Pendidikan Tim Kukerta Balek Kampung UNRI 2020 Pasang Alat Trash Traping di Marpoyan...

Tim Kukerta Balek Kampung UNRI 2020 Pasang Alat Trash Traping di Marpoyan Pekanbaru

BERBAGI

Pekanbaru- Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Balek Kampung Universitas Riau (Unri) 2020 melakukan pemasangan alat trash trapping di salah satu bagian sungai di Kelurahan Perhentian Marpoyan, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Sabtu (08/8).

Kegiatan ini merupakan upaya pemberian solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang berserakan di sepanjang sungai yang melintasi wilayah RW 08 dan RW 09 di Kelurahan Perhentian Marpoyan.

Permasalahan tersebut kerap kali menjadi lebih parah ketika terjadi banjir, dasar dari sungai sulit dilihat karna sampah yang mengotori sungai.

Menurut tim Kukerta Balek Kampung Unri 2020, pemasangan trash trapping merupakan salah satu solusi yang baik untuk mempermudah warga membersihkan sampah di aliran sungai.

Trash trapping didesain sederhana dengan kerangka yang terdiri dari 14 buah pipa PVC yang disambung dengan pipa penyambung T yang diberi lem pipa, kemudian dipasang jaringnya yang terbuat dari baja kawat yang dipasang di sisi luar kerangka kecuali sisi depan dan atas, jaring tersebut dipasang kuat ke kerangka dengan menggunakan kabel T.

Sejalan dengan itu, mahasiswa tersebut menegaskan pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai di lingkungan tempat tinggal mereka. Pembuatan program kerja ini telah melalui persiapan pertimbangan yang matang, dan diskusi yang baik.

Dimulai dengan tahap penyuluhan program oleh ketua kelompok, lalu tahap pre-test untuk memastikan alat tersebut bekerja dengan baik, dan terakhir tahap pelaksanaan program kerja.

“Selanjutnya, kami akan membagikan buku Teknologi Tepat Guna ber-ISBN kepada ketua RW untuk membuat duplikat dari alat kami jika ingin membuat di sisi sungai lainnya. Dalam pelaksanaannya sangat dibutuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam membersihkan sampah yang telah terjaring apabila sudah penuh,” ujar ketua tim kukerta, Rezha Yaren.

“Adanya alat trash trapping ini akan berguna bagi masyarakat dan akan terlihat siapa saja yang sering membuang sampah disini, bisa dilihat dari jenis sampah yang terkumpul di trash trapping ini,” ujar Edi Ketua RW 08.

Tahapan ditutup dengan praktek pemasangan alat trash trapping dan akan dilakukan pengontrolan alat setelah seminggu sejak pemasangan alat. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. (rilis)