Ketua DPC PAN Dumai Kota, Suherman yang akrab disapa bang Jibun (sedang menyandang mesin potong rumput) serta kader lainnya tampak sedang melakukan bersih-bersih di jalan Pepaya Kelurahan Rimba Sekampung, Dumai, Minggu (15/7/2018).
DUMAI,Tribun Riau- Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Amanat Nasional (DPC PAN) Dumai Kota melakukan gotong royong alias bersih-bersih di Kelurahan Rimba Sekampung, tepatnya di sekitar jalan Pepaya Kota Dumai, Minggu (15/7/2018).
Kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan rutinitas yang dilakukan oleh DPC PAN Dumai Kota, dipimpin langsung oleh Ketua DPC, Suherman yang akrab disapa bang Jibun.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk cinta terhadap lingkungan yang bersih dan mencegah dampak banjir yang selalu menghantui warga ketika musim hujan.
Salah seorang anggota DPRD Dumai Dapil 1 Dumai Kota, dr. Ahmad Effendi juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut. (red)
Mendadak kini banyak pejabat peduli akan cabang atletik. Refleks kepedulian itu timbul ketika seorang Lalu Muhammad Zohri mencetak prestasi fenomenal dengan menjuarai lari 100 meter dalam kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia, pekan lalu.
Pejabat, gubernur daerah asalnya, hingga pembesar di negeri ini pun berlomba-lomba tampil ke media untuk unjuk kepeduliannya pada pemuda asal NTB ini. Kepedulian yang memang patut disyukuri, tapi juga wajib dikritisi. Sebelum berbicara lebih spesifik tentang Zohri, saya ingin membahas secara umum seputar cabang atletik di Indonesia.
Rasanya, orang yang berkecimpung di dunia olahraga tahu bahwa berbicara dunia atletik nasional, kita wajib berbicara pula tentang pengusaha bernama Muhammad Bob Hasan. Ya, pengusaha yang bekecimpung di bidang kayu itu merupakan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) sepanjang masa. Kok bisa? Sebab Bob bukan baru setahun, lima tahun atau 10 tahun membina atletik, melainkan telah empat dasawarsa!
Pada tahun 2016, saya sempat ngobrol panjang lebar dengan Bob Hasan tentang manis dan pahitnya membina atletik. Bob barangkali menjadi anomali tersendiri di tengah banyaknya pejabat dan pengusaha yang hanya menjadikan olahraga sebagai batu loncatan kepentingan pribadinya.
Jika banyak pejabat yang mendadak peduli olahraga jelang pemilu, atau pengusaha yang menjadi pengurus olahraga demi publikasi, maka Bob berbeda. Sepanjang 40-an tahun menjadi ketua umum PASI, Bob selalu konsisten menjalankan tugasnya membina olahraga meski sepi akan publikasi.
Mantan menteri kehutanan era Orde Baru ini bekerja di tengah sepi. Dia tetap konsisten membina atletik di tengah ketidakpedulian publik, pejabat, atau media. Media lebih getol memberitakan olahraga lain yang lebih banyak dibaca. Atau pejabat lebih sering nimbrung di bulu tangkis karena cabang itu menjadi alat pencitraan mujarab lewat prestasi mendunia.
Publik pun tampak lebih memilih peduli pada sepak bola yang sudah berpuluh tahun gagal juara di level Asia Tenggara, apalagi dunia. Dengan segala kenyataan itu, Bob sempat menkritisi saya selaku awak media.
“Elu sih nulis terus tentang bola. Kalau atletik boro-boro. Ada (berita atletik) juga beritanya kecil,” kata Bob kepada saya dalam perbincangan 2016 silam.
Harus diakui, kritik Bob itu benar adanya. Bob lantas menjelaskan, bahwa di tengah ketidakpedulian publik, dia tetap bekerja dalam membangkitkan prestasi atletik yang nyaris tak pernah bersuara di level dunia. Dari 260 juta rakyat Indonesia, hanya seorang Bob Hasan yang selama berpuluh tahun mengeluarkan dana dari kocek pribadinya demi membina atletik.
Setiap tahun, Bob minimal keluar uang Rp 10 miliar. Tidak hanya keluar uang, Bob juga membangun sistem untuk membina atlet muda. Dia rutin mengadakan pencarian bakat ke berbagai pelosok dan Pusat Pendidikan Latihan dan Pelajar (PPLP) seluruh nusantara.
Jika ditemukan bakat potensial, PASI akan memboyong atlet tersebut untuk dibina di pelantas di Jakarta. Di Jakarta, atlet muda potensial akan dilatih oleh pelatih kelas dunia asal Amerika Serikat, Hary Mara. Gaji tinggi Mara semua ditanggung sendiri dari kocek pribadi Bob Hasan.
Mara tak hanya melatih soal teknis, tapi juga menggemleng karakter atlet atletik nasional untuk memiliki mental dan sikap layaknya atlet dunia. Bagi Bob karakter dan kedisiplinan sangat penting. Sebab juara tak hanya lahir dari skill di lintasan tapi juga sikap di luar lapangan.
Karena itu PASI bersama Hary Mara menerapkan sejumlah aturan ketat. Mulai dari makanan, jam tidur, hingga waktu berlatih. Hebatnya, Bob memantau seluruh atlet muda dan senior yang dia bina. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Bob yang sudah berusia 80 tahun hafal satu per satu nama atlet muda.
Dalam sebuah acara ramah tamah dengan seluruh atlet binaan PASI pada 2016 silam, beberapa atlet pun melapor kepada Bob mengenai catatan waktu atau standar terbaik mereka yang dicetak selama latihan. Relasi mereka seperti anak dan orang tua.
“Kalau lu udah di bawah 11 (detik) baru dateng ke gua,” kata Bob kepada salah satu atletik junior yang melapor langsung kepadanya soal catatan waktu terbaiknya. Hal yang sama berlaku pada Zohri.
Zohri adalah talenta yang dibina langsung oleh Bob Hasan. Zohri ditemukan tim pencari bakat PASI di PPLP pada November 2017. Kemudian dia diuji oleh PASI di kejuaraan nasional tahun ini.
Ujian itu mampu dituntaskan Zohri yang tampil sebagai pelari tercepat. Dari situ, PASI terus membina Zohri yang dalam prosesnya dibina itu, harus ditinggal ayah dan ibunya. Hidup sebatang kara, Zohri tak punya bekal finansial yang cukup untuk bisa sekadar membeli sepatu.
Tapi segala kebutuhan itu mampu disediakan Bob. Bahkan lewat kocek pribadinya, Bob memberangkatkan Zohri untuk tampil di Finlandia hingga akhirnya menjadi juara dunia. Setelah Zohri berprestasi di level dunia, barulah mendadak muncul para pejabat yang angkat suara di media. Semua datang dengan uluran tangan dan apresiasi pada Zohri.
Ya, semua itu tetap harus disyukuri. Tapi pertanyaannya, di manakah mereka saat Zohri butuh biaya untuk berangkat ke Finladia? Mengapa mereka baru muncul se-siang ini?
Bukankah prestasi di olahraga hanya sebuah proses akhir dari sebuah pembinaan panjang. Ibrat proses penanaman, tanah diberi bibit tanaman, pupuk, hingga disiram terus menerus hingga akhirnya tumbuh dan berbuah. Jadi tak heran jika prestasi olahraga Indonesia terus menurun. Sebab mayoritas pejabatnya baru peduli jika atlet berprestasi.
Logikanya bagaimana mau berprestasi jika pembinaannya diabaikan begitu saja. Bagaimana mau berbuah jika bibitnya saja tak disiram dan dipupuk? Mengapa pejabat tak juga memberi dana hibah dan ragam kepedulian lain pada atlet junior yang kini sedang berlatih keras untuk menjadi Zohri-Zohri selanjutnya?
Zohri kini sedang di puncak. Dipuja, diundang pejabat, maupun diberi ragam hadiah. Tapi bagaimana kelak jika dia kalah atau menua? Apakah dia akan mendapat perhatian yang sama? Zohri patut cemas jika merujuk pada nasib atlet Indonesia pada umumnya. Diacuhkan saat masih belia, dipuja saat juara, dan ditelantarkan saat sudah tua.
Di saat jaya, atlet seperti Zohri mungkin tak akan kekurangan apapun. Tapi saat masa itu telah lewat, dia akan kembali jadi piatu.
Beruntung, cabang atletik punya Bob Hasan yang tak lelah berkorban perhatian, uang, dan tenaga meski cabang atletik butuh proses panjang dalam melahirkan prestasi level dunia.
Sejak Bob membina atletik pada 1976, baru 2018 ini dia bisa melahirkan juara dunia. Uniknya, Bob Hasan selalu marah jika tiba-tiba mendapat pertanyaan wartawan soal target prestasi di sebuah event.
“Jangan ngomoong soal berapa emas Asian Games, tanya dulu soal pembinaan atletnya. Prestasi ototamis ada kalau pembinaan dan sistemnya jelas!” ujar Bob saat ditanya soal target di Asian Games 2018.
Soal Zohri yang kini mengundang sanjung puji, komentar Bob pun cukup bijak. Dia meminta agar sang atlet muda tak terlalu disorot berlebihan. Sebab sorotan dan sanjung puji yang tak proporsional bagi atlet muda malah bisa merusak.
Bob sadar prestasi Zohri baru awal. Dan catatan waktunya pun perlu terus ditingkatkan. Karena itu Zohri tak butuh atensi sesaat kala menang, namun perhatian jika kelak dia sedang kalah.
Apapun itu, segala proses pembinaan di cabang atletik memang tetap mesti mendapat apresiasi tinggi. Saya pribadi mesti angkat topi akan perjuangan dan dedikasi seorang Bob Hasan. Sebab faktanya prestasi Zohri ini adalah hasil perjuangan panjang Bob Hasan, bukan para pahlawan kesiangan!
MOSKOW, Tribun Riau- Striker Prancis Kylian Mbappe terpilih menjadi pemain muda terbaik di Piala Dunia 2018 Rusia. FIFA menobatkan pemain 19 tahun itu sebagai pemain muda terbaik lantaran dinilai konsisten tampil menawan sejak babak penyisihan grup.
Pemain Paris Saint Germain itu total mencetak empat gol di Rusia. Satu gol ia sumbangkan kala mengalahkan Krossia di laga final di Stadion Luzhniki, Moskow, Ahad (15/7) malam WIB.
Mbappe layak dinobatkan sebagai pemain muda yang bersinar tahun ini. Ia baru muncul ke permukaan dua tahun terakhir sejak membawa AS Monaco juara Ligue 1 Prancis 2017.
Sejak saat itu ia menjadi pemain yang selalu dipanggil memperkuat Prancis. Ia pun dilabeli sebagai The New Thierry Henry bagi Prancis karena memiliki postur tubuh dan gaya bermain mirip dengan Henry.
Gelar sebagai pemain muda terbaik Piala Dunia itu juga dapat menjadi modal bagi Mbappe untuk merebut penghargaan Ballon d’Or 2018. Ia akan bersaing dengan bintang senior macam Cristiano Ronaldo, Luka Modric, Lionel Messi, dan Antoine Griezmann. (rci/red)
DUMAI, Tribun Riau- Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Dumai hari ini mendaftarkan calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu, (14/7/2018).
Dari beberapa caleg yang didaftarkan, terdapat tiga caleg termuda berumur 25 tahun.
Mereka diantaranya Asnawi Kurniawan (25), Misrifah, S.Kom (25) untuk daerah pemilihan (dapil) 3 dan Yeyen Melda Zulaiva, S.Pdi (23) untuk dapil 1.
Dihimpun dari kantor DPD PAN Kota Dumai saat ini, tampak beberapa pengurus DPD, DPC maupun DPRt tengah bersiap untuk menuju ke kantor KPU Kota Dumai.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Dumai, Hasrizal saat dimintai keterangan meyakini caleg termudanya bakal meraup suara dari masyarakat.
“Mereka adalah calon pemimpin bangsa, kita yakin mereka bisa meraup suara dari masyarakat untuk Pileg mendatang,” ujar Hasrizal singkat. (isk)
JAKARTA,Tribun Riau- Publik heboh ketika mendengar pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa holding pertambangan BUMN telah mencapai kesepakatan dengan Freeport McMoran untuk menguasai 51 persen saham perusahaan pertambangan raksasa di Indonesia tersebut. Kata Jokowi, Indonesia harus melalui proses yang sangat alot dan intens selama 3,5 tahun untuk menguasai 51 saham Freeport Indonesia.
“Aduh kok mau ngibul (membohongi-red) lagi sih kangmas Joko Widodo nih terkait klaim sudah berhasil melakukan akuisisi saham Freeport sebanyak 51 persen,” kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono dilansir NusantaraNews, Jakarta, Kamis (12/7/2018).
“Belum berhasil kok saham Freeport diakuisisi oleh holding BUMN pertambangan Inalum, baru tahap kesepakatan, baru tahap MoU belum masuk ke tahap MoA,” tambahnya.
Jokowi sendiri mengaku dirinya mendapat laporan terkait akuisisi saham Freeport Indonesia ini dari PT Inalum (Persero) yang menyebutkan Indonesia akan meningkatkan kepemilikan saham sebesar 51 persen dari sebelumnya sebesar 9,36 persen.
Namun, Arief mengungkapkan bahwa saham Freeport sebenarnya masih jauh dari kata akuisisi. “Jadi masih jauh saham Freeport diakuisisi. Kapan pun kalau dalam dunia bisnis kalau masih tahap MoU belum tuh 51 persen saham Freeport jadi saham RI atau saham dwiwarna,” ungkapnya.
Sebab, kata dia, semua kesepakatan yang ada di MoU harus disepakati dulu oleh kedua belah pihak, itu pun kalau MoU divestasi saham Freeport sudah diteken.
“Nah ini MoU-nya aja belum diteken kok sudah klaim berhasil mengakusisi saham Freeport 51 persen. Ngerti enggak sih Joko Widodo tentang prosedur akusisi saham!,” cetusnya.
Politisi Partai Gerindra ini melanjutkan, biasanya dalam MoU akusisi saham sebelum masuk Memorendum of Agreement (MoA) antar kedua belah pihak, semua klausul yang disepakati harus dipenuhi terlebih dahulu. Misalnya soal pajak divestasi saham Freeport siapa yang akan menanggung nanti.
“Skema pembayaran saham Freeport dilakukan dengan mengunakan instrumen keuangan dari mana?,” imbuhnya.
Kemudian, apa benar holding BUMN pertambangan punya dana untuk mengakusisi saham Freeport? “Kalau menggunakan pendanaan pinjaman bank dari luar negeri dan dalam negeri apa saat ini perbankan dalam negeri mau ngucurin dana ke sektor pertambangan yang lagi sunside time?,” ucap Arief.
“Terus kalau pinjam keluar apa iya portfolio holding BUMN pertambangan untuk ambil alih saham Freeport bisa dipercaya?,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum Gerindra ini menjelaskan, kalau mau lewat cara jual obligasi negara, misalnya SUN atau Obligasi Holding BUMN pertambangan apakah obligasinya laku tinggi dan bunga obligasinya lebih rendah dari dividen 51 persen saham Freeport.
“Dan apalagi saat ini obligasi pemerintah RI sudah masuk standar surat berharga kategori sampah. Jadi Joko Widodo jangan bohongi publik dong tentang divestasi saham Freeport,” pungkasnya.(nnc/red)
screenshot dari video yang beredar, tampak seorang polisi yang belakangan diketahui AKBP Yusuf (pemilik toko) tengah memarahi hingga menendang seorang ibu yang diduga melakukan pencurian
JAKARTA,Tribun Riau- AKBP Yusuf, salah seorang polisi berpangkat perwira yang akhir-akhir ini viral di media sosial (medsos) karena ulahnya menendang seorang ibu di sebuah mini market, akhirnya mendapatkan sanksi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Dari rekaman video yang beredar, tampak AKBP Yusuf dari belakang berpakaian oranye bertuliskan polisi di punggung sedang emosi dan menendang si ibu di sebuah minimarket. Sambil meminta ampun dan menangis, ibu tersebut kena tendang di kepala.
Kemarahan AKBP Yusuf yang merupakan perwira menengah di lingkungan Bidang Pengamanan Objek Vital Polda Babel lantaran kesal tokonya dicuri oleh ibu yang diduga komplotan pencuri.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu 11 Juli 2018 sekitar pukul 19.00 WIB. Toko milik Yusuf di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel). “Saat itu ada pemilik toko berinisial Y melihat kejadian pencurian di tokonya. Lalu Y bertanya-tanya kepada pelaku pencuri sambil melakukan tindakan kekerasan,” kata Munim dalam keterangannya, Jumat (13/7).
Munim menjelaskan, aksi pencurian tersebut dilakukan oleh tujuh orang, dimana enam orang masuk toko dan satu menunggu di mobil. “Pura-pura belanja, berombongan berjumlah tujuh orang. Enam masuk toko dan satu menunggu di mobil Avanza. Tiga ketangkap,” kata dia.
Ketiga orang tersebut adalah dua ibu-ibu dan satu anak berusia sekitar 14 tahun. Sementara penjaga toko sendiri telah melaporkan kasus pencurian itu ke Polres Pangkalpinang.
“Y terpancing emosi karena mereka ramai-ramai maling, saat yang ketangkap ditanya bilangnya tidak tahu semua,” ucap Munim.
Yusuf selanjutnya memukuli ibu ini seperti yang terlihat dalam video yang viral. AKBP Yusuf pun diproses oleh Bidang Profesi dan Pengamanan. Usai kejadian tersebut, AKBP Yusuf kemudian dicopot dari jabatannya.
Kapolri Marah Besar
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, terkait viralnya video penendangan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian marah. Sehingga, Tito memerintahkan Kapolda Bangka Belitung untuk mencopot AKBP M Yusuf dari jabatannya.
“Kapolri marah besar dan memerintahkan Kapolda Babel untuk mencopot yang bersangkutan hari ini juga,” ujar Iqbal, Jumat (13/7).
Dalam surat telegram rahasia bernomor TR ST/1786/VII/2018, AKBP M Yusuf yang merupakan Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung dimutasi sebagai Pamen Yanma Polda Babel. Menurut Iqbal, apa yang dilakukan oleh AKBP M Yusuf tak mencerminkan sikap polisi yang Promoter, sesuai program Kapolri.
Padahal, salah satu program utama Promoter yaitu perbaikan kultur dimana anggota Polri menghilangkan arogansi kekuasaan. Ia pun menyampaikan pesan Kapolri kepada anggota Polri bahwa bertindak keras diperbolehkan asal dilakukan kepada pengganggu ketertiban umum yaitu pelaku kriminal yang membahayakan masyatakat dan petugas.
“Harus tegas bila perlu ditembak mati (pelaku kejahatan) Malah diberi penghargaan oleh Pak Kapolri. Sudah banyak toh, yang tembak dan tangkap begal, tembak dan tangkap bandar narkoba, tembak dan tangkap teroris diberi penghargaan,” kata dia. (rci/red)
M Zohri saat melakukan sujud syukur usai memenangkan lomba lari cepat 100 meter
Tribun Riau- Muhammad Zohri (M Zohri) yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas dalam Kejuaraan Dunia Atletik U20 pelari 100 meter putra di Finlandia membuat Ustad Adi Hidayat terharu. Keharuan tersebut bermula dari ekspresi yang dilakukan M Zohri usai memenangkan lomba tersebut.
M Zahra melakukan sujud syukur setelah berhasil mendahului pelomba lari lainnya, hal itu menjadi salah satu faktor bagi Ustadz Adi Hidayat untuk memberikan hadiah berupa tiket umrah bagi M Zahra serta orang tuanya.
Dikatakan oleh UAH dalam video singkat yang beredar di media sosial Facebook, ada rasa syukur yang disampaikan kepada sang Pencipta ketika mendapatkan sesuatu, termasuk kemenangan dalam perlombaan.
“Kalau bukan karena Allah SWT, mustahil mendapatkan itu semua,” ujar UAH.
“Saya tidak bisa memberikan apapun selain ucapan terima kasih, dan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, saya hadiahkan bagi anda, dan kedua orang tua anda, undangan untuk menunaikan ibadah umrah,” tambahnya.
Pihaknya memang tidak secara langsung memberikan hadiah tersebut kepada M Zahra, namun UAH menghimbau kepada jamaah yang dekat atau mengenali keluarga M Zahra agar menyampaikan niat UAH untuk memberikan hadiah tersebut.
“Mohon bagi yang terdekat dengan beliau, mohon disampaikan kepada beliau atau keluarganya, anda dan orang tua anda insyaAllah kami berikan hadiah untuk menunaikan ibadah umrah, kapan anda siap akan kami berikan dan insyaAllah kita diberikan kemudahan oleh Allah SWT untuk kelancaran,” pungkas Ustadz Adi Hidayat. (red)
Bupati Rohul H.Sukiman ,Ketua Tim Penggerak PKK Rohul Hj. Peni Herawati, Camat Tambusai Utara Mastur,Kades Bangun Jaya Yusrianto dan dampinggi TP- PKK Kecamatan dan Desa Bangun Jaya.
ROKAN HULU,Tribun Riau – Masyarakat Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (12/7/2018) siang, ikut merayakan syukuran atas prestasi tingkat nasional yang baru diraih desa tersebut baru baru ini.
Dimana, prestasi membanggakan yang diraih Desa Bangun Jaya yakni Prakarti Madya III Tingkat Nasional Pelaksana Pola Hidub Bersih dan Sehat (PHBS) Kategori Kabupaten 2018, pada puncak peringatan Harganas tingkat nasional XXV tahun 2018 di Manado, Sulawesi Utara.
Guna merayakan prestasi tingkat nasional, masyarakat Desa Bangun Jaya gelar syukuran yang dihadiri Bupati Rohul H. Sukiman, Ketua Tim Penggerak PKK Rohul Hj. Peni Herawati, Pj Sekda Rohul H. Abdul Haris Lubis S.Sos. M.Si, Wakil Ketua TP PKK Rohul, Anggota DPRD Kabupaten Rohul Alpasirin.
Turut hadir Dandim 0313/ KPR Letkol Inf Beny Setiyanto, Camat Tambusai Utara Mastur, Kapolsek Tambusai Utara AKP Fauzi SH, MH, para Kepala Dinas dan Badan di lingkungan Pemkab Rohul, Kades Bangun Jaya, Yusrianto, dan Ketua TP PKK Kecamatan Tambusai Utara, Ketua TP PKK Desa Bangun Jaya, termasuk para Ketua TP PKK se- Tambusai Utara, dan para kepala desa-se Tambusai Utara.
Ketua TP PKK Desa Bangun Jaya, Neni Wahyuni mengatakan, bahwa banyak perjuangan dilakukan masyarakat yang bekerjasama dengan instansi hingga desanya bisa meraih juara di Lomba PHBS tingkat nasional.
Dijelaskannya, semua kesuksesan yang diraih desanya tidak terlepas dari campur tangan Camat Tambusai Utara sebelumnya Zulhendri, dan Camat baru Mastur, termasuk TNI dan Polri, serta dinas terkait di lingkungan Pemkab Rohul.
Diakui Neni, dirinya bersama ibu PKK Desa Bangun Jaya juga bekerjasama dan turun langsung ke masyarakat, dengan sistem door to door untuk mensosialisasikan pentingnya PHBS, dan menerapkan hidup bersih dan sehat.
Atas prestasi yang diraih, Neni berterima kasih ke Tim Penggerak PKK kecamatan Tambusai Utara dan tentunya Tim Penggerak PKK Kabupaten Rohul yang terus mensupport desanya selama ini.
Sementara itu, Kades Bangun Jaya Yusrianto, juga banyak terima kasih kepada Bupati Rohul Sukiman dan dinas terkait yang ada, karena telah banyak membantu desanya hingga bisa meraih juara di tingkat nasional.
Ditambahkan Yusrianto lagi, dirinya juga sangat berterima kasih dengan keterlibatan dari TNI dari jajaran Kodim 0313/ KPR dan Polri dari jajaran Polres Rohul karena sudah ikut membangun desanya menjadi lebih baik lagi.
Bupati Rohul H. Sukiman, juga sangat mengapresiasi Desa Bangun Jaya yang menjadi juara diajang Lomba PHBS tingkat nasional tahun 2018. Ia mengharapkan prestasi yang diraih Desa Bangun Jaya ditiru oleh desa-desa lain atau kecamatan lain yang ada di Rohul.
Kata Bupati Sukiman, bahwa kunci keberhasilan tidak terlepas dari kebersamaan dan sikap kegotongroyongan, serta jeri payah masyarakat. Ia meminta sikap gotong royong terus ditingkatkan di pedesaan, sehingga seluruh desa di Kabupaten Rohul menjadi desa yang terbaik ke depannya.
“Juara tiga tingkat nasional, Prakarti Madya III yang diraih, merupakan hasil dari jerih payah masyarakat yang bekerjasama mulai tingkat desa, termasuk Bhabinsa, Babinkamtibmas, Danramil, Kapolsek, Camat bersama Kades, bekerjasama membuat desa ini berprilaku bersih dan sehat,” tegas Bupati Rohul.
Katanya lagi, bahwa keberhasilan yang diraih Desa Bangun Jaya juga tidak terlepas dari keterlibatan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan untuk bidang kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang melakukan peningkatan infrastruktur di desa.
“Karena itu, mari tetap kita jaga. Untuk desa-desa lainnya, kecamatan-kecamatan lain di Rohul agar mencontoh prilaku sehat dan bersih itu seperti apa yang dilakukan Desa Bangun Jaya,” harap Bupati.
Bupati Rohul Sukiman sangat bersyukur, karena ada tiga juara tingkat nasional dan tingkat provinsi yang diraih Kabupaten Rohul di bulan Juli 2018. Pertama juara pertama pada Lomba Kelompok BKR yang diraih Desa Kota Baru, Kecamatan Kunto Darussalam.
Kemudian, juara tiga lomba ber-PHBS tingkat nasional, dan ketiga juara pertama Parade Tari Daerah tingkat Provinsi Riau diraih Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul. Pada Agustus 2018, Disparbud Rohul akan mengikuti Parade Tari Daerah tingkat nasional di Taman Mini Indonesia Indah atau TMII.
“Prestasi dan penghargaan yang diraih, semuanya tentunya atas kehendak tuhan, kita hanya bekerja sesuai kemampuan, kemudian yang paling menonjol kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat,” kata Sukiman.
Diakui Bupati Sukiman, untuk desa yang berprestasi tentunya akan terus mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.
Sebelum syukuran ditutup, Bupati Rohul Sukiman bersama Pj Sekda Rohul Abdul Haris Lubis diberi kesempatan untuk menghibur masyarakat Desa Bangun Jaya dengan beberapa lagu. Dan acara ditutup dengan makan bersama. (mad)
ROKAN HULU,Tribun Riau – Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Alpasirin mendesak Pemerintah kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) agar mengecek status lahan serta keberadaan perusahaan Rokan Blok di Kecamatan Rambah Samo.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit Rokan Blok di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, kini menjadi sorotan menyusul sejumlah pekerjanya yang mengaku dipecat tanpa diberi pesangon.
Bukan hanya itu saja, sejumlah pekerja sudah mengadukan nasibnya ke Kantor DPRD Kabupaten Rohul, didampingi Kepala Desa Teluk Aur, Muslim, beberapa waktu lalu.
”Ini bentuk konkrit keberpihakan pemerintah (daerah) dalam menjaga potensi dan aset-aset negara yang ada di Kabupaten Rohul,” tegas Alpasirin, Rabu (11/7/2018).
Alfasirin menyatakan, bahwa masyarakat juga sudah mengadukan keberadaan Rokan Blok, dan masyarakat meminta perlu dicek bagaimana status lahan dan perusahaan tersebut.
“Sehingga, perlu dicek bagaimana status lahannya. Apakah mereka membayar pajak ke pemerintah selama ini, apakah mereka sudah mengeluarkan CSR-nya sehingga perlu dipetanyakan hal itu,” tegas Alpasirin. (Mad)
Kembangkan Wisata - Kades Aliantan, Kabun M. Rois bersama pihak Sadar Wisata, koordinasi dengan KPH Suligi–Batu Gajah Bangkinang (Wilayah Kampar-Rohul) UPT Dinas LHK Provinsi Riau terkait rencana pengembangan objek Wisata Negeri Diatas Awan.
ROKAN HULU,Tribun Riau – Pemerintah Desa Aliantan Kecamatan Kabun berkomitmen mengembangkan Objek Wisata Suligi Hill 812 Meter di atas Permukaan Laut (MPDL) atau disebut “Wisata Negeri Diatas Awan”.
Kini objek wisata tersebut, bukan hanya terkenal di tingkat regional dan nasional bahkan Internasional seperti pengunjung dari Negeri Jiran Malaysia. Sebagai bentuk komitmennya pengembangan Objek Wisata Suligi Hill, Kepala Desa Aliantan M. Rois Zakaria SE akan menganggarkan pengembangan kawasan objek wisata Suligi Hill di Dana Desa (ADD) sebesar Rp 350 juta.
Sebelum digunakan, Rois bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) The Careteker melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi – Batu Gajah Bangkinang (Wilayah Kampar-Rohul) UPT Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, yang berwenang dalam penyelenggaraan pengelolaan dan pemanfaatan hutan serta penggunaan kawasan hutan serta perlindungan hutan dan konservasi alam.
“Pemerintah Desa Aliantan bersama Pokdarwis The Careteker, rencananya dianggarkan ADD sekitar Rp 350 juta untuk pengembangan objek wisata Desa Aliantan di kawasan Hutan Lindung. Sebelum digunakan dana tersebut, kita berkoordinasi dengan KPH Suligi Batu Gajah Bangkinang, agar nantinya tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan ADD,” sebut Kades Aliantan M. Rois Zakaria SE, Kamis (12/7/2018) usai berkoordinasi dengan KPH Suligi Batu Gajah di Bangkinang.
Rois mengaku, KPH Suligi Batu Gajah Bangkinang akan memprioritaskan pengembangan Objek Wisata Suligi Hill. Karena Objek Wisata Negeri Diatas Awan termasuk Potensi jasa lingkungan dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah. Terkait dengan penggunaan ADD untuk pengembangan Wisata Aliantan, KPH Suligi Batu Gajah Bangkinang akan berkoordinasi dengan DLHK Provinsi Riau.
“Kita dari Pemerintah Desa Aliantan bersama Pokdarwis The Careteker, masih menunggu arahan dan informasi dari KPH Suligi Batu Gajah Bangkinang. Bila nantinya diizinkan, maka kami nanti akan teken MoU antara Pemerintah Desa Aliantan atau Pokdarwis The Careteker dengan KPH Suligi Batu Gajah Bangkinang,” ucap Rois
Selain berkoordinasi dengan KPH Suligi Batu Gajah Bangkinang, Kades Aliantan M. Rois Zakaria SE juga bertemu dengan Word Resources Indonesia (WRI) yang merupakan Mitra KPH Suligi Batu Gajah yang fokus dalam pengelolaan dan pengembangan Hutan, Iklim dan tata kelola transportasi yang mengaktualisasi gagasan-gagasan besar kedalam aksi nyata yang menghubungkan dengan peluang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sebut Rois, Regional Manager WRI Rahmat Hidayat mengakui sangat heran kenapa Kawasan Hutan daerah pulau Jawa objek wisatanya bisa berkembang pesat. Sementara di Provinsi Riau sampai saat ini tidak berkembang, dan permasalahannya di Provinsi Riau sampai saat ini belum mengesahkan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP).
“Persoalannya karena belum adanya RPHJP, bila sudah ada RPHJPnya dari Kementerian LHK, kami siap teken kontrak dengan pak Kades, karena Wisata Suligi Hill Desa Aliantan termasuk 5 besar follower Instagram terbesar se Indonesia. Insyaallah pada (20/7/2018) kami akan datang ke Desa Aliantan, dengan dengan didampingi Artis dengan Follower Instagram yang tertinggi,” ucap Rois, mengulang ucapan Manager WRI Rahmat Hidayat.
Sebut Rois lagi, bahwa Desa Aliantan masuk dalam peta Provinsi Riau dalam kawasan segitiga emas, seperti Candi Muara Takus Kampar, Objek Wisata Suligi Hill Desa Aliantan Dan Masjid Agung Islamic Center Rohul, makanya Pemprov Riau dalam waktu dekat akan memperbaiki jalan dikawasan tersebut dengan diaspal ulang.
“Dimana yang masuk dalam kawasan segitiga emas itu seperti Candi Muara Takus, itu peninggalan sejarah dan peninggalan peradaban budaya di Kampar. Bila Suligi Hill masuk dalam Wisata alam, Negeri diatas awan pengunjungnya sudah mencapai 11 ribu orang dan dalam waktu dekat 200 mahasiswa Malaysia akan berkunjung ke Suligi Hill. Disana masih ada air terjun dan lengkap dengan Goa nya serta masih melestarikan tarian tradisional Aliantan Putri Mak Ifat,” lanjut Rois
“Untuk kategori Religinya Masjid Islamic Center Rohul, dalam waktu dekat kami dari Pemerintah Desa Aliantan, Pokdarwis akan dipanggil oleh Pemprov Riau,” tegas Rois.(Mad)