Sosbud Natal Oikumene Kecamatan Pinggir Berjalan Lancar dan Aman

Natal Oikumene Kecamatan Pinggir Berjalan Lancar dan Aman

15
BERBAGI
Pendeta Manasye Lubis, MTh (kiri) bersama para Pendeta gereja-gereja usai menyalakan lilin
Pendeta Manasye Lubis, MTh (kiri) bersama para Pendeta gereja-gereja usai menyalakan lilin

DURI,Tribun Riau – Perayaan Natal Oikumene umat Kristen se Kecamatan Pinggir, berjalan lancar dan aman. Dengan Thema : Bangkitlah menjadi teranglah (Yesaya 60:1), Sub Thema : Karena Yesus Kristus adalah terang yang ada didalam kamu, hendaklah kamu menjadi terang dimana pun kamu berada, sehingga Allah dipermuliakan didalam kamu, bertempat di sopo Cinta Dame Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (15/12/18) lalu.

Acara perayaan Natal itu dihadiri oleh Ketua Panitia Natal Oikumene Pdt.Manasye Lubis, M.Th, Sekretaris Soparyogy Sitinjak, S.Th, Bendahara Rumondang br Sitorus, Penasehat Jansen Sitindaon dan Pengt Yosua Sihombing, para Pendeta dan jemaat dari gereja-gereja yang ada di Kecamatan Pinggir, khususnya gereja Pentakosta dan Kharismatik, anggota Polsek Pinggir, dan para undangan lainnya.

Pdt.Manasye Lubis, M.Th selaku Ketua Panitia mengatakan, bahwa perayaan Natal se Kecamatan Pinggir dilaksanakan tahun ini, adalah untuk mempersatukan umat Kristen, yang berbeda aliran gereja, suku bangsa, berbaur dalam satu acara menaikkan doa kepada Allah Yang Maha Kuasa.

“Dengan semangat menyambut hari kelahiran Yesus Kristus, mari kita tingkatkan tali persaudaraan kita dan iman yang kokoh, kuat dalam menghadapi permasalahan di kehidupan kita.Seharusnya Ibu Fransiska Sinambela, bapak Daud Gultom anggota DPRD Bengkalis hadir pada malam ini, tetapi mungkin ada kesibukan, mereka tidak bisa hadir,” pungkas Lubis.

Kotbah dibawakan oleh Pdt.Sabar Panjaitan mengungkapkan, bahwa fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia di Pinggir banyak ragamnya.Dimana manusia setiap hari ibarat didalam kegelapan, banyak persoalan yang dihadapi, baik itu masalah ekonomi, kejahatan, pengangguran dan hutang piutang. “Untuk itu, diperlukan umat Kristen menjadi terang bagi umat manusia di lingkungannya. Ibarat sebagai lilin-lilin kecil yang dapat menerangi di kegelapan,” jelasnya.

Selanjutnya, acara dilengkapi dengan hiburan solo dan duet anak-anak, paduansuara dari kaum ibu, serta solo oleh Pdt. Manasye Lubis.(Jlr)