Semesta Riau Festival Kelapa Internasional 2017 Digelar Di Inhil Riau

Festival Kelapa Internasional 2017 Digelar Di Inhil Riau

3
BERBAGI
Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman memberikan sambutan saat hadiri seminar Kelapa Internasional 
dalam rangka hari kelapa Internasional di tembilahan kab Inhil.

TEMBILAHAN, Tribunriau – Perayaan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day) merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tanggal 2 September oleh negara-negara penghasil Kelapa di dunia, termasuk Indonesia. Tanggal tersebut merupakan hari berdirinya Asian and Pacific Coconut Comunity (APCC), Lembaga Pemerintah Negara Penghasil kelapa didunia yang saat ini beranggotakan 18 negara.

Sabtu (9/9/2017), bertempat di Lapangan taman kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau menjadi pusat perayaan hari kelapa Dunia tahun 2017 dengan penyelenggaraan event akbar bertajuk “Festival Kelapa Internasional“. Acara ini dihadiri oleh Menteri pertanian yang diwakili Dirjend Perkebunan dan Holtikulutra, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Ketua DPRD Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, Ketua Badan Restorasi Gambut RI Nasir Foead, Dirjen Perkebunan Ir Bambang, Direktur Eksekutif Asian Pacific Coconut Comunity (APCC) Dr. Uron N. Salum, Gubernur Nangroe Aceh Darusalam (NAD), Gubernur Bengkulu, Bupati Banyuasin SA Supriono, Bupati Gorontalo, serta Asisten Direktur Asian Pacific Coconut Comunity (APCC)  dan beberapa perwakilan negara negara sahabat penghasil kelapa.

Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutanya mengatakan, sekitar 80% penduduk Kabupaten Indragiri Hilir menggantungkan penghidupannya dari Kelapa, dengan luas Kebun Kelapa Dalam 392.752 Ha dan Kelapa Hibrida 71.519 Ha sehingga total luasan kebun kelapa 464.271 Ha, sekitar 12,78% dari Luasan perkebunan kelapa nasional. Namun saat ini sebagian kebun kelapa tengah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya perkebunan kelapa yang sudah tidak produktif.

“Masih banyaknya kelapa berusia tua, sekitar 60% di atas usia 40 tahun atau sudah tidak produktif, dikarenakan replanting berjalan tersendat dan lamban, bahkan banyak perkebunan beralih fungsi. Selain itu tantangan pemerintah adalah mengembangkan industri pengolahan secara terpadu,” kata Gubri.

Gubri mengharapkan semua pihak yang terkait atau Stakeholder, dalam hal ini Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Menteri Koordinator Perekonomian dan lembaga Keuangan Nasional dapat terlibat dalam industri kebun kelapa rakyat dan perbaikan tata niaga.

Menurutnya hal ini harus dilakukan guna meningkatkan pendapatan petani, serta memberikan harga yang baik bagi petani kelapa dan juga memberi pendampingan petani kelapa untuk meningkatkan produksinya, serta mendorong replanting (peremajaan) secara nasional, dan meningkatkan volume ekspor buah kelapa rakyat.

“Festival Kelapa Internasional 2017 yang dihelat saat ini merupakan suatu anugerah dan kebanggaan bagi Kabupaten Indragiri Hilir yang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk memperkenalkan sentra budi daya Perkebunan Kelapa yang tersebar di seluruh Kabupaten Indragiri Hilir,” ujar Gubri.

Kita ketahui kelapa telah dikenal masyarakat sebagai tanaman multifungsi, mengingat hampir seluruh bagian tanamannya, dari daun hingga akar dapat dimanfaatkan, sehingga kelapa memberi banyak manfaat sebagai sumber penghidupan. Tidak heran jika di berbagai daerah, tanaman kelapa sering disebut sebagai pohon kehidupan, serta tanaman serba bermanfaat.(Tn)