Politik Debat Cawapres, Saling Serang Soal Isu TKA

Debat Cawapres, Saling Serang Soal Isu TKA

BERBAGI

JAKARTA, Tribunriau- Isu tentang tenaga kerja asing (TKA) mewarnai debat Cawapres tadi malam. Masing-masing Cawapres, baik dari nomor urut 01 Ma’ruf Amin maupun nomor urut 02 Sandiaga Uno saling mengenai TKA di Indonesia.

Hal itu bermula saat Sandiaga mempertanyakan kebijakan yang adil bagi para tenaga kerja di Indonesia. Dalam sesi pertanyaan, Sandiaga mengatakan masih ada 7 juta orang menganggur di Indonesia. Sandiaga lantas mengkaitkannya dengan jumlah TKA yang ada.

Menjawab pertanyaan soal itu, Ma’ruf Amin pun mengklaim jumlah TKA di Indonesia masih terkendali. Bahkan ia menyebut TKA yang ada di Indonesia terendah di dunia.

Sandiaga mengatakan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta orang. Sementara, lapangan kerja belum optimal.

Ironisnya, kata Sandiaga, justru pemerintah justru memberikan kemudahan untuk TKA.

“Pemerintah mencabut keharusan tenaga kerja asing, seperti keharusan Bahasa Indonesia, perbandingan tenaga kerja asing dan lokal, dan berkaitan visa untuk tenaga kerja strata terbawah,” ujarnya.

“Kita melihat saudara kita belum mendapat kesempatan kerja, di sisi lain diberikan warga negara asing,” sambungnya.

Selain itu, Sandiaga juga mengkritik tenaga kerja honorer yang belum mendapat keadilan. Lalu, sistem outsourcing yang memberatkan dunia usaha tapi tidak memberikan keadilan.

Cawapres Ma’ruf Amin menegaskan jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia, terkendali. Jumlahnya pun diklaim paling rendah dibandingkan TKA yang bekerja di negara-negara lainnya.

“Tenaga kerja asing di Indonesia terkendali dengan aturan yang ada jumlahnya di bawah 0,01 persen dan itu adalah paling rendah di seluruh dunia, itu lihat datanya,” kata Ma’ruf Amin dalam debat cawapres di Hotel Sultan, tadi malam.

Ma’ruf menegaskan, lapangan kerja akan tetap disiapkan salah satunya lewat start-up.

“Oleh karena itu maka untuk memberikan lapangan kerja kepada masyarakat kita akan kita lakukan dengan memberikan iklim kerja yang kondusif untuk dunia usaha. Memberikan akses keuangan, KUR, pengembangan mikro,” sambungnya.

Menurut data infografis Kementerian Ketenagakerjaan yang dilansir detikFinance pada Kamis (26/4/2018), jumlah TKA Indonesia pada 2017 sebanyak 85,9 ribu orang. Sementara jumlah tenaga kerja Indonesia adalah 121 juta, itu artinya rasio TKA di Indonesia sebesar 0,07%.

Jika dilihat dari data Kemenaker, rasio TKA Indonesia memang paling kecil dibanding negara-negara sekitar. Dibandingkan dengan Malaysia saja rasio TKA-nya 12% dengan jumlah TKA 1,8 juta orang berbanding 15 juta tenaga kerja.

Lalu jika dibandingkan dengan Singapura di 2017 rasio TKA-nya mencapai 60,9% dengan jumlah TKA 1,4 juta orang dan jumlah tenaga kerja 2,3 juta.

Sementara menurut data 2016 dari masing-masing kementerian setempat, rasio TKA Thailand 4,5%, Vietnam 0,14%, dan Jepang 1,4%.

Sementara paling tinggi Qatar, yang menurut data MPS Census 2010 rasio TKA-nya mencapai 94,5% dengan jumlah TKA sebesar 1,2 juta orang dan tenaga kerja 1,3 juta orang. Lalu Uni Emirate Arab 96% dan Amerika Serikat 16,7%. (detik/red)