Hukrim Buaya Pemangsa Bocah di Desa Sontang Berhasil Ditangkap

Buaya Pemangsa Bocah di Desa Sontang Berhasil Ditangkap

35
BERBAGI
Buaya berhasil ditangkap
Buaya berhasil ditangkap

ROKAN HULU, Tribun Riau- Setelah pencarian sekitar dua hari, buaya jenis Katak sepanjang 2,5 meter yang diduga menerkam bocah 7 tahun di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam, Kamis (15/11/2018) lalu, akhirnya berhasil ditangkap warga Sabtu ( 17/11/2018) malam kemarin.

Dijelaskan Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua melalui Kapolsek Bonai Dasussalam, Iptu Riza Effyandi, buaya yang diduga pemangsa bocah di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, sudah berhasil ditangkap warga.

Dalam proses penangkapan buaya di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam, melibatkan sekitar 6 orang warga, ‎yang mencari keberadaan buaya dimulai dari sabtu sekitar pukul 09.00 Wib dipimpin Suriadi.

Diakuinyam setelah lakukan pencarian seharian tepatnya Desa Sontang dan Sungai Betung, akhirnya Suriadi melihat keberadaan buaya, itu ditandai dengan mata buaya yang terlihat sekitar pukul 21.25 Wib.

Diakui Iptu Riza, saat melihat keberadaan buaya, warga mengepung dengan gunakan sampan lima unit , saat itu Suriadi beserta kawan-kawan memasang alat sentrum.

“Dengan menggunakan alat setrum yang terbuat dari aki 12 volt sebayak 5 buah, kemudian setelah mengepung buaya langsung disentrum dan bauaya mengapung pingsan. Kemudian buaya sepanjang sekitar 2,5 meter dievakuasi 6 orang dari dalam air,” tegasnya.

Setelah buaya berhasil dilumpuhkan, tambah Riza, enam warga kemudian menarik buaya ke pinggir sungai dengan menggunakan tali sampan milik Suriadi dan mengikat buaya sekaligus memasukadan buaya ke dalam mobil dan diamankan di polsek Bonai Darussalam.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BKSDA provinsi Riau, untuk melakukan tindakan konservasi terhadap buaya tersebut. Kini kita masih menunggu kedatangan BKSDA untuk mengambil buaya tersebut, keadaan buaya masih sehat,” jelasnya.

Kata Riza, pihaknya sudah lakukan himbauan ke masyarakat di masjid dan himbauan berjalan, dengan menggunakan mobil patroli.

“Dalam himbauan, kita minta agar warga selalu berhati hati karena masih suasana banjir, dan melarang anak anak untuk bermandian di sungai maupun baik diparit yang digenangi air‎,” tegasnya.

Dimana sebelumnya, kornologis yang menimpa bocah, Rahmad Andika Saputra (7) di Dusun I Harapan, Desa Sontang kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul. Peristiwa naas berawal sekitar ‎pukul 09.00 Wib, Kamis (15/11/2018). Saat itu, Rahmad permisi ke ibunya Ayu Lestari untuk mandi berenang di depan teras rumahnya, kebetulan saat itu teras rumahnya sedang banjir, dan rumah mereka panggung.

Saat korban akan naik ke teras rumah, tiba-tiba ibu korban ‎melihat ada gelombang air yang cukup besar dan seketika korban hilang dalam air. Melihat kejadian yang menimpa putranya, ibu korban berteriak meminta pertolongan kepada suaminya yang bernama Darman Laiya, namun setelah dilakukan pencarian korban tidak ditemukan.

Setelah melakukan pencarian di sekitar TKP, beberapa orang saksi yang ikut melakukan pencarian mengaku melihat seekor buaya kurang lebih 200 meter dari TKP.

Dari proses pencarian yang melibatkan tim gabungan, baik polisi, TNI, BPBD Rohul, dan dibantu warga‎, sekitr 4,5 Jam, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pada Kamis siang sekitar pukul 13.20 Wib. Saat ditemukan, korban sudah berada di jembatan memasuki rumah korban lebih kurang 20 meter, dengan kondisi korban luka robek di bagian perut, dada sebelah kanan, dan punggung sebelah kanan.

Informasi sejumlah masyarakat, diduga buaya tersebut beberapa kali muncul di dekat rumah korban. Karena, buaya mendengar dan melihat ada seekor monyet peliharaan orang tua korban. Diduga warga, buaya jenis katak tersebut ingin mengincar dan memangsa monyet piharaan orang tua korban Rahmad. Namun naas, malah bocah malang Rahmad yang dimangsa buaya. Jenazah Rahmad sendiri sudah dikebumikan keluarganya. (mad)