Hukrim Penasehat Hukum Terdakwa Pembunuhan di Jembatan Jumrah Bacakan Pledoi

Penasehat Hukum Terdakwa Pembunuhan di Jembatan Jumrah Bacakan Pledoi

BERBAGI

ROHIL, Tribunriau- Pengadilan Negeri Rokan Hilir (PN Rohil), Rabu (19/7) sekitar pukul 17.00 WIB kembali menggelar sidang pembacaan nota pembelaan (Pleedoi) tertulis terhadap tiga terdakwa Amat Jais alias Jais , Martiana Paranginangin alias Tina dan Abu Sofyan alias Iyan oleh Penasehat hukum para terdakwa.

Pantauan dalam sidang, Kalna Surya Siregar SH selaku Penasehat hukum terdakwa Amat Jais alias Jais dan Abu Sofyan alias Iyan membacakan pembelaan kliennya satu persatu.

“Dakwaan dan tuntutan JPU telah keliru dan sesat yang menyatakan terdakwa Abu Sofyan alias Iyan telah terbukti secara sah dan menyakinkan ikut merencanakan membantu melakukan pembunuhan,” ujar Kalna Surya dalam pembelaanya.

Menurut Kalna, keterangan terdakwa dan bukti-bukti yang terungkap dari Martiana Paranginangin dalam persidangan, tidak ada kaitannya dengan perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Amat Jais alias Jais kepada Almarhum Manotar Simamora.

Sehingga, lanjutnya, terdakwa Abu Sofyan alias Iyan tidak terbukti dalam pasal 338 jo pasal 56 ke 2 KUHpidana yang didakwakan kepada kliennya.

Sedangkan terhadap Amat Jais Alias Jais dalam nota pembelaannya meminta kepada Majelis hakim agar menjatuhkan pidana kepada terdakwa sesuai dengan dakwaan primer dan menghukum terdakwa seadil-adilnya.

Atas pembelaan yang diajukan kuasa hukum terdakwa ini, Ketua Majelis hakim yang mengadili perkara ini M.Hanafi SH MH serta dua anggotanya Sapperi Janto SH dan Rina Yose SH meminta kepada JPU Maruli Tua Sitanggang SH untuk menanggapi pembelaan kuasa hukum terdakwa tersebut.

“Atas pembelaan terhadap kedua terdakwa itu kami selaku jaksa penuntut umum tetap pada tuntutan sebelumnya yang mulia,” ujar Maruli Sitanggang.SH.

Terhadap pembelaan terdakwa Martiana Paranginangin yang didampingi kuasa hukumnya Irvan Zulnijar SH memohon kepada Majelis hakim agar memberikan waktu satu (1) minggu kedepan untuk menyiapkan pembelaannya secara tertulis.

Setelah hakim bermusyawarah atas permohonan kuasa hukum terdakwa Martiana Parangin-angin, akhirnya majelis hakim menutup sidang dan melanjutkan sidang satu (1) minggu kedepan dengan agenda pembacaan nota pembelaan terdakwa Martiana Paranginangin. (TO)