Beranda blog Halaman 953

Gempa M 4,9 Terjadi di Bolaang Uki Sulut

Jakarta

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa terasa hingga ke Bolaang Mongondow Timur.

“Pusat gempa berada di laut 88 Km tenggara Bolaang Uki-Bolsel,” tulis BMKG di akun Twitter-nya, Minggu (5/9/2021).

Gempa terjadi pada pukul 22.52 WIB dengan titik koordinat 0,24 Lintang Selatan dan 124,50 Bujur Timur. Kedalaman gempa yakni 11 Km.

Gempa dirasakan di dengan skala II MMI di Kotamobago. Skala II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sementara itu, skala III dirasakan di Bolaang Mongondow Timur yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Belum diketahui ada atau tidaknya dampak gempa tersebut.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

Ribut dengan Warga, 4 Pegawai Dukcapil Bandar Lampung Diperiksa Inspektorat

Jakarta

Inspektorat Bandar Lampung melakukan pemeriksaan terhadap empat pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terkait keributan dengan warga. Keributan itu terjadi di salah satu loket pelayanan.

“Kami telah periksa dan melakukan pendalaman kepada empat orang pegawai Disdukcapil terkait keributan yang terjadi beberapa hari lalu dengan warga,” kata Inspektur Kota Bandar Lampung M Umar, seperti dilansir Antara, Sabtu (4/9/2021).

Peristiwa keributan antara pegawai Disdukcapil Bandar Lampung dan warga diakibatkan dari kesalahpahaman antara kedua belah pihak, di mana warga yang ingin mengganti nama di kartu keluarga (KK) karena terdapat kesalahan diminta membawa berkas-berkas pendukung agar diproses.

Namun, warga tersebut meminta langsung diganti tanpa harus membawa berkas-berkas pendukung yang diminta petugas, kemudian terjadi adu mulut di antara mereka dan berakhir dengan keributan.

Umar menyebutkan bahwa empat orang yang diperiksa oleh tim terkait keributan tersebut terdiri dari dua orang pegawai negeri sipil (PNS) dan dua orang tenaga kontrak.

Dia juga mengatakan bahwa dalam hal menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman tersebut, sebagai langkah awal Dinsdukcapil telah melakukan mutasi internal kepada yang bersangkutan.

Kepala Disdukcapil Kota Bandar Lampung A Zainuddin membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan rolling terhadap seluruh pegawai yang berada di loket pelayanan tersebut.

“Setelah kejadian itu semua pegawai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dipindahkan,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, oknum petugas loket yang ribut dengan warga juga telah diberikan teguran serta peringatan keras terhadap sikapnya dalam melakukan pelayanan kepada warga tanpa mengindahkan atau mengedepankan senyum, sapa dan salam (3S).

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Buron Penipuan Jual Beli Semen Senilai Rp 1,6 M di Jambi Diciduk!

Jakarta

Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jambi bersama Resmob Bareskrim Mabes Polri menangkap Yuli (53) buronan kasus dugaan penipuan senilai Rp 1,6 miliar yang terjadi beberapa waktu lalu. Penangkapan terjadi di Jakarta.

Seperti dilansir Antara, Sabtu (4/3/2021), penangkapan terhadap Yuli yang telah masuk dalam aftar pencarian orang atau DPO dilakukan di Jakarta Barat, tepatnya di Jalan Gang Macan Kedoya Utara Kebon Jeruk, pada Jumat (3/9) sekitar 23.00 WIB.

Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Kaswandi Irwan membenarkan penangkapan ini.

Penangkapan DPO tersebut terjadi di Jakarta Barat, atas kerja sama antara Tim Resmob Polda Jambi dengan Tim Resmob Bareskrim Mabes Polri.

Saat ini terduga pelaku telah tiba di Jambi. Ia diterbangkan dari Jakarta ke Jambi sekitar pukul 11.45 WIB, dengan pengawalan ketat.

Dugaan penipuan tersebut terjadi pada Desember 2016 lalu. Kasus tersebut bermula saat pelapor bernama Suyanto melakukan bisnis jual beli semen dengan terlapor Yuli.

Setelah mendapati kesepakatan harga semen dengan Yuli, Suyanto memesan semen sebanyak 20.000 sak. Tiap sak dihargai Rp 59.000.

Setelah itu, Suyanto meminta uang sebagai uang muka kepada Yuli dan menyetujui uang muka tersebut sebesar Rp 400 juta, namun uang yang ditransfer oleh Yuli hanya sebesar Rp 300 juta.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Gempar Pejabat Imigrasi Ditangkap Terkait Sabu di Makassar

Makassar

Pejabat Ditjen Imigrasi dikabarkan ditangkap polisi terkait kasus sabu di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kabar yang beredar ini membuat gempar.

Pasalnya, oknum petugas imigrasi itu ditangkap alah satu kamar hotel di Makassar berpesta sabu. Pejabat imigrasi yang ditindak itu disebut berinisial N.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes La Ode Aries El Fathar mengatakan, pelaku ditangkap saat tengah mengonsumsi narkotika jenis sabu.

“Benar, dia (N) ditangkap pada 23 Agustus 2021 lalu, di salah satu hotel di Makassar,” kata Kombes La Ode Aries El Fathar seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu (4/9/2021).

Petugas Imigrasi itu akan diasesmen hingga nantinya ditentukan apakah dirinya akan direhabilitasi atau dibui.

“Dia pengguna, kita asesmen,” tuturnya.

Simak penjelasan Ditjen Imigrasi di halaman selanjutnya.

Sumber: DetikNews

Pernyataan Lengkap Coki Pardede Minta Maaf dengan Tangan Terborgol

Jakarta

Komika Coki Pardede ditetapkan sebagai tersangka di kasus penyalahgunaan sabu. Untuk pertama kali Coki Pardede meminta maaf setelah ditangkap polisi.

“Saya minta maaf, terutama kepada ayah dan ibu dan juga minta maaf selanjutnya kepada manajemen karena memang ini langsung berinteraksi kepada pekerjaan saya,” kata Coki Pardede kepada wartawan di Polres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Sabtu (4/9/2021).

Coki Pardede juga meminta maaf kepada penikmat karyanya dalam stand up comedy. Ia meminta para penggemarnya untuk bersabar.

“Dan juga ingin berminta maaf kepada orang-orang yang menikmati karya saya. Mohon bersabar dulu, karena akan sedikit tertunda karya-karya yang bisa teman-teman nikmati karena ada urusan yang lebih penting yaitu kesembuhan saya dari adiksi terhadap obat-obatan terlarang,” katanya.

Coki Pardede memahami kesalahannya. Pria bernama asli Reza Pardede ini pun mengambil pelajaran penting dari kasusnya ini.

“Biarlah ini menjadi pelajaran buat saya dan juga pelajaran buat teman-teman yang ada di luar sana bahwa ketergantungan kepada zat terlarang itu tidak ada untungnya sama sekali,” katanya.

Coki Pardede mengaku akan memperbaiki dirinya untuk tidak lagi mengenal narkoba.

“Jadi biarlah saya belajar dulu, biarlah saya memperbaiki dulu biar nanti saat saya kembali lagi di panggung itu saya jadi lebih baik, jadi lebih bertanggung jawab dan bisa menghibur teman-teman yang ada di luar sana dua tiga atau empat kali lipat lebih baik daripada saya yang sekarang,” tutupnya.

Berikut pernyataan lengkap Coki Pardede meminta maaf:

Saya minta maaf terutama ayah dan ibu dan juga minta maaf selanjutnya kepada manajemen karena memang ini langsung berinteraksi kepada pekerjaan saya dan juga ingin berminta maaf kepada orang orang yang menikmati karya saya.

Mohon bersabar dulu karena akan sedikit tertunda karya karya yang bisa teman teman nikmati karena ada urusan yang lebih penting yaitu kesembuhan saya dari adiksi terhadap obat obatan terlarang.

Biarlah ini menjadi pelajaran buat saya dan juga pelajaran buat tema teman yang ada di luar sana bahwa ketergantungan kepada zat terlarang itu tidak ada untungnya sama sekali.

Jadi biarlah saya belajar dulu, biarlah saya memperbaiki dulu biar nanti saat saya kembali lagi di panggung itu saya jadi lebih baik, jadi lebih bertanggung jawab dan bisa menghibur teman teman yang ada di luar sana dua tiga atau empat kali lipat lebih baik daripada saya yang sekarang.

Jadi Tersangka

Polisi telah menentukan status hukum terhadap komika Coki Pardede usai ditangkap di kasus sabu. Coki Pardede ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Coki Pardede, polisi juga menetapkan pengedar perempuan bernama Welly dan bandar bernama Riski sebagai tersangka.

“Tiga orang sementara sebagai tersangka, kami akan proses,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Sabtu (4/9/2021).

Coki Pardede dkk dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 jo Pasal 132 di UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancamannya 6 tahun,” katanya.

(mea/hri)

Sumber: DetikNews

Terungkap! Perempuan yang Suplai Sabu ke Coki Pardede Eks Kru

Jakarta – Polisi menangkap perempuan bernama Welly yang memasok sabu kepada komika Coki Pardede. Polisi mengungkap Welly merupakan mantan kru Coki Pardede.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pria bernama asli Reza Pardede dan Welly sudah lama saling kenal.

Keduanya juga teman satu sekolah.”Dua tahun. Kenal dari mana, dulu juga teman sekolah dan bekerja sebagai kru,” kata Yusri kepada wartawan di Polres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Sabtu (4/9/2021).

Yusri menjelaskan Welly ditangkap setelah Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menangkap Coki Pardede di rumahnya, Pagedangan, Tangerang pada Rabu (1/9) lalu.

Dari keterangan Coki Pardede, dia mengaku mendapatkan sabu dari perempuan bernama Welly.

“Kita lakukan pemeriksaan untuk mengetahui barang haram ini dapat dari mana. Hasil pemeriksaan awal RP (Reza Pardede) emang pengguna kurang lebih 2 tahun mengenal saudari W dan RP setiap mau menggunakan barang haram ini mintanya ke W,” jelas Yusri.

Setelah menangkap Welly, polisi kemudian mengembangkan terus pemasoknya. Pada Jumat (3/9) malam tadi, polisi menangkap pemasok bernama Riski alias RA di Cimone, Tangerang.Baca juga: Permintaan Maaf Coki Pardede Usai Terjerat Narkoba”Pada saat itu kita lakukan penggrebekan, kita temukan sabu-sabu (berat) bruto yang kita temukan di kediaman RA hampir 11 gram.

Dialah yang masuk kepada W,” katanya.Selidiki Jaringan ke Kalangan KomikaPolisi masih akan mengembangkan terus kasus Coki Pardede ini untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.”Ini masih kita kembangkan. Kita dalami karena baru pengungkapan ini termasuk RA (Riski) juga baru. Kita sampaikan kalau ini bisa sudah kita ungkap,” katanya.

Baca juga: Polisi Cari Pemasok Sabu ‘Tingkat Atas’ di Kasus Coki PardedeYusri juga menjawab kemungkinan polisi menyelidiki jaringan pemasok ke kalangan komika.”Tidak menutup kemungkinan kalau hasil pengembangan ke sana. Ini kan pemain kecil-kecil, bukan yang cukup besar. Masih ada lagi layernya dan kita kejar,” tutur Yusri.

(mea/mea)
Sumber: DetikNews

Meski Pandemi, Ekspor Rokok di Kota Mojokerto Meningkat

Jakarta

Di Kota Mojokerto, sektor industri kecil menengah tetap mampu jadi penopang nilai ekspor. Salah satu yang menjadi andalan adalah produk rokok. Bahkan, di masa pandemi COVID-19, nilai ekspor rokok Mojokerto berhasil meningkat hingga puluhan miliar rupiah.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan ekspor produk rokok di Kota Mojokerto masih tetap berjalan selama kurun waktu dua tahun di masa pandemi. Bahkan, laju produk yang dikirim ke berbagai negara juga terus meningkat. PT Perkasa Jaya adalah salah satu industri kecil menengah pengekspor rokok di Kota Mojokerto.

Ditemui saat memberangkatkan ekspor rokok filter di PT Perkasa Jaya, Kamis (2/9), Wali Kota yang disapa akrab Ning Ita juga merincikan, perusahaan ini secara rutin mengekspor satu kontainer rokok senilai Rp 6 miliar per bulan.

“‘Berarti selama 2021, mulai Januari dan Agustus sudah menyentuh Rp 48 miliar nilai ekspornya,” ujar Ning Ita dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya, Ning Ita juga melakukan peninjauan proses produksi rokok yang dikerjakan mayoritas karyawan perempuan.

Selain PT Perkasa Jaya, Ning Ita menjelaskan terdapat dua produsen rokok lainnya yang juga telah mendapat pangsa pasar di luar negeri. Masing-masing adalah PT Bokormas dan PT Universal Strategic Alliance.

“Selain sukses melayani pasar domestik dalam negeri, mereka juga sukses menembus pasar ekspor mancanegara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, dan Timur Tengah,” sambung Ning Ita.

Lebih lanjut, Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyebutkan, konsistensi laju ekspor rokok tersebut menjadi bukti bahwa pandemi COVID-19 tidak berdampak pada pasar ekspor sigaret. Tidak hanya bertahan, bahkan nilainya juga mengalami peningkatan. Ditambah, kuartal III tahun ini masih berjalan, sehingga nilai ekspor produk rokok di Kota Mojokerto bisa terus didorong hingga akhir 2021 nanti.

“Ini menjadi berkah di saat pandemi. Karena dalam dua tahun terakhir ini produksi rokok dari Kota Mojokerto telah menjadi komoditas ekspor ke beberapa negara,” ujar Ning Ita.

Selain rokok, ada pula produk alas kaki dan mebel yang juga menjadi komoditas ekspor andalan Kota Mojokerto. Ke depannya, pemkot Mojokerto juga berupaya untuk memperluas pasar ekspor dari produk lokal makanan dan minuman.

“Karena sangat memungkinkan food and beverage dari produk lokal Kota Mojokerto untuk kita jadikan komoditas ekspor. Karena selama ini kita sudah banyak memberikan pendampingan dan kurasi kepada para pelaku usaha,” tutup Ning Ita.

(ega/ega)

Sumber: DetikNews

e-Legislasi Provinsi Jateng Dinilai Bisa Jadi Pilot Project Nasional

Jakarta

Direktorat Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri melaksanakan Asistensi dan Supervisi Pemanfaatan e-Portal Legislasi Provinsi Jateng. Direktur Produk Hukum Daerah Makmur Marbun mengatakan e-Legislasi ini bisa menjadi pilot project nasional.

Dalam sambutannya Marbun menyampaikan program Prioritas Tahun 2021 sesuai arahan Presiden tentang simplifikasi regulasi pasca UU Ciptakerja. Diharapkan perda yang disusun tersebut bisa secara tepat untuk kesejahteraan rakyat.

Ke depan, lanjut dia, perda tersebut juga terintegrasi dan terimplementasi e-Perda karena dengan e-Perda kecepatan, keterbukaan informasi, good governance, dan lebih efisien. Marbun juga menyampaikan apresiasi kepada Provinsi Jateng khususnya Sekretariat DPRD yang telah membangun portal e-Legislasi.

“e-Legislasi itu bisa menjadi pilot project nasional dalam penyusunan perda, bisa terintegrasi satu program dan ada komunikasi masyarakat dengan wakilnya,” kata Marbun dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Perwakilan Direktorat Pembangunan Daerah Bappenas RI Rizky mengaku sangat mendukung pemanfaatan aplikasi e-Legislasi. Karena, nantinya bisa dimanfaatkan bersama di tingkat nasional.

“Bisa dipakai di tingkat nasional. Namun ada beberapa catatan mengenai kompleksitas, keterbukaan masyarakat dan keamanan data yang harus diperhatikan,” kata Rizky.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Provinsi Jateng Urip Sihabudin menuturkan e-Legislasi sudah berjalan 1 tahun dan masih banyak yang perlu dikembangkan. Dalam aplikasi masyarakat juga dapat mengakses dan memberi masukan/saran terhadap raperda yang sedang berproses. Di samping itu, ada penilaian kinerja terhadap anggota DPRD.

“Aplikasi e-Legislasi juga dapat diunduh melalui Google Playstore, yang tergabung dengan aplikasi Sipelawan (Sistem Informasi Pelayanan Kedewanan),” kata Urip.

Di sisi lain, Anggota Bapemperda DPRD Provinsi Jateng Muhammad Yunus menyampaikan progres raperda di DPRD yaitu 4 masih proses di pansus. Khusus Raperda Pajak memang belum disahkan karena situasi di masyarakat masih pandemi, lalu 6 Raperda belum disampaikan kepada DPRD, dan 7 sudah disetujui.

“Kami juga sepakat untuk segera tindaklanjuti apa yang menjadi arahan-arahan Kemendagri. Bapemperda komitmen untuk meningkatkan kualitas perda” ucapnya.

Sebagai informasi, hadir dalam kegiatan itu, Direktur Produk Hukum Daerah Makmur Marbun, Anggota Bapemperda DPRD Provinsi Jateng Muhammad Yunus, Sekretaris DPRD Provinsi Jateng Urip Sihabudin, Perwakilan Biro Hukum, dan Dinas Kominfo Provinsi Jateng. Tersambung pula secara virtual, Bagian Hukum Kabupaten/ Kota se-Jateng.

(ega/ega)

Sumber: DetikNews

Kemenkop UKM Bagi Ribuan Paket Sembako ke Masyarakat Terdampak COVID

Jakarta

Kementerian Koperasi dan UKM membagikan ribuan paket sembako bagi pelaku UMKM dan masyarakat terdampak COVID-19. Penyaluran bantuan ini dilakukan bersama dengan Kementerian Sosial, Polda Metro Jaya, dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati.

“Saat ini, aksi solidaritas untuk membantu sesama di tengah pandemi sangatlah bermakna. Banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi, kehilangan pekerjaan, hingga penurunan pendapatan,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Teten menyebut langkah ini menjadi bukti bahwa koperasi juga memiliki fungsi sosial (dan pendidikan), di samping sebagai entitas ekonomi dan bisnis.

“Filosofi koperasi seperti dikatakan Bung Hatta adalah kegiatan usaha bersama untuk kemajuan masyarakat umum,” ujarnya.

Teten mengatakan tidak ada satu pun orang di dunia yang mampu menjamin COVID-19 bakal selesai dalam waktu dekat.

“Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan percepatan vaksinasi. Karena, tingkat vaksinasi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Di banyak negara, semakin banyak rakyatnya yang divaksin, ekonominya terus bertumbuh,” jelas Teten.

Ia pun berharap ke depannya pandemi akan berubah menjadi endemi yang hadir di sekitar masyarakat.

“Kuncinya adalah tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua II KSP Sahabat Mitra Sejati, Kombes Pol (Purn) I Made Pande Cakra mengungkap bansos ini merupakan bentuk kepedulian koperasi terhadap masyarakat dan UMKM.

“Kita memiliki gerakan sosial bertajuk Sahabat Peduli Komunitas,” ucap I Made Pande.

Ia pun menjelaskan kegiatan berbagi sembako ini merupakan aksi lanjutan dari tahun 2020 yang dilakukan di banyak daerah di Indonesia.

“Kita akan menyebarkan sekitar 10 ribu paket sembako untuk seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, kita selalu bersinergi dengan Pemda setempat,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus mengatakan saat ini masyarakat tengah mengharapkan bantuan dari pemerintah. Menurutnya, hal ini juga akan terus berlanjut karena kita tidak tahu kapan pandemi akan berakhir

Untuk itu, Yusri mengungkap pihaknya tak hanya akan menjalankan program bansos. Tapi juga akan terus melakukan percepatan program vaksinasi dengan nama Vaksin Merdeka.

“Percepatan program vaksinasi yang kami lakukan juga akan menyasar wilayah Depok, Tangerang, dan Bekasi,” pungkas Yusri.

(ega/ega)

Sumber: DetikNews

Diizinkan Dagang, PKL Penuhi Trotoar di Pasar Induk Kramat Jati Saat Malam

Jakarta

Semakin malam, para pedagang kaki lima (PKL) semakin memadati trotoar depan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut Satpol PP Ciracas, mereka memang diberikan kelonggaran untuk berjualan saat malam.

Pantauan detikcom pukul 19.15 WIB, Jumat (3/9/2021), jumlah pedagang di lokasi bertambah banyak dibanding pukul 16.00 WIB tadi, dari sekitar 10 lapak menjadi lebih dari 20 lapak. Para PKL tampak berderet menjajakan dagangannya, yang sebagian besar buah-buahan.

Terlihat, hampir seluruh badan trotoar dipenuhi oleh para pedagang. Ada yang menjajakan barang dagangannya hanya beralaskan tikar, ada yang meletakkan di atas meja dan ada pula yang memajangnya di rak kayu.

Tak hanya itu, beberapa pedagang menjadikan bak terbuka sebagai tempat berdagang. Mobil itu diparkirkan di pinggir jalan, dan pedagang berada di atas bak terbuka.

Kondisi PKL di trotoar pasar Induk Kramat Jati saat malam, Jumat (3/9/2021).Kondisi PKL di trotoar pasar Induk Kramat Jati saat malam, Jumat (3/9/2021). Foto: Athika Rahma/detikcom

Tidak sedikit pembeli yang menyambangi lapak-lapak ini. Mereka menepi dan memilih buah yang diinginkan.

Kadang, banyaknya kendaraan yang menepi membuat lalu lintas di sekitar pasar menjadi sangat padat, meski tidak menimbulkan kemacetan.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan, para pedagang tidak dibolehkan berdagang hingga malam hari. Namun, hal itu mendapat protes dari mereka.

Kondisi PKL di trotoar pasar Induk Kramat Jati saat malam, Jumat (3/9/2021).Kondisi PKL di trotoar pasar Induk Kramat Jati saat malam, Jumat (3/9/2021). Foto: Athika Rahma/detikcom

Pihak Kecamatan Ciracas kemudian membuat rencana penataan. Para PKL pun, disebut Budhy, ingin ada penataan tersebut. Akhirnya, pedagang hanya diizinkan berdagang di area trotoar pada malam hari. Namun, tidak boleh mengganggu pengguna jalan.

“Sementara ini mereka merapikan diri di atas trotoar. Tapi bukan kita arahkan ke sana (izinkan penggunaan trotoar). Tapi, karena memang juga solusi belum ada. Jadi pagi sampai malam pukul 18.00 malam, tidak boleh dagang,” katanya, Senin (30/8) lalu.

Sementara itu, Komandan Polisi Pamong Praja (Manpol) Ciracas Endharwanto mengatakan PKL bisa berdagang di atas pukul 5 sore. Namun mereka tidak boleh menggunakan bahu jalan.

“Akhirnya kita berusaha sementara sampai ada kebijakan lebih lanjut. Jadi penggunaan trotoar di jangka waktu tertentu, di atas jam 5 (sore) itu yang bisa diambil. Untuk mobil buah, itu sudah sama sekali nggak boleh meskipun malam. Kalau ada, kita derek,” kata Endar kepada detikcom di trotoar Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/8/2021).

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer