Semesta Riau Sempana HUT TNI, Targetkan Dua Ribu Peserta Pertandingan Menembak

Sempana HUT TNI, Targetkan Dua Ribu Peserta Pertandingan Menembak

BERBAGI
Acara syukuran sempena Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M, 
di Makodim Dumai, Minggu (10/9).


DUMAI, Tribunriau – Sempana HUT ke-72 TNI yang puncaknya pada 5 Oktober, pihak Dandim 0320 Dumai sudah melakukan berbagai kegiatan. Juga bakal digelar pertandingan menembak terbesar di Indonesia dengan total hadiah Rp75 juta dan sepeda motor. Untuk pertandingan menembak ini ditargetkan 2 ribu peserta se Indonesia.

Hal itu disampaikan Dandim 0320 Dumai Letkol Kav Rendra Siagian, disela-sela acara syukuran Hari Raya Idul Adha, di Makodim Dumai, Minggu (10/9). Dandim juga mengatakan, untuk pertandingan menembak sudah banyak daerah yang menkonfirmasi keikutsertaannya.

“Kegiatan menembak ini akan dilaksanakan pada 23 dan 24 September 2017 dan kami berkomitmen pertandingan ini dibuat paling meriah dan besar, kalau selama ini hadiah paling tinggi itu Rp40 juta. Di Dumai kami menyediakan dua kalilipatnya dan juga ada sepeda motor, setakat ini memang sudah beberapa daerah menkonfirmasi keikutsertaannya, seperti Medan, Aceh, Jambi, Jawa, Pelalawan, Batam dan daerah lain,” ujar Dandim.

Untuk pertandingan menembak yang melibatkan Perbakin Dumai dan Provinsi Riau untuk penjuriannya, akan di pertandingkan 8 nomor ada untuk junior dan senior. “Untuk juri dari perbakin provinsi dan Dumai, kami sudah komitmen ini pertandingan sportifitas  tidak mau rekayasa hasil siapa yang berkemampuan itu juaranya, untuk peserta terbuka untuk umum,” jelas Dandim.

Dan dalam rangkaian kegiatan puncak peringatan HUT ke-72 TNI pada 5 Oktober, sudah digelar acara lomba tarian dan lagu melayu, dan tanggal  15 september akan diadakan sepak bola antar pelajar SMA memperebutkan piala bergilir Dandim 0320 Dumai Cup dan penyelenggaraan tahun ini sudah yang ke tiga kalinya.

Berbagai kegiatan dan even diadakan, kata Dandim adalah untuk mengangkat nama Dumai di Indonesia, dengan potensi yang luar biasa tanpa adanya promosi terhadap Dumai maka daerah ini tidak banyak dikenal di luar.

“Saya bertugas sudah lebih 1,6 tahun, berharap ketika pindah tugas dapat meninggalkan Dumai dengan peninggalan yang positif. Salah satunya menggiatkan kegiatan yang memunculkan nama Dumai,” jelasnya.