Semesta Riau Festival Permainan Rakyat Meriahkan HUT Riau

Festival Permainan Rakyat Meriahkan HUT Riau

7
BERBAGI

PEKANBARU, Tribunriau – Gubernur Riau secara resmi membuka acara festival kegiatan budaya Melayu yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dengan tema Festival Permainan Rakyat se Provinsi Riau. Acara tersebut berlangsung di Taman Budaya Provinsi Riau, Rabu (9/8/2017).

Pembukaan Acara ini ditandai dengan pemukulan ligu, permainan yang mirip dengan Golf. Ligu ini terbuat dari batok kelapa yang disusun sejajar yang ditancapkan di atas pasir.

Festival permainan rakyat se provinsi Riau ini untuk memeriahkan Hari Jadi Ke-60 Provinsi Riau pada 9 Agustus 2017.  Kegiatan budaya yang dilombakan diantaranya  Lomba Pantun, Zapin dan Festival Permainan Rakyat. Adapun Permainan Rakyat yang dilombakan  yakni Gasing, Layang-Layang dan Congkak.

Tradisi dan budaya melayu yang mulai hilang dan tergerus oleh pengaruh budaya luar yang terus tumbuh hingga dapat memudarkan nilai-nilai Melayu, dapat perhatian lebih oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yakni dengan mengadakan festival kegiatan budaya Melayu ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan, sangat mendukung acara ini dalam rangka melestarikan dan memajukan kebudayaan melayu.

“Saya mendukung acara ini dalam rangka memajukan kebudayaan melayu, harus menjaga lingkungan, tidak boleh merusak, maka kita wujudkan riau yang berintegritas. Mudah-mudahan kegiatan dan permainan rakyat yang dilombakan di acara ini selanjutnya bisa disosialisasikan terus menerus, kita masyarakatkan lagi. Negara maju juga tetap memprioritaskan kebudayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zein dalam Sambutannya mengungkapkan, dengan diadakannya festival kegiatan budaya ini dapat mengingatkan kembali kepada generasi muda bahwa kita masih memiliki permainan rakyat yang mengandung nilai kebudayan melayu. 

“Dengan menggali nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tari zapin, pantun dan permainan rakyat ini, diharapkan dapat menyelamatkan tradisi peninggalan sejarah,” ungkapnya.(rls/tn)