Proyek Pamsimas Boncah Mahang Bengkalis Diduga Mangkrak

Kondisi lokasi Proyek Pamsimas di di Dusun Pasir Putih Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Kondisi lokasi Proyek Pamsimas di di Dusun Pasir Putih Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

DURI, Tribun Riau- Program Nasional Proyek Pamsimas (pengadaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) yang berada di Dusun Pasir Putih Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, kelihatannya tidak selesai dikerjakan.

Tampak di lokasi pengerjaan, pada plank proyek menyebutkan, Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya, Pamsimas Kabupaten Bengkalis. Menerangkan bahwa proyek tersebut akan membangun menara air, pembuatan sumur bor, pengadaan mesin pompa, pembangunan WC sekolah, PLN, Kran air, dengan menggunakan dana APBD Bengkalis tahun 2017 sebesar Rp.300 juta, sumbangan/kontribusi masyarakat Rp.75 Juta, total anggaran dana Rp 375 juta, dengan masa kerja 120 hari kalender.

Sementara itu, pada lokasi yang dimaksud, hanya terlihat satu bangunan yang belum selesai, hal inipun menjadi tanda tanya warga sekitar.

Kepala Desa Boncah Mahang Romayono, S.IP ketika dikonfirmasi, Kamis (06/09/18) terkait keberadaan proyek tersebut mengatakan bahwa proyek tersebut bukan dihentikan, melainkan akan dilanjutkan pembangunannya.

“Proyek itu ada setelah satu bulan saya dilantik menjadi Kepala Desa Boncah Mahang defenitif September 2017. Saya yang mengizinkan lokasinya, dan yang mengerjakan masyarakat setempat,” sebut Romayono.

Ketika disinggung mengenai masa kerja pengerjaan proyek tersebut dibatasi 120 hari kalender (4 bulan), Romayono seakan tidak tahu batas pengerjaan proyek tersebut dan mengatakan proyek dikerjakan secara bertahap.

“4 bulan ya waktunya, proyek itukan dikerjakan secara bertahap, mungkin karena defisit anggaran APBD Bengkalis, pengerjaannya sementara dihentikan,” pungkas Romayono.

Sementara itu, Kepala UPTD PUPR Mandau, Rudi Rinaldo ketika dikonfirmasi, Selasa (11/09/18) mengatakan, bahwa proyek tersebut yang menanganinya adalah pemerintah desa, tidak ada hubungannya dengan mereka dan tidak ada mengawasi pekerjaan yang dimaksud.

“Kami tidak ada hubungan dengan proyek itu, karena setahu saya, proyek itu langsung ditangani orang desa,” sebut Rudi.

Begitu juga dengan anggota DPRD Bengkalis, Rianto dari komisi II yang membidangi pembangunan, ketika dikonfirmasi usai acara pembukaan Musrenbang Desa Petani mengatakan akan secepatnya turun ke lapangan untuk mengecek kondisi tersebut.

“Saya akan mengecek secara langsung ke lokasi proyek dan menanyakan kepada yang mengerjakannya, serta akan menanyakan langsung ke Dinas PUPR Bengkalis, Cipta Karya itu ya…?,” tutup Rianto.

Selain itu, Kepala Dusun Pasir Putih, Rahman melalui nomor selulernya, Rabu (12/09/18) siang ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kapan dimulainya pekerjaan tersebut.

“Tanyakan saja langsung kepada ketua Pamsimasnya, saya dengar informasi sudah ada dibayar, cuma besarannya saya tidak tahu,” kilah Rahman.(jlr)