Pekanbaru, Tribunriau – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) gelar pasar murah untuk menekan inflasi dan rawan pangan.
Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya menekan kenaikan angka inflasi dikota Pekanbaru, salah satunya melalui program Pasar Murah, yang pada tahun ini akan digelar di sejumlah kecamatan dan kelurahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru H. Masisco, S.Sos , MSi menyebutkan hal ini sebagai bentuk upaya pemkot dalam menjaga angka inflasi berada dalam situasi terkendali.
“Kami berkomitmen untuk menekan angka inflasi, dengan terus melaksanakan kegiatan pasar murah ini secara berkelanjutan. Setiap pekannya, kami akan menggelar di sejumlah titik, ujar Masisco jumat ( 22/3/2024) kapada Tribun Riau, bertempat di jalan raja wali sakti Kecamatan Binawidiya, Kota Pekanbaru.
Setelah sebagian kecamatan dikota Pekanbaru mendapat giliran gelaran Pasar Murah atau Pangan Murah, Jumat (22/3/24) siang tadi, giliran warga jalan Raja Wali Sakti dan sekitarnya di Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru, mendapat kesempatan menikmati gelaran Pasar Murah. Tak ayal, moment itu dimanfaatkan secara antusias oleh warga setempat, terutama kaum emak emak.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi ekonomi yang sulit ini, kami mendapat kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga murah. Terimakasih atas semua ini,” ujar Ny Aminah, (50), seorang pembeli ketika ditanya media ini.
Pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Pekanbaru , melalu dinas Ketahanan Pangan, berkerja sama dengan berbagai pihak.
Dinas ketahanan pangan menyebut program ini dengan sebutan “Mobil Pak Iwan” (Mobil Pangan Tuntaskan Inflasi dan Rawan Pangan ). Dinas Ketahanan Pangan menggunakan teknik yang efisen menjangkau masyarakat dalam program pasar murah tersebut, dengan menggunakan kendaraan khusus pengangkut berbagai jenis kebutuhan masyarakat.

Mobil Pak Iwan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru ini langsung mendapat respon dari warga di Perumahan Rajawali Sakti RW15 Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Binawidya. Aneka bahan pangan kebutuhan warga yang dibwa menggunakan mobil khusus tersebut pun langsung diserbu warga.
Dalam kurun waktu kurang dari 1 jam, seluruh komoditas persediaan yang tersedia pun langsung ludes. Pada kegiatan Gerakan pangan Murah (GPM) Mobile yang diusung melalui Mobil Pak Iwan ini, menyediakan beberapa komoditas. Mulai dari beras SPHP, gula psir, minyak goreng, telur ayam, cabai merah serta bawang merah.Seluruh komoditas tersebut langsung menjadi incaran kaum ibu yang datang berbelanja di pelataran parkir Masjid Al Kautsar.
Pada kegiatan ini, beras SPHP dijual seharga Rp55.000 per kemasan 5 kilogram, telur ayam Rp25.000 untuk 1/2 papan, cabai merah Rp40.000 per kilogram, minyak palmata Rp18.000per liter, minyak Permata Rp34.000 per 2 liter, Minyak Grandia Rp15.000 per liter, Sarden Tuna Rp23.000 per kaleng, gula pasir Rp17.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram.
Karena harganya yang relatif murah ini, kaum ibu pun langsung berbondong-bondong menghabiskan seluruh persediaan yang ada.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinal Husna, pelaksanaan Layanan Mobil Pak Iwan ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah dalam rangka melakukan stabilisasi pasokan harga pangan.
Dengan langsung hadir di tengah masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan, jelas Dinal, pemerintah berharap akan mampu memotong mata rantai harga pangan khususnya untuk masyarakat yang tinggal di wilayah yang masuk kategori rentan rawan pangan.
Karena itulah, jelas Dinal, harga yang diberikan pada kegiatan Mobil Pak Iwan keliling ini relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasar.
”Tujuan kita menghadirkan Mobil Pak Iwan ini adalah untuk memotong rantai distribusi, sehingga harga komoditas yang didapatkan masyarakt bisa lebih murah,” kata Dinal.
Dia mencontohkan, untuk harga cabai. ”Tadi sebelum ke sini saya cek harga di pedagang pengecer, asih ada yang menjual cabai merah Rp70.000 per kilogram. Sementara kita di sini sudah menujual Rp40.000 per kilogram,” kata dia.
Pihaknya berharap, walau jumlah komoditas yang disediakan hanya berkisar 2,5 ton, namun itu akan mampu membantu meringankan beban masyarakat.
”Nah, bila ingin berbelanja lebih banyak, lebih lengkap, masyarakat bisa datang langsung ke Kios Pangan Dinas Ketahanan Pangan di Jalan Cut Nyak Dhien Pekanbaru,”ungkap Dinal.
Sementara itu, senada dengan Ny Aminah, Ny Mimin yang juga berbelanja pada program pangan murah ini, mengungkapkan kegembiraan hatinya dan warga lainnya bisa mendapatkan harga murah saat berbelanjan di Mobil Pak Iwan ini.
”Maklumlah Pak, ini kan momen menjelang lebaran, kami berharap sekali pemerintah hadir dengan peogram-program seperti ini. Semua di pasar sekarang mahal. di Mobil Pak Iwan ini, harganya murah dan dekat, terjangkau,” ungkap dia.
”Kami berharap kalau bisa sebelum lebaran nanti bisa mendapatkan kunjungan Mobil Pak Iwan. Kan kita masih butuh gula, beras, minyak goreng untuk keperluan hari lebaran. Kalau beli disini kan harganya lebih murah. Sesering mungkin dilaksanakan, kami akan sangat merasa terbantu,” jelas Ny mimin. (Tun/ADV )










