasi masyarakat.
“Alhamdulillah banyak masukan yang disampaikan warga, terutama tentang infrastruktur, Air bersih, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik”, sebut Ilhammi.
Lanjut Dia, semua Aspirasi akan saya bawa , kawal dan akan saya perjuangkan agar bisa direalisasikan melalui program-program pembangunan kedepan.
ROHIL, Tribunriau – Wakil Bupati (Wabup) kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Jhony Charles. BBA.MBA, memberikan apresiasi atas kunjungan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, dan Komandan Korem (Danrem) Brigjen TNI Sugiyono, ke Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (5/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Jhony Charles menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya terhadap pembangunan dan stabilitas keamanan di wilayah Rokan Hilir.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pangdam Mayjen TNI Rio Firdianto dan Bapak Danrem Brigjen TNI Sugiyono atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada daerah kami,” ujar Jhony Charles.
Ia menilai, kehadiran pimpinan TNI di daerah merupakan bentuk nyata dukungan terhadap sinergi antara pemerintah Daerah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban serta memperkuat ketahanan wilayah.
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan institusi TNI dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor pertahanan, keamanan, dan kemasyarakatan.
Selain menyambut kunjungan, Wakil Bupati Jhony Charles juga turut mendampingi kegiatan yang dilakukan jajaran TNI selama berada di Rokan Hilir, termasuk peninjauan sejumlah lokasi strategis dan berdialog dengan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan stabilitas yang kondusif bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
ROHIL, Tribunriau – Ps Old Crack sukses meraih prestasi gemilang dengan meraih juara 1 dalam turnamen Sepak Bola Rohil Cup U-40 tingkat kabupaten Rokan Hilir, kemenangan ini diraih setelah berhasil menundukkan PS Pinang sebatang dalam laga final yang berlangsung sengit.
Final dilaksanakan dilapangan Komite olah Raga Nasional (KONI) Bagansiapiapi, selasa (5/8/2025) berjalan lancar, dengan semangat yang tinggi ditampilkan kedua TIM sepanjang pertandingan dengan Skor 3-2 memastikan kemenangan untuk PS. Old Crack.
Ps pinang sebatang
Panitia pelaksana Turnamen Sepak Bola Rohil Cup-U-40 , dalam wawancara usai pertandingan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Daerah, polsek Bangko dan juga masyarakat kabupaten Rokan Hilir sehingga acara turnamen ini berjalan lancar.
Ia menjelaskan, bahwa Acara turnamen ini berjalan lebih kurang selama 26 Hari, adapun yang bertanding sebanyak 14 TIM .turnamen ini bertujuan untuk hiburan masyarakat.
” Alhamdulillah Turnamen Sepak Bola dilaksanakan berjalan dengan lancar, kedepannya kami akan berupaya lagi Turnamen Rohil Cup U-40 kembali”, kata asmara.
Asmara juga mengucapkan Terima kasih kepada beberapa Donatur yang bekerja sama pada pelaksanaan turnamen Sepak Bola Rohil Cup U-40 ini. (Hen)
ROHIL, Tribunriau — Suasana duka menyelimuti Kabupaten Rokan Hilir setelah kabar wafatnya Hj. Basyariah binti Hamzah Ma’ruf, istri Bupati Rokan Hilir sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rokan Hilir, menyebar luas pada Senin pagi, 4 Agustus 2025. Almarhumah menghembuskan napas terakhir di RS Awal Bros Pekanbaru setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih tujuh hari.
Kabar duka ini segera menjalar ke tengah masyarakat, menyentuh kalbu seluruh lapisan warga Rokan Hilir. Melalui berbagai saluran komunikasi, khususnya media sosial dan grup percakapan, ucapan belasungkawa dan doa mengalir deras sebagai bentuk simpati dan penghormatan terakhir terhadap sosok yang selama ini dikenal penuh ketulusan dalam mendampingi suami menjalankan roda pemerintahan serta kiprahnya dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan.
Almarhumah Hj. Basyariah lahir di Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, pada 2 Desember 1953, dan tutup usia dalam usia 72 tahun. Berdasarkan informasi yang diterima, jenazah almarhumah akan dimakamkan pada sore hari ba’da Ashar di Tempat Pemakaman Umum Air Dingin, Pekanbaru.
Hingga siang hari, pelayat dari berbagai kalangan terus berdatangan ke rumah duka yang beralamat di Jalan Karya Sari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Salah seorang kerabat dekat keluarga, Yusri Iskandar, menyampaikan bahwa proses pemakaman masih menanti kehadiran anggota keluarga besar yang sedang dalam perjalanan dari luar kota, termasuk dari Yogyakarta.
“Insya Allah, ibunda Hj. Basyariah akan dimakamkan di Pekanbaru pada sore hari ini. Saat ini kami masih menunggu kedatangan keluarga dari luar daerah,” ujarnya dengan suara penuh haru.
Ucapan belasungkawa turut disampaikan berbagai tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah. Tokoh masyarakat Riau, H. Rusli Efendi, yang tengah menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan VII STAI Ar Ridho di Bagansiapiapi, menyampaikan duka mendalam di hadapan ratusan hadirin.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya Ibu Hj. Basyariah. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mari kita semua membacakan surah Al-Fatihah untuk almarhumah,” ucapnya, yang disambut pembacaan surah Al-Fatihah secara serempak di Gedung Pertemuan H. Misran Rais.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, melalui Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten, H. Rahmatul Zamri, juga menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya sosok yang selama ini menjadi pendamping setia Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Hj. Basyariah. Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkapnya.
Dalam suasana berkabung ini, seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga Kabupaten Rokan Hilir diimbau untuk turut mendoakan almarhumah agar husnul khatimah dan segala amal kebaikannya diterima di sisi-Nya.
ROHIL, Tribunriau — Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) segera mengambil langkah tanggap darurat dalam menanggulangi abrasi yang menggerus badan jalan di ruas Jalan Astra, Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah. Kondisi kerusakan ini telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berpotensi mengganggu mobilitas dan keselamatan pengguna jalan.
Menindaklanjuti keluhan warga, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam menginstruksikan jajaran teknis untuk melakukan penanganan segera. Plt Kepala Dinas PUTR, Khoirul Fahmi, ST, MT, menyatakan bahwa tahap awal penanganan dilakukan dengan mengisi tanah urug ke dalam karung (goni), kemudian disusun membentuk turap sementara sebagai penguat struktur tebing jalan yang telah tergerus.
“Langkah ini merupakan bentuk penanganan darurat, mengingat keterbatasan anggaran saat ini. Namun kami telah merancang pengajuan anggaran untuk pembangunan turap permanen pada tahap selanjutnya,” jelasnya, Minggu (3/8/2025).
Khoirul menjelaskan, abrasi telah menyebabkan bagian bawah cor beton jalan mengalami pengikisan signifikan. Jika dibiarkan, kerusakan dipastikan akan meluas dan memperparah kerusakan jalan, bahkan dapat menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Insyaallah, di bawah kepemimpinan Bupati Bistamam, percepatan pembangunan infrastruktur yang bersifat prioritas, terutama yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat, akan terus kami tindak lanjuti. Hal ini juga telah kami lakukan sebelumnya di wilayah Panipahan,” pungkasnya.
Langkah tanggap darurat ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur strategis demi menunjang konektivitas dan keselamatan warga.
ROHIL,Tribunriau – Selama lebih kurang 6 hari melaksanakan Aksi bersih bersih sampah yang di lakukan oleh Dinas lingkungan hidup Kabupaten Rokan Hilir Berhasil mengumpulkan sebanyak 11 ton sampah di 2 Kepenghuluan, Yakni Kepenghuluan Pulau halang hulu 5 ton, dan kepenghuluan Pulau muka 6 ton. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas lingkungan hidup Rohil Suwandi Ssos saat dikonfirmasi, Minggu (3/8/2025),
” Dapat kami sampaikan, Hingga hari ini jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan oleh Tim Satgas Dinas lingkungan hidup Rohil di 2 Kepenghuluan, Yakni Kepenghuluan Pulau halang hulu lebih kurang 5 ton dan Kepenghuluan Pulau halang muka itu lebih kurang 6 ton, dan semua sampah- sampah tersebut di tanam dan di timbun di tempat penampungan sampah yang telah di sediakan oleh pemerintah kepenghuluan,” Kata Suwandi.
Lanjut Suwandi” Untuk langkah selanjutnya Tim satgas DLH akan melaksanakan pembersihan sampah di kecamatan Kubu yang mana tepatnya di kelurahan teluk merbau dan kepenghuluan Teluk piyai, serta di kepenghuluan Sungai daun, mudah mudahan saya dan anggota Tim satgas Dlh Rohil diberikan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” Ucap Suwandi.
Suwandi juga berharap kepada Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, khususnya Kepenghuluan Pulau halang muka dan Kepenghuluan Pulau halang belakang untuk selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih, dan tidak membuang sampah sembarangan, baik dijalan maupun di laut, karena akan merusak lingkungan.
” Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, jangan membuang sampah sembarangan, baik dijalan maupun di laut, oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat kabupaten Rokan hilir mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih, sehingga terhindar dari segala macam penyakit terutama sekali Malaria,” Kata Suwandi.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas lingkungan hidup Rohil Suwandi Ssos juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Rohil dan wakil Bupati Rohil atas dukungan dan arahan sehingga Amanah yang diberikan akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, sehingga terciptanya kabupaten Rokan Hilir yang indah, bersih dan nyaman.
WALHI Riau meluncurkan publikasi hasil analisis dan investigasi bertajuk “Komitmen Semu FOLU Net Sink 2030 di sektor Korporasi Kehutanan Riau”.
Laporan ini menyatakan Rencana Kerja FOLU Net Sink yang dirancang oleh Pemerintah Provinsi Riau sejak 2020 khususnya di sektor korporasi kehutanan masih jauh dari target capaian yang harus dipenuhi hingga 2030.
Ada tiga faktor penyebab kegagalan: belum ada penyelesaian konflik tenurial di areal kerja perusahaan HTI; ketidaksesuaian data dokumen Renja dengan kondisi di lapangan; dan pelanggaran lingkungan Hidup yang masih berlangsung.
Peluncuran laporan tersebut disertai dengan diskusi publik dengan mengundang Riko Kurniawan, Direktur Paradigma dan Uli Arta Siagian, Manajer Kampanye Kebun dan Hutan WALHI Nasional sebagai narasumber.
Dalam pemaparan laporan yang disampaikan oleh Rezki Andika, Staf Kajian WALHI Riau, disebutkan investigasi dilakukan di lima konsesi perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) atau Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), yaitu PT Ruas Utama Jaya (RUJ), PT Suntara Gajapati (SGP), PT Sumatera Riang Lestari (SRL), PT National Sago Prima (NSP), dan eks konsesi PT Merbau Pelalawan Lestari (MPL).
Rezki menyampaikan Riau menjadi salah satu wilayah intervensi FOLU Net Sink 2030 terbesar yaitu 65,58 persen wilayahnya atau seluas 5.707.663,85 hektar.
Implementasi FOLU Net Sink 2030 dilakukan berdasarkan arahan aksi mitigasi yang terbagi menjadi 12 RO (Rencana Operasional). Namun berdasarkan hasil investigasi lapangan, WALHI Riau menemukan adanya ketidaksesuaian peruntukan lokasi RO antara dokumen Rencana Kerja (Renja) FOLU Riau dengan fakta lapangan.
“Ada perbedaan hasil di lapangan dengan dokumen. Dalam dokumen Renja FOLU Riau disebut RO2 (pencegahan deforestasi lahan gambut) di NSP adalah seluas 1.449,73 hektar. Sementara kami menemukan hanya ada 275 hektar hutan alam,” ujar Rezki.
“Kemudian ditemukan ketidaksesuaian jenis kawasan, lahan RO1 dan RO7 seharusnya berada di kawasan lahan mineral, namun kami menemukan lokasi kedua RO tersebut berada pada ekosistem gambut. Lokasi lain yang tak sesuai adalah pada wilayah RO4 di areal kerja PT SRL. Pada dokumen Renja lokasi ini disebut sebagai lahan tidak produktif, namun ternyata wilayah tersebut sudah dikelola sejak tahun 2009. Jadi tak sesuai,” tambahnya menjelaskan.
WALHI Riau juga menemukan masih adanya konflik sosial di tiga areal kerja perusahaan. Pertama, PT RUJ dengan luas 17,8 ribu hektar memiliki konflik tanah karena wilayahnya tumpang tindih dengan pemukiman, kebun, dan tambak masyarakat Desa Basilam Baru.
PT SGP juga berkonflik dengan desa yang sama dengan indikatif luas konflik 20,8 ribu hektar. Terakhir, PT SRL dengan luas 1,3 ribu hektar memiliki konflik dengan kebun masyarakat Kelurahan Batu Panjang dan Terkul.
WALHI Riau juga menemukan masih ada pelanggaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh keempat perusahaan yang aktif, seperti indikasi kerusakan ekosistem gambut.
Selain itu, juga menemukan aktivitas PT NSP yang berlawanan dengan dokumen Renja FOLU dan Rencana Perlindungan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG). “Ini bakal menghambat Riau sebagai FOLU Net Sink 2030,” kata Rezki.
Berdasarkan catatan temuan tersebut WALHI Riau meminta Presiden RI untuk bersikap tegas bahwa komitmen iklim Indonesia, khususnya FOLU Net Sink 2030, harus diimplementasikan secara serius di tingkat tapak dan bukan sekadar perencanaan di atas kertas. Selain itu Presiden juga harus mengintruksikan kementerian terkait untuk melakukan sinkronisasi dan pengawasan ketat terhadap Rencana Kerja (Renja) FOLU di tingkat provinsi, guna memastikan tidak terjadi ketidaksesuaian antara data, perencanaan, dan kondisi lapangan seperti yang terjadi di Riau.
Riko Kurniawan, menambahkan bahwa meski bukan negara terbesar penghasil emisi karbon, namun dalam sektor hutan dan lahan, Indonesia masuk dalam tiga besar negara terbanyak dalam pelepasan emisi. Riau sebagai salah satu wilayah prioritas FOLU Net Sink 2030, dinilai kurang ambisius dalam menjalankan implementasi kebijakan tersebut.
“Hampir 20 tahun telah terjadi banyak pelanggaran lingkungan hidup dan alih fungsi lahan hutan Riau menjadi sawit. Mangrove pun sudah berubah menjadi tambak udang. Lahan bekas terbakar, belum dilakukan pemulihan. Bahkan ada denda untuk pemulihan lahan karhutla. Sementara sampai sekarang tim Renja Folu Net Sink Riau belum bekerja. Isu iklim masih jadi isu ‘gimik-gimik’ saja. Rencana FOLU Net Sink 20230 sebenarnya sudah cukup bagus, namun tak selaras dengan implementasinya. Rencana hanya ambisius di atas kertas. Kita harus melakukan aksi nyata, yang dibutuhkan sebenarnya implementasi lapangan,” tambah Riko.
Narasumber terakhir, Uli Arta Siagian menambahkan bahwa seringkali negara tidak mengakui keberadaan masyarakat yang tinggal di hutan sebagai ruang hidup mereka. “Ketika hutan itu ada, eksistensi mereka ada. Namun, ketika hutan dinilai secara ekonomi, maka banyak proyek yang masuk ke kampung kemudian menggeser kehidupan mereka. Padahal makna hutan itu sebagai sumber kehidupan, bukan sumber investasi. Jadi, bagi negara hutan itu dijaga karena nilai ekonomis, bukan karena semata-mata bagian penting dari kehidupan kita,” ujar Uli Arta.
Diskusi yang dipandu oleh Sri Depi Surya kemudian mendapat tanggapan dan pertanyaan dari para peserta. Ada yang mempertanyakan apakah FOLU Net Sink ini dapat tercapai dengan situasi yang mengkhawatirkan. Ada juga yang membahas bagaimana masyarakat adat dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, dan bagaimana ruang diskursif semacam ini dapat terus diadakan untuk membuat publik semakin paham apa yang sebenarnya sedang dikerjakan pemerintah dan dampaknya kepada masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan hidup dan iklim. Diskusi selengkapnya dapat disimak di kanal youtube WALHI Riau dan laporan investigasi dapat diunduh di website WALHI Riau.
ROHIL, Tribunriau – Forum wartawan kabupaten Rokan Hilir (Fowa Rohil) dan beberapa wartawan media Online menggelar Rapat Terkait kerja sama ketua Asosiasi pemerintah Desa seluruh indonesia (APDESI) Rokan Hilir, jumat (1/8/2025) kemaren di kantor Fowa Rohil jalan pahlawan Bagansiapiapi.
Pimpinan Rapat ketua fowa Rokan Hilir H.Dahrin.S.sos mengatakan, sebanyak 20 media yang ada kerja sama dengan ketua APDESI Rohil.
Ia meminta penjelasan kepada ketua APDESI dengan Anggaran sebesar Rp.10 Juta di setiap kepenghuluan hanya untuk 20 media, apakah ada Dasar hukumnya .
“Sementara kerja sama di Diskominfo Rohil ada Ratusan media, kenapa ketua APDESI Rohil tidak melibatkan media yang lain”, sebut Dahrin.
“Kita nanti akan menyurati Dinas pemerdayaan masyarakat kepenghuluan (PMK) kabupaten Rokan Hilir terkait kerja sama benerapa media tersebut”, kata Dahrin. (Hen).
Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Giat Jumat Curhat Polsek Mandau bersama Masyarakat Jln.Kayangan RT 006 RW 006 Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (01/08/25).
Kegiatan ini langsung dipimpin Kapolsek Mandau Kompol Primadona, didampingi Kanit Binmas AKP Indra Varenal dan Bhabinkamtibmas Polsek Mandau, serta dihadiri oleh Lurah Babussalam Ali Rahmad beserta stafnya.
Lurah Babussalam Ali Rahmad dalam sambutanya, mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada kehadiran Kapolsek Mandau beserta rombongan, yang telah melakukan giat Jumat Curhat dalam wilayah Kelurahan Babussalam.
Dikesempatan ini pula masyarakat mengatakan menjadi puas dengan kinerja dan kedatangan Polri di tengah-tengah masyarakat, dan terbantunya mengenai keluhan kamtibmas.
Polsek Mandau menanggapi, pelayanan dan respon cepat, apabila warga atau masyarakat ada permasalahan.
Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu;
1. Terjalinnya hubungan silaturahmi yang baik antara Polri dengan masyarakat di Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau.
2. Kegiatan Jum’at curhat oleh Polsek Mandau sebagai bentuk sarana komunikasi kontak lansung terhadap Masyarakat.
3. Masyarakat merasa puas terhadap polri dengan penyampaian langsung keluh kesah yang dialaminya maupun yang terjadi di tempat tinggalnya.
4. Meningkatan tolerasi bertetangga sehingga terciptanya dan terjaganya kerukunan dalam masyarakat.
” Kami dari Polsek Mandau menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas aman dan kondusif dari Curas, Curat, Curanmor, premanisme dan khususnya balap liar yang sangat meresahkan dan mengganggu kenyamanan,” kata Kapolsek.
ROHIL,Tribunrau – Fraksi Gabungan Indonesia Maju Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menyampaikan Atas Rancangan peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban pelaksanaan (PP) Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024,senin (28/7/2025) malam kemaren pada rapat paripurna DPRD Rohil, diruang sidang utama kantor DPRD Rohil, Bagansiapiapi.
Fraksi Gabungan Indonesia maju, Sutiyo Pramono menyampaikan, Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) memiliki dasar hukum yang kuat diatur dalam undang-undang 1945 sampai peraturan teknis pelaksanaannya, tujuan APBD membantu pemerintah daerah untuk mendata pengeluaran dan pendapatan selama 1 tahun.
“tujuan APBD lainnya menjadi pedoman memperbaiki kesalahan dan mencegah penyelewengan Dana yang merugikan masyarakat, hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat “, ujarnya.
Lanjut Dia, menyusun APBD harus sejalan dengan upaya pemerintah daerah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas segala perencanaan penganggaran pelaksanaan dan evaluasi apbd oleh pemerintah daerah mengacu pada peningkatan kesejahteraan rakyat kabupaten rokan hilir sesuai perundang-undangan pengelolaan keuangan daerah maka belanja daerah yang merupakan kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai nilai kekayaan daerah dan setiap penggunaan harus dipertanggungjawaban secara secara akuntabel
“Pendapat umum fraksi Indonesia maju terhadap Rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran pendapat dan belanja daerah Kabupaten Rokan Hilir tahun anggaran 2024, fraksi Indonesia maju mendukung dan memberi apresiasi terhadap capaian opini WTP dari BPK atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tahun anggaran 2024 sekaligus mampu mempertahankan secara berturut dari tahun sebelumnya”, kata sutiyo.
selanjutnya, tambah Dia, Fraksi Indonesia maju menekankan pentingnya tidak lanjut atas catatan dan rekomendasi negatif terhadap LPP Sesuai dengan pasal 16 PP No 13 tahun 2019 Demi kemajuan Kabupaten Rokan Hilir memperhatikan rekomendasi ataupun catatan-catatan yang diberikan oleh semua pihak badan anggaran, komisi-komisi dalam fraksi dalam rangka usaha bersama untuk peningkatan kinerja pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir .
“Komisi Indonesia maju juga meminta agar pemerintahan daerah meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di sektor-sektor umum seperti infrastruktur jalan raya, pertanian, pendidikan dan pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat kecil”, pungkas sutiyo. (Hen).