Sebelum Permintaan Maaf, Sukmawati Sempat ‘Bela Diri’

Tribunriau- Sebelum akhirnya Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf atas puisi kontroversialnya, Putri Bung Karno ini sempat mengatakan bahwa dirinya adalah budayawati, menyelami serta menghayati puisi yang ditulisnya tanpa ada niat SARA.

“Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam saya mengarang puisi. Saya sebagai budayawati berperan bukan hanya sebagai Sukmawati saja, namun saya menyelami, menghayati, khususnya ibu-ibu di beberapa daerah. Ada yang banyak tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia timur di Bali dan daerah lain,” kata Sukmawati dilansir dari Detikcom beberapa hari yang lalu.

Tak cukup itu, Sukmawati malah mengatakan redaksional “Kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu” sah-sah saja serta menyatakan ada suara adzan yang tidak merdu.

“Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati,” kata Sukmawati.

“Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu,” tambahnya.

Tak lama membela diri, pada Rabu (4/4/2018) Sukmawati akhirnya meminta maaf yang disertai air mata penyesalan.

“Saya mewakili pribadi tidak ada niat menghina umat Islam Indonesia dengan puisi ‘Ibu Indonesia’. Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya,” ujar Sukmawati dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Lebih lanjut, ia menyatakan permintaan maafnya kepada seluruh umat Islam Indonesia, namun anehnya, selain permohonan maaf yang dikatakan Sukmawati itu terdapat juga kalimat Khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan pada puisi ‘Ibu Indonesia’, ” ujar Sukmawati sambil menangis.

Menyikapi permintaan maaf tersebut, beberapa pelapor hingga kini masih enggan mencabut laporannya. (dtc/red)