Bengkalis (Bathin Solapan), Tribunriau – Selaku tuan rumah Kepala Desa Petani, Rasikun sepertinya sukses melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Pemasaran Bokar (Bahan Olah Karet) bersih, di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Senin (07/11/22).
Keberhasilan Kades Rasikun tidak terlepas juga dengan andil dari semua panitia dari UPPB Al-Ikhlas, sehingga bisa menghadirkan Bupati Bengkalis Kasmarni, Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Riau Zulfadly, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Toharuddin, Staf Ahli Bupati Bidang⁹ Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Alfakhrurrazy, Kepala OPD Lingkup Bengkalis, dan beberapa anggota DPRD Bengkalis.
Serta dihadiri juga oleh Camat Bathin Solapan M.Rusydy, Camat Pinggir Zama Riko Dakanahay, Kapolsek Mandau AKP Hairul Hidayat, para Kepala Desa se Kecamatan Bathin Solapan, tokoh masyarakat, dan petani karet.
Pada kata sambutannya Bupati Kasmarni mengatakan, pada tahun 2019 Unit Pengelolaan Pemasaran Bokar (UPPB) Al-Ikhlas telah berdiri dan telah melaksanakan kegiatan usahanya dengan prestasi yang sangat membanggakan dan perlu dukungan bagi semua pihak. Mengingat keberadaan UPPB sebagai sarana untuk meningkatkan mutu karet.
“UPPB juga memiliki manfaat, karena sebagai media musyawarah dalam meningkatkan mutu bokar petani melalui pemasaran bersama, dalam meningkatkan posisi tawar dan media komunikasi bagi petani agar dapat ikut dalam program pengembangan karet rakyat,” ujarnya.
Menurut Bupati Kasmarni, Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah yang mengandalkan subsektor perkebunan dalam mengacu akselerasi pembangunan, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan komoditi perkebunan karet.
“Karet juga merupakan salah satu komoditi perkebunan unggulan di daerah selain sawit. Pada data tahun 2020, Kabupaten Bengkalis sekitar 16 ribu lebih menjadi petani karet dengan luas perkebunan sekitar 31 hektare, yang tersebar di pulau Bengkalis, Rupat dan daratan Sumatera,” sebutnya.

Dilanjutkan Bupati Kasmarni, dari sudut produktivitas, perkebunan karet di Kabupaten Bengkalis masih tergolong rendah sekitar 800 kg lebih per hektare, sehingga sangat perlu dilakukan upaya produktif secara holistik integratif dengan memperhatikan hasil produktivitas.
“Dengan demikian hal itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkalis, yang telah dituangkan dalam Misi Pemerintah Kabupaten Bengkalis yakni, mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang efektif dalam memajukan perekonomian dengan sasaran terwujudnya basis ekonomi masyarakat yang maju dan kokoh,” katanya.

Kemudian, Bupati Kasmarni memukul gong tanda diresmikannya Tempat Pelelangan Bokar UPPB Al-Ikhlas, diteruskan dengan menyerahkan Piagam Penghargaan kepada pengurus UPPB Al-Ikhlas, penyerahan bantuan bahan pembeku Lateks (sumberdana APBN 2022), dan bantuan sosial sumur bor kepada perwakilan Kades Bathin Solapan dan Lurah Kecamatan Mandau, bantuan sosial rumah layak huni kepada Camat Pinggir, serta kartu Bengkalis sejahtera kepada perwakilan masyarakat Desa Petani.
Selanjutnya, Bupati Kasmarni meninjau Tempat Pelelangan Bokar, sembari melihat Bokar berbentuk bulat besar ditimbang oleh pihak UPPB Al-Ikhlas, serta melihat Bokar dibelah pakai gergaji, yang tampak putih bersih.(jlr).











