Lingkungan Terkait Tumpahan Stearin PT Nagamas, Johannes Minta KSOP Secepatnya Jalankan Regulasi

Terkait Tumpahan Stearin PT Nagamas, Johannes Minta KSOP Secepatnya Jalankan Regulasi

6
BERBAGI

DUMAI, Tribunriau – Anggota DPRD Komisi III Johannes Tetelepta menegaskan agar Kantor Syabandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Dumai bertindak tegas dan memberikan sanksi sesuai dengan regulasi terkait kejadian tumpah puluhan ton minyak ke laut yang terjadi di PT Nagamas Palmoil Lestari pada Jumat (28/7) silam.

Kondisi pada lokasi tumpahan minyak PT Nagamas di pelabuhan pokala milik PT Pelindo 1 Dumai juga belum bersih.

“Tindak tegas harusnya diberikan pihak KSOP selaku regulator atau pihak yang berwenang di pelabuhan, seperti yang disampaikan mereka sebelumnya dapat memberikan sanksi tegas berupa adiministrasi atau pencabutan izin, maka dari itu kita meminta kepada KSOP agar dapat bertindak tegas sesuai aturan dan amanat UU, “ tegas Johannes sebagaimana dilansir trajunews.com.

Selain menjalankan aturan sesuai regulasi, Johannes yang biasa disapa Aci itu menyampaikan sebaiknya KSOP dapat lebih bertindak tegas dalam memperhatikan menanggulangi sarana prasarana perusahaan yang beroperasi di pelabuhan sesuai dengan standardisasi prosedur.

“Ini harus tegas, jika tidak hal serupa akan terus terulang di Kota Dumai ini, jadi kita sampaikan agar KSOP jangan takut oleh perusahaan jika ada yang memback up, ini negara hukum dan KSOP yang langsung dibawah Kementrian ini selaku pihak yang membuat aturan dan melaksanakan aturan tersebut agar dapat menjalani ketentuan sesuai amanat UU dan aturan yang berlaku, sehingga regulasi berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara Itu, Kasubbag Umum dan Humas KSOP Kota Dumai, Herry Yoss Purwanto Purba mengatakan pihak KSOP memang sudah memanggil PT Nagamas dan perusahaan yang ada di Pelabuhan Dumai.

“Tapi saat rapat saya tidak ikut, untuk lebih jelas nanti bisa konfirmasi dengan Kepala KSOP, saat ini beliau sedang di Jakarta, Rabu nanti baru pulang,” jelasnya.

Sementara itu, Juru bicara Aksi Peduli Lingkungan Dumai (APLD) Rahmad mengatakan mereka akan terus mengawasi terkait proses.

”Kita akan lihat keseriusan seluruh pihak dalam menangani kejadian itu, kalau ini tidak ada kami yang akan langsung menyampaikan ke Kementrian, kami tidak ingin Dumai tercemar karena ulah perusahaan, harus ada sanksi dan sesuai amanat UU dan peraturan yang ada, “ tegasnya.(Trj/tn)