Semesta Riau Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru – Dumai Dibahas Tiga Menteri

Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru – Dumai Dibahas Tiga Menteri

4
BERBAGI


PEKANBARU, Tribunriau – Tiga menteri Kabinet Kerja RI mengunjungi Riau untuk membahas percepatan pembangunan jalan tol Pekanbaru – Dumai. Ketiga menteri tersebut, yakni Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan BPN Sofyan Jalil. Kedatangan ketiga menteri disambut Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Pembangunan jalan tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 130 Kilometer sempat terhambat lantaran terbentur pembebasan lahan milik masyarakat. Jalur tol juga melewati kawasan hutan dan konsesi milik PT Chevron Pacific Indonesia.

Dalam percepatan pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai, Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya sebagai pelaksana.

Menteri BUMN Rini Sumarno mengklaim tidak ada kendala berarti dalam pembangunan tol yang dikelola PT Hutama Karya itu. Proyek yang memiliki investasi Rp 16 triliun itu membutuhkan setidaknya 1022 hektare pembebasan lahan. Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp250 miliar untuk proses pembebasan lahan. Sebanyak Rp35 miliar sudah terserap untuk pembayaran ganti rugi lahan masyarakat.

Jalan tol Pekanbaru–Dumai merupakan salah satu bagian dari rencana pemerintah dalam pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Jalan tol di Riau itu dibagi dalam enam seksi. Seksi pertama merupakan pintu tol di Kota Pekanbaru yang akan menghubungkan Pekanbaru–Minas.

Rini menyebutkan, kini pihaknya tengah melakukan study final dari ITB tentang kondisi tanah. Sebab ada ruas yang kadar air sedikit tinggi, sehingga harus melihat struktur apa yang terbaik.

Kondisi terkini masih dilakukan land clearing. Ada beberapa titik di jalur keadaan tanahnya masih dicek ulang. Rini berharap minimal tahun depan sudah optimalisasi. Karena dari sisi pembiayaan tidak ada persoalan. “Anggaran sudah siap. Ini total investasi Rp 16 triliun dan dana tersedia,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman optimis pekerjaan yang lama tertunda bakal segera dimulai. Sehingga keinginan masyarakat Riau yang ingin memiliki jalan tol dapat benar-benar terwujud. (JPG/TP/tn)