Pilgubri2018 Kampanye Pilgubri 2018 Dimulai, Imbauan KPU dan Bawaslu Diacuhkan

Kampanye Pilgubri 2018 Dimulai, Imbauan KPU dan Bawaslu Diacuhkan

6
BERBAGI

PEKANBARU – Imbauan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait menurunkan segala bentuk alat peraga kampanye (APK) diacuhkan oleh beberapa pasangan calon (paslon), padahal, masa kampanye sudah dimulai pada hari Kamis (15/2/2018) ini.

Terlihat di lapangan, masih ada APK yang terpasang di beberapa titik jalan protokol di Pekanbaru.

Ada beberapa APK yang masih berdiri kokoh, seperti di simpang tiga (Traffic Light) Jalan Kharudin Nasution, terlihat APK paslon Lukman Edi-Hardianto yang belum juga diturunkan.  Juga di Simpang Bandara SSK II Pekanbaru-Sudirman APK milik Firdaus-Rusli juga masih terpasang termasuk juga APK milik Arsyadjuliandi Rachmad-Suyatno.

Terlebih, media sosialisasi yang digunakan oleh Paslon seperti spanduk, baliho dan lainnya yang sudah terpasang saat ini tidak memenuhi ketentuan dan peraturan yang ada di KPU, seperti peraturan KPU nomor 4 tahun 2017 pasal 67 ayat 1 dimana disebutkan bahwa, alat peraga yang sudah terpasang sebelum penetapan diwajibkan kepada Paslon untuk menurunkan APK yang terpasang.

“Untuk APK yang dikeluarkan KPU berdasarkan kesepakatan kita kemaren maka, 100 persen oleh KPU dan 150 persen atau lebih boleh dikeluarkan atau dicetak oleh pasangan calon, tetapi dengan ketentuan desain ukuran harus dukoreksi terlebih dahulu oleh KPU sehingga tidak melanggar peraturan KPU tentang kampanye,” ungkap Ketua KPU Riau, Nurhamin.

Hal tersebut juga ditambahkan oleh Rusidi Rusdan Ketua Bawaslu Riau.

“Untuk baliho yang terpasang hari ini secepatnya kita akan koordinasi dengan Satpol PP,  karena sebetulnya menurut peraturan KPU nomor 4 tahun 2017 pada pasal 67 ayat 1 disebutkan bahwa alat peraga yang sudah terpasang sebelum penetapan itu kewajiban Paslon untuk segera membuka APK yang terpasang. Untuk batas waktu sebenarnya 1 kali 24 jam. Kalau tidak diturunkan maka kita akan koordinasi dengan Satpol PP,” tukasnya. (hrc)