Karaoke DreamBox Diduga Jual Minol tanpa Izin

Salah satu foto yang diambil warga ketika melakukan aksi protes ke DreamBox, tampak minuman di meja pengunjung yang diduga minuman beralkohol.
Salah satu foto yang diambil warga ketika melakukan aksi protes ke DreamBox, tampak minuman di meja pengunjung yang diduga minuman beralkohol.

DUMAI,Tribunriau- Karaoke keluarga Dreambox diduga menjual minuman beralkohol (Minol) tanpa izin, meskipun penjualan tersebut tidak secara terbuka.

Penjualan Minol tersebut diketahui saat sejumlah warga tempatan mendatangi karaoke keluarga yang beralamat di Jalan Syech Umar, Kelurahan Pangkalan Sesai tersebut pada Kamis (5/4/2018) malam lalu.

“Ada kita lihat minuman alkohol bang, tapi yang punya foto itu sekarang ntah lagi kemana, namun di salah satu ruangan karaoke sempat juga kita foto, di meja salah satu pengunjung terdapat minuman yang diduga beralkohol,” ujar salah seorang warga yang juga ikut masuk ke Karaoke DreamBox untuk melakukan protes.

Ketua RT 11 Kelurahan Pangkalan Sesai, Indrawan AMd saat ditemui Tribunriau.com menjelaskan serta mengklarifikasi beberapa pemberitaan terkait protes warga terhadap karaoke keluarga tersebut.

Dirinya mengatakan, aksi warga yang dikatakan sweping tersebut bukanlah arahan dari dirinya maupun Bhabinkamtibmas, dirinya bahkan berupaya untuk menenangkan warga.

“Bukan seperti yang diberitakan di media beberapa waktu yang lalu, seolah-olah RT dan Bhabinkamtibmas yang mensweping DreamBox,” ujarnya mengklarifikasi pemberitaan tersebut.

Dijelaskannya, dirinya datang terakhir bersamaan dengan Bhabinkamtibmas dan langsung masuk ke ruangan Humas DreamBox.

“Tak ada masuk ke ruangan-ruangan karaoke, saya dan Bhabinkamtibmas masuk langsung ke ruangan Humas DreamBox,” jelasnya.

Terkait masalah jam tutup, dirinya selaku RT sudah memperingati kepada DreamBox beberapa kali, juga masalah suara yang keluar.

“Masalah jam tutup, sudah saya sampaikan agar DreamBox patuh terhadap aturan, masalah suara yang keluar hingga jauh di belakang DreamBox masih terdengar, juga sudah saya sampaikan dan direspon positif, meskipun kadang-kadang berulah lagi,” ujar Ketua RT yang akrab disapa bang Iwan ini.

Dirinya berharap, melihat sebuah usaha jangan hanya di sisi negatif, lihat juga di sisi positifnya, untuk masalah negatif, mari sama-sama kita kontrol.

“Diakui sebagian warga, sejak ada DreamBox ini, ekonomi agak meningkat, karena ramainya pengunjung tentu berdampak pada jual-beli warga sekitar, juga termasuk lapangan kerja untuk warga setempat, kalau sisi negatifnya, mari sama-sama kita kontrol dan kita ingkatkan ke mereka (DreamBox, red),” harapnya.

Untuk memastikan penjualan minol tersebut, Tribunriau.com berupaya untuk bertemu dengan Humas DreamBox, namun hingga berita ini diterbitkan, Humas DreamBox belum berhasil ditemui.

Sedangkan Manager DreamBox, Paul yang berada di tempat juga enggan untuk ditemui.(isk)