Beranda blog Halaman 1215

Ngabalin Ngomongin Makar, Ini Peringatan dari Demokrat

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon

JAKARTA, Tribun Riau- Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengingatkan Ali Mochtar Ngabalin, sebagai Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden, untuk berhati-hati dalam membuat pernyataan soal gerakan #2019GantiPresiden. Menurutnya, upaya Ngabalin yang mengaitkan gerakan #2019GantiPresiden dengan kegiatan makar adalah tindakan sembrono.

“Saya kira Ali Mochtar Ngabali harus lebih hati-hati dalam menggunakan kata “Makar” dalam menyikapi gerakan 2019GantiPresiden. Boleh tidak suka dan merasa terganggu dengan gerakan ini, namun menyikapapinya dengan mengatakan makar adalah tindakan yang sembrono,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/8).

Menurut dia, ada baiknya orang disekitar istana yang mengerti hukum Pidana menjelaskan kepada Ali Mochtar apa yang dimaksud dengan makar dan syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi agar sah dikatakan telah terjadi makar.

Jansen menjelaskan makar atau Aanslag adalah istilah dalam hukum pidana. Di KUHP hal mengenai makar ini secara khusus diatur dibawah Bab: Kejahatan Terhadap Keamanan Negara. Inilah benang merahnya. Keamanan Negara. Ia melanjutkan, sehingga jika Ngabali menggunakan kata makar, maka berarti posisi negara saat ini dalam keadaan tidak aman.

“Kami meminta Ngabalin segera mencabut ucapannya ini. Karena ucapan ini selain telah lepas jauh dari konteks makar dalam hukum pidana juga membahayakan demokrasi kita,” jelasnya.

Jansen melanjutkan, gerakan #2019GantiPresiden merupakan bagian dari kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, dan tidak seharusnya disikapi dengan dikatakan makar. Di dalam hukum pidana, Jansen menjelaskan makar terbagi dalam beberapa jenis.

“Jadi makar ini bukan satu jenis saja, neda perbuatan, beda juga jenis makarnya. beda juga pasal yang akan dikenakan,” jelasnya.

Makar jenis pertama termuat di Pasal 104 KUHP. Makar jenis ini, menurutnya terkait upaya membunuh pemimpin negara atau merampas kemerdekaan mereka atau menjadikan mereka tidak cakap memerintah. Makar jenis yang pertama ini tentu tidak sulit dipahami.

Kemudian, kata dia, ada makar jenis yang kedua. Ini termuat dalam Pasal 106 KUHP. Makar jenis ini mengatur mengenai, ‘tindakan yang membuat sebagian wilayah negara (Indonesia) jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian wilayah negara’.

“Jadi obyek ‘serangan’ dalam Makar ini adalah ‘Kedaulatan atas Negara’ atau daerah-daerah di Indonesia. Tindakan ingin memerdekakan diri dari wilayah Indonesia menjadi Negara sendiri yang berdaulat masuk dalam jenis makar ini,”

Dan maka jenis yang ketiga, ia mengungkapkan telah diatur dalam Pasal 107 KUHP. Makar jenis ini terkait, ‘tindakan dengan niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah’. KUHP memakai kata ‘menggulingkan’. Oleh beberapa ahli dikatakan yang dimaksud dengan ‘menggulingkan’ yaitu mengganti dengan cara yang tidak sah susunan pemerintahan.

“Apakah gerakan 2019GantiPresiden ini ingin menggulingkan pemerintahan dengan jalan tidak sah dan menggunakan kekerasan? Jawabnya jelas tidak,” tegas Jansen.

Karena, menurut dia, Makar jenis yang ketiga ini mengenai mengganti pemerintahan melalui jalur yang tidak sah. Maka ini harus masuk ke ranah hukum tatanegara untuk mengetahui bagaimana cara mengganti pemerintahan yang sah. Dan jawabnya adalah melalui Pemilu.

“Pemilu 2019 besok adalah jalan yang dipilih gerakan ganti presiden ini untuk mengganti pemerintahan yang sekarang sedang berkuasa. Bukan jalan-jalan ilegal menggunakan kekerasan sebagaimana dimaksud makar di KUHP. Jadi tidak tepat makar disematkan kepada gerakan ini sebagaimana disampaikan oleh Ali Muchtar Ngabalin,” jelasnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin menyebut gerakan #2019GantiPresiden sebagai gerakan makar. “Itu hashtag #2019GantiPresiden itu adalah makar,” kata Ngabalin kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Ali Mochtar Ngabalin mendukung aparat kepolisian yang melarang deklrasi #2019 Ganti Presiden. Pasalnya ia menilai kegiatan tersebut mengganggu keamanan. “Yang teriak #2019 gantipresiden tidak menghargai proses demokrasi,” ujar. (rci/red)

Maju sebagai Cawapres, Ini Permohonan Maaf Sandi ke Warga Jakarta

Wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno
Wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

JAKARTA, Tribun RIau- Bakal calon wakil presiden (cawapres), Sandiaga Salahuddin Uno, pada Senin (27/8) membacakan surat pemberhentian dirinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di hadapan anggota DPRD dan jajaran SKPD Pemprov DKI Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh warga Jakarta.

“Saya juga mohon maaf tidak bisa menjalankan amanah lima tahun ke depan,” ujar dalam pidato pernyataan pengunduran dirinya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (27/8).

Sidang Paripurna dalam rangka pembacaan surat pernyataan berhenti sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut berlangsung kurang dari satu jam. Ia datang bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Sekda DKI Jakarta Saefullah, beberapa pejabat Pemprov DKI lainnya.

Pada awal pidatonya, Sandiaga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jakarta yang sudah memberikan kepercaan kepada dirinya dan Gubernur Anies Baswedan untuk menjabat selama lima tahun. Namun, sejalan dengan perkembangan dinamika politik di tingkat nasional, ia terpilih sebagai bakal cawapres dari Koalisi Partai Gerindra berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Dengan tidak menunda tugas dan kedinasan, saya berinisiatif mengajukan surat pemberhentian tanggal 9 Agustus kepada Gubernur DKI Jakarta untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Sandiaga.

Sandiaga Salahuddin Uno mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah 10 bulan menjabat. Surat itu disampaikan Sandiaga setelah mengikuti deklarasi bersama bakal calon presiden (capres) RI Prabowo Subianto pada Kamis (9/8).

Bersama Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik, Sandiaga menyerahkan surat tersebut ke Ruang Gubernur pada Jumat (10/8). Surat itu diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan ditindaklanjuti oleh anggota DPRD DKI Jakarta supaya bisa diberitahukan pada Kementerian Dalam Negeri.

Seusai pidato di hadapan DPRD DKI Jakarta, kepada wartawan, Sandiaga mengakui dirinya masih berutang untuk menjalankan program-program pembangunan di DKI Jakarta. Sebab, dirinya baru menjalankan peran sebagai Wakil Gubernur hanya selama 10 bulan.

“Semua program berutang, karena kan program kami lima tahun. Saya baru jalani 10 bulan,” kata Sandi kepada awak media di Balai Kota, Senin (27/8).

Namun, dirinya menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tidak mengeluhkan perihal program-program apa yang memberatkan Anies selepas ditinggal oleh Sandi. Dia hanya menyebut, Anies harus bekerja lebih kuat.

“Tidak ada, dia (Anies) bilang sekarang ya harus double saja karena tidak ada wagub. Nunggu Wagub ditunjuk yang baru. Beliau harus kerja dua kali lebih kuat,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, dirinya berharap Anies dan juga Pemprov DKI dapat melaksanakan dan menyelesaikan program-program yang masih tersisa. Dia juga meminta media untuk terus mengingatkan program-program yang harus diwujudkan.

Namun, dia menyebut tak lagi berkoordinasi dengan Anies perihal program-program untuk DKI Jakarta. Menurutnya, dirinya telah memiliki tugas baru.

“Saya sudah punya tugas baru sekarang. Nanti kalau setelah penetapan Insya Allah nanti tanggal 20 September pasti akan disibukkan untuk penyusunan tim, penyiapan program-program menyapa seluruh rakyat Indonesia dan itu kan dari Sabang sampai Merauke,” kata dia.

Oleh sebab itu, dia berkonsisten untuk berhenti dari jabatan Wagub DKI. Tujuannya, agar tidak ada politisasi di Pemprov DKI.

“Saya ingin DKI ini menjadi tentunya yang terbebas dari beban politik. Pak Anies bisa bekerja langsung. Sebentar lagi akan ada proses penunjukan wakil dan mereka bisa nggak bisa ikut agenda politik nasional,” jelas Sandi. (rci/red)

Gelar Operasi Bibir Sumbing, RS Surya Insani Rohul Raih Rekor MURI

Evi Yuliana bersama pegawai lainnya, menerima penghargaan Rekor MURI dari Jaya Suprana, karena sudah ikut operasi bibir sumbing di Rohul
Evi Yuliana bersama pegawai lainnya, menerima penghargaan Rekor MURI dari Jaya Suprana, karena sudah ikut operasi bibir sumbing di Rohul

ROKAN HULU,Tribun Riau- Rumah Sakit Surya Insani Pasir Pangaraian, Rokan Hulu (Rohul), Riau, raih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai salah satu rumah sakit yang ikut serta dalam Operasi Celah Bibir dan Langit-langit mulut dengan Jumlah Pasien, Rumah Sakit dan Dokter Spesialis terbanyak dalam sehari.

Penghargaan diberikan Ketua Umum MURI, Jaya Suprana‎, dan diterima Owner RS Surya Insani Pasir Pangaraian, Evi Juliana SE, MM,‎ Minggu (26/8/2018) kemarin.

Diakui Owner RS Surya Insani Pasir Pangaraian, Evi Juliana, bahwa penghargaan diterima merupakan keikutsertaan rumah sakitnya dalam operasi gratis anak penderita bibir sumbing dan celah langit-langit serentak se-Indonesia yang digelar pada Sabtu (11/8/2018) lalu.

Evi Juliana yang juga Ketua Kadinda Rohul, berterima kasih dan mengaku sangat bangga atas penghargaan yang diterima dari MURI tersebut.

“Kami berterimakasih ke Pemkab Rohul melalui Dinas Kesehatan Rohul, BAZNas Rohul, Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru dan Smile Traen, serta masyarakat yang sudah ikut mensukseskan program ini,” ungkapnya.

Evi Juliana alias Yuli‎ juga menerangkan, bahwa kegiayan operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit pecahkan rekor MURI, karena dilaksanakan serentak dalam sehari semalam, dan bekerjasama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI), melibatkan 45 dokter spesialis ahli bedah mulut, dan tersebar di seluruh Indonesia.

Yuli mengaku, untuk operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit digelar serentak se-Indonesia di Provinsi Riau dilaksanakan oleh dua rumah sakit, yakni‎ RS Ibnu Sina Pekanbaru dan RS Surya Insani Pasir Pangaraian.

Menurut Yuli, RS Surya Insani sendiri sudah kedua kalinya gelar operasi gratis‎ bibir sumbing dan celah langit-langit. Ia mengharapkan program ini erus dilaksanakan rutin setiap tahun, sehingga anak-anak penderita bibir sumbing merasa terbantu. (Mad)

Ahmad Dahlan Serahkan Berkas Calon PK KNPI Dumai Timur

Penyerahan berkas oleh Ahmad Dahlan kepada Wakil Sekretaris I DPD KNPI Kota Dumai
Penyerahan berkas oleh Ahmad Dahlan kepada Wakil Sekretaris I DPD KNPI Kota Dumai

DUMAI,Tribun Riau- Ahmad Dahlan beserta rekan-rekan mendatangi kantor DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jalan Patimura, Kota Dumai, Senin (27/8/2018) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kedatangan pria yang akrab disapa Ahmad beserta rekan-rekannya tersebut dalam rangka menyerahkan berkas usulan calon Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Dumai Timur dengan calon Ketua Ahmad Dahlan.

Ahmad dan rekan-rekan tersebut disambut oleh beberapa pengurus DPD KNPI, diantaranya Wakil Sekretaris I DPD KNPI, Rony, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Tengku Sayid, serta turut hadir Ketua Penasehat DPD KNPI, Khadafi, wakil ketua bidang keagamaan dan sosial, Adel Iskosa.

Berkas yang dibawa oleh Ahmad Dahlan dan rekan-rekan diterima oleh Wakil Sekretaris I DPD KNPI, Rony yang akan diteruskan kepada pengurus inti DPD KNPI untuk ditindaklanjuti.

“Berkas ini saya terima dan selanjutnya akan diteruskan kepada KSB (Ketua, sekretaris dan bendahara) DPD KNPI,” ujar Rony ketika menerima berkas dari Ahmad Dahlan.

Setelah penyerahan berkas, Ahmad Dahlan selaku calon pengurus menyampaikan visi misinya jika amanat tersebut diberikan kepadanya. “Saya akan memaksimalkan tenaga dan pikiran untuk Pemuda Dumai Timur lebih maju dan kreatif,” ujar Ahmad Dahlan di depan rekan-rekannya serta pengurus DPD KNPI yang hadir.

Calon PK KNPI Duimai Timur foto bersama dengan pengurus DPD KNPI Kota Dumai
Calon PK KNPI Duimai Timur foto bersama dengan pengurus DPD KNPI Kota Dumai

Berikut visi misi dalam berkas yang disampaikan Ahmad Dahlan serta rekan-rekan calon pengurus kecamatan (PK) KNPI DUmai Timur.

Visi: Bersama mewujudkan generasi yang mandiri, Tangguh, Terampil, Berakhlak dan mempererat hubungan tali persaudaraan antar pemuda, Misi Pertama yaitu mendorong kemandirian ekonomi Pemuda, kedua, membangun jaringan Kepemudaan, ketiga yaitu pemberdayaan Pemuda sesuai potensi yang dimilikinya.

Ahmad pun mengutarakan sejumlah permasalahan yang dihadapi pemuda, khususnya di Kota Dumai. “Saya menilai belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal maupun informal, tingginya jumlah anak putus sekolah tidak hanya merugikan generasi muda, tetapi juga merugikan bangsa,” ujarnya. (red)

Berikut calon struktur PK KNPI Dumai Timur yang diusulkan:

Ketua: Ahmad Dahlan
Sekretaris: Hamka
Bendahara: Novita, SH

Bidang-bidang
Bid. OKK: Iskandar Zulkarnain
Bid. Agama, Sosial dan Budaya: Adi Setyadi
Bid. Lingkungan Hidup: Robby
Bid. Ekonomi dan Usaha: Anto

“Aksi #2019GantiPresiden Bagian dari Kebebasan Berbicara”

Komisioner Badan Pengawas Pemilu Fritz Edward Siregar
Komisioner Badan Pengawas Pemilu Fritz Edward Siregar

JAKARTA, Tribun Riau- Komisioner Badan Pengawas Pemilu Fritz Edward Siregar mengatakan tidak ada pelanggaran kampanye terkait dengan aksi 2019 ganti presiden. “Ini bagian dari kebebasan berbicara,” kata Fritz di Jakarta, Senin (27/8) menanggapi aksi 2019 ganti presiden.

Namun demikian, Fritz mengatakan dalam menyampaikan kebebasan berbicara hendaknya tetap patuh kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Ia menyampaikan, sesuai UU No 7/2018 tentang Pemilu, maka yang disebut dengan pelanggaran kampanye baru dapat terjadi bila KPU telah menetapkan calon peserta pemilu termasuk calon presiden dan wakil presiden.

Sementara hingga saat ini belum ada satupun bakal calon presiden dan wakil presiden yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Untuk itu, menurut dia, masalah ini bukan menjadi kewenangan Bawaslu.

Fritz menyampaikan apabila terjadi hal-hal yang dinilai melanggar hukum, intimidasi, persekusi maka dapat dilaporkan ke kepolisian. “Pihak kepolisian melakukan apa yang seharusnya dilakukan,” katanya.(rci/red)

40 Personel Polres Rohul Jalani Tes Urine Tahap Dua, Ini Hasilnya

Personil Polres Rohul lakukan tes urine untuk tahap II, dan hasilnya negatif para personil tidak ditemukan konsumsi narkoba
Personil Polres Rohul lakukan tes urine untuk tahap II, dan hasilnya negatif para personil tidak ditemukan konsumsi narkoba

ROKAN HULU,Tribun Riau- Sekitar 40 personel dari seluruh satuan di Markas Komando Polres Rokan Hulu (Rohul), kembali ikuti tes urine tahap kedua Senin (27/8/2018) pagi.

Tes urine tahap dua digelar di halaman Mapolres, disaksikan Waka Polres Rohul Kompol Willy Kertamanah‎ AKS, S.Ip, M.Si, didampingi Kasat Tahti Polres Rohul Iptu Tri Hidayat, ‎Kasi Propam Polres Rohul Iptu Yohanes Tindaon, SH,‎ dan Paur Humas‎ Polres Rohul Ipda Nanang Efendi SH.

Dalam tes urine melibatkan 2 petugas dari Dokes Polri dari Polda Riau, puluhan personel yang menjalani tes dinyatakan negatif, atau tidak terbukti mengkonsumsi narkoba.

Sebut Waka Polres Rohul Kompol Willy Kertamanah‎ mengatakan, sekitar 40 anggota yang jalani tes urine tahap dua merupakan anggota dari seluruh satuan yang belum menjalani tes di tahap satu beberapa waktu lalu.

Wakapolres mengaku, tes urine tersebut merupakan kebijakan dari pimpinan, dan komitmen Polres Rohul dalam melakukan pembersihan Narkoba di internal.

“Ke masyarakat kita bersih-bersih, namun kita juga tentunya juga harus‎ bersih ke dalam,” sebut Kompol Willy, dan diakuinya dari Narkotest dilakukan hasilnya negatif.

‎Diterangkan Kompol Willy, bila nantinya ada personel Polres Rohul terbukti positif Narkoba akan diproses di sidang etik disiplin, sesuai intruksi pimpinan yang komitmen zero toleran terhadap Narkoba di tubuh Polri.

“Kita tetap akan berikan langkah punishment (hukuman/ sanksi) dengan tegas bagi personil kita yang positif kedapatan mengkonsumsi narkona,” tegasnya.

Kompol Willy juga menerangkan, bahwa Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua SIK, M.Si sejak awal juga sudah mengintruksikan ke jajarannya, bahwa dirinya akan melakukan pembersihan Narkoba dimulai dari internal. Selain personel bertugas di Mapolres‎ Rohul, Kompol Willy mengaku tes urine juga akan dilakukan di jajaran Polsek dalam waktu dekat.

Nantinya, bila ada personel positif Narkoba tegas Kompol Willy, oknum tersebut akan diajukan ke sidang etik Polri. Bila ada putusan dari Komisi Kode Etik atau KKE, hanya ada dua pilihan untuk oknum tersebut, yakni layak dan tidak layak sebagai anggota Polri.

“Selain itu, bagi personel yang terbukti positif dan terlibat peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, mereka bukan hanya jalani sidang kode etik saja, namun bisa diajukan ke sidang umum,” ungkap Wakapolres. (mad)

Dalam Kondisi Bencana, Masih Terselip Hoax

MATARAM,Tribun Riau- Pendi tampak gusar. Jemarinya terus memainkan telepon seluler (ponsel) untuk mendengarkan pesan suara dalam layanan aplikasi WhatsApp. Teriakan-teriakan bahwa air laut naik berbunyi begitu ia menekan tombol play.

Tanpa pikir panjang, pedagang warung makan di daerah Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, itu langsung mengambil sepeda motornya menuju jalan raya di Kota Mataram. “Pokoknya pikiran saya saat itu keluar dulu deh dari kos. Cari tempat yang lebih tinggi,” ujarnya sembari mengingat kejadian mencekam pada Ahad (5/8) malam.

Gempa berkekuatan magnitudo 7 Skala Richter (SR) pada malam itu membuat panik hampir seluruh warga di Pulau Lombok, termasuk di Kota Mataram, yang menjadi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ruas jalan raya yang biasanya lengang menjadi begitu padat oleh kendaraan.

Padamnya aliran listrik kian menambah suasana mencekam. Selang berapa jam kemudian, kondisi berangsur normal setelah adanya pengumuman bahwa potensi tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG dinyatakan berakhir.

Hari-hari berikutnya, gempa seolah tak mau pergi dari Pulau Seribu Masjid, meski dalam guncangan yang relatif lebih kecil. Pelan-pelan, masyarakat mulai menata diri, meski banyak yang memilih tidur di luar rumah atau kos.

“Saya masih tidur di luar kos. Soalnya ada info akan ada gempa susulan lagi, jadi masih khawatir,” kata pemuda berusia 26 tahun tersebut.

Pendi merupakan satu dari sekian banyak warga Lombok yang menerima pesan berantai tentang adanya gempa susulan dengan skala besar. Terlebih, kata dia, ada juga informasi tentang komplotan pencuri yang diterjunkan untuk mengambil barang-barang milik warga. Belum usai isu pencurian, mulai muncul isu tentang adanya telapak tangan atau kaki yang ada di dinding-dinding rumah warga.

Baru-baru ini, Pendi juga menerima kabar tentang akan adanya bencana besar yang terjadi pada Ahad (26/8) dengan alasan bencana besar kerap terjadi pada tanggal 26 yang kebetulan pada 26 Agustus jatuh pada Ahad. Warga masih sangat khawatir lantaran tiga gempa besar yang terjadi sebelumnya juga terjadi pada Ahad (29/7), Ahad (5/8), dan Ahad (19/8).

Sontak, Mataram pada Ahad (26/8) seakan menjadi kota yang tak bergairah. Banyak usaha yang memilih menutup diri, tak sedikit warga, terutama yang berada di pesisir pantai, memilih menjauh ke rumah saudaranya. Sementara warga lainnya, memilih tinggal di tanah lapang berkumpul bersama warga lain.

Pendi sendiri memilih sedikit melawan arus. Ia tetap membuka usaha warung makan. Dia mengaku telah mendapat informasi dari seorang tuan guru (kyai) yang sedang berada di Tanah Suci.

“Tadi Tuan Guru kirimkan pesan suara, intinya meminta warga tetap tenang, dan InsyaAllah apa yang beredar di media sosial tentang adanya bencana besar itu tidak benar,” kata Pendi.

Namun, Pendi tak membuka warungnya sampai malam, seperti biasanya. Ba’da magrib, ia memilih menutup warung karena sepinya pembeli. “Sudah berapa minggu sepi terus karena orang-orang entah pada ke mana, mungkin pada ngungsi kayaknya,” ucapnya.

Sejatinya, pemerintah melalui BMKG, TNI, Polri, maupun pemerintah daerah berulangkali menyampaikan warga untuk tidak menelan mentah-mentah isu yang beredar, karena rentan hoaks. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Tri Budiprayitno mengakui cukup banyaknya hoaks yang beredar pada masa-masa tanggap darurat.

“Gempa sudah meluluhlantakan bangunan fisik, infrastruktur. Hoaks sudah meluluhlantakkan jiwa, semangat, dan psikis kita semua,” kata Tri.

Ia meminta dengan sangat kepada pihak-pihak yang memproduksi informasi hoaks untuk segera menghentikan sikapnya. Dia memandang, penyebaran hoaks membuat suasana menjadi semakin tidak nyaman dan juga menambah persoalan dalam penanganan korban gempa.

Tri bersama kepolisian sedang mencari tahu pihak-pihak penyebar hoaks agar bisa ditindak karena sangat meresahkan warga. “Ada beberapa kasus hoaks, polisi siber, TNI siber, dan Diskominfotik juga turun sudah bergerak,” ucapnya.

Dia juga meminta peran media arus utama untuk ikut membantu pemerintah dalam menangkal isu hoaks. Kepada masyarakat, Tri mengimbau untuk tidak langsung percaya informasi yang belum jelas kebenarannya dan berasal dari sumber-sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalau menerima sesuatu informasi yang dirasa tidak jelas, cukup berhenti di HP-nya, tak perlu share ke sana-sini,” kata Tri menambahkan. (rci/red)

Paskibraka Kota Sibolga Study Wisata dan Silaturahmi Dengan Paskibraka Rohul

Paskibraka Pemko Sibolga, study wisata dan silaturrahmi dengan Paskibraka Rohul, di Pasir Pangaraian
Paskibraka Pemko Sibolga, study wisata dan silaturrahmi dengan Paskibraka Rohul, di Pasir Pangaraian

ROKAN HULU,Tribun Riau- Sekitar seratus anggota Petugas Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) gelar study wisata sekaligus silaturahmi dengan Paskibraka Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Jumat (24/8/2018) kemarin.

Paskibraka Kota Sibolga dan rombongan, datang ke Kabupaten Rohul dipimpin Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sibolga‎ H. Haslan Efendy, S.Sos, Seketaris Dinas Pariwisata Kota Sibolga Alwi Umri Siregar‎, Kabid Kepemudaan Disparpora Sibolga Rahmad Rizky Daulay, S.Kes, M.Kes, serta para pelatih Paskibraka Kota Sibolga.

‎Rombongan disambut hangat Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setdakab Rohul Ir. H. Muhammad Ruslan M.Si di Kantor Disdikpora Rohul, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul Drs. Yusmar M.Si.

Juga ikut menyambut romobongan, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Rohul H. Khaidir, S.pd, perwakilan Koramil 02 Rambah Pelda Ali Basri‎, serta para pelatih serta anggota dan purna Paskibraka Rohul.

Dalam silaturahmi antara Paskibraka Kota Sibolga dan Paskibraka Rohul, diawali pembacaan ayat suci dilanjutkan doa bersama, menyanyikan lagu nasional, penyerahan cinderamata dan lainnya.

Asisten II Bidang Ekbang Setdakab Rohul M. Ruslan mengaku, Kabupaten Rohul terdiri dari banyak suku dan agama tersebar di 16 kecamatan.

“Walau banyak suku dan agama, kami tetap rukun, menjunjung rasa persatuan dan kesatuan,” kata Ruslan.‎

Kemudian, Ruslan sangat berterima kasih kepada Pemko Sibolga yang telah sudi silaturahmi ke Kabupaten Rohul. Menurutnya, silahturahmi bisa memperpanjang umur dan memudahkan rejeki.

Kemudian, Kepala Disparpora Kota Sibolga, ‎Haslan Efendy mengatakan, bahwa Kota Sibolga adalah salah satu kota tua di Provinsi Sumatera Utara, dan sudah berusia 318 tahun.‎ ‎Kota Sibolga dengan pendapatan asli daerah atau PAD sebagian besar bersumber dari sektor perikanan juga terdiri dari beragam suku dan agama.

‎Jelas Haslan mengakui, tujuan Paskibraka Kota Sibolga silaturahmi ke Kabupaten Rohul adalah untuk study wisata, sekaligus silaturahmi dengan Paskibraka Rohul.

“Ini kegiatan tahunnya yang dilaksanakan Pemko Sibolga. Tahun lalu kita study wisata ke Bukit Tinggi, kami sangat senang berkunjung ke Kabupaten Rohul,“ ucap Haslan.‎

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar mengatakan, bahwa keberagaman Melayu di Kabupaten Rohul yang berjuluk Negeri Seribu Suluk, ada wisata alam dan wisata religi seperti Masjid Agung Islamic Center Rohul dan Makam Raja-raja Rambah.

“Kemudian, objek wisata laut di Rohul tidak ada. Bila kalau mau bermanja-manja dengan air panas bisa datang ke objek wisata Air Panas Hapanasan,” ajak Yusmar.

Kegiatan baru usai sekitar pukul 11.30 Wib, kemudian Asisten II Bidang Ekbang Setdakab Rohul M. Ruslan, juga memasangkan tanjak khas Rohul Unak Serantau kepada Kepala Disparpora Kota Sibolga Haslan Efendy.

Kemudian,‎ Kepala Disparpora Kota Sibolga Haslan Efendy ikut memasangkan ulos ke Asisten II Bidang Ekbang Setdakab Rohul M. Ruslan. (mad)

PSI: #2019GantiPresiden Provokatif

JAKARTA,Tribun Riau- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai aksi tagar #2019GantiPresiden sudah mulai berubah dari kampanye negatif menjadi kampanye hitam. PSI juga sepakat jika aksi ini disebut menyebarkan kebencian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Penggunaan tagar ini memang sangat provokatif. Sebagai sebuah kampanye negatif yang mulai berubah menjadi kampanye hitam. Meminjam istilah Prof Dr. Jimly Asshiddiqie, gerakan politik ini adalah ‘menyebar kebencian terhadap presiden yang masih menjabat’,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni di Jakarta, Senin (27/8).

Toni mengaku prihatin dengan kericuhan yang terjadi di beberapa kota di Indonesia sebagai aksi dan reaksi terhadap gerakan politik tagar #2019GantiPresiden. Menurutnya, aksi gerakan menyebar kebencian terhadap presiden yang masih menjabat itu sangat potensial menuai reaksi penolakan karena Presiden Jokowi merupakan presiden yang dicintai rakyat.

“Presiden Jokowi memberikan layanan pendidikan dan kesehatan terbaik bagi rakyat dalam sejarah republik ini. Presiden yang membangun infrastruktur untuk masa depan anak muda bangsa, presiden yang berhasil menekan inflasi sehingga meringankan beban belanja kebutuhan pokok ‘emak-emak’,” ujar dia.

Toni menegaskan semua warga negara berhak menikmati ruang publik yang demokratis. Namun di tahun politik ini, dia menyarankan agar semua kelompok kepentingan menghindari provokasi yang berpotensi membuat kericuhan di akar rumput.

Dia menyarankan agar pegiat tagar #2019GantiPresiden memulai kampanye positif, misalkan dengan mengubah tagar menjadi #2019PrabowoPresiden atau #2019PASmenang dan lain sebagainya, yang lebih mendidik masyarakat.

“Kepada para pecinta Pak Jokowi diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kita patut mencontoh politik santun Pak Jokowi yang tidak pernah marah meski dihina, dicaci-maki selama empat tahun terakhir. Kepada Tuhan YME kita berlindung dan berpasrah diri,” kata dia. (rci/red)

Alwi: Kita Bantu Masyarakat Nelayan Batam

Sekretaris Dinas Perikanan Pemko Batam, Alwi
Sekretaris Dinas Perikanan Pemko Batam, Alwi

BATAM,Tribun Riau- Semenjak banyaknya berdiri perusahaan galangan kapal di Pulau Batam, Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan terpaksa mencari ikan lebih jauh dari zona sebelumnya. Tak hanya itu, penghasilan para nelayan-pun ikut turun.

Namun, Dinas Perikanan Pemko Batam tak tinggal diam atas keluh kesah nelayan tersebut, Sekretaris Dinas Pemko Batam, Alwi menyatakan akan membantu semaksimal mungkin untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan yang ada di Batam.

Dikatakannya juga, pihaknya tengah meminta bantuan kepada Provinsi dan pusat, bantuan tersebut berupa pelatihan, alat tangkap, serta hal-hal yang menunjang profesi nelayan di Pulau Batam.

“Kita harapkan kementerian perikanan dan dinas perikanan provinsi akan berikan bantuan alat tangkap untuk zona yang lebih jauh, pelatihan, dan mengharapkan perjinan dipermudah, ijin tangkap, ijin angkut, ijin berlabuh, serta subsidi bahan bakar dari pertamina,” ujar Sekretaris Dinas Perikanan Pemko Batam, Alwi kepada Tribunriau Senin (27/8/2018) di ruang kerjanya di kantor dinas Perikanan Sekupang.

Selain itu, pihaknya juga berharap semua elemen dapat bersinergitas, serta peka terhadap ekonomi masyarakat, khususnya nelayan.

“Kita juga mengharapkan semua stakholder Pertamina, Kementerian Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi secara terpadu dan terintergritas, mulai memverifikasi, kalau mau meningkatkan kesejahteran masyarakat nelayan Batam, masyarakat Nelayan banyak mengajukan Proposal permohonan alat bantuan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana alat tangkap, berupa bubu, bento, kramba, dll. Kita akan akomodir semua proposal, kita kumpulkan baru kita usulkan melalui musrembang, tingkat kota, melalui provinsi dan sampai ke pusat,” jelasnya.

Sebelumnya, Alwi mengatakan bahwa Nelayan di Batam pernah mendapatkan bantuan dari Pusat, bantuan tersebut berupa pompong, alat tangkap, serta alat lainnya.

“Kita sudah beberapa kali mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, DAK bagi nelayan berupa pompong, alat tangkap, mesin, juga memberi pelatihan dan petugas penyuluh, dari 500 KUB nelayan yang ada di Batam,” pungkasnya. (lian)

Terbaru

Populer