Hukrim Sidang Kasus Pembunuhan di Rohil, Hakim Tegur Saksi

Sidang Kasus Pembunuhan di Rohil, Hakim Tegur Saksi

BERBAGI

ROHIL,Tribunriau- Pengadilan Negeri Rokan Hilir Selasa 13 Februari 2018 sekitar Pukul 16.30 Wib,kembali menggelar sidang terkait kasus pembunuhan sadis terhadap almarhum Bilman Sinaga (59),warga Tanjung Pinang Kepulauan Riau,(Kepri) yang  ditemukan tewas mengenaskan dirumahnya di Jalan Lintas Riau Sumut ,Dusun Berkat,Manggala Jhonson,Kelurahan Banjar XII,Kecamatan Tanah Putih,Kab.Rohil.

Almarhum Bilman Sinaga tewas karena dibunuh oleh terdakwa Sah Iran (32),Halapangan Siregar,Alias Iran warga Padang Lawas Utara ( Paluta) Sumut,pelaku diketahui adalah sebagai pekerja kebun sawit milik korban, dengan bukti terdapat luka berat dibagian kepala korban enam lubang berukuran panjang 3 cm dan lebar 1,5 cm dan ditemukan barang bukti batu besar yang digunakan terdakwa untuk membunuh korban.

Dalam dakwaan JPU bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan pembunuhan dijerat dengan pasal 338 KUHPidana  atau pasal 365 ayat (3) KUHPidana.Sidang kali ini mendengarkan keterangan dua orang saksi  yaitu Sukidi dan Jumaris yang diajukan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rohil, yang dihadiri oleh Endra Andre SH.sedangkan Terdakwa terlihat didampingi oleh Ridayanti SH selaku kuasa hukum terdakwa dari LBH SARINAH.

Sidang yang diketuai majelis hakim Rudi Ananta Wijaya SH MH Lig.didampingi dua anggotanya Lukman Nulhakim SH MH dan Rina Yose SH didampingi panitera Pengganti Richa Reonita Simbolon SH meminta kedua saksi untuk diambil sumpahnya sebelum memberikan keterangan.

Saksi Jumari (50) alias Andong dalam keterangannya mengatakan bahwa satu hari sebelum kejadian saksi sedang duduk diteras rumahnya yang bersebelahan dengan rumah korban, saksi ada melihat terdakwa mendatangi rumah korban dan duduk disamping teras belakang rumah korban .

“saya hanya melihat wajah terdakwa dari bagian samping berpakain celana panjang berjalan kaki menuju rumah korban pak ” jelasnya. Namun dirinya tidak melihat kejadian itu langsung. “karena saya saat itu langsung keluar rumah, Saya mengetahui kejadian itu pada malam senin sekitar pukul 08 .00 malam, jelasnya.

Saat itu hakim Rudi Ananta Wijaya SH MH menanyakan kepada saksi apakah yang dilihat saksi saat  itu adalah terdakwa.

Jumari menjawab tidak kenal dengan terdakwa, namun jawaban saksi terlihat seakan-akan ada rasa takut dan ragu saat menjawab pertanyaan hakim.

Atas jawaban itu, Hakim Rudy Ananta sempat meminta saksi dan terdakwa hadir ke meja hakim untuk memperlihatkan isi keterangan BAP dan foto  yang di tanda tangani oleh saksi , bahwa saksi melihat langsung wajah dan kenal dengan terdakwa .

Selanjutnya hakim sempat meminta dan mengingatkan saksi agar memberikan keterangannya harus jelas, dan tidak berbelit belit. Rudy Ananta juga sempat menanyakan apakah saksi ada yang mengancam atau menakut nakuti untuk mengatakan yang benar, dijawab tidak oleh Jumaris.

“Kamu adalah saksi kunci kejadian ini, tidak usah takut katakan apa yang sebenarnya,” ujar hakim Rudy Ananta Wijaya. Saksi Jumaris akhirnya mengatakan bahwa dalam BAP semua telah dikatakannya dengan benar.

Sedangkan saksi Sukidi ( 49) selaku RT menerangkan pada saat itu  9 juni 2017 lalu sekitar jam 8. malam , dirinya didatangi oleh seorang warga meminta saya dan warga melihat korban kerumahnya, karena anak korban menelepon sudah dua hari tidak dapat dihubungi,”Jelasnya Sukidi.Selanjutnya saksi Sukidi dan warga menuju rumah korban untuk melihat keberadaan. korban di rumahnya, saat itu saksi melihat lampu hidup dalam ruangan namun pintu terkunci dari luar .

Setelah kami melihat kedalam kamar melalui celah jendala kamar sebelah kanan kami melihat ada bayangan orang tergeletak yang mencurigakan didalam kamar. Kami langsung menghubungi polisi dan selanjutnya polisi dan warga mendongkrak pintu depan pak hakim ” jelas saksi,dan melihat korban saat sudah tergeletak didalam kamar bersimbah darah ” ujar Sukidi.(to)