Ekonomi Puluhan Rumah di Rupat Butuh Perhatian Pemerintah

Puluhan Rumah di Rupat Butuh Perhatian Pemerintah

BERBAGI

RUPAT, Tribunriau- Puluhan rumah di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis ini butuh perhatian pemerintah.

Pasalnya, dari pantauan awak media di beberapa lokasi, yaitu di RT 13, RT 14, RT 15, RT 16, terlihat rumah yang dihuni oleh kepala keluarga (KK) yang mendapatkan PKH Beras 10 Kg/bulan itu tidak layak huni.

Beberapa daerah lainnya juga ditemukan rumah tidak layak huni, seperti di Desa Darul Aman dan Teluk Mas.

Salah seorang kepala keluarga, Asmawi
(58) ketika dijumpai di rumahnya terkait kondisi kelayakan huni menyampaikan beberapa hal yang memilukan.

“Kalau rumah ini bocor, jika hujan turun, angin kencang, rumah ini bocor, kadang terganggu tidur, dikarenakan bocor atapnya,” ujar Asmawi dengan mata berkaca.

Asmawi juga mengatakan bahwa rumahnya sudah berulang kali diajukan oleh RT setempat untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah layak huni.

“Bahkan dari tahun 2013 terus setiap tahun didaftarkan, foto copy KK, foto copy surat tanah, sejak tahun 2013 sampai hari ini kami belum dapat bantuan,” tuturnya.

Ditambahkannya, ia juga pernah mengantar permohonan bantuan tersebut ke Dinas Sosial Kecamatan, namun tetap hasilnya nihil.

“Mungkin belum nasib, tapi orang lain kok bisa dapat?, padahal rumah kami kondisinya lebih parah,” jelasnya.

Untuk diketahui, Asmawi adalah seorang pekerja di pembuatan bot kecil, satu harinya ia hanya mendapatkan 70ribu.

“Itu pun tidak setiap hari, kalau ada bahannya baru bisa bekerja, ini pun sudah 3 hari menunggu bahan, saya betul betul kurang mampu, gimana mau perbaiki rumah? makan saja pas pasan, kami mohon lah pada pemerintah untuk melihat keadaan rumah kami ini,” pintanya.

Selain itu, warga lainnya, Suryani (59 tahun) menuturkan kepada media ini kalau suaminya sudah delapan tahun sakit struk, tidak dapat kerja, terkait rumahnya hampir roboh ini, sudah 10 tahun rumahnya ini di data.

“Dibantu oleh RT, difoto, minta fotocopy KK, minta fotocopy surat tanah, tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan bantuan, kami hanya berharap kepada pemerintah,” ujarnya.

Suryani menjelaskan soal kerjanya yaitu mencari damar, terkadang beberapa hari tidak ia dapatkan.

“Kadang ada kadang tidak, suami sakit sudah delapan tahun, kami tidak punya harta, kami susah, ketika hujan, rumah kami ini bocor, kadang tidak dapat tidur,” ungkap Suryani.

Dinas Perkim, Dinas perumahan dan Pemukiman Bengkalis belum berhasil dihubungi melalui sambungan telepon untuk dimintai tanggapannya.

Penulis: Johanes Mangunsong