Politik Sanksi Menunggu TGB, Demokrat tak Dukung Jokowi?

Sanksi Menunggu TGB, Demokrat tak Dukung Jokowi?

64
BERBAGI
Gubernur NTB, Zainul Majdi atau TGB
Gubernur NTB, Zainul Majdi atau TGB

JAKARTA,Tribun Riau – Partai Demokrat membuka kemungkinan akan memberikan sanksi kepada TGH Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai presiden selama 2 periode. Lantas, apakah ini berarti Demokrat tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2019?

Pernyataan ini disampaikan oleh Waketum Demokrat Syarief Hasan terkait ada/tidaknya sanksi bagi TGB. Sebab, Demokrat belum menyatakan sikapnya di Pilpres 2019.

“Sanksi pasti tetap ada dan itu akan dibahas Dewan Kehormatan,” ujar Syarief kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Pembahasan soal capres hingga koalisi masih akan dibahas Demokrat siang ini di kediaman sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat ini belum diketahui secara pasti arah koalisi dan capres yang akan diusung Demokrat.

Soal sikap dukungannya ke Jokowi, TGB memberikan alasan terkait percepatan pembangunan di NTB, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dia khawatir pembangunan itu mandek ketika ada pergantian kepemimpinan.

“Jadi keputusan apa pun itu harus mempertimbangkan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat. Keseluruhan dari tiga hal ini, menurut saya, pantas dan fair kalau kita beri kesempatan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang selama 4 tahun ini beliau mulai,” kata TGB saat berkunjung ke redaksi Transmedia, Rabu (4/7).

Sikap politiknya belum disampaikan secara resmi kepada Demokrat. Dukungan terhadap Jokowi adalah sikap TGB secara personal dan tidak mewakili Demokrat.

“Saya belum bicara ke partai, karena memang ini sikap pribadi saya. Kan kalau partai ada mekanismenya dan di Partai Demokrat itu, mekanisme (dukungan) melalui Majelis Tinggi Partai, dan saya salah satu anggota Majelis Tinggi,” ucap TGB kepada wartawan di lingkungan Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Jadi, apakah sanksi yang menanti TGB merupakan sinyal Demokrat tak akan merapat ke Jokowi? (dtc/red)