Hukrim Dugaan Penyelewengan Anggaran PJU, Mantan Kadishub Rohul Resmi Tersangka

Dugaan Penyelewengan Anggaran PJU, Mantan Kadishub Rohul Resmi Tersangka

76
BERBAGI
RR, mantan Kadishub Rohul diperiksa Tipikor Polres Rohul terkait dugaan penyeleweangan dana PJU sekitar Rp600 juta. RR sudah ditetapkan tersangka oleh kepolisian
RR, mantan Kadishub Rohul diperiksa Tipikor Polres Rohul terkait dugaan penyeleweangan dana PJU sekitar Rp600 juta. RR sudah ditetapkan tersangka oleh kepolisian

ROKAN HULU,Tribun Riau- Pihak penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul), resmi menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rohul berinisial RR sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyelewengan anggaran Penerangan Jalan Umum (PJU).

RR yang juga pernah menjabat Kepala Satpol PP Rohul resmi menyandang status tersangka karena terindikasi‎ menyelewengkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rohul tahun 2017 untuk pembiayaan PJU di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Rambah, Ujung Batu, Rambah Hilir, dan Kecamatan Tandun.

Informasinya yang didapatkan awak media, untuk pembiayaan PJU tersebar di empat kecamatan sudah dianggarkan dari APBD Rohul tahun anggaran 2017 lebih dari Rp 600 juta. Tapi, pembiayaan PJU tidak kunjung diterima PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pasir Pangaraian.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, RR yang mengenakan kaos hitam menjalani pemeriksaan di Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Rohul, Senin (10/9/2018) siang. Saat itu RR datang ke Polres Rohul dengan mobil pribadinya, didampingi istri serta penasehat Hukumnya yang belakangan diketahui bernama Efesus Dewan Marlan Sinaga, SH.

Dikatakan Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto, dirinya membenarkan bahwa RR sudah resmi sebagai tersangka. Kemudian, status tersangka tersebut diberikan pasca penyidik melakukan gelar perkara di Mapolda Riau belum lama ini.

“Kini RR sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” sebut AKP Harry Avianto.

Walaupun sudah berstatus tersangka, RR tidak langsung ditahan oleh penyidik. AKP Harry mengaku bahwa RR tidak ditahan karena sudah kooperatif, termasuk memenuhi panggilan penyidik.‎

“RR sudah kooperatif, sehingga kita belum melakukan penahanan,” sebut AKP Harry.

Ketika ditanya apakah akan ada tersangka lainnya yang menyusul, AKP Harry menerangkan bahwa tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru di perkara tersebut.

“Hingga kini kita sedang melakukan proses,” kata AKP Harry.

Terkait perkara dugaan penyelewengan anggaran PJU sekitar Rp 600 juta lebih, itu sudah dialokasikan dari APBD Rohul tahun 2017 namun dananya tiba-tiba hilang.

Dana lebih dari Rp 600 juta, seharusnya dibayarkan ke PT. PLN Rayo Pasir Pangaraian di tahun 2017. Namun tagihan tersebut belum juga dibayarkan Pemerintah Kabupaten Rohul, melalui Dishub Rohul.

Anggaran PJU di empat Kecamatan dianggarkan melalui APBD Rohul 2017 yang mencapai Rp 1,4 miliar. Sekitar Rp 700 juta lebih, sudah dibayarkan Pemkab Rohul melalui Dishub Rohul, namun kekurangannya lebih dari Rp 600 juta belum juga dibayarkan ke PT. PLN.

Sebelumnya, Manager PT. PLN Rayon Pasir Pangaraian, David Sibarani juga membenarkan bahwa adanya tunggakan tagihan PJU di empat kecamatan di Kabupaten Rohul. David saat itu mengakui, masih ada sekitar Rp 600 juta lebih tagihan PJU yang belum dibayarkan ke pihaknya. (mad)