ROHIL,Tribunriau – Pemerintah kabupaten Rokan Hilir terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Untuk mewujudkannya, pemerintah kabupaten Rokan Hilir memberikan sejumlah bantuan kepada nelayan.
Apa saja langkah-langkah yang dilakukan pemerintah kabupaten Rokan Hilir?, berikut ulasannya.
Bupati Rohil Serahkan Bantuan Sampan Mesin kepada Nelayan Sungai Rokan
Pemerintah kabupaten (pemkab) Rokan Hilir salurkan bantuan sampan mesin kepada nelayan Sungai Rokan di kepenghuluan Jumrah kecamatan Rimba Melintang.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong.SIP didampingi Wakil Bupati H.Sulaiman, SS.MH dan Kadis Perikanan Rohil M. Amin.

“Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) membagikan sebanyak 10 Unit sampan mesin kepada nelayan di Kepenghuluan Jumrah Kecamatan Rimba Melintang. Selain sampan, kita juga memberikan bantuan jaring dan cooler box tempat ikan kepada nelayan,” kata Afrizal Sintong.
Bupati Rokan Hilir Serahkan 15 unit rumah Resettlement khusus Nelayan secara Gratis
Upaya pemerintah kabupaten Rokan Hilir untuk memanusiakan manusia yaitu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum punya rumah guna mendapat rumah layak huni secara gratis telah terwujud.
Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong.SIP didampingi Wabup H. Sulaiman. SH. M, telah meresmikan dan menyerahkan 15 unit Rumah Resettlement khusus Nelayan di Sungai Pabrik kelurahan Bagan Hulu kecamatan Bangko Bagansiapiapi.
Plt kadis Perkim Budi Mulya dalam sambutannya mengatakan, mewakili masyarakat menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati dan Wabup atas penyerahan 15 unit rumah resettlement tersebut.
Dijelaskanya, dalam pembangunan rumah resettlement itu sebelumnya Dinas Perkim pada tahun 2020 yang lalu mengusulkan sebanyak 30 unit. Namun katanya, karena keterbatasan anggaran hanya bisa terealisasi sebanyak 15 unit dengan nilai anggaran sebesar Rp 1,8 Milyar.
Ditambahkan Budi Mulya, dalam pembangunannya, pihaknya mencoba membuat seperti terpadu. Dimana ada jalan, sumur bor instalasi listrik.
“Saya berharap kepada masyarakat penerima bantuan rumah resettlement agar dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan terutama sumur bor,” kata Budi Mulya.
Sementara itu, Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya mengatakan, sebelum dilaksanakan penyerahan, dirinya telah melakukan pengecekan rumah resettlement tersebut.
“Rumahnya dibangun sangat bagus meski ukurannya tidak terlalu besar. Sumur bor juga telah disediakan, rawatlah dengan baik karena merupakan milik dan kebutuhan bersama,” sebutnya.
Bagi masyarakat yang belum mendapatkan rumah resettlement, lanjut Bupati, tidak perlu berkecil hati. Dimana katanya, tahun depan Pemkab Rohil akan kembali menganggarkan di APBD untuk pembangunan rumah selanjutnya.
”Untuk masyarakat yang belum dapat insya Allah tahun 2023 akan kembali kita bangun karena lahan kota masih lebar, selain itu bedah rumah juga akan kita lakukan se Kabupaten Rohil,” paparnya.
Bupati mengakui, masih banyak masyarakat yang berada di sekitar dengan kondisi yang sama. Namun, dikarenakan keterbatasan anggaran maka pembangunan akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.

“Pemda akan terus peduli terhadap masyarakat termasuk nelayan, kami meminta masyarakat agar bersabar untuk pembangunan selanjutnya tahun 2023 mendatang,” kata Afrizal sintong.
Tahun 2023 akan Dibangun Internasional Fish di Bagansiapiapi
Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong melakukan pertemuan dengan investor asal Jepang, Senin (8/8/2022) di mess Pemda Rohil. Kedatangan investor tersebut untuk memastikan pembangunan international fish market (IFM) di areal pelabuhan Bagansiapiapi tahun depan 2023.
Investor Jepang itu didampingi Kadiskanlut Propinsi Riau, Herman Mahmud dan Kadiskan Rohil, Muhammad Amin SPi serta perwakilan dari kementerian kelautan dan perikanan. Seluruh kepala dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil juga hadir dalam pertemuan itu.
Afrizal Sintong mengatakan, dari hasil pertemuan itu adalah untuk menindaklanjuti lanjuti hasil survey konsultan perencana yang sudah turun bulan lalu. Sehingga hari ini pemodalnya yang turun langsung untuk memastikan hasil survey apakah benar layak atau tidak untuk dibangun IFM di Bagansiapiapi.
“Insya Allah tadi katanya layak di bangun dan kemungkinan dibangun tahun 2023 yang bekerjasama dengan kementerian kelautan. Selesai kunjungan ini, baru mereka bahas lagi nanti di Tokyo, Saya sangat berharap ini bisa jadi dibangun tahun depan,” harap Bupati
Dengan adanya IFM ini lanjut Afrizal, hasil tangkapan nelayan masyarakat baik yang dari Sinaboi, Panipahan dan Bagansiapiapi akan ditampung di pasar khusus dan bisa dikirim keluar daerah. Sehingga dengan demikian ekonomi masyarakat diyakini akan tumbuh meningkat.
“Ini sistim kerjasama antara pihak jepang dengan Indonesia,” jelas Afrizal.
Disamping itu lanjut Bupati, Pemkab Rohil juga telah menyiapkan anggaran dalam APBD Perubahan untuk melakukan ganti rugi lahan seluas 10 hektar untuk pembangunan IFM. Bupati meminta agar masyarakat yang lahannya terkena ganti rugi untuk dapat melepaskannya supaya diganti rugi.(ADVERTORIAL)










