Opini Jumlah TKI Lebih Banyak dari TKA, Kenapa Ngotot?

Jumlah TKI Lebih Banyak dari TKA, Kenapa Ngotot?

282
BERBAGI

TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kita tersebar di beberapa negara, jumlahnya ada yang ratusan ribu, kenapa ngotot dengan TKA (Tenaga Kerja Asing) yang ada di negeri kita?

Di China, Malaysia, Arab Saudi dan negara-negara lainnya, hampir semua TKI kita berjumlah rata-rata puluhan ribu, tapi mereka ga ribut tuh, ga minta usir-usir ke pemerintahnya.

Dua paragraf di atas sepintas benar adanya, namun jika ditelaah lebih dalam, akan tampak hanya sebagai pembenaran dan pembelaan terhadap kebijakan yang sangat timpang.

Beberapa hal juga yang harus diketahui, bahwasanya gaji tenaga kerja lokal yang diterapkan negara-negara yang dikunjungi TKI kita sangat jauh jaraknya, dan kebetulan, jika dirupiahkan, hasilnya begitu WOW, karena memang rupiah kita lemah.

Kemudian, untuk diketahui juga, TKI kita bukan dikirim tanpa permintaan, dan rerata TKI yang banyak itu hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, perkebunan dan selevelnya, gaji mereka tidak sama dgn pekerja lokal dan bisa jadi pekerja lokal tidak ada yang menjadi bawahan mereka.

Lebih jauh lagi, taraf ekonomi masyarakat pada negara yang menjadi tujuan TKI kita sudah terbilang jauh di atas kita, semisal negara2 di timur tengah, apa lagi dibanding dengan Cina, sang raksasa Asia.

Masyarakat di negara yang menjadi tujuan para TKI kita, hanya sedikit dan bisa jadi susah menemukan tenaga kerja di bidang pembantu rumah tangga, perkebunan, sopir dan lain sebagainya.

Itulah yang menjadi faktor, kenapa di negeri-negeri tujuan TKI kita tidak terjadi krasak krusuk oleh masyarakatnya akan kedatangan TKI kita, karena mereka memang butuh.

Berbeda dgn Indonesia saat ini, ketika masih ada masyarakatnya yang bisa bekerja di bagian tersebut, dan sangat2 membutuhkannya untuk menafkahi keluarganya, tidak mendapatkan kesempatan, serta yang paling parah, gaji yang diberikan kepada TKA jauh berbeda dengan gaji para naker lokal, padahal profesinya sama!!

Yang teranyar menurut beberapa pemberitaan, ada juga TKA yang diajari oleh naker lokal, kemudian setelah TKA menguasai bidang tersebut, naker lokal segera didepak alias diPHK.

ITULAH ALASAN KENAPA DI INDONESIA BISA KRASAK KRUSUK DENGAN DATANGNYA TKA YANG KATANYA CUMA BERJUMLAH 25RIBU

Oleh Iskandar Zulkarnain
Penulis adalah Redaktur Pelaksana (Redpel) di Tribunriau.com