
ROHIL, Tribunriau – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemungkiman (Perkim) kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar rapat koordinasi bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tentang pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK), Kamis (22 /11/18) di Aula Perkim Batu Enam Bagansiapiapi.
Rapat tersebut dipimpin Kadis Perkim Zulfahmi.ST didampingi PPTK Titok Satria ST dan dihadiri KSM dari Kepenghuluan se-Kabuapten Rohil.
“Dana Dak ini sesuai dengan prosedur beberapa tahapan, usulan yang dari pertama ada sebanyak 31 Desa tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir,” kata PPTK Titok Satria, usai rapat.
Ia menjelaskan, ada dua jenis pekerjaan yaitu afirmasi dan reguler, yang reguler ada 7 Desa sedangkan yang afirmasi 24 Desa, dari yang afirmasi 24 Desa itu, satu yang tidak dilaksanakan karena ada konflik Agraria sama perusahaan yaitu Kepenghuluan Darussalam kecamatan Sinaboi.
Pelaksanaan kerja dimulai pada mei dan berakhir nopember 2018, saat ini ada beberapa permasalahan yaitu Banjir dan tidak bisa memasang jaringan pipa, makanya dilakukan penambahan waktu sampai 31 Desember 2018, dan itu dibenarkan ada satu kali adendum,” ujarnya.
Lanjutnya, Saat ini progres fisik sudah mencapai sekira 60 – 90 persen, tinggal proses pencairan tahap ke III untuk menyelesaikan pekerjaan.
Adapun Jenis pekerjaan nya kalau untuk reguler namanya septic Tank , untuk melayani satu septic Tank sebanyak lima Rumah. Jadi untuk satu Desa dapat 5 septic Tank dengan kebutuhan 25 sambungan rumah, kalau untuk afirmasi yaitu ipal plus mandi cuci kasus (MCK) untuk sambungan 25 Rumah,” jelasnya.
Pelaksanaan KSM, tambah Titok, melalui proses seleksi lokasi motipasif ( selotip). itu kita datang setelah melapor, minimal mengundang Tiga Rukun Tetangga ( RT) mewakili Desa tersebut dan dinilai bersama-sama kondisi dari tiga RT ini, jadi mana skor yang paling tinggi merekalah yang akan melaksanakan kegiatan ini.
Terkendalanya pekerjaan saat ini, masalah galian Ipal, karena tanah di Rohil ini rata- rata rawa dan sering longsor, jadi kalau kita membuat septic Tank salurannya runtuh, yang kedua masalah banjir dan seperti ini juga menjadi hambatan, ada beberapa lokasi terhambat dengan angkutan material harus minunggu pasang surut seperti di Pasir lima Kapas (palika), beberapa kendala ini kami tetap mencoba untuk mengatasinya, mudah-mudahan bisa diselesaikan sampai akhir Desember 2018.
“Apabila pekerjaan sudah rampung, Nanti dari kementerian langsung turun untuk monitoring dan evaluasi kegiatan,” kata Titok Satria. (hen)










