Tribunriau- Usai dilantik menjadi Menteri Agama (Menag) oleh Presiden RI Joko Widodo, Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi mengatakan bahwa ia bukanlah Menteri Agama Islam.
Pernyataannya itu bukan tanpa alasan, ia menyadari bahwa di Indonesia ini masyarakatnya bukan saja dari pemeluk Islam, melainkan ada beberapa Agama lain.
“Satu, saya kan bukan menteri agama Islam. Saya Menteri Agama RI yang dalamnya 5 agama,” ungkap Fachrul di Istana Negara, Rabu (23/10) dilansir Kumparan.
Fachrul kemudian mengungkapkan bahwa dirinya suka memberikan ceramah meski jebolan TNI. Meski, kata dia, levelnya tak bisa disamakan dengan kiai.
“Saya memang suka ibadah, suka memberikan ceramah, suka memberikan khotbah. Meskipun bukan kiai kiai level saya. Tapi setiap ceramah saya temanya enggak ada lain, satu, Islam yang damai. Kedua, toleransi. Ketiga, bagaimana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” urai pria kelahiran Aceh berusia 72 tahun ini.
“Mungkin Pak Jokowi melihat wah Pak Fachrul kalau begitu. Ini saya diharapkan banyak untuk bisa menangkal radikalisme,” sambung Fachrul.
Lalu, bagaimana cara Kemenag mengatasi radikalisme? Sebelum ini, tak pernah terjadi sebelumnya.
“Nantilah kalau udah […], ngasih bocoran sekarang belum anu kan,” ucap mantan Wakil Panglima TNI ini.
Sebagai purnawirawan perwira tinggi, ia yakin bisa membantu program deradikalisasi yang selama ini dieksekusi BNPT.
“Mungkin ada pengalaman saya lebih banyak dalam melakukan Bintal (bimbingan mental rohani-red), kan. Pada saat saya di kodam, kodim, saya kan banyak sekali berhubungan dengan itu. Setiap ada masalah, benturan, saya pasti selesaikan dengan aspek agama,” ungkap Fachrul. (red)












