Semesta Riau Pelabuhan RoRo Rupat Gelar Simulasi Timbangan Portable

Pelabuhan RoRo Rupat Gelar Simulasi Timbangan Portable

BERBAGI

RUPAT, Tribunriau- Pelabuhan RoRo di Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis menggelar simulasi timbangan portable terhadap mobil atau truk angkutan.

Demikian disampaikan Kepala UPT Pelabuhan RoRo Tanjung Kapal, Hendri kepada Tribunriau, Rabu (7/7).

“Menurut surat edaran Gubernur, jika tidak ada halangan, mulai besok akan diberlakukan pembatasan muatan, yaitu maksimal 9 ton,” ujar Hendri.

Dikatakannya juga, kondisi timbangan pada hari sebelumnnya masih kosong, pihaknya akan melakukan penimbangan mulai esok.

“Kalau operasional penimbangan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi, jadi kami yang di kabupaten membantu dalam hal penimbangan itu,” tambahnya.

“Untuk hari ini sosialisasi, persiapan apa yang menjadi kekurangan untuk nanti pelaksanaan, besok imbauan sudah jelas terkait dengan 9 ton, dari dulu juga sudah kita sampaikan terkait 9 ton, semalam saya rapat dengan pihak supir mobil terkait itu, terus untuk penimbangan itu satu kali penimbangan, artinya di pulau dilakukan penimbangan, sampai di Dumai itu tidak dilakukan lagi penimbangan, kecuali itu dilakukan uji petik atau mungkin kendaraan ini dilihat dilakukan penimbangan, hasil penimbangan dari pulau di-printout-nya, itu dibawa sama pemilik mobil untuk nanti penyerahnya gampang mengambilnya,
Total semuanya tonase 9 ton itu adalah termasuk kendaraan, orang, muatan, jadi seluruhnya 9 ton, dari Tanjung Kapal ke Dumai, dan Dumai ke Tanjung Kapal 9 ton,” jelasnya.

“Jadi kami menghimbau kepada pemilik supir pemilik kendaraan, supir mobil sawit, baik itu pembawa ojol, semuanya untuk mematuhi surat kendaraannya terkait dengan batasan kota,” tambahnya mengimbau.

Jika terbukti tonase lebih dari 9 ton, lanjut Hendri, akan dilakukan pembongkaran. Masalah tempat pembongkaran, akan dilakukan di pinggiran jalan.

“Tapi kami lebih mengharapkan lagi kalau nanti dilakukan pembongkaran di sini, terus tidak ada kerjasama supir atau pemilik sawit, bakal jadi penumpukan (antrian panjang, red),” urainya.

“Artinya tidak tercover lahan parkir yang ada di sini, jadi saya imbau dari tempat dia start, pertama mohon kiranya untuk bisa membatasi, untuk saat ini timbangan masih timbangan portable atau timbangan kodok menggunakan wireles,” pungkas Hendri mengakhiri.

Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Darwis Jhon Viker