Beranda blog Halaman 938

Petasan Diduga dari Lembaran Al-Quran di Ciledug, MUI: Penghinaan!

Jakarta

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung kepolisian untuk menyelidiki bungkus petasan yang diduga menggunakan lembaran Al-Quran. MUI menilai petasan yang dibungkus dari mushaf Al-Quran itu salah satu bentuk penghinaan.

“Terkait dengan adanya petasan yang bungkusnya dari lembaran Al-Quran tentu ini sangat disayangkan, dan ini adalah bentuk dari penghinaan. Artinya mushaf Al-Quran meskipun sudah tak terpakai kemudian dipakai untuk bungkus petasan,” Wasekjen MUI M Ziyad kepada wartawan, Minggu (12/9/2021).

Ziyad mengatakan ada adab dalam memperlakukan Al-Quran itu apa bila lembaran sudah lusuh. Pertama adalah dengan cara mengubur di tempat yang aman.

“Maka pertama mestinya kita lihat apa sih sesungguhnya mushaf Al-Quran itu. Para ulama 4 mazhab menyatakan bahwa definisi mushaf yang dimaksud meliputi segala bagian yang terdapat tulisan ayat Al-Quran pada cetakan mushaf tersebut. Karena itulah ada beberapa perlakuan terkait dengan mushaf. Ada adabnya,” jelasnya.

“Di kalangan para ulama ada beberapa pendapat, yang pertama misalnya dari beberapa ulama saya secara global saja, dari 4 mazhab dari ada dua pandangan, yang pertama memperlakukan mushaf Al-Quran misalnya kertasnya udah lusuh dan usang tetapi tulisannya masih terbaca maka langkah yang pertama supaya tidak dibuang sembarang tempat dan supaya tidak terinjak orang maka dikubur, jadi kita gali kemudian kita kubur, itu pun tidak boleh di jalan yang dilalui orang, atau di tempat-tempat yang misalkan pembuangan sampah atau tempat tercemar, karena Al-Quran itu adalah mulia,” kata dia.

Kedua, Ziyad menjelaskan lembaran mushaf Al-Quran itu diperlakukan dengan cara dibakar. Hal itu agar untuk menghindari agar ayat Al-Quran tidak terinjak oleh orang banyak.

“Yang kedua adalah dengan cara dibakar, maksudnya dibakar dengan makna yang sudah sangat lapuk tadi, supaya menghindari kalau misalkan dirobek-robek itu masih ada tulisannya, kemudian akan terinjak orang, jadi membakar jangan dipahami untuk merendahkan, bukan, menghindarkan agar tidak terinjak orang. Tapi pandangan yang umum adalah kubur supaya tidak terinjak orang lain,” katanya.

Lebih lanjut, Ziyad menilai jika pembuat petasan dengan sengaja menggunakan lembaran Al-Quran untuk bungkus petasan, maka itu tindakan yang tidak dibolehkan. Sebab, dianggap telah merendahkan Al-Quran.

“Kalau ada orang yang menggunakan secara sengaja, maka itu adalah tindakan yang tidak dibolehkan karena dianggap sebagai bentuk perendahan terhadap Al-Quran itu sendiri. Tetapi kan kita tidak tahu apa motifnya orang pembuat petasan ini,” tuturnya.

Ziyad menduga pihak yang menggunakan lembaran Al-Quran itu bungkus petasan itu kurang pengetahuan. Menurutnya, berbahaya jika lembaran Al-Quran jika ditemukan oleh orang yang kurang pengetahuan.

“Saya menduga ini lebih pada nilai edukatif, tak terdidik. Tidak memiliki pengetahuan, tidak memiliki wawasan terkait bagaimana adab dan memperlakukan kemuliaan Al-Quran. Sehingga orang yang membuat petasan itu asal ketemu kertas saja. Lah ini yang berbahaya menemukan kerja Al-Quran kalau orang tidak mengetahui pendidikan,” kata dia.

Namun demikian, Ziyad meminta masyarakat menahan diri. Dia mengajak agar tidak saling menghakimi dan menunggu polisi selesai mengusut kasus ini.

“Tentu dalam hal ini saya kira kita semua harus menahan diri, jangan kemudian menghakimi atau mencari orang tadi. Biar kan ini oleh aparat diusut, ini apa motifnya. Apa karena ketidaktahuan atau secara sengaja, kalau sengaja jelas ini adalah bentuk ketidakadaban terhadap kita suci kendati itu pun sudah lusuh,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis juga memberikan tanggapan. Di menilai jika ada unsur kesengajaan, pelaku harus dihukum tegas.

“Saya setuju diselidiki, ketepatan tidak sengaja dan ketidaktahuan tentu menjadi pelajaran tidak untuk diulangi,” kata Cholil saat dihubungi terpisah.

Cholil mendesak agar dilakukan tindakan tegas jika ada unsur kesengajaan dalam kasus ini. Dia mengatakan Al-Qur’an dijadikan bungkus petasan akan melukai hati umat Islam.

“Kalau ada kesengajaan itu harus diambil tindakan, karena itu sangat melukai umat islam kalau lembaran Al-Quran jadi petasan,” katanya.

Simak berita selengkapnya pada halaman selanjutnya.

Sumber: DetikNews

Waspada Potensi Hujan di Wilayah Jakut-Jakpus pada Malam Ini

Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca di wilayah DKI Jakarta. BMKG memprediksi hujan disertai kilat terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada malam hari.

“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagai wilayah Jakut, Jakbar, Jaksel, dan Jakpus pada malam hari,” tulis BMKG di laman situs resminya, Senin (13/9/2021) sekitar pukul 04.30 WIB.

Berikut prediksi cuaca di wilayah DKI Jakarta pada laman resmi BMKG:

Pagi
Jakbar: hujan ringan
Jakpus: hujan ringan
Jaksel: hujan ringan
Jaktim: berawan
Jakut: hujan ringan

Siang
Jakbar: berawan
Jakpus: berawan
Jaksel: hujan ringan
Jaktim: berawan
Jakut: cerah berawan

Malam
Jakbar: hujan ringan
Jakpus: hujan ringan
Jaksel: berawan
Jaktim: berawan
Jakut: hujan ringan

BMKG memprediksi suhu di wilayah Jakarta berkisar pada 24-32 derajat celsius. Sedangkan kelembapan udara berkisar 70-95 persen.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

Gegara Uang Parkir, 2 Jukir di Makassar Pukul Pria-Wanita Hamil

Makassar

Unit Opsnal Polsek Mamajang menangkap dua orang juru parkir di Kota Makassar, Sulsel, Fadli (20) dan Irfan (23). Keduanya dibekuk lantaran melakukan penganiayaan terhadap pria dan wanita yang tengah hamil.

Peristiwa penganiayaan terhadap kedua korban diketahui terjadi saat mereka usai berbelanja makanan, di Jalan Bhayangkara, Makassar, pada Jumat (3/9). Saat akan pulang, kedua korban dimintai uang parkir oleh kedua pelaku, namun karena kedua korban tidak mau membayar biaya parkir lantaran para pelaku tidak memiliki identitas dan tidak memiliki karcis parkir.

“Korban bersama istrinya memarkir kendaraannya di dekat bundaran Baeng-baeng Jalan Bhayangkara, kemudian berbelanja burger. Setelah berbelanja burger ambil kembali kendaraannya namun dimintai uang parkir oleh kedua pelaku, setelah itu korban suaminya menanyakan mengenai karcis parkir tetapi pelaku mengatakan tidak ada karcis sehingga pelaku tidak terima tidak dibayar parkirannya pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban dan juga terhadap istrinya,” ujar Panit 2 Reskrim Polsek Mamajang, Ipda Agustinus Tambing, Senin (13/9/2021).

Setelah menerima laporan dari korban, polisi lalu melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya pada Minggu (12/9) malam, kedua pelaku dibekuk di Makassar dan Kabupaten Gowa.

“Di mana kedua pelaku tersebut setelah kejadian itu melarikan diri, kemudian beberapa hari kemudian terhadap salah satu pelaku kami temukan di lokasi yang sama. Setelah itu kami melakukan penangkapan dan membawa ke Polsek Mamajang yang selanjutnya kami mengembangkan dan menemukanlah temannya yang satu yang juga pelaku penganiayaan, lari mengamankan diri di rumah orang tuanya di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa,” kata Agustinus.

Berdasarkan pemeriksaan, kedua pelaku diketahui melakukan pemukulan terhadap kedua korban berkali-kali. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di wajah dan bibir.

“Demikian yang kami dapat keterangan dari korban kalau istrinya merupakan korban yang lagi sedang hamil. Dipukul bagian wajahnya dan bibirnya sehingga mengakibatkan luka dekat batang hidung dan bibir, istrinya mengalami luka di bagian wajah,” jelas Agustinus.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

Diduga Jadi Tempat Peredaran Narkoba, Izin 1 Kafe di Palembang Dicabut

Jakarta

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan mencabut izin Kafe RD yang diduga oleh polisi menjadi lokasi peredaran narkoba. Pencabutan izin berdasarkan temuan polisi saat melakukan penindakan.

“Kami akan tindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang ada, saya perintahkan Dinas DPMPTSP untuk pencabutan izin usaha terhadap kafe tersebut,” kata Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa seperti dilansir Antara, Senin (13/9/2021).

Berdasarkan temuan polisi, kata Dewa, kafe yang juga klub malam di Jalan Perindustrian 2, Kecamatan Sukarame itu, terbukti secara sengaja melakukan pelanggaran aturan PPKM Level 3.

Kafe yang berada di kawasan Kampung Baru itu beroperasi di luar batas jam operasional hingga dini hari. Padahal selama masa PPKM hanya boleh buka maksimal pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 50 persen, per meja hanya 60 menit makan di tempat.

Bahkan dalam aturannya untuk kafe yang tidak memiliki ruang terbuka sama sekali tidak diperbolehkan menerima makan di tempat, melainkan dibawa pulang dan wajib masker dan jaga jarak.

“Kami serahkan sepenuhnya dengan aparat yang berwajib untuk memproses konstruksi hukumnya,” ujar Dewa.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Palembang Mustain mengatakan sesuai arahan dari Sekretaris Daerah segera proses pencabutan izin usaha kafe tersebut.

“Diproses untuk pencabutan izinnya,” kata dia.

Mustain menegaskan pada prinsipnya setiap pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha tentunya akan mendapat perlakuan yang sama.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Anies Ungkap 2,5 Juta Warga DKI Belum Divaksin COVID-19: Sebagian Tak Mau

Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut hingga saat ini ada sekitar 2,5 juta warga pemilik kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta belum mendapatkan dosis vaksin. Sebagian dari warga DKI yang belum divaksin itu lantaran tak mau divaksin COVID-19.

“Per 11 September warga DKI yang divaksin sebanyak 10,3 juta. Warga yang ber-KTP DKI belum vaksin itu sebanyak 2,5 juta,” kata Anies seperti dilansir Antara, Minggu (12/9/2021).

Menurut Anies, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan vaksinasi lantaran tidak ingin vaksin dengan berbagai alasan sehingga harus diajak secara persuasif. Lebih lanjut, dia mengatakan, alasan lain karena adanya warga DKI yang telah pindah domisili, namun tidak melepaskan data kependudukan di Jakarta.

“Ini sebagian adalah memang tidak mau vaksin, harus diajak. Sebagian lagi orangnya KTP Jakarta tapi pindah, tidak mencabut KTP. Tapi masih tercatat sebagai KTP Jakarta,” kata Anies.

Mantan Mendikbud itu mengatakan mereka yang belum vaksin tersebut harus diupayakan agar dapat menyelesaikan pelaksanaan vaksinasi di Ibu Kota dalam waktu dekat.

“Jadi, kalau di Jagakarsa ada 100 ribu, Insyaallah 100 ribu di Jagakarsa segera tuntas, angkanya turun. Nanti kita kejar ke tempat lainnya. Supaya angka yang belum vaksin di Jakarta Insyaallah mendekati nol,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Kecamatan Jagakarsa, Sulaiman Rohimin, mengatakan bahwa untuk mendukung pemerintah daerah menuntaskan vaksinasi, pihaknya membuka sentra vaksinasi dengan target 1.000 peserta setiap harinya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Mendagri Tito Sebut Pemekaran Provinsi Papua Selatan Hanya 4 Kabupaten

Jakarta

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bahwa ada kekhususan bagi aspirasi masyarakat tentang pemekaran Provinsi Papua Selatan. Tito menyebut pemekaran Provinsi Papua Selatan hanya empat kabupaten.

“Kita akan revisi undang-undang Otsus Papua, di Papua harus ada percepatan pembangunan, Merauke sudah bisa dimekarkan menjadi Provinsi Papua Selatan walaupun hanya ada empat Kabupaten karena adanya kekhususan buat Papua,” kata Mendagri Tito seperti dilansir Antara, Minggu (12/9/2021).

Tito mengatakan bahwa pemekaran provinsi di Papua akan ditambah Provinsi Papua Selatan yang meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat yang ibu kotanya di Merauke.

Menurutnya, awalnya Kabupaten Pegunungan Bintang mau ikut bergabung menjadi daerah pemekaran Provinsi Papua Selatan, namun pertimbangan wilayah Pegunungan Bintang memilih bergabung dengan aspirasi pemekaran Saireri karena dekat ke Jayapura.

Namun dengan aturan baru, kata mantan Kapolri itu, bahwa empat kabupaten wilayah Papua Selatan sudah bisa membentuk provinsi sendiri.

Tito mengatakan bahwa sesuai arahan Menko Polhukam Mahfud Md, pihaknya membahas dan mempersiapkan Peraturan Pemerintah (PP) dengan batas waktu hingga tanggal 19 Oktober. Selanjutnya dibulatkan lagi dengan mendengar aspirasi masyarakat dari bawah.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Makam di Pinrang Ditemukan Terbongkar, Polisi Periksa Satgas-Tukang Gali

Pinrang

Sebuah makam di pemakaman khusus COVID-19 di lingkungan Maccorawaie, Kecamatan Paleteamg, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ditemukan terbongkar. Polisi pun melakukan penyelidikan.

Peristiwa pembongkaran makam itu diketahui Sabtu (11/9) malam dan membuat heboh warga. Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi mengaku telah memeriksa sejumlah saksi atas raibnya jenazah di tempat pemakaman khusus jenasah COVID-19 tersebut.

“Sementara sudah ditangani, kita sudah meminta keterangan dari tim satgas COVID-19 termasuk tukang gali kuburnya,” kata Deki kepada wartawan, Minggu (12/9/2021).

Sebelumnya, sebuah makam di permakaman khusus COVID-19 di Kecamatan Paleteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ditemukan terbongkar. Pembongkaran diketahui semalam dan membuat heboh warga.

“Iya benar, ada pembongkaran salah satu makam COVID-19, sejak semalam sudah ramai diperbincangkan, cuma saya lagi di luar kota, baru mau cek langsung ke lokasi,” kata Ketua tim pemulasaran jenazah COVID-19 Kabupaten Pinrang, Rusli saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (12/9/2021).

Rusli, yang juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pinrang, sudah mengetahui makam siapa yang dibongkar. Menurutnya, yang dibongkar merupakan makam orang tua salah seorang pengusaha di Pinrang. Pemkab Pinrang juga telah melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Makam COVID-19 yang dibongkar pihak merupakan perempuan inisial JJ, ibu dari salah seorang pengusaha perhotelan di Kabupaten Pinrang,” beber dia.

Rusli pun mengaku sudah menyerahkan kasus pembongkaran makam tersebut ke pihak kepolisian.

“Sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan,” ungkap Rusli.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, JJ dimakamkan di pekuburan pada awal Agustus 2021 lalu setelah meninggal dan terkonfirmasi positif COVID-19.

(mae/mae)

Sumber: DetikNews

Warga Sempat Teriak ‘Awas Got’ Sebelum Anies Kecebur

Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terperosok ke dalam parit meninjau vaksinasi massal di RW 7, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Warga yang menyaksikan peristiwa itu pun mengaku sempat memperingatkan Anies sebelum peristiwa itu terjadi.

Salah satu penjaga gudang tempat vaksinasi, Rudi (34) mengatakan kejadian itu terjadi sebelum Anies akan masuk ke lokasi yang menjadi tempat vaksinasi massal. Anies saat itu, tengah menyapa warga di sana.

“Di sini (kecebur) persis di ujung got,” kata Rudi saat ditemui di lokasi, Minggu (12/9/2021).

Rudi mengaku sudah memberikan peringatan sesaat sebelum Anies terperosok ke got. Dia mengatakan, kala itu sempat berteriak ‘awas got’ kepada Anies.

Namun, lantaran suasana saat itu yang sangat ramai, Rudi menduga Anies tak mendengar teriakannya.

“Saya sih udah teriak ‘pak awas got’ tapi karena rame kan, jadi nggak kedengeran teriakan saya,” tambahnya.

Seketika Anies pun terperosok. Rudi mengungkapkan, kaki kanan Anies pun lantas jadi korban. Anies terperosok di got dengan kedalaman setengah meter.

“Kaki kanan doang kecemplung, gotnya cuman setengah meter sih jadi nggak kenapa-napa kakinya,” ujar Rudi.

Rudi pun menyayangkan penjagaan Anies saat kejadian itu. Menurutnya, got tersebut seharusnya ditutup papan dan dibersihkan satu minggu sebelum kunjungan Anies.

“Pada nggak merhatiin. Harusnya seminggu sebelum Pak Anies datang got ini harus di tutup pake minimal papan deh. Tapi kemarin malah nggak ketutup,” ujarnya.

(mae/mae)

Sumber: DetikNews

Kepala Sekolah di Tangerang Masuk Daftar Pejabat Terkaya, Harta Rp 1,6 T!

Jakarta

Seorang kepala sekolah di Kota Tangerang tercatat ke dalam daftar pejabat negara terkaya versi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Adalah Nurhali yang merupakan Kepala SMKN 5 Kota Tangerang yang mencatatkan harta Rp 1,6 triliun lebih.

Dicek melalui laman LHKPN KPK yang terbuka untuk publik, Minggu (12/9/2021), Nurhali rajin menyampaikan LHKPN. Dia mulai mencatatkan LHKPN pada awal menjabat pada 12 Juni 2019 lalu laporan periodik 2019 tertanggal 14 Januari 2020 dan terakhir laporan periodik 2020 tertanggal 17 Februari 2021.

Secara berurutan hartanya tercatat sebagai berikut:
– Awal Menjabat: Rp 1.602.003.000.000
– Periodik 2019: Rp 1.602.036.800.000
– Periodik 2020: Rp 1.601.972.500.000

Dari penelusuran LHKPN itu tampak bila Nurhali memiliki harta triliunan karena memiliki tanah seluas 80 ribu m2 di Jakarta Utara. Dia menuliskan bila tanah itu didapat dari warisan dengan nilai Rp 1,6 triliun.

Berikut detail LHKPN Nurhali yang terbaru yaitu periodik 2020:

Tanah dan Bangunan senilai Rp 1.601.352.000.000 yang terdiri dari:
1. Tanah dan Bangunan seluas 672 m2/589 m2 di Kota Tangerang (Warisan) Rp 250.000.000
2. Tanah seluas 2.500 m2 di Kab/Kota Tangerang (Hasil Sendiri) Rp 500.000.000
3. Tanah seluas 4.400 m2 di Kab/Kota Tangerang (Warisan) Rp 600.000.000
4. Tanah seluas 80.000 m2 di Kota Jakarta Utara (Warisan) Rp 1.600.000.000.000
5. Tanah seluas 150 m2 di Kab/Kota Tangerang (Hasil Sendiri) Rp 2.000.000

Alat Transportasi dan Mesin senilai Rp 558.000.000 yang terdiri dari:
1. Mobil Pajero Dakar tahun 2015 (Hasil Sendiri) Rp 350.000.000
2. Mobil Honda Jazz tahun 2011 (Hasil Sendiri) Rp 200.000.000
3. Motor Honda NF 125TR tahun 2008 (Hasil Sendiri) Rp 8.000.000

Harta bergerak lainnya Rp 74.000.000

Kas dan Setara kas Rp 4.500.000

Harta lainnya Rp 30.000.000

Sub Total Rp 1.602.018.500.000

Utang Rp 46.000.000

Total Harta Kekayaan (Sub Total – Utang) Rp 1.601.972.500.000

Tonton juga sosok Stanve, Jago Matematika Tingkat Dunia Asal Tangerang

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/imk)

Sumber: DetikNews

Saat Ganjar Jadi Penyiar Radio, Pendengar Request Lagu & Mengadu Pungli

Jakarta

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan kejutan bagi para pendengar setia radio di Indonesia bertepatan dengan Hari Radio Nasional, Sabtu (11/9). Ia menjadi penyiar dan disiarkan langsung oleh radio swasta MNC Trijaya FM serta ratusan radio lokal.

Adapun ia didampingi penyiar Trijaya, Advianto Prasetyobudi, untuk membawakan acara bertajuk Ganjar Pranowo On-Air. Selama satu jam siaran, Ganjar menghibur para pendengar dengan candaan dan guyonan.

Kepada Prasetyobudi, Ganjar menceritakan, ia intens mendengarkan radio saat masih duduk di bangku SMA. Di samping itu, ia juga sering pergi ke studio radio untuk melihat tumpukan kaset pita, me-request lagu, hingga menitip salam.

Dalam kesempatan siaran itu, Ganjar menerima banyak curhatan, meminta tips, hingga laporan adanya pungutan liar (pungli) dari para audiens. Salah satunya Jeje, pendengar radio asal Surabaya.

Kepada Ganjar, Jeje menanyakan perihal kisah cinta Ganjar dan Siti Atikoh, istrinya. Jeje juga menanyakan bagaimana menjaga keharmonisan dengan keluarga di tengah kesibukannya menjadi gubernur.

“Apa ibu juga nggak cemburu, Pak? Kan Bapak pasti sering diajak ibu-ibu foto,” kata Jeje dikutip, Minggu (12/9/2021).

Ganjar pun menjelaskan, kisah cinta dengannya istri cukup menarik. Menurutnya, di antara banyak perempuan, yang dapat menerima perasaannya hanyalah Siti Atikoh.

“Kisah cinta saya, nembak cewek yang menerima cuma bojoku (istri saya). Kalau soal cemburu sih ada, tapi awal-awal saya jadi gubernur. Lama-lama istri saya sadar bahwa suaminya adalah milik masyarakat. Sejak saat itu istri saya menerima,” terang Ganjar.

Ganjar juga membagikan tips agar hubungan dengan istrinya tetap harmonis, meski ia sibuk menjadi gubernur. Setiap ada waktu agak luang, ia mengaku selalu mencari waktu untuk bertemu dengan Siti Atikoh.

“Biasanya gowes bareng atau waktu-waktu lain untuk keluarga. Yang repot, istri saya itu hobi lari. Kalau ini, saya angkat tangan. Sing iki aku dengkule ora kuat (yang ini lutut saya tidak kuat),” jelasnya.

Di samping perihal asmara, Ganjar juga mendapat aduan pungli dari salah satu penelepon, Septian asal Sukoharjo. Sebagai sopir truk, Septian menemukan maraknya pungli di jalur tol Jawa Timur.

“Pak saya sopir truk, mau curhat. Kalau perjalanan di tol itu, di Jateng ndak pernah ada pungli. Tapi di Jatim saya selalu dimintai uang kalau lewat tol. Kalau ndak mau ngasih, dikejar. Dan kalau kena, bayar Rp 100.000. Kalau ngasih langsung biasanya Rp 20.000. Bapak tolong Pak dibantu, ini saya menyampaikan keluh kesah sopir,” katanya.

Sementara itu, Ganjar meminta para sopir yang menjadi korban pungli untuk segera melapor. Ia menyarankan untuk merekam peristiwa terjadinya pungli tersebut sehingga pihaknya dapat melanjutkan laporan ke kepolisian.

“Halo, halo, para sopir, kalau dimintai uang ndak jelas, divideo terus laporkan ke saya, nanti saya teruskan ke pak Kapolri. Pak Kapolri itu oke, kok. Kalau terjadi di Jateng, nanti saya ngomong sama Pak Kapolda, beliau itu teman saya,” jawabnya.

Diketahui, Ganjar menerima banyak telepon dari audiens selama siaran. Selain dari Jateng, penelepon berasal dari daerah lain, seperti Jatim, Tangerang, Mentawai, Padang, dan lainnya.

Selain itu, Ganjar juga menerima banyak permintaan lagu selama siaran. Terutama lagu yang tengah tren di masyarakat.

“Pak request lagu Mendung Tanpo Udan, Pak. Itu yang lagunya aku moco koran sarungan, kowe blonjo dasteran (aku baca koran pakai sarung, kamu belanja pakai daster),” pinta salah satu pendengar.

“Oke, langsung tak puterke ya. Wah lagu iki ancen populer (langsung diputarkan, ya. Ini lagu memang populer),” ucap Ganjar.

Selama siaran, Ganjar juga mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Meski kondisi pandemi telah membaik, kata dia, masyarakat tidak boleh untuk abai.

“Wis, aku kesel (Sudah, aku capek). Ternyata jadi penyiar radio kesel juga ya. Saya doakan panjenengan semua sehat. Sebagai penutup, kita dengarkan lagu terakhir, Bohemian Rhapsody dari Queen. Selamat malam, wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,” ucapnya.

Tonton juga Sosok Stanve, Jago Matematika Tingkat Dunia Asal Tangerang

 

[Gambas:Video 20detik]

 

 

(ega/ega)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer