Hukrim Dugaan Oknum Dewan ‘Bermain Proyek’, Firdaus: Pemilik Perusahaan Rianto

Dugaan Oknum Dewan ‘Bermain Proyek’, Firdaus: Pemilik Perusahaan Rianto

BERBAGI
Asep (sedang duduk) dan Lapano adik kandung Rianto (sedang berdiri).
Asep (sedang duduk) dan Lapano adik kandung Rianto (sedang berdiri).

DURI, Tribun Riau- Dugaan oknum anggota dewan berinisial ‘R’ selaku anggota komisi II DPRD Bengkalis, mendapatkan proyek dari Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis. Tepatnya pembangunan pagar TPU di RT 04 RW 05 Dusun Paong Napal, Desa Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Dimana oknum dewan tersebut setelah dikonfirmasi lanjutan melalui saluran WA (WhatsApp) Rabu (27/11/18) masih membantah dan mengatakan, agar wartawan Tribun Riau.com menanyakan langsung kepada pemilik perusahaan CV.Liandino Utama. “Hubungi saja Wito, ini nomornya, supaya diluruskan,” sarannya.

Setelah dihubungi ke nomor HP Wito mengatakan, kalau CV.Liandino Utama adalah perusahaannya dan Rianto adalah kawan lamanya, sehingga masalah pekerja diserahkan pada Rianto. “Saya yang punya perusahaan, Rianto itu kawan lama saya termasuk di IKJR. Jadi saya serahkan kepadanya mencari pekerja,” sebut Wito.

Lalu setelah ditelusuri, Kepala Seksi Makam Dinas Sosial Bengkalis yang juga selaku PPTK, ketika dikonfirmasi Jumat (07/12/18) melalui nomor HPnya mengatakan, bahwa pemilik perusahaan adalah Rianto anggota DPRD Bengkalis. Ketika dipertegas lagi siapa pemilik CV.Liandino Utama?, ia menjawab “Milik orang Bengkalis, maklumlah Rianto kan anggota dewan”.

Terkait volume kegiatan yang tidak dicantumkan di papan pengumuman mengenai luasnya, hanya disebutkan 1 kegiatan, Firdaus pun menjawab, “Memang di plang pengumuman tidak dicantumkan mengenai panjang, lebar dan lainnya, hal itu disebutkan di dalam kontrak dan RAB, rencana Senin (10/12/18) akan dilakukan pemeriksaan (PHO), tim PHO dari konsultan akan turun, kalau pekerjaan sudah sesuai seperti di kontrak, lalu dibayar,” sebut Firdaus.

Diberitakan sebelumnya, dari informasi pekerja di lapangan mengatakan, kalau kontraktornya adalah Rianto anggota DPRD Bengkalis dan sering datang ke lapangan. Pekerja diberi upah per harinya sebesar Rp.120.000 untuk tukang, dan Rp.100.000 untuk kernek, karena pekerja yang berjumlah 6 orang sebagai pekerja harian, sedangkan sebagai pemborong pekerjaan dari Rianto adalah Asep.

“Kontraktornya Rianto anggota DPRD Bengkalis, ini fotonya pak,” ujar pekerja sembari menunjukkan foto Rianto yang terpampang di banner selaku caleg dari partai PAN dapil Kecamatan Bathin Solapan, Senin (29/10/18).

“Kalau pemborong pekerjaan si Asep, kami ada 6 orang sebagai pekerja harian yang diberikan Asep, upah tukang Rp 120.000 perhari dan kernek Rp.80.000 perhari.Luas tanah TPU ini 1 hektar dan rencana pembuatan tiang pagar sebanyak 81.Kalau lebih jelasnya hubungi saja Asep,” kata pekerja yang tidak mau sebutkan namanya sembari memberikan nomor HP Asep.

Setelah dihubungi melalui nomor HPnya, wartawan media ini dengan wartawan media lainya menjumpai Asep pas di halaman belakang rumah Rianto Jl.Simpang lima Desa Petani, seperti dijanjikannya bertemu kesitu.

Asep pada saat itu memakai baju singlet berikut celana pendek dan pakai topi warna biru bersama beberapa temannya (termasuk adik kandung Rianto bernama Lapano), sedang mengerjakan besi yang akan dipakai untuk proyek pembangunan pagar TPU tersebut menjelaskan, kalau pemilik CV.Liandino Utama adalah Rianto.

“Yang punya CV.Liandino Utama adalah Rianto anggota DPRD Bengkalis, kalau disini biasa dipanggil Anto Toreng, kalau diatas Rianto, itu orangnya,” kata Asep sambil menunjuk kearah mobil ambulance sedang parkir, yang ada gambar Rianto dan tulisan Partai Amanat Nasional Kecamatan Bathin Solapan.

“Orangnya jarang dirumah, kalau ada paling 1 atau 2 hari lalu pergi lagi, kami hanya sebagai pekerja, kalau disuruh pasang ini kami pasang, kalau ada perlu hubungi pakai HP saja,” terang Asep dan didukung temannya dan Lapano.(Jlr)