Beranda blog Halaman 1211

Kemenkoinfo Targetkan Seluruh Sekolah Miliki Akses Internet Gratis

JAKARTA. Tribun Riau- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berupaya memperluas akses internet untuk sekolah di seluruh Indonesia. Ditargetkan akses internet cepat dapat dinikmati pada 2022.

“Pada Tahun 2022 seluruh sekolah di Indonesia dapat menikmati internet dengan koneksi yang baik,” kata Menteri Kominfo, Rudiantara, dalam forum diskusi Optimisme Menatap Masa Depan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (30/8).

Rudiantara menegaskan, hal tersebut dimungkinkan dengan adanya akses internet cepat Palapa Ring. Ia mengatakan Palapa Ring saat ini sedang dalam proses pembuatan. Palapa ring akan dilengkapi kabel jaringan fiber optik di laut Indonesia dan satelit untuk internet kecepatan tinggi.

“Sekarang sekolah-sekolah di Indonesia memang sudah bisa menggunakan internet. Tapi pada kenyataannya internet itu baru dipakai saat UNBK,” kata Rudiantara menjelaskan.

Diharapkan, lanjut dia, dengan adanya penggunaan internet di seluruh sekolah di Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi generasi masa depan bangsa. Pasalnya, dengan adanya internet dapat mengubah pola belajar di Indonesia yang masih terlalu fokus dengan menghafal daripada memahami konsep.

“Dengan adanya koneksi internet yang baik di tiap sekolah, para guru bisa memberikan sebuah permasalahan untuk diselesaikan, lalu para siswa dapat mencari referensi di internet, mengumpulkannya, dan merangkumnya menjadi sebuah jawaban dari permasalahan,” kata dia. (rci/red)

Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi

NEW YORK, Tribun Riau- Harga minyak naik ke tingkat tertinggi dalam lebih dari sebulan pada akhir perdagangan Kamis (30/8) atau Jumat (31/8) pagi WIB. Lonjakan harga minyak ini dipicu terganggunya pasokan minyak mentah dari Iran dan Venezuela dan setelah persediaan AS menurun.

Harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 0,74 dolar AS menjadi menetap di 70,25 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober bertambah 0,63 dolar AS menjadi 77,77 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Kedua kontrak berjangka mencapai tertinggi dalam lebih dari satu bulan. “Reli yang dimulai pada awal perdagangan mengalami akselerasi sehingga minyak mentah AS naik di atas 70 dolar AS per barel, dan lebih banyak spekulan memasuki pasar,” kata Bob Yawger, direktur berjangka di Mizuho di New York.

“Ada beberapa ‘tailwinds’ (kondisi atau situasi yang akan membantu menggerakkan pertumbuhan lebih tinggi) yang bagus di sini yang akan membuat orang-orang bergabung,” kata dia menambahkan.

Melebarnya premi Brent terhadap WTI kemungkinan akan mendorong ekspor minyak mentah AS. “Ini membuat persediaan AS lebih rendah dan meningkatkan aktivitas setelah data persediaan mingguannya turun,” ujar Yawger.

Brent telah meningkat hampir 10 persen selama dua minggu terakhir karena meluasnya persepsi bahwa pasar minyak global semakin ketat. Selain pasokannya bisa semakin berkurang dalam beberapa bulan ke depan, karena sanksi-sanksi AS membatasi ekspor minyak mentah dari Iran.

“Ada banyak faktor yang mendukung di sini,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

Selain dukungan dari peristiwa geopolitik, menurut Kilduff, bencana alam dapat berdampak pada pasar jika badai potensial saat ini di lepas pantai Afrika menguat dan menuju ke Teluk Meksiko.

“Pasar minyak sekali lagi sedang mengetat,” kata Giovanni Staunovo, analis bank Swiss, UBS di Zurich.

“Penurunan ekspor minyak Iran sudah terlihat jelas sebelum sanksi-sanksi AS terkait minyak, yang mulai berlaku pada November.”

Ekspor minyak mentah Iran kemungkinan akan turun menjadi sedikit lebih dari dua juta barel per hari (bph) pada Agustus, dibandingkan tertinggi 3,1 juta barel per hari pada April, karena para importir tunduk pada tekanan Amerika untuk memangkas pesanan mereka.

Kepala pemasaran minyak milik negara Irak SOMO, Alaa al-Yasiri, mengatakan pada Rabu (29/8) bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), di mana Iran adalah produsen terbesar ketiga, akan bertemua pada Desember mendatang. OPEC akan membahas apakah mereka dapat mengkompensasi penurunan tak terduga dalam pasokan Iran setelah sanksi dimulai pada November.

Ekspor minyak mentah dari negara-negara anggota OPEC yang dilanda krisis Venezuela juga merosot tajam, berkurang separuhnya dalam beberapa tahun terakhir menjadi sekitar satu juta barel per hari.

Badan Energi Internasional (IEA) telah memperingatkan tentang pengetatan pasar menjelang akhir tahun, karena penurunan pasokan di negara-negara seperti Iran dan Venezuela dikombinasikan dengan permintaan yang kuat, terutama di Asia. “Pasti ada kekhawatiran bahwa pasar minyak dapat mengetat menjelang akhir tahun ini,” kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol kepada Reuters, Rabu (29/8).

Analis minyak global BNP Paribas, Harry Tchilinguirian, menyoroti kombinasi dari risiko-risiko pasokan. “Ketika ekspor minyak Iran hilang di pasar, produksi Venezuela terus menurun, Angola berjuang untuk mempertahankan produksi dan Libya tunduk pada penghentian operasi episodik (tak terduga),” katanya kepada Reuters Global Oil Forum.

“Jalur paling sedikit resisten (untuk harga), setidaknya dalam pandangan kami, sudah habis.”

Namun, pasar bisa menghadapi tantangan baru dari ketidakpastian tentang pertumbuhan di pasar negara-negara berkembang, kata Kilduff dari Again Capital. “Apa yang sedang menahan kami adalah kekhawatiran permintaan. Kami pikir Argentina sedang menyelesaikan sesuatu dan itu adalah faktor pengurang.”

Bank sentral Argentina pada Kamis (30/8) menaikkan suku bunga acuannya menjadi 60 persen dari 45 persen dalam upaya untuk mengendalikan inflasi berjalan lebih dari 31 persen, karena mata uang negara itu jatuh 15,6 persen ke rekor terendah 39 peso per dolar AS. (rci/red)

Tiga Cabor Masuk KONI Kampar, Satu Cabor Masih Dalam Tahap Uji

Rapat anggota KONI
Rapat anggota KONI

KAMPAR, Tribun Riau – Setelah dibuka Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, yang dihadiri Ketua KONI Riau Emrizal Pakis, Ketua KONI Kampar Abdul Gafar beserta seluruh pengurus dan dihadiri peserta dari 26 Cabang Olahraga dan melaksanakan Rapat Anggota KONI Kabupaten Kampar tahun 2018 dengan tema kita tingkatkan fungsi kelembagaan organisasi olahraga untuk terwujudnya peningkatan Prestasi Atlit Kabupaten Kampar yang diselenggarakan di aula Kantor KONI maka secara Aklamasi 3 Cabor resi bergabung dengan KONI Kampar, sementara 1 Cabor masih dibentuk Tim Penguji. Jumat(31/8).

Sebelumnya Kabupaten Kampar hanya memiliki 22 Cabang Olahraga dan di tahun ini terdapat penambahan 4 Cabor sehingga kedepannya KONI Kampar akan melakukan pembinaan terhadap 26 Cabor.

Namun setelah dilakukan sidang oleh anggota pengurus KONI yang dipimpin Ketua Sidang Abdul Gafar serta perwakilan dari 26 Cabor. maka diputuskan secara Aklamasi 3 Cabor resmi masuk kedalam kepengurusan KONI Kampar diantaranya Cabor Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN), Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI).

Sementara satu Cabor Persatuan Olahraga Billyard Seluruh Indonesia (POBSI) selama masa sidang belum diresmikan karena secara Aklamasi belum memenuhi persetujuan seluruh pengurus dan perwakilan dari seluruh Cabor yang menghadiri sidang, sehingga disepakati untuk membentuk Tim Peninjauan dan Penguji yang akan dibentuk oleh KONI.

“Rapat Anggota ini sebagai evaluasi program dan kinerja KONI tahun 2017 serta merencanakan program dan kegiatan KONI tahun 2018 guna meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Kampar.”ungkap Gafar

Pengurus KONI Kabupaten Kampar sebanyak 57 orang, pengurus Cabor 44 orang, koordinator olahraga kecamatan 21 orang dan peninjau yang terdiri dari Dewan Penyantun, Dewan Penasehat dan 4 Cabor baru calon anggota KONI Kampar secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kampar yang diadakan di Aula KONI Kampar pada hari Kamis, 30/8.

Melalui rapat anggota ini semoga KONI dapat merumuskan peningkatan Prestasi olahraga di Kabupaten Kampar kedepannya.(DiskominfoKampar/DAT)

Usai Reses Di Gading Sari, Adriyan Bagikan Masker Di Karya Indah

KAMPAR, Tribun Riau- Usai melaksanakan reses masa sidang ke II Tahun 2018 di Desa Gading Sari Kecamatan Tapung Kab.Kampar, Kamis pagi (30/08/2018). Adriyan Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Kampar dari Fraksi Partai Gerindra ini lanjut berkunjung singgah di Desa Karya Indah Kec.Tapung Kab.Kampar guna pembagian Masker kepada para generasi bangsa dilembaga pendidikan yang ada di Desa Karya Indah.

Sebelumnya, Kegiatan reses Adriyan di Desa Gading Sari berjalan sukses dan lancar dengan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Gading Sari Tasmanto beserta staf dan masyarakat Gading Sari umumnya. “disana masyarakat sangat antusias menyampaikan aspirasi mereka, dan itu nantinya akan kami sampaikan di tingkat Provinsi melalui DPRD Provinsi Riau.” Ungkap Adriyan.

Selanjutnya, Adriyan beserta rombongan langsung menuju Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru Kota usai melaksanakan reses tersebut. Namun, Anggota DPRD Provinsi Riau ini singgah bersama rombongan di SMPN 10 Tapung di Desa Karya Indah.

Dijelaskan Adriyan, bahwa dalam kegiatan di SMPN 10 Tapung tersebut bertujuan memberikan perhatian khusus terkait antisipasi gangguan kesehatan akibat polusi udara yang disebabkan beberapa faktor penganggu udara beberapa waktu belakangan ini. Khususnya, maraknya terjadi kebakaran lahan dan hutan di Desa Karya Indah sehingga membuat polusi udara terganggun.

Adapun sasaran pembagian dan penyerahan masker di tujukan khusus terhadap generasi penerus bangsa, agar kesehatan generasi penerus bangsa tetap terjaga dengan mengantisipasi awal terkait gangguan polusi udara.

Selanjutnya, disampaikan Adriyan didampingi Agustina Maryani beserta rombongan, “semoga apa yang kami lakukan semata-mata untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan para generasi penerus bangsa yng lebih baik.” tuturnya.

“karena saya melihat ketika saya berangkat reses di desa gading sari tadi pagi, dalam perjalanan dipenuhi kabut asap yang tebal dengan jarak pandang berkisar 30 meter saja. Saya prihatin dan saya niatkan pulang dari kegiatan reses akan menyambangi desa karya indah dengan sasaran para pelajar.” imbuh Adriyan.

Kamis siang (30/08), Adriyan ketika dijumpai wartawan di SMPN 10 Tapung Desa Karya Indah saat melakukan pembagian masker hingga usai, selanjutnya diteruskan dengan menitipkan 3 Dus Karton Masker untuk dibagikan kesekolah lainnya yang ada di Desa Karya Indah oleh pihak pemuda Desa Karya Indah, yang turut dihadiri perwakilan Karang Taruna Desa Karya Indah, M.Hasbi bersama Syahril.

“saya berharap pembagian masker selanjutnya, diutamakan untuk genarasi penerus bangsa tingkat PAUD dan Taman Kanak-kanak, baru dilanjutkan ketingkat sekolah dasar serta SMA nya.” beber Adiyan mengajak.

Ditempat yang sama, Kepala SMPN 10 Tapung H Nasrun Wagiman SPd didampingi Waka Humas SMPN 10 Tapung, Siti Meilia SPd mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian terhadap para siswa-siswi SMPN 10 Tapung oleh Adriyan dari Anggota DPRD Provinsi Riau yang didampingi Agustina Maryani sebagai Asisten dan juga merupakan Aktivis Perempuan di Tapung, beserta rombongan ini.

“kami juga menyampaikan permohonan bantuan kepada pak adriyan untuk dapat memberikan SMPN 10 Tapung terkait kekurangan ruang kelas 3 ruangan dan ruangan majlis gurunya. Semoga pak adriyan sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Riau bisa menyuarakan aspirasi kami dari SMPN 10 Tapung untuk disikapi segera.” Ujar Kepala Sekolah melalui Waka Humas SMPN 10 Tapung.

Hasbi didampingi Syahril, mewakili pemuda pemudi Desa Karya Indah atas nama Karang Taruna Desa turut hadir juga dalam kegiatan Adriyan Anggota DPRD Provinsi Riau tersebut mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Riau, Adriyan beserta rombongan terhadap Para peserta didik Generasi Penerus Bangsa di lembaga pendidikan yang ada di Desa Karya Indah.

Dalam hal ini, Hasbi juga menyampaikan, “permohonan maaf Kepala Desa Karya Indah yang tidak bisa turut hadir bersama kegiatan hari ini, karena beliau sedang dalam melaksanakan tugas dinas di Kecamatan dan Kabupaten.” tutup Sekretaris Karang Taruna Desa Karya Indah.

Turut hadir dalam kegiatan ini, seluruh Staf Sekolah dan Tenaga Pengajar SMPN 10 Tapung, Komite SMPN 10 Tapung Muhammad Nazri SPdI dan masyarakat setempat bersama siswa siswi SMPN 10 Tapung, Acara usai Pukul 15.00 WIB. (hbi)

Siswi Non Muslim Kenakan Jilbab, Ini Klarifikasi dari SMAN 2 Rambah Hilir

Rapat Mediasi permasalahan siswi non muslim berjilbab di SMAN 2 Rambah Hilir yang akhinya sudah tuntas
Rapat Mediasi permasalahan siswi non muslim berjilbab di SMAN 2 Rambah Hilir yang akhinya sudah tuntas

ROKAN HULU,Tribun Riau- Ricuh terkait persoalan siswi non muslim berjilbab di SMA Negeri 2 Rambah Hilir (Berwawasan Unggulan), Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah tuntas dimusyawarahkan. Pihak sekolah akan edarkan surat imbauan agar siswi non muslim dianjurkan tidak kenakan jilbab ke sekolah.

Dimana, sekitar 21 siswi non muslim di SMA Negeri 2 Rambah Hilir yang mengenakan jilbab ke sekolah‎, sudah jadi kebiasaan siswi non muslim berjilbab yang sudah ada sejak sekolah tersebut berdiri dari tahun 2002 , dan sempat diprotes salah seorang orang tua siswi.

Permasalahan itu, akhirnya dapat diselesaikan melalui pertemuan (mediasi) dihadiri Wakil Kepala Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah, Kepala SMAN 2 Rambah Hilir Nurman S.Pd, komite sekolah, sejumlah orang tua siswi non muslim‎, di aula SMA Negeri 2 Rambah Hilir, Kamis (30/8/2018) pagi.

Di pertemuan itu, juga dihadiri Kepala Kesbangpol Rohul Musri, Kapolsek Rambah Hilir Iptu Budi Ikhsani, Sekcam Rambah Hilir, Plh Kasat Intelkam Polres Rohul Ipda Sudarto S.Sos, Hulubalang Rambah Hilir Amin P, Tokoh Masyarakat Batak Balasroha Manik, dan pihak terkait lainnya.

Dalam pertemuan yang baru selesai tengah hari, Kepala SMA Negeri 2 Rambah Hilir Nurman menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat klarifikasi ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait siswi non muslim yang mengenakan jilbab‎.

Isi surat itu, dimana pihak sekolah menyatakan tidak ada aturan tertulis atau kewajiban bagi siswi non muslim mengenakan jilbab, tetapi siswi non muslim yang mengenakannya atas kesadaran sendiri dan bukan atas unsur paksaan.‎ Bahkan pihak sekolah juga tidak pernah berikan sanksi bagi siswi non muslim yang tidak mengenakan jilbab.

Pemakaian jilbab bagi peserta didik siswi non muslim jelas Nurman, sebenarnya hal itu sudah jadi kebiasaan sejak berdirinya SMA Negeri 2 Rambah Hilir 2002. Namun, itu tidak ada paksaan bagi siswi non muslim harus kenakan jilbab.

Di mediasi tersebut, Nurman menyampaikanmnya pada Senin (27/8/2018), dimana pihak SMA Negeri 2 Rambah Hilir‎ kembali mengimbau ke orang tua siswi non muslim, agar anaknya tidak lagi mengenakan jilbab ke sekolah.

“Mulai kini, SMA Negeri 2 Rambah Hilir kita tegaskan sekolah, tetap membebaskan‎ siswi non muslim tidak berjilbab. Sekolah menjamin tidak akan ada intimidasi atau pengaruh terhadap nilai siswi yang tidak berjilbab, ucap Nurman.

“Di dunia pendidikan kita mendidik anak‎ secara demokrasi, artinya dengan demokrasi dia kreatif, timbul inovasi-inovasi dan pola pikir cerdas,” sebut Nurman menambahkan.

Sehingga menurutnya, permasalahan mengenakan pakaian bukan prinsif. “Yang terpenting semangat belajar, mau pakai jilbab silahkan saja, dan bagi yang tidak mau silahkan,” ucapnya

‎Nurman menyatakan, bila diperlukan SMA Negeri 2 Rambah Hilir nantinya membuat surat edaran atau surat imbauan ke orang tua, guna mempertegas bahwa pihak sekolah tidak pernah melarang siswi non muslim untuk tidak kenakan jilbab ke sekolah.

Kemudian, sikapi hasil rapat Waka Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah menyatakan, masalah yang terjadi di SMA Negeri 2 Rambah Hilir sebenarnya masalah internal sekolah, dan salah persepsi.

Dirinya menilai masalah itu bukan masalah besar. Apalagi, dari hasil mediasi ada semangat bersama, baik dari pihak sekolah dengan para wali siswa untuk memajukan kualitas pendidikan di SMA Negeri 2 Rambah Hilir.

“Ini hanya miss persepsi saja. Di pertemuan yang digelar, saya lihat ada semangat‎ kebersamaan, semangat orang tua dan sekolah sebagai pendidik. Di rapat mediasai ini untuk lebih memajukan ataupun mendorong siswa lebih kreatif dan lebih maju lagi kedepanya,” tegas Kompol Willy, dirinya mengaku hasil pertemuan adanya kesepakatan bersama.

Wakapolres Kompol Willy berharap, agar tidak terjadi lagi miss persepsi ke depannya, pihak SMA Negeri 2 Rambah Hilir dan komite sekolah akan tingkatkan pertemuan rutin sehingga proses komunikasi agar tetap lancar.

Di tempat sama, ‎Pengawas SMA dari Kantor Cabang (Kanca) Disdik Rohul, Drs. Hasyim, mengatakan pihaknya akan terus memantau hasil pertemuan tersebut. Ia menjamin masalah ini tidak terulang lagi, dan tidak ada intimidasi kepada siswi non muslim yang tidak berjilbab.

“Permasalahan ini sudah selesai, apakah nantinya ada intimidasi‎ Insya Allah itu akan kami pantau, maka kami jamin tidak ada lagi masalah itu,” tegas Hasyim.

Hasyim menilai, permasalahan terjadi karena hanya miss komunikasi antara salah seorang wali murid dengan pihak sekolah. Disarankannya, masalah internal seperti ini diselesaikan di interen sekolah.

Kepala Kantor Cabang Disdik Rohul Hamdan Nasution‎ menambahkan, bahwa tidak ada intimidasi dan perlakuan negatif kedepannya.‎ Pihaknya akan intens memantau SMA Negeri 2 Rambah Hilir.

Tokoh Masyarakat Batak, Balasroha Manik mengaku, bahwa seragam yang berlaku‎ sejak SMA Negeri 2 Rambah Hilir berdiri sebenarnya tidak logis bagi siswi non muslim, sebab ada yang senang dan ada yang tidak senang.

Manik menyambut baik, dengan adanya kesepakatan dari pertemuan dengan berbagai pihak tersebut. Ia mengatakan akan beritahukan ke siswi hasil keputusan pertemuan‎, bahwa di SMA Negeri 2 Rambah Hilir tidak ada paksaan bagi siswi non muslim untuk kenakan jilbab.

Bahkan diakui salah seorang siswi non muslim SMA Negeri 2 Rambah Hilir, Hendron Sihombing‎, dirinya senang dan puas sebab pertemuan‎ tersebut membuahkan hasil. Sihombing mengatakan, tidak akan permasalahkan lagi masalah‎ ini, sebab ada kejelasan bahwa siswi non muslim di SMA Negeri 2 Rambah Hilir tidak harus memakai jilbab ke sekolah. (mad)

Ketua KNPI Rohul Buka Open Turnamen Pemuda Pekantebih CUP 2018

Foto bersama pada pembukaan open turnamen pemuda pekan tebih cup 2018
Foto bersama pada pembukaan open turnamen pemuda pekan tebih cup 2018

ROKAN HULU,Tribun Riau- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rokan Hulu (Rohul), Zulfahrianto, buka Open Turnamen Pemuda Pekantebih CUP 2018, di Lapangan sepak bola Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Rabu (29/8/2018) sore kemarin.

Open turnamen Pemuda Pekan Tebih, diikuti 54 tim sepak bola baik dari dalam dan luar daerah Rohul, memperebutkan tropy (piala) bergilir dan hadiah utama Rp10 juta. Kegiatan juga dihadiri anggota DPRD Rohul, Abdul Muas, Mukhsin, Ketua KONI Rohul Khairul Fahmi, didampingi Humas Alfa Syaputra, Camat Kepenuhan Hulu ‎Junizar, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Turnamen Pemuda Pekan Tebih Cup, Abu Bakar berterima kasih, kepada seluruh tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, KNPI Rohul, KONI Rohul, serta para Donatur yang ikut mensukseskan terselenggaranya turnamen tersebut.

Menurutnya, turnamen Pemuda Pekan Tebih Cup 2018 digelaer dalam rangka memperingati hari kemerdekaan dan Sumpah Pemuda, dan turnamen akan dilaksanakan sekitar 2 bulan. Hadiah bagi yang juara utama, selain mendapatkan piala bergilir dan uang tunai sebesar Rp 10 juta, sedangkan bagi Runner Up akan mendapat uang tunai Rp7 juta.

“Kita gunakan sistem gugur, dan ini dilakasakan sekitar lebih dua bulan,” sampainya.

Abu Bakar berharap, seluruh tim yang bertanding bisa menjaga sportifitas, karena tanpa adanya Sportifitas tentunya pertandingan tidak akan berjalan dengan lancar dan baik.

Sementara itu, menurut Ketua KNPI Rohul, Zulfahrianto, dirinya meminta seluruh pemain agar selalu menjunjung sportifitas dalam bertanding. Sementara bagi wasit, juga diminta netral dan adil saat melaksanakan tugasnya sebagai hakim pertandingan.

“Kita sangat mendukung sekali turnament yang digelar ini, karena maju mundurnya desa atau daerah ada di tangan para pemuda,” terangnya.

Sedangkan menurut Ketua KONI Rohul, Khairul Fahmi, dirinya minta ke para pemain bisa menunjukan seluruh kemampuan dan skill. Karena, turnament tersebut ‎juga bisa dijadikan sebagai ajang pencarian bibit atlet.

“Bermainlah yang bagus, junjung sportifitas, dan berprestasilah dengan baik,” imbaunya.

Anggota DPRD Rohul, Abdul Muas mengaku, bahwa kegiatan itu sangat positif bagi masyarakat dan pemuda, baik dalam pencarian bibit pemain, maupun dalam menekan kenakalan remaja.

“Berharap pemuda dan masyarakat bisa bekerjasama dalam mensukseskan acara ini, semoga dapat menambah kekompakan masyarakat dan memajukan desa pekan Tebih ini,” ucapnya.

Dilaga perdana itu, Tim UPP F.C berhasil menang melawan tim PSSM ‎lewat drama adu pinalti 4-2, setelah imbang 1:1 di dua kali 45 Menit. (mad)

Pemkab Rohul Wacanakan Pembangunan Makam Bersejarah di Desa RBS

Kadisparbud Rohul Yusmar, Danroramil Kepenuhan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak desa dan kecamatan, rapat terkait rencana dibangun makam bersejatah di Desa RBS, Kepenuhan
Kadisparbud Rohul Yusmar, Danroramil Kepenuhan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak desa dan kecamatan, rapat terkait rencana dibangun makam bersejatah di Desa RBS, Kepenuhan

ROKAN HULU,Tribun Riau- Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) wacanakan pembangunan makam bersejarah di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS), Kecamatan Kepenuhan.

Rencana itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul Drs. Yusmar M.Si, Kamis (30/8/2018), sikapi hasil pertemuan dengan masyarakat juga para tokoh masyarakat‎ Desa Rantau Binuang Sakti (RBS), Kecamatan Kepenuhan, Rabu (29/8/2018) kemarin.

‎Kata Yusmar, dalam pertemuan di kampung kelahiran Tokoh Suluk Rohul Syekh Abdul Wahab Rokan yang dilaksanakan, bertujuan untuk kelancaran status tanah, kemudian keikutsertaan seluruh masyarakat dalam rencana pembangunan makam bersejarah yang ada di Desa RBS, Kepenuhan.

Diakui Yusmar, makam bersejarah yang ada di Desa RBS merupakan salah satu objek atau destinasi wisata sejarah religi yang ada di Rohul. Kemudian, di Desa RBS juga merupakan tempat kelahiran tokoh suluk di Asia Tenggara Syekh Abdul Wahab Rokan.

“Karena, berbagai wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri pernah berkunjung ke makam bersejarah di Desa RBS untuk berziarah, yang sebelumnya sulit dijangkau atau dilalui kendaraan bermotor,”

“Kini, akses jalan darat ke lokasi makam bersejarah sudah dilakukan perbaikan dan pengerasan yang membuat pengunjung bisa gunakan kendaraan roda empat hingga ke lokasi,” sebutnya.

Menurut Yusmar, selain pembangunan komplek makam bersejarah, juga sudah dibangun visitor centre di RBS, sebagai tempat persinggahan atau kedatangan wisatawan. Kini sedang dilakukan pembangunan surau suluk berukuran 20 meter kali 20 meter, serta gapura masuk ke komplek pemakaman bersejarah.

“Disparbud Rohul sedang mendudukkan status tanah komplek makam yang dihibahkan masyarakat ke Pemerintah Daerah Kabupaten Rohul lebih kurang 6 hektar,” sebutnya

“Lahan akan didudukkan dulu, agar status dan dokumen pendukung dapat digunakan, baik nantinya sebagai dasar dalam perencanaan, pembangunan maupun dalam usaha pemeliharaan, termasuk mendapatkan anggaran, baik dari APBD Provinsi maupun APBN,” ucap Yusmar.

Lalu, untuk kejelasan status juga diperlukan pemahaman dan pandangan, serta dukungan bersama masyarakat dengan pemerintah. Termasuk kesatuan persepsi sehingga objek dan distinasi wisata sejarah religi di Rantau Binuang Sakti dapat dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat banyak di masa mendatang.

Di pertemuan yang juga dihadiri Pjs Kepala Desa RBS Syaiful Adnan, Ketua BPD Ali, Babinsa Koptu Tamrin, kholifah suluk Syahril, koordinator Suluk Basilam Langkat di Rohul Mustafa, Kepala Dusun Soalpi, Rahmat Suafril, dan tokoh masyarakat Syurkoni, S.Pd, disepakati bahwa masyarakat mendukung penuh dan akan bantu kelancaran proses pembangunan makam bersejarah religius di RBS.

Dukungan tersebut, sebagai suatu kebanggaan bagi Desa Rantau Binuang Sakti karena sebagai suatu destinasi dan objek wisata sejarah religi, dengan mengikutsertakan masyarakat setempat atau lokal.

Walaupun demikian kata Yusmar, masyarakat mengharapkan untuk setiap pekerjaan pembangunan di lokasi tersebut warga setempat yang memenuhi persyaratan‎ untuk dapat dipekerjakan, untuk membantu ekonomi warga.

Kemudian, dari tanah lokasi pemakaman yang luasnya sekira 6 hektar, masyarakat meminta agar disediakan lahan untuk warga,‎ mengingat daerah tersebut jarang terimbas banjir, karena lebih tinggi.

Tambah Yusmar, juga telah ditemukan lokasi tempat tinggal Syekh Abdul Wahab Rokan semasa kecilnya yang berada di lokasi pemakaman bersejarah RBS. Di lokasi itu juga akan dibangun rumah sebagai bukti kuat Syekh Abdul Wahab Rokan lahir dan dibesarkan di Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan.‎

“Jika diizinkan oleh tuan guru Babussalam Langkat Sumatera Utara, tempat makam Syekh Abdul Wahab Rokan akan dilengkapi pula pamakaman bersejarah tersebut dengan duplikat makam Syekh Abdul Wahab Rokan di lokasi itu,” ucap Yusmar.‎

Lalu, di Desa RBS atau sekitar pemakaman bersejarah juga ditemui tempat berhalwat, pemandian dan bertapa syekh. Berdasarkan tulisan yang ada di nisan salah satu makam di komplek pemakaman sejarah religi ini tertera tahun 1198 H atasnama Yatimun Binti Mahmud.

“Makam tersebut sudah berusia hampir 2 abad lamanya,” terang Yusmar, dan diakuinya tugas Disparbud Rohul untuk melestarikan, mengambil ilmu pengetahuan, sebagai bukti sekaligus pelajaran untuk masyarakat saat ini dan masa mendatang. (mad)

Dua Terduga Pembakar Lahan di Desa Koto Tandun Diciduk Polisi

Dua Terduga Pembakar Lahan di Desa Koto Tandun Diciduk Polisi
Dua Terduga Pembakar Lahan di Desa Koto Tandun Diciduk Polisi

ROKAN HULU,Tribun Riau- Dua warga terduga sebagai pelaku kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), informasinya telah ditangkap aparat polisi.

Kebakaran lahan terjadi di Desa Koto Tandun terjadi Selasa (28/8/2018) sore, meludeskan satu hamparan lahan warga. Dari penyelidikan, Rabu (29/8/2018) sekitar pukul 02.00 dinihari, personil Polsek Tandun ciduk 2 lelaki terduga pelaku pembakaran lahan, berinisial Akh (45) warga Desa Tandun dan Sal (46) warga Desa Koto Tandun.

Kedua warga Kecamatan Tandun tersenut ditangkap, karena diduga sudah lakukan tindak pidana pembakaran satu hamparan lahan d‎i RT 08/ RW 04 Dusun ll Desa Koto Tandun dengan titik koordinat TKP N. 0°37′ 51.9672″, E.100° 36′ 15.8976″.

Bahkan pihak Polsek Tandun juga juga sudah memintai keterangan, sejumlah saksi termasuk Kepala Desa Koto Tandun Onto Wiryo Alias Onto (53), dan warga setempat.

Di lokasi kebakaran lahan, ketika dilakukan proses pemadaman melibatkan tim gabungan, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 mancis dan sepotong kayu yang baru terbakar. Kemudian, Rabu sekitar pukul 02.00 dinihari, hasil penyelidikan diketahui keberadaan terduga pelaku inisial Akh sedang berada di Ujung Batu.

Ketika diintrogasi polisi, Akh mengakui dirinya sudah membakar lahan karena disuruh oleh terduga pelaku kedua inisial Sal. Kemudian, kedua terduga pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Mapolsek Tandun guna penyidikan lebih lanjut. (mad)

Kabut Asap Tebal, Adriyan Bagi Masker di SMPN 10 Tapung

Adriyan saat meninjau SMPN 10 Tapung
Adriyan saat meninjau SMPN 10 Tapung

TAPUNG,Tribun Riau- Adriyan, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Gerindra datang berkunjung ke SMPN 10 Tapung bersama Agustina Maryani dengan tujuan pembagian masker kepada siswa siswi SMPN 10 Tapung dan memberikan sedikit sosialisasi terkait kesehatan udara.

Kedatangan Adriyan disambut langsung oleh Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Tapung, H Nasrun Wagiman SPd bersama Waka Humas SMPN 10 Tapung Siti Meilia SPd beserta pihak staf sekolah lainnya bersama Komite Sekolah Muhammad Nazri SPd.I.
Dikatakan Adiyan kepada wartawan, kedatangannya itu bertujuan untuk memberikan perhatian kepada siswa-siswi terkait kesehatan dengan membagikan masker.

Pasalnya, pembagian masker ini dilaksanakan ketika Adriyan melintas ke arah Tapung pada Kamis pagi (30/08/2018). Dalam perjalanan, persisnya di Desa Karya Indah dirinya melihat sangat pekat kabut. Melihat akan kejadian ini dirinya berinisiatif untuk adakan pembagian masker kepada siswa siswi khususnya terlebih awal dilaksanakan di SMPN 10 Tapung yang nantinya disusul ke tempat lain di sekitar Desa Karya Indah Kec.Tapung Kab.Kampar.

“Saya prihatin ketika melewati desa karya indah melihat tebalnya kabut asap, selanjutnya saya ajak rekan-rekan dan tim saya untuk melakukan pembagian masker kepada para siswa-siswi lembaga pendidikan yang ada di desa karya indah,” ujarnya

“Kita sudah titipkan masker sebanyak 3 Dus dengan isi 20 box kecil berisikan 50 masker untuk dibagikan kepada lembaga pendidikan lainnya disesuaikan dengan ketersediaan yang ada oleh pihak pemuda setempat bersama staf kantor desa karya indah, Syahril dan Hasbi,” tambahnya.

Dikatakannya lagi, dengan harapan bisa mengantisipasi terkait gangguan polusi udara yang diindikasi disebabkan kabut asap yang sangat pekat pagi Kamis (30/08).

Kepala Sekolah Menengah Pertama 10 Tapung melalui Waka Humas, Siti Meilia SPd mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Riau. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Adriyan yang telah mampir ke sekolah kami dalam memberikan perhatian akan kesehatan siswa-siswi kami,” ujarnya.

“Disini juga kami pihak sekolah menyampaikan permohonan bantuan kepada wakil rakyat kami di tingkat provinsi Riau yang saat ini berkunjung ke sekolah kami untuk pengadaan dan pembangunan ruang kelas di SMPN 10 Tapung yang kekurangan saat ini 3 kelas pembelajaran dan untuk ruang majelis guru. Semoga ini bisa nantinya disuarakan pak Adriyan di tingkat provinsi,” Ungkap Waka Humas SMPN 10 Tapung.

Usai acara pembagian masker kepada para siswa-siswi SMPN 10 Tapung ini, Adriyan beserta rombongan didampingi pihak sekolah meninjau sekitar SMPN 10 Tapung. Agar dapat melihat langsung dimana dan apa kekurangan yang dibutuhkan sekolah SMPN 10 Tapung yang bertempat didesa Karya Indah. (hbi)

Pelanggaran HAM di Xianjiang, AS Didesak Beri Sanksi ke Cina

WASHINGTON, Tribun Riau- Sebuah kelompok yang terdiri atas dua partai politik di parlemen AS meminta sanksi dijatuhkan kepada pejabat Cina yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran HAM bagi minoritas Muslim di wilayah Xinjiang.

Kelompok, yang dipimpin oleh Senator Marco Rubio dan anggota majelis rendah Chris Smith, wakil presiden dari Komisi Eksekutif Kongres bipartisan di Cina, menyampaikan permintaannya dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

“Muslim di Xinjiang, wilayah otonomi barat Cina, menjadi sasaran penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, pembatasan keras terhadap praktik dan budaya agama, dan sistem pengawasan digital yang begitu ketat sehingga setiap aspek kehidupan sehari-hari dipantau,” kata anggota parlemen dalam surat mereka.

Surat itu ditandatangani oleh 15 senator dan anggota majelis rendah AS. Surat yang ditandatangani oleh sembilan Partai Republik, tujuh Demokrat, dan satu Independen itu menyerukan sanksi berdasarkan Global Magnitsky Act terhadap pejabat senior pemerintah Cina dan Partai Komunis. Mereka termasuk ketua partai Xinjiang Chen Quanguo, dan untuk tindakan lain yang harus dipertimbangkan.

Undang-Undang Magnitsky awalnya dirancang untuk menargetkan pelanggar hak-hak di Rusia, tetapi telah diperluas untuk memungkinkan sanksi atas pelanggaran di negara lain.

“Pemerintah Cina sedang menciptakan negara polisi berteknologi tinggi di (Xinjiang) yang merupakan pelanggaran berat terhadap privasi dan hak asasi manusia internasional,” kata surat itu.

Cina mengatakan bahwa Xinjiang menghadapi ancaman serius dari militan Islamis dan separatis yang merencanakan serangan. Hal itu juga dinilai menimbulkan ketegangan antara sebagian besar minoritas Uighur yang menyebut wilayah tersebut sebagai rumah dan mayoritas etnis Han Cina.

Panel hak asasi manusia PBB awal bulan ini mengatakan telah menerima banyak laporan yang dapat dipercaya. Panel PBB menyebut satu juta etnis Uighur di Cina ditahan dalam kamp tawanan yang dipenuhi kerahasiaan.

Ratusan orang tewas dalam kekerasan di Xinjiang selama beberapa tahun terakhir. Hal itu mendorong langkah-langkah keamanan yang keras.

Para anggota parlemen AS, dalam surat mereka, mengatakan sebanyak satu juta atau lebih orang Uighur dan minoritas etnis minoritas Muslim lainnya sedang ditahan di pusat-pusat “pendidikan politik” atau kamp-kamp. Menurut mereka, hal itu memerlukan tanggapan yang keras, terarah, dan secara global.

“Tidak ada pejabat atau perusahaan Cina yang terlibat dalam apa yang terjadi harus mendapat keuntungan dari akses ke AS atau sistem keuangan AS,” kata surat itu.

Departemen Luar Negeri AS telah mengatakan bahwa pihaknya sangat terganggu oleh tindakan keras Beijing di Xinjiang. Tetapi Deplu AS menolak untuk mengomentari kemungkinan sanksi terhadap Chen dan lainnya. Para kritikus mengatakan langkah keamanan dan pengawasan di Xinjiang telah menciptakan kondisi darurat militer karena keberadaan pos pemeriksaan polisi, pusat penahanan, dan koleksi DNA massal. (rci/red)

Terbaru

Populer