Beranda blog Halaman 782

5 Fakta Ferdinand Hutahaean Ditahan Meski Klaim Punya Masalah Kesehatan

Jakarta

Polisi telah menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus cuitan ‘Allahmu lemah’. Ada beberapa fakta yang dirangkup oleh detikcom.

Keputusan Polri untuk menahan Ferdinand Hutahaean disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, pada Senin (10/1) hampir tengah malam. Setelah sebelumnya, Ferdinand datang ke Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi.

Ferdinand ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan cabang Jakarta Pusat di Mabes Polri. Polisi menyatakan berdasarkan kondisi kesehatannya, Ferdinand layak ditahan.

“Hasil pemeriksaan dokter dari Pusdokes layak dilakukan penahanan,” katanya, Senin (11/1/2022).

Berikut 5 fakta penahanan Ferdinand Hutahaean.

1) Ferdinand Nyatakan Punya Penyakit

Ferdinand Hutahaean memenuhi panggilan polisi di kasus cuitan ‘Allahmu ternyata lemah.’ Ferdinand Hutahaean membawa bukti riwayat kesehatannya.

“Saya membawa salah satunya bukti riwayat kesehatan saya, yang memang ini lah penyebabnya, bahwa yang saya sampaikan dari kemarin bahwa saya itu menderita sebuah penyakit. Sehingga timbul lah percakapan antara pikiran dengan hati,” ujar Ferdinand Hutahaean di saat tiba di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/1/2022).

Ferdinand Hutahaean tidak menyebut secara persis apa penyakit yang dia derita. Ferdinand Hutahaean mengatakan penyakitnya sangat mengkhawatirkan.

“Jadi saya membawa riwayat kesehatan saya, yang memang mengkhawatirkan sebetulnya, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Nanti akan saya jelaskan semua di dalam saja,” jelasnya.

Sumber: DetikNews

Objek Kasus Mafia Tanah di Sukabumi Sudah Berganti Pemilik

Sukabumi

Objek lahan kasus mafia tanah yang dibidik Polres Sukabumi ternyata sudah berganti kepemilikan, berdasarkan info dari BPN, sertifikat yang sebelumnya atas nama RR (Rendy Rakasiwi) sudah beralih ke pihak lain.

Informasi itu dibenarkan Wijanarko, Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Ia mengatakan, objek itu sudah beralih sejak 5 Mei 2021.

“Dari data sertifikat atas nama Rendi Rakasiwi sudah beralih ke pihak lain tanggal 30-5-2021 berdasar AJB. (Sementara) Surat blokir dari polres tanggal 2 atau 3-06-2021. Info lengkap silahkan konfirmasi ke Pak Mulyo sebagai kuasa hukum BPN,” kata Wijanarko melalui aplikasi perpesanan, Senin (10/1/2022).

detikcom kemudian menanyakan soal fungsi pemblokiran oleh pihak kepolisian, Wijanarko juga menegaskan sertifikat yang kemudian sudah berganti nama itu masih berlaku.

“Terkait laporan polisi (pemblokiran) untuk proses penyelidikan-penyidikan. (Sertifikat) masih (berlaku) sebelum ada putusan pembatalan (melalui) pengadilan,” ujar Wijanarko.

Menanggapi hal itu Hoerudin Gozali (67) pelapor dalam kasus tersebut mengaku heran pasalnya pelaporan ke polisi sudah sejak lama namun proses pemblokiran baru dilakukan beberapa tahun kemudian. Kekecewaannya memuncak ketika objek tanah yang ia laporkan itu dijual oleh Rendy Rakasiwi penyewa lahannya.

“Saya sempat bertanya ke polisi, kenapa dijual padahal sudah jelas objek itu sudah saya laporkan berdasarkan data-data yang saya miliki dan sudah saya serahkan ke pihak kepolisian. Harusnya tidak bisa seperti itu, jawaban pihak kepolisian katanya bisa di PTUN kan nanti,” ungkap Hoerudin.

Sebelumnya diberitakan, Polres Sukabumi menyelidiki kasus mafia tanah yang dilaporkan warga pada 2019. Kasus itu kembali muncul setelah banyaknya aduan soal indikasi tumpang tindih lahan di Kabupaten Sukabumi.

Kasus itu dilaporkan oleh warga bernama Hoerudin Gozali (67). Dia mengaku lahan miliknya tiba-tiba berubah kepemilikan oleh penyewa lahan. Anehnya, lahan itu juga sudah berubah menjadi sertifikat atas nama penyewa inisial RR. Dari SPH diduga palsu yang ditunjukkan polisi, RR adalah inisial dari nama Rendy Rakasiwi.

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Polri Persilakan Ferdinand Hutahaean Jika Ingin Tempuh Praperadilan

Jakarta

Bareskrim Polri menahan Ferdinand Hutahaean di kasus cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’ selama 20 hari ke depan di rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan usai ditetapkan sebagai tersangka. Polri mempersilakan Ferdinand Hutahaean apabila ingin mengajukan praperadilan.

“Itu hak dari tersangka dan kuasa hukumnya, silakan. Memang itu silakan jalur yang ditempuh,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (10/1/2022).

Ramadhan mengatakan, awalnya Ferdinand Hutahaean bersedia saat diperiksa sebagai saksi terlapor. Namun, saat ingin diperiksa sebagai tersangka, Ferdinand menolak.

“Tapi waktu pemeriksaan sebagai saksi yang bersangkutan bersedia. Jadi ketika dinyatakan sebagai tersangka, kemudian lanjutan pemeriksaan sebagai tersangka,” tuturnya.

“Setelah dinyatakan tersangka, kemudian lanjutan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan menolak karena kesehatan,” sambung Ramadhan.

Sementara itu, pengacara Ferdinand Hutahaean, Zakir Rasyidin, mengaku belum kepikiran untuk mengajukan praperadilan. Menurutnya, proses yang dilakukan oleh Bareskrim Polri sejauh ini sangat baik.

“Belum ada (praperadilan). Kita belum terpikirkan soal itu ya. Karena memang kita lihat prosesnya sangat baik sekali ya. Jadi kita lihat dari sisi-sisi administrasi, saya kira clear ya dari yang perlu kita permasalahkan,” ucap Zakir.

Sebelumnya, polisi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka atas cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’. Atas cuitan tersebut, Ferdinand dijerat pasal tentang membuat keonaran di masyarakat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Ferdinan Hutahaean tak dijerat pasal penodaan agama.

“Sementara tidak. Jadi pasalnya 14 ayat 1 dan ayat 2 peraturan hukum pidana, UU 1 tahun 1946,” kata Brigjen Ramadhan kepada wartawan, Senin (10/1).

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti tangkapan layar hingga 2 keping DVD. Ramadhan mengatakan isi dalam DVD yang disita ialah bukti postingan Ferdinand Hutahaean.

“(Isi DVD) Postingan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan keonaran,” katanya.

(drg/aik)

Sumber: DetikNews

Ferdinand Hutahaean Ditahan Bareskrim Hingga 20 Hari ke Depan

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka di kasus cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’. Ferdinand Hutahaean ditahan Bareskrim hingga 20 hari ke depan.

“Penahanan penyidik 20 hari,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (10/1/2022).

Ramadhan mengatakan Ferdinand ditahan di rumah tahanan (rutan) Mabes Polri, Jakarta Selatan. Menurutnya, Ferdinand Hutahaean layak ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter.

“(Ditahan) di rutan cabang Jakarta Pusat di Mabes Polri. Hasil pemeriksaan dokter dari Pusdokkes, layak untuk dilakukan penahanan,” ucapnya.

Adapun Ferdinand Hutahaean sendiri diperiksa polisi sejak Senin (10/1) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Pemeriksaan Ferdinand selesai pada pukul 21.30 WIB.

Lebih lanjut, Ramadhan membeberkan alasan kepolisian menahan Ferdinand Hutahaean. Ramadhan menyebut Ferdinand ditahan karena dikhawatirkan melarikan diri hingga terancam hukuman penjara di atas 5 tahun.

“Alasan penahanan yang dilakukan penyidik ada 2 alasan. Yang pertama alasan subjektif, dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri, dikhawatirkan yang bersangkutan mengulangi perbuatan lagi, dan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti,” jelas Ramadhan.

“Sedangkan alasan objektifnya, ancaman yang disangkakan kepada tersangka FH di atas 5 tahun,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka terkait kasus cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’. Ferdinand lalu ditahan polisi.

“Dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dengan alasan kesehatan. tapi ketika surat perintah penahanan, yang bersangkutan menandatangani,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, Senin (10/1).

(drg/aik)

Sumber: DetikNews

Petaka Bentrok Antarwarga di Papua Berujung Jatuh Korban Jiwa

Jakarta

Bentrokan antara dua kelompok warga pecah di Papua. Bentrokan itu memakan korban jiwa.

Dihimpun detikcom, Senin (10/1/2022), kedua kelompok yang terlibat bentrokan itu adalah warga Nduga dan Lanny Jaya. Bentrokan diduga dipicu oleh insiden pembunuhan.

Awal Mula Bentrokan

Bentrokan pertama awalnya terjadi pada Sabtu (8/1). Kedua kelompok warga itu saling serang karena kematian seorang warga Nduga Sibelu Gwijangge, diduga dibunuh oleh kelompok Lanny Jaya.

“Pada hari dan tanggal tersebut di atas, Pukul 15.30 WIT permasalahan pertikaian saling serang dengan menggunakan alat tradisional antara kedua kelompok masyarakat Lanny Jaya dan masyarakat Nduga disebabkan akibat kematian Sibelu Gwijangge yang diduga dibunuh oleh masyarakat Lanijaya yang tinggal di Kampung Wesakma Distrik Wouma,” kata Kabid Humas Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Minggu (9/1).

Merasa tidak terima, keluarga Sibelu Gwijangge bersama warga kelompok Nduga pun melakukan aksi balasan terhadap warga Lanny Jaya. Di situlah terjadi pertikaian tersebut.

“Pukul 15.35 WIT atas peristiwa tersebut masyarakat (pihak Nduga) serta keluarga pihak atas nama Sibelu Gwijangge merasa tidak terima keluarganya dibunuh pada saat pertemuan untuk menyelesaikan masalah perempuan dan akan melakukan aksi balasan terhadap pihak pelaku dari masyarakat Lanny Jaya yang bermukim di Kampung Wesakma Distrik Wouma,” kata Kamal.

“Pukul 15.40 WIT pihak masyarakat Nduga dengan jumlah kekuatan sekira 150 orang turun dari Ilekma menuju Wouma dengan membawa alat-alat perang tradisional berupa panah, kapak, parang dan tombak. Setelah sampai di Wouma masyarakat Lanny Jaya merespons adanya serangan tersebut dengan jumlah kekuatan sekitar berjumlah 300 orang hingga akhirnya terjadi saling serang,” lanjutnya.

Rumah Warga Dibakar

Kamal mengatakan kelompok Nduga membakar 2 rumah milik warga di Distrik Wouma. Adapun warga yang terluka akibat pertikaian itu ialah Witenus Tabuni dan Rondi Kogoya.

Selain itu, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diamankan, yakni 1 baju kaus singlet Motif loreng milik korban, 2 pasang sepatu boots milik korban, serta 5 anak panah.

Kamal mengatakan bahwa terkait korban yang meninggal dunia dan luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan medis. Untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan, polisi kini melakukan penjagaan serta patroli di kedua kelompok massa.

“Pada saat ini kami masih melaksanakan pengaman di TKP karena masih adanya dugaan aksi balasan yang akan dilakukan oleh kelompok dari masyarakat Nduga. Untuk kerugian materiil sampai saat ini yaitu 2 (dua) unit rumah milik Jhon Asso dan masyarakat Asotipo yang di bakar oleh kelompok masyarakat Nduga,” ujarnya.

Halaman selanjutnya soal korban jiwa akibat bentrokan.

Sumber: DetikNews

Jejak Bejat Pemerkosa Anak di Setiabudi Bikin Wakil Rakyat Ikut Gerak

Jakarta

Polisi mengungkap kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan pria inisial E terhadap anak usia 9 tahun di Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel). Ironisnya, pelaku adalah paman korban.

Belakangan terungkap, pelaku juga pernah melakukan aksi bejat pada beberapa tahun sebelumnya terhadap korban berbeda. Kasus ini pun menjadi perhatian anggota DPR.

Ibu Korban berinisial N (47) menuturkan kasus pemerkosaan ini terungkap dari kecurigaannya atas uang Rp 25 ribu yang dimiliki anaknya. N kemudian menanyakan dari mana asal uang itu.

“Saya tak pernah ngasih uang sebanyak itu. Lalu anak saya bilang ini dari (nama samaran pelaku), dari situlah saya berkesimpulan segala macam, di pikiran saya, hati saya, karena si pelaku tidak pernah ngasih uang ke anak saya,” kata N, kepada wartawan, Minggu (9/1).

Dari uang Rp 25 ribu, N menaruh curiga ke pelaku. N kemudian memeriksa anaknya.

“Saya yakin bahwa anak saya diapa-apain sama dia. Pas saya sampai rumah saya tanya anak saya, anak saya menangis, menangis sekali. Takut kali dia,” ujar ibu korban.

N lantas langsung membawa kasus yang menimpa anaknya ke kepolisian. Laporan kasus tersebut tertuang dalam Nomor Laporan: LP/08/K/I/2022/Sek Budi.

“Langsung saya mau lapor polisi. Saat itu udah sore, jadi tidak bisa lapor. Akhirnya besok pagi hari Kamis jam 10 saya berangkat ke polsek,” katanya.

Pelaku Paman Korban

Kapolsek Metro Setiabudi Kompol Beddy Suwendi menuturkan aksi keji pelaku dilakukan Senin (3/1), sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi mengungkap pelaku merupakan paman dari korban.

“Korban telah menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh pamannya sendiri bernama E,” kata Beddy.

Saat itu pelaku sedang berada di rumah korban. Menurut Beddy, karena dianggap bagian keluarga, pelaku bisa leluasa masuk ke rumah korban.

Selengkapnya halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

PT KAI akan Tutup Perlintasan Sebidang di Kemayoran

Jakarta

PT KAI akan menutup jalur perlintasan sebidang kereta api di Jalan Bungur 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat. Penutupan tersebut ditargetkan dimulai pada Maret.

“Rencana penutupan dilakukan Maret 2022,” ujar Kepala Daop 1 PT KAI, Suryawan, Senin (10/1/2022).

Suryawan mengatakan penutupan tersebut dikarenakan adanya pengembangan di Stasiun Manggarai. Hal ini menyebabkan volume perjalanan kereta api menjadi bertambah.

“Ada rencana fokus dari Manggarai ada pengembangan, dimana nanti disana kereta lewat semuanya maka operasi KRL akan berubah, dampaknya akan ada frekuensi di perlintasan kereta api ini akan banyak,” ujarnya.

Selain itu, Suryawan menyebut tujuan lainnya yakni untuk mengurangi kecelakaan di pintu perlintasan kereta api.

“Untuk mengurangi kecelakaan karena ini sesuai dengan undang-undang perkeretaapian, ini jarak perlintasan ada dua titik yang jaraknya sangat berdekatan,” sambungnya.

Suryawan mengatakan sebagai pengganti akses jalan warga, nantinya akan dibuatkan jembatan penyebrangan orang (JPO) di perlintasan sebidang tersebut.

“Ini akan ditutup dan nanti akan difasilitasi dengan JPO. Ini dilakukan demi keselamatan masyarakat juga, karena disini hampir tiap hari lewat ada kejadian di wilayah kami, karena amanah undang-undang harus mengurangi perlintasan sebidang,” ujarnya.

Suryawan mengatakan saat ini di Daop 1 ada 44 pintu perlintasan sebidang yang ditutup. Namun, yang liar pun masih banyak.

“Seperti di daerah Rajawali ke arah Ancol itu banyak sekali yang tidak ada penjaganya, dan liar, ini harus bersama-sama dalam menjaganya jika tidak maka akan bertumbuh terus pintu perlintasan kereta api yang liar,” ujarnya.

“Setiap kali ada kejadian siapa yang bertanggung jawab?” sambungnya.

Suryawan menyebut rencana penutupan tersebut memang tidak akan mudah, dan akan ada penolakan dari warga. Namun pihaknya saat ini masih mempelajari resiko dan sebagainya.

“Penutupan itu memang tidak mudah ya, dan harus dipelajari, resikonya seperti apa, nggak ada salahnya warga ngalah sedikit,” tuturnya

(dwia/dwia)

Sumber: DetikNews

Jemput Bola Datangi Rumah Masyarakat, Polsek Mandau Lakukan Vaksinasi

Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Tidak mau lengah menghadapi pandemi covid-19, berupaya meningkatkan Hard Immunity masyarakat, Polsek Mandau terus gencar-gencarnya lakukan kegiatan vaksinasi terhadap masyarakat, Senin (10/01/21) pagi.

Kegiatan vaksinasi dilakukan dengan gerakan jemput bola (door to door) kepada kaum Lansia dan di UPT Puskesmas se-Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan. 

Kepada Tribunriau.Com Kapolsek Mandau Kompol Indra Lukman Prabowo mengatakan, bahwa gelaran vaksinasi hari ini pihaknya turun langsung ke rumah masyarakat, untuk membantu para lanjut usia yang nggak bisa keluar rumah serta masyarakat umum. 

“Dalam giat vaksinasi ini kita dari Polsek Mandau bekerjasama dengan UPT Puskesmas di wilayah Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan,” terang Kapolsek.

Tidak lupa juga pada giat ini, Kompol Indra Lukman yang baru menjabat di Polsek Mandau menghimbau kepada masyarakat, agar selalu menjaga protokol kesehatan (prokes) sesuai anjuran pemerintah. 

Giat vaksinasi ini dihadiri, Kapolsek Mandau Kompol Indra lukman Prabowo, para Kanit, para Babhinkamtibmas dan  seluruh anggota Polsek Mandau (jlr).

1 Warga Suspek Omicron, Lurah Krukut Jakbar: Vaksinasi Sudah 83 Persen

Jakarta

Seorang warga Krukut, Jakarta Barat (Jakbar), suspek COVID-19 varian Omicron. Lurah Krukut Tamansari, Ilham Nurkarin menyebut capaian vaksinasi di wilayahnya sudah mencapai 83 persen.

“Capaian vaksinasi sudah 83 persen dari target 22 ribu sekarang sudah mencapai 19 ribu orang,” ujar Ilham di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2021).

Terdata jika 36 warga RW 02 Krukut, Tamansari, Jakarta Barat positif corona, satu diantaranya merupakan suspek Omicron. Ilham menyebut jika mereka yang terkonfirmasi positif corona telah melakukan vaksin dua kali.

“Dari 36 orang kemarin yang dirujuk kemarin, gejalanya relatif ringan pusing, flu, demam dan sebagian besar tanpa gejala,” ucap Ilham.

Lebih lanjut, mereka juga disebut hanya mengalami gejala-gejala ringan seperti pusing, flu dan demam usai terkonfirmasi positif Corona. Bahkan diantara mereka juga tidak ada yang mengalami gejala.

“Mungkin ada kaitannya dengan status vaksinasinya. Hampir semuanya sudah melaksanakan vaksinasi lengkap,” jelasnya.

Ilham mengimbau agar masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi untuk tetap menjaga prokes selama beraktivitas di luar rumah. Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada warga yang masih belum melakukan vaksinasi segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi terdekat.

Dia memastikan, saat ini seluruh kegiatan vaksinasi baik untuk masyarakat umum maupun anak-anak tetap digelar di wilayah Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat.

“Kita tetap mengarahkan warga ke gerai-gerai vaksinasi yang terus dibuka tiap hari. Vaksinasi tetap kita buka, kita pastikan tidak terkendala,” pungkasnya.

Diketahui seorang warga Krukut, Jakarta Barat (Jakbar), suspek COVID-19 varian Omicron. Lurah Krukut Tamansari, Ilham Nurkarin mengatakan yang bersangkutan sempat berkunjung ke Anyer dan Puncak, Bogor.

“Ada 1 warga pergi ke luar kota dan ada acara keluarga, dia sempat ke Anyer, sempat ke Puncak juga. Ternyata pas balik di-swab positif dan ketika dilakukan genome (sequencing), ternyata suspek Omicron, tapi transmisi lokal,” ujar Lurah Krukut Tamansari, Ilham Nurkarin, saat dihubungi, Sabtu (8/1).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Kecelakaan di Flyover Pesing, Ini Kabar Terbaru dari Lokasi

Jakarta

Kecelakaan di flyover Pesing terjadi Jumat (7/1) pagi. Kecelakaan itu melibatkan tiga pengendara motor dan pengemudi mobil Nissan March bernopol B-1287-VCC.

Kecelakaan di flyover Pesing, Jakarta Barat, berawal dari pengemudi mobil Nissan March yang menabrak tiga pengendara motor. Mereka pun terpental dari flyover. Ketiga pengendara motor itu terluka, sehingga dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Akibat kecelakaan di flyover Pesing, polisi memberikan wanti-wanti kepada pengendara motor. Adapun tujuannya untuk memberi peringatan, sehingga kejadian serupa tidak terulang.

detikcom sudah merangkum sederet kabar terbaru lokasi kecelakaan di flyover Pesing. Untuk informasi lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Kecelakaan di Flyover Pesing: Polisi Gelar Razia

Akibat kecelakaan di flyover Pesing, polisi melakukan razia kepada pengendara motor yang nekat melintas di flyover tersebut. Polisi pun menilang sejumlah pengendara motor yang masuk ke flyover Pesing.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi kecelakaan serupa. Kepolisian pun sudah berencana bakal melakukan tilang pada jam-jam sibuk.

“Rencana kita jaga (di) jam-jam berangkat kerja saja,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Wayan saat dimintai konfirmasi, Minggu (9/1).

Mulai pagi tadi, titik kecelakaan di flyover Pesing sudah dijaga polisi. Sudah lebih dari 10 pengendara motor yang ditilang polisi karena tetap melintas di flyover tersebut.

Kecelakaan di Flyover Pesing: Penjagaan Dilakukan Pada Waktu Tertentu

Wayan mengungkapkan, alasan titik kecelakaan di flyover Pesing dijaga pada waktu tertentu karena sudah terpasang rambu lalu lintas. Rambu-rambu itu sudah terpampang nyata dan memberi peringatan kepada pengendara motor agar tidak melantas di flyover tersebut.

“Sudah sering dilaksanakan operasi, tapi setiap nggak ada petugas ya (pengendara roda dua) masuk lagi (melintas di flyover Pesing),” ungkap Wayan.

Dia berharap, pengendara motor dapat lebih tertib dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kesadaran dari pengendara pun kian dibutuhkan agar kecelakaan di flyover Pesing tak lagi terulang.

“Kita harapkan kesadaran pengguna jalan untuk selalu tertib aturan baik ada petugas maupun tidak ada petugas,” kata Wayan.

Kabar lain soal kecelakaan di flyover Pesing ada di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer