Hukrim Temuan Ratusan Juta di Ruang Kerja, Begini Penjelasan Kemenag

Temuan Ratusan Juta di Ruang Kerja, Begini Penjelasan Kemenag

72
BERBAGI
Penyidik KPK selesai menggeledah kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (18/3/2019). (Grandyos Zafna/detikcom)
Penyidik KPK selesai menggeledah kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (18/3/2019). (Grandyos Zafna/detikcom)

JAKARTA, Tribunriau – Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan penelusuran ada-tidaknya kaitan duit ratusan juta rupiah di ruang Menag Lukman Hakim Saifuddin dengan kasus dugaan suap jual-beli jabatan. Kemenag menyatakan para pejabatnya siap memberikan klarifikasi ke KPK.

“Tadi itu kan tidak tahu apa, di mana tempatnya, di brankas atau di mana, dan seterusnya. Kondisi ini juga kita tidak tahu karena berkaitan dengan ruang kerja, kebetulan di sini ruang kerja Menteri Agama,” ujar Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Mastuki di kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).

Karena itu, klarifikasi langsung ke KPK disebut Mastuki menjadi salah satu cara mengungkap ada-tidaknya kaitan duit ratusan juta pecahan rupiah dan dolar dengan penanganan kasus pasca-operasi tangkap tangan (OTT) Romahurmuziy.

“Maka satu-satunya hemat saya adalah menunggu klarifikasi yang akan disampaikan oleh Pak Menteri Agama langsung di hadapan tim penyidik KPK untuk memastikan ini sebenarnya apa. Ini berkaitan kah, bukan hanya lazim, tapi apakah ini berkaitan atau tidak (dengan kasus),” sambung Mastuki.

Penggeledahan di ruang Menag dan ruang lainnya dilakukan tim penyidik KPK, Senin (18/3). Duit ratusan juta ditemukan dari ruang Menag, termasuk dokumen-dokumen yang salah satunya berkaitan dengan salah satu tersangka pemberi suap ke Romahurmuziy.

“Disita dari ruang Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai ratusan juta rupiah,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

KPK sebelumnya menyatakan Romahurmuziy diduga mengatur proses pengisian jabatan untuk Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menyebut Haris Hasanuddin menyetor uang Rp 250 juta ke Romahurmuziy. Sedangkan Muafaq memberikan uang Rp 50 juta pada Jumat (15/3) sebelum akhirnya dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. (detik/red)