Semesta Riau Miswanto Ramaikan Bursa Calon Ketua PWI Dumai

Miswanto Ramaikan Bursa Calon Ketua PWI Dumai

4
BERBAGI

DUMAI, Tribunriau- Jelang Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai, pada awal Desember 2017 mendatang, bursa bakal calon ketua organisasi profesi wartawan ini mulai menggeliat. Salah satunya, Miswanto, jurnalis senior Kota Dumai yang bakal ikut berkompetisi maju menjadi Ketua PWI Kota Dumai.

Pria yang aktif di Harian Pagi Dumaipos ini digadang-gadang akan maju dalam bursa calon ketua PWI Dumai, yang dijadwalkan berlangsung 5 Desember 2017 mendatang.

Miswanto atau yang akrab disapa Kang Mis, sudah berkecimpung dalam berbagai organisasi dan aktif di dunia jurnalistik. Sebut saja ketua Poros Wartawan Dumai, Gabungan Wartawan Dumai dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Miswanto akan mengusung program ketenagakerjaan dan kesejahteraan. Dia bertekad akan mendatangi kantor media, terutama di Riau untuk mendesak koresponden dan kontributor digaji tetap sesuai Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan dan mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengawasi eksekusinya.

Putra asli Kota Dumai ini juga mengusung misi memperjuangkan kebebasan Pers dan kebebasan berekspresi. Salah satunya melalui kampanye masif anti kriminalisasi jurnalis dan pemahaman mengenai UU ITE.

“Mengenai profesi jurnalis, saya ingin menggenjot pelaksanaan uji kompetensi wartawan (UKW) agar semua anggota berkompeten di bidangnya. Khususnya di Kota Dumai,” katanya, Rabu (29/11/17) dikutip dari laman cakaplah.com.

Kang Mis sapaan akrap pria kelahiran Dumai juga berharap dapat meningkatkan kapasitas anggota dengan cara pendidikan jurnalistik dan media baru di PWI secara bergiliran. “Hal ini tentu untuk mendorong daya saing anggota PWI di dunia pers,” imbuhnya.

Wartawan yang akrab dengan topi blangkon ini juga bermaksud memfasilitasi organisasi, mendorong kemandirian sekretariat Kota Dumai dan fasilitas pendukung.

“Kegiatan PWI, perlu dibarengi dengan adanya pemerataan program. Di bidang promosi, pengurus PWI Dumai harus memiliki media atau website resmi PWI Dumai lahirnya efektivitas kampanye gerakan,” tutur pria yang aktif di dunia jurnalistik sejak 13 tahun silam ini.

PWI Dumai, sambung Miswanto yang mengaku telah dapat 8 suara pendukung dari 20 suara pemilih ini perlu menstimulus lahirnya media alternatif yang dimotori anggota-anggota PWI untuk mengimbangi keberagaman informasi. “Maka dengan hal itulah saya siap maju dan perubahan itu bakal kita wujudkan,” singkatnya.

Di sisi lain Yusril wartawan salah satu media online di Kota Dumai mengatakan, saat ini banyak tantangan yang dihadapi jurnalis di masa depan. Profesi ini menjadi semakin berat dengan banyaknya hoax dan fake news, apalagi penegakan etika juga masih jadi problem. Persoalan lain yang juga harus dijawab adalah soal kesejahteraan wartawan serta kekerasan yang masih terjadi, bahkan cenderung mengalami peningkatan.

Maka, sebagai wartawan melihat sosok Miswanto dan program serta visi dan misinya ke depan sudah layak untuk memimpin wadah Persatuan Wartawan Indonesia di Kota Dumai. (ckc)