Beranda blog Halaman 1226

Poros Ketiga Pilpres 2019, Ini Kemungkinannya

JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Keluarga Besar Perhimpunan Pelajar Indonesia (KB PII) Nasrullah Larada mengatakan, terbentuknya poros ketiga dalam Pilpres 2019 kini semakin terbuka. Dan, ini nyata terlihat ketika sudah tiga hari sejak dibukanya pendaftaran capres-cawapres, belum satu pun partai politik yang mendaftarkan calonnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Bahkan, kubu Jokowi yang diunggulkan dalam berbagai survei pun hingga detik ini masih gamang menentukan cawapresnya. Beberapa kandidat cawapres Jokowi yang sempat viral di media sosial, sampai kini masih juga berstatus bakal calon wakil presiden (bacawapres),” kata Nasrullah, di Jakarta, Rabu (8/8).

Dari pengamatan Nasrullah, Golkar tentunya akan meminta posisi cawapres mengingat partai tersebut memiliki kursi terbanyak kedua setelah PDIP. Di pihak lain, PKB sebagai partai koalisi yang merepresentasikan pemilih Islam tradisional, mengajukan Cak Imin (Muhaimin Iskandar) sebagai cawapres.

“Muncul juga sosok Mahfud MD dan KH Ma’ruf Amin sebagai bacawapres yang saat ini keduanya mulai menguat. Jika akhirnya Jokowi memilih Mahfud MD atau KH Ma’ruf Amin, tampaknya peluang PKB untuk keluar dari koalisi semakin kuat mengingat Mahfud dan KH Ma’ruf Amin agak beda pandangan,” ujarnya.

Jika situasi ini terjadi, lanjutnya, peluang poros ketiga bisa terwujud dengan catatan PAN dan PKS juga mau bergabung. Peluang Gatot hadir sebagai nakhoda poros ketiga dengan bentukan koalisi baru PAN, PKB, dan PKS patut diperhitungkan, bahkan bisa menjadi kuda hitam atas pengulangan capres 2014 Jokowi vs Prabowo.

“Gatot dengan bendera PAN, PKB, PKS berpeluang memenangkan pertarungan di Pilpres 2019 karena didukung oleh partai berbasis Islam, baik kalangan modernis, tradisional, maupun kultural. Pasangan Gatot-Cak Imin menjadi menarik dan punya magnet besar untuk menarik dukungan,” katanya. (rci/red)

NTB Kembali Diguncang Gempa 6,2 SR

Ilustrasi Gempa
Ilustrasi Gempa

JAKARTA,Tribun Riau- Belum selesai luka gempar 7,0 Skalarichter (SR) beberapa hari yang lalu, kini Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang gempa berkekuatan 6,2 SR, Kamis (9/8/2018).

Demikian informasi yang didapatkan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah NTB. Dikatakannya juga, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Gempa terjadi 9 Agustus 2018 pukul 12:25:32 WIB,” ujar Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko, Kamis (9/8).

Gempa terjadi di lintang 8,36 LS, Bujur 116,22 BT, dan kedalaman 12 Km. “Lokasi gempa di wilayah Sumbawa, NTB,” ujarnya.

Ia menambahkan, episentrum gempa di 6 km BaratLaut Lombok Utara, NTB, 27 km TimurLaut Mataram, NTB, 33 km Timur Laut Lombok Barat, 37 km BaratLaut Lombok Tengah, dan 1.071 km Tenggara Jakarta. “Kendati demikian, gempa ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Di kota Mataram, getaran gempa dirasakan cukup kuat. “Istri saya telepon dari Mataram, kata dia besar sekali getaran gempanya,” ujar Muhammad Nursyamsyi, warga NTB, dilansir Republika. (ric/red)

Jumlah TKI Lebih Banyak dari TKA, Kenapa Ngotot?

TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kita tersebar di beberapa negara, jumlahnya ada yang ratusan ribu, kenapa ngotot dengan TKA (Tenaga Kerja Asing) yang ada di negeri kita?

Di China, Malaysia, Arab Saudi dan negara-negara lainnya, hampir semua TKI kita berjumlah rata-rata puluhan ribu, tapi mereka ga ribut tuh, ga minta usir-usir ke pemerintahnya.

Dua paragraf di atas sepintas benar adanya, namun jika ditelaah lebih dalam, akan tampak hanya sebagai pembenaran dan pembelaan terhadap kebijakan yang sangat timpang.

Beberapa hal juga yang harus diketahui, bahwasanya gaji tenaga kerja lokal yang diterapkan negara-negara yang dikunjungi TKI kita sangat jauh jaraknya, dan kebetulan, jika dirupiahkan, hasilnya begitu WOW, karena memang rupiah kita lemah.

Kemudian, untuk diketahui juga, TKI kita bukan dikirim tanpa permintaan, dan rerata TKI yang banyak itu hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, perkebunan dan selevelnya, gaji mereka tidak sama dgn pekerja lokal dan bisa jadi pekerja lokal tidak ada yang menjadi bawahan mereka.

Lebih jauh lagi, taraf ekonomi masyarakat pada negara yang menjadi tujuan TKI kita sudah terbilang jauh di atas kita, semisal negara2 di timur tengah, apa lagi dibanding dengan Cina, sang raksasa Asia.

Masyarakat di negara yang menjadi tujuan para TKI kita, hanya sedikit dan bisa jadi susah menemukan tenaga kerja di bidang pembantu rumah tangga, perkebunan, sopir dan lain sebagainya.

Itulah yang menjadi faktor, kenapa di negeri-negeri tujuan TKI kita tidak terjadi krasak krusuk oleh masyarakatnya akan kedatangan TKI kita, karena mereka memang butuh.

Berbeda dgn Indonesia saat ini, ketika masih ada masyarakatnya yang bisa bekerja di bagian tersebut, dan sangat2 membutuhkannya untuk menafkahi keluarganya, tidak mendapatkan kesempatan, serta yang paling parah, gaji yang diberikan kepada TKA jauh berbeda dengan gaji para naker lokal, padahal profesinya sama!!

Yang teranyar menurut beberapa pemberitaan, ada juga TKA yang diajari oleh naker lokal, kemudian setelah TKA menguasai bidang tersebut, naker lokal segera didepak alias diPHK.

ITULAH ALASAN KENAPA DI INDONESIA BISA KRASAK KRUSUK DENGAN DATANGNYA TKA YANG KATANYA CUMA BERJUMLAH 25RIBU

Oleh Iskandar Zulkarnain
Penulis adalah Redaktur Pelaksana (Redpel) di Tribunriau.com

Ini Persiapan Koalisi Jokowi Jelang Pendaftaran Capres

Sembilan Sekjend partai pendukung Joko Widodo
Sembilan Sekjend partai pendukung Joko Widodo

JAKARTA,Tribun Riau- Untuk mempersiapkan teknis pendaftaran, sembilan sekretaris jenderal (sekjen) parpol koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan tertutup dengan KPU pada Selasa (7/8) siang.

“Kami lihat KPU sudah siap menerima pendaftaran, dari karpet yang disediakan saja sudah dipilih yang warnanya netral, bukan warna bendera parpol. Artinya KPU siap dan memikirkan suasana kebatinan parpol-parpol peserta Pemilu,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebelum pertemuan tertutup dengan KPU.

Dilansir dari Republika, delapan sekjen sudah tiba di KPU pukul 14.00 WIB. Kedatangan mereka langsung disambut Ketua KPU Arief Budiman beserta komisioner KPU Ilham Saputra, dan Pramono Ubaid Tanthowi.

Delapan sekjen tersebut yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Golkar Lodewijk Frederick, Sekjen Nasdem Johnny G Plate, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen Hanura Herry Lontung Siregar, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq.

Satu sekjen lain yakni Abdul Kadir Karding dari PKB diinformasikan datang terlambat dan akan menyusul pertemuan tersebut. “Sebentar lagi Pak Karding akan datang,” kata Hasto.

Kedelapan sekjen sempat mendapatkan penjelasan teknis tentang mekanisme pendaftaran capres-cawapres oleh Arief Budiman. Penjelasan itu termasuk rute yang harus ditempuh oleh capres-cawapres beserta parpol pendukung dan tim saat datang mendaftar ke KPU.

Hasto melanjutkan, selain membahas soal teknis pendaftaran, sembilan sekjen juga menyampaikan informasi tentang pendaftaran Jokowi sebagai capres. “Kami pastikan kami akan beri informasi dari awal, sebab walau bagaimanapun kami sudah sepakat usung Pak Jokowi,” kata dia.

Namun, Hasto masih berteka-teki soal siapa cawapres yang bakal mendampingi Jokowi. “Nanti ditunggu ya. Kami setelah ini akan lakukan dialog secara tertutup demhan KPU. Aspek pendaftaran kan harus dihitung dengan baik. Nanti akan ada penjelasan resmi dari kami setelah pertemuan dengan KPU,” kata Hasto. (rci/red)

Soal Cawapres Prabowo, Ini Kata PAN

JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menilai, sosok calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Prabowo Subianto sebaiknya bukan dari partai politik pengusung. Menurutnya, hal itu sebagai jalan tengah untuk mencari cawapres yang diterima oleh semua partai politik pengusung Prabowo.

“Mungkin jalan tengah dicari yang bisa memperkuat kandidat tapi tidak berparpol. Itu kan perlu waktu,” ujarnya di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/8).

Sebab Zulkifli menyebut jika cawapres berasal dari parpol, masing-masing partai bersikukuh mendorong kadernya untuk posisi cawapres, termasuk juga PAN. “Baik partai itu bukan tidak menarik dan itu menarik. Tapi kan di partai itu ada egonya ya. kalau partai ini yang ini maunya, kalau kita kan ini juga enggak mau,” kata Zulkifli.

Karenanya, saat ini PAN juga tidak ‘ngotot’ agar kader PAN menjadi cawapres. “Ya tentu karena kalau kita ngotot kan yang lain juga ngotot ya. Kalau ngotot semua gimana kan wakilnya cuma satu,” ujarnya.

Saat ini, Zulkifli menilai salah satu kandidat cawapres di luar parpol yang paling menguat adalah Ustaz Abdul Somad. Apalagi Abdul Somad merupakan satu dari rekomendasi forum ijtima ulama GNPF beberapa waktu lalu.

“Paling rame diperbincangkann ini UAS ya. Cuma kan UAS-nya belum tahu ya, ya mudah-mudahan (ada komunikasi) hari ini,” kata Zulkifli.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, nama cawapres Prabowo kini telah mengerucut dua nama. “Calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo sudah mulai mengerucut kepada dua nama, dan kita sedang terus melakukan pembicaraan dengan partai-partai calon koalisi untuk membicarakan nama-nama tersebut,” kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/8).

Muzani enggan menjelaskan lebih lanjut siapa dua nama yang dimaksud. Namun ia mengaku kedua nama cawapres Prabowo tersebut masih terus digodok di internal koalisi.

“Pokoknya dua nama sedang kita seriusi, sedang kita hitung, sedang kita godok dan kita ingin soliditas di antara empat partai yang sudah berkomitmen untuk bersama-sama mendukung Pak Prabowo menghadapi 2019,” katanya.

Selain itu, Muzani juga menjelaskan alasan koalisi pendukung Prabowo belum mengumumkan cawapresnya. Selain masih harus membicarakannya dengan calon mitra koalisi, pembicaraan dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk mendukung apa yang menjadi pilihan Prabowo nantinya. Namun ia tidak menjelaskan siapa-siapa saja pihak-pihak terkait yang dimaksud.

Muzani mengungkapkan rencananya Prabowo akan umumkan cawapresnya di akhir masa pendaftaran. Namun dirinya mengaku belum bisa memastikan kapan tepatnya koalisi pendukung Prabowo ajan mendafta ke KPU. (rci/red)

Indonesia Berduka, Sekjend PBB Sampaikan Belasungkawa

Sekjend PBB Antonio Gutteres
Sekjend PBB Antonio Gutteres

WASHINGTON, Tribun Riau- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas bencana gempa 7 skala richter (SR) yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahad (5/8) malam. PBB menyatakan siap memberikan bantuan bagi para korban.

“Sekretaris Jenderal PBB menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, pemerintah serta rakyat Indonesia, dan berharap pemulihan segera bagi yang terluka,” kata juru bicara Guterres dalam sebuah pernyataan pada Senin (6/8), dikutip laman UN News.

“PBB siap untuk mendukung upaya penyelamatan dan bantuan yang berkelanjutan bila diperlukan,” katanya melanjutkan.

Gempa 7 SR yang melanda Lombok pada Ahad malam telah menyebabkan 104 orang tewas. Seluruh korban merupakan warga Indonesia. Sebagian besar dari mereka tewas akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Penanggulanhan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga kini belum ada laporan tentang adanya warga negara asing (WNA) yang tewas akibat gempa. “Belum ada WNA yang menjadi korban tewas akibat gempa ini,” kata Sutopo pada Senin.

Selain menelan korban jiwa, gempa lombok pun menyebabkan sedikitnya 209 orang luka-luka. Sementara ribuan warga lainnya mengungsi. (rci/red)

Bantu Lombok, Pemprov Sumbar Galang Rendang 1 Ton

Pemprov Sumbar sumbangkan daging rendang untuk korban gempa di Lombok
Pemprov Sumbar sumbangkan daging rendang untuk korban gempa di Lombok

PADANG, Tribun Riau- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) memulai gerakan mengumpulkan rendang se-Sumbar. Langkah ini dilakukan guna membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak selama masa tanggap darurat.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Biro Humas sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, pengumpulan rendang untuk Lombok tahap awal ini dimulai oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dan dilanjutkan oleh masing-masing SKPD, sejak Selasa (7/8) pagi, di group WhatsApp Info SKPD Sumbar. Pengumpulan rendang ditutup pukul 16:00 WIB petang hari yang sama.

Besaran bantuan permasing-masing SKPD beragam, ada yang lima kilogram (kg) sampai 20 kg. “Target kita satu ton. Sama seperti yang di Aceh kemarin,” Ungkapnya di Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Selasa (7/8).

Jasman menambahkan, hingga berita ini diturunkan, telah terkumpul lebih 300 kg rendang hasil sumbangan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar. “Sudah hampir 400 kilo (gram). Kita terus berupaya mengumpulkan dan Pemprov juga mendorong masyarakat Sumbar lainnya kiranya turut berpartisipasi membantu dunsanak (saudara, red) kita di Lombok sana dengan menyumbangkan randang. Karena randang bisa tahan lama, bergizi dan enak dimakan kapan saja” ujarnya.

Jasman menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengantarkan bantuan tersebut langsung ke Provinsi NTB, Kamis (9/8), mendatang. Jika pun ada masyarakat ikut ingin menyumbang, silahkan saja serahkan bantuan ke BPBD Sumbar.

“Pak Gubernur sudah minta kepada Pak Wagub untuk memimpin langsung rombongan ke NTB tersebut” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar juga pernah melakukan hal serupa. Mereka mengirimkan satu ton rendang untuk gempa bumi di Pidie, Provinsi NAD (9/12). (rci/red)

‎Bupati Sukiman Lepas JCH Rohul di Batam

ROKAN HULU, Tribun Riau- Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Rohul ikut mengantarkan ratusan Jemaah Calon Haji (JCH) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Usai menyambut dan ikuti prosesi seremonial bersama JCH yang baru tiba dari Kota Pekanbaru, Bupati Sukiman bersama pejabat dan Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, menghadiri acara bersama masyarakat Rohul yang tinggal di Kota Batam, Provinsi Kepri.

Setelah itu, Bupati‎ Rohul Sukiman dan Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri menghadiri acara Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Kabupaten Rokan Hulu (IKKRH) Batam periode 2018-2021 di aula Hotel PIH Batam, Minggu (5/8/2018).

Kegiatan silaturahmi sekaligus pelantikan pengurus IKKRHB juga dihadiri Walikota Batam Muhammad Rudi, Pj Sekda Rohul H. Abdul Haris Lubis S.Sos, M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK Rohul Hj. Peni Herawati Sukiman, Ketua GOW Rohul, Asisten I Setda Rohul Juni Syafri, Asisten II Setda Rohul Ir. M. Ruslan‎.

Juga hadir Wakil Ketua DPRD Rohul Zulkarnain dan Abdul Muas. Selain itu, anggota DPRD Rohul M. Sahril Topan ST juga hadir di acara tersebut, juga masyarakat asal Rohul yang tinggal di Kota Batam.

Ketua Panitia Pelantikan IKKRH Batam, Jamhur Poti dalam sambutannya mengatakan , bahwa pelantikan pengurus IKKRH tahun ini merupakan pelantikan kelima kalinya.

Ungkap Jamhur,warga asal Kabupaten Rohul yang sudah menetap di Kota Batam sudah ada sekira 3000-an orang.

“Ini yang baru terdaftar. Kita berharap dengan dilantiknya Pengurus IKKRH Batam ke depannya bisa lebih maju,” harap Jamhur.

Di tempat yang sama, ‎Ketua Pengurus IKKRH Batam H. Abdul Razak mengatakan warga Rohul yang tinggal di Kota Batam ada sekira 3.300 orang.‎

Abdul Rajak menerangkan, ‎ IKKRHB sudah berdiri sejak 12 tahun silam. Ia mengaku pengurus siap memberikan sumbangsih untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Rohul.

Putra asal Dalu Dalu Kecamatan Tambusai ini mengaku warga Rohul yang tinggal di Kota Batam juga kerap mengadakan jamuan makan untuk jemaah haji asal Kabupaten Rohul.

Bupati Rohul Sukiman usai melantik mengatakan, Pemkab Rohul sangat berterima kasih kepada Pengurus IKKRH di Batam.

Sukiman berharap, pengurus IKKRH dan masyarakat Rohul yang ada di Kota Batam terus memberikan sumbangsihkan untuk pembangunan di Rohul.

Bupati Sukiman juga berpesan agar IKKRH di Batam benar-benar menjadi tempat silaturahmi masyarakat Rohul, dan bukan seremonial semata.

‎”Karena jabatan itu amanah, ini harus dipikul oleh ketua terpilih saudara Abdul Razak,” harap Bupati Sukiman.

Walikota Batam Muhammad Rudi yang hadir menyatakan, Kota Batam merupakan Kota Industri. Namun sejak dirinya dilantik sebagai Walikota pada 2016, dirinya mulai menjadikan daerah bertetanggan dengan Singapura ini sebagai kota wisata.

“Kota batam sama dengan DKI Jakarta. Ada bermacam-macam ras, suku dan etnis yang tinggal di Kota Batam ini,” jelas M. Rudi di acara Pelantikan Pengurus IKKRH di Kota Batam.

Bupati Sukiman bersama Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri, dan sejumlah pejabat Pemkab Rohul datang ke Kota Batam sendiri adalah untuk melepas sekira 398 JCH asal Rohul yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Setibanya dari Kota Pekanbaru, Ahad (5/8/18) pagi, JCH Rohul menginap semalaman di Embarkasi Batam, dan mulai Senin pagi (6/8/2018), para JCH akan diterbangkan ke Jeddah dari Bandara Hang Nadim Batam, Kepri. (mad)

Ratusan Napi Lapas Klas II B Pasir Pangaraian Goyang Poco Poco

Ratusan Napi Lapas Klas II B Pasir Pangaraian Goyang Poco Poco
Ratusan Napi Lapas Klas II B Pasir Pangaraian Goyang Poco Poco

ROKAN HULU,Tribun Riau- Suasana berbeda terlihat di Lapas Klas II B Pasir Pangaraian, Minggu (5/8/2018) kemarin karena ratusan narapidana berbaris rapi dan bergoyang-goyang di tengah lapangan.

Ratusan napi Lapas Klas IIA B Pasir Pangaraian, ikut serta memecahkan rekor dunia dengan mengikuti Guinness World Records The Poco Poco Dance.

Para Warga Binaan larut dalam irama musik dan gerakan senam. Semua napi tampak kompak dan bersemangat, bersama Kalapas Kelas II B M. Lukman, Danramil Rambah 02 Rambah Kapten Inf Hendra P.Barus dan Babisa di Koramil Rambah mengikuti kegiatan tersebut

“Secara serentak kita berpatisipasi ikut memecahkan Guinness World Records The Poco Poco Dance yang digelar seretak di seluruh indonesia. Kita juga tersambung dengan pusat kegiatan di Monas Jakarta yang dibuka secara langsung oleh presiden Jokowidodo,” kata Kalapas M. Lukman.

Diakui Kalapas, sebagai partisipan dalam kegiatan pemcahan Guinness World Records The Poco Poco Dance, memriahkan Asian Games Jakarta- Palembang, dengan pihak lapas melibatkan 160 napi atau warga binaan.

“kemudian ditambah petugas lapas, Koramil totalnya ada sekitar 300 peserta yang ikut meriahkan kegiatan pemecahan uinness World Records The Poco Poco Dance,” ungkap Kalapas,

Kalapas juga menyebutkan, kegiatan pemecahan Guinness World Records The Poco Poco Dance ini merupakan bagian dari mensukseskan Perhelatan Asian Games sekaligus Memeriahkan HUT RI ke 73.

“ini jadi kebanggan khususnya bagi warga binaan, karena sudah ikut ambil bagian dan telah memberi warna dalam memencahkan rekor dunia,”

“Pemecahan rekor dunia senam poco-poco ini,tentunya menjadi motivasi bagi wargana binaan karena meskipun berstatus sebagai warga binaan, mereka masih bisa tampil mengharumkan nama bangsa di dunia,” tegas M. lukman. (mad)

H-3, PAN Belum Tentukan Dukungan

JAKARTA, Tribun Riau- Hingga saat ini, Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan arah dukungan pada Pilpres 2019 mendatang. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku tak khawatir tertinggal dalam persiapan Pemilihan Presiden 2019.

Sedangkan, partai koalisi Joko Widodo saat ini sudah lebih maju menyusun struktur tim pemenangan untuk Pemilihan Presiden 2019. “Gini ya, partai kan yang paling penting itu kepentingan agar di parlemennya bagus ya. kursinya di parlemen naik. Jadi, pilihan pertama bagi kita itu bagaimana partai suaranya di DPR naik suaranya, baru kedua pilpres,” ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8).

Menurutnya, PAN masih harus menentukan arah dukungan pilpres melalui mekanisme rapat kerja nasional (rakernas) pada Kamis, 9 Agustus. Rakernas itu merupakan penjadwalan ulang dari rencana awal 6-7 Agustus.

Zulkifli beralasan, PAN di tingkat wilayah masih harus melakukan rapat pleno untuk menentukan sikapnya sebelum dibawa ke forum rakernas. “Mudah-mudahan dalam satu-dua hari ini sudah selesai,” ungkap Zulkifli.

Ia juga membantah tertundanya rakernas karena belum satunya suara PAN di pusat dan di bawah. Menurutnya, saat ini kepastian ke mana PAN berlabuh di pilpres, akan ditentukan di rakernas esok lusa.

Termasuk juga nama calon wakil presiden yang akan diusulkan PAN mendampingi capres Prabowo. “Ya, itu ya harus dipastikan jangan sampai nanti kita putuskan, tapi begitu waktunya beda. Kan rakernas lagi. Jadi, sulit nggak main-main ya,” kata Zulkfli.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, koalisi poros Jokowi telah selesai terbentuk mulai dari partai koalisi, capres, dan cawapres yang sudah ditentukan dan segera diumumkan hingga programnya. Keadaan itu berbeda dengan koalisi penantang Jokowi yang belum menemukan format koalisi yang pas. Apalagi, lanjut Johnny, partai di koalisi penantang Jokowi itu juga masing-masing menginginkan posisi cawapres.

“Tentu berbeda dengan yang di sebelah, koalisinya tentu kita masih nunggu kapan dia definitif dan siapa saja. Capresnya juga belum definitif, kita menunggu siapa, apalagi cawapresnya yang msih di dalam negosiasi politik yang cukup seru ya, cukup intens, yang kita belum tahu hasil apa, apalagi juga programnya belum ada,” ujar Johnny. (rci/red)

Terbaru

Populer