Nasional Beri Suap Auditor BPK, Irjen Kemendes Jadi Tersangka

Beri Suap Auditor BPK, Irjen Kemendes Jadi Tersangka

5
BERBAGI


JAKARTA, Tribunriau – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menyesalkan keterlibatan Irjen Kemendes Sugito dalam kasus suap terkait opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Mendes mengenal Sugito sebagai sosok berkinerja baik dan juga inisiator pembentukan satgas internal saber pungli.

“Mereka semua bekerja keras untuk mendapatkan WTP, sayang ada cacat soal peristiwa ini. Beliau (Sugito) juga termasuk punya ide saber pungli, membentuk satgas internal saber pungli. Hati kecil saya tidak percaya Pak Irjen tersangkut masalah ini.
Saya sangat menghargai sosok Irjen,” ujar Mendes Eko dalam jumpa pers di kantornya, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5/2017).

Eko mengaku kecewa dengan tindakan Sugito memberikan duit suap kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam mendapatkan opini WTP untuk tahun anggaran 2016. Padahal Sugito menurut Eko kerap memberikan contoh kepada para pejabat/pegawai Kemendes untuk bekerja sesuai aturan.

“Karena beliau yang berusaha keras yang memberantas korupsi. Beliau yang punya ide membentuk satgas saber pungli, membentuk agen perubahan birokrasi. Beliau yang membentuk satgas internal saber pungli,” beber Eko. 

Dia memastikan Sugito akan diganti dari posisinya saat ini. Eko menegaskan tidak menoleransi penyimpangan yang terjadi di kementerian yang dipimpinnya.

“Kalau sudah tersangka secara aturan sudah harus diganti. Tapi kalau terbukti tidak bersalah ya tidak diganti. Selama proses beliau tersangka sudah harus diganti. Besok pagi kita lakukan, siapa yang ganti, kita lakukan besok pagi,” sambungnya. 

Dalam kasus suap ini, KPK juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya yakni Jarot Budi Prabowo (eselon III) Kemendes, Rochmadi Saptogiri (eselon I BPK) dan Ali Sadli (auditor BPK).

Sugito dan Jarot disangka memberi uang sebesar Rp 240 juta kepada Rochmadi dan Ali agar Kemendes memperoleh opini WTP. Hingga operasi tangkap tangan KPK pada Jumat (26/5), masih ada Rp 40 juta yang belum diberikan. Uang tersebut ditemukan di ruangan Ali. (dtc)