Video syur berdurasi 61 detik yang dikaitkan dengan artis Nagita Slavina sempat membuat heboh. Polisi telah memastikan video itu hasil rekayasa.
“Hasil koordinasi dengan Siber Polda Metro Jaya video itu fake alias palsu, hasil editing,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu Wardhana saat dihubungi, Sabtu (15/1/2022).
Polisi kini fokus dalam melakukan penyelidikan terhadap pembuat dan penyebar video syur 61 detik itu. Pihak pelapor akan dimintai keterangan penyidik pada pekan depan.
“Rencana pekan depan mau minta keterangan pelapor dulu,” jelas Wisnu.
Kongres Pemuda Indonesia (KPI) diketahui telah melaporkan video syur berdurasi 61 detik yang dikaitkan dengan artis Nagita Slavina. Pelapor menilai video itu telah meresahkan masyarakat.
Presiden KPI, Pitra Romadoni, menjelaskan awalnya pihaknya mendapatkan informasi beredarnya video syur yang diduga melibatkan Nagita Slavina. Pitra mengaku laporannya itu agar pihak kepolisian mengusut penyebar dari video syur tersebut.
“Karena ada di mana di dalam video itu menempelkan juga foto artis yang diduga di video tersebut. Sehingga untuk menjaga tumbuh kembang anak di bawah umur dan menjaga moral generasi muda dari konten bermuatan asusila kita buat laporan polisi,” kata Pitra saat dihubungi, Kamis (13/1).
Dalam laporannya saat ini pelapor melaporkan pemilik akun yang melakukan penyebaran video syur tersebut. Polisi diminta mengusut beredarnya video syur itu hingga tuntas.
“Ini agar penyebaran konten asusila itu ditindak tegas apalagi mengaitkan dengan salah satu artis,” jelas Pitra.
Kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Hingga kini sudah terdeteksi lebih dari 500 kasus Omicron di Tanah Air, dengan kasus terbanyak ada di DKI Jakarta.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah demi mencegah kasus Omicron melonjak. Di antaranya pengetatan mobilitas yang dibarengi dengan memperkuat protokol kesehatan.
“Transmisi lokal sudah terjadi dan DKI Jakarta menjadi klaster penularannya, untuk itu perlu kita lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengetatan mobilitas dan juga dibarengi dengan penguatan protokol kesehatan, vaksin booster, dan fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/1/2022).
Sedangkan Wakil Menkes Dante mengatakan perlunya kembali pemberian paket obat bagi penderita dengan gejala ringan, sedang, dan berat. Menurutnya, paket obat akan segera disiapkan untuk disalurkan ke masyarakat.
“Paket obat ini akan segera kita siapkan. Adanya paket obat ini ditujukan bagi orang yang tidak bergejala dan bergejala ringan, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi angka hospitalization (rawat inap) di berbagai rumah sakit di Indonesia,” ucap Dante.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito juga berkomentar terkait strategi yang akan digunakan. Fokusnya terkait pengetatan PPLN yang datang ke Indonesia.
“Bagi para PPLN, akan dilakukan karantina selama 7 hari setelah mereka sampai. Selama karantina ini mereka akan dites PCR dan harus betul-betul aman sebelum masuk dalam komunitas,” imbuhnya.
Sejumlah pejabat kepolisian Polrestabes Medan disebut menerima suap dari istri bandar narkoba. Anggota DPR RI pun beramai-ramai mendukung kasus suap itu dibongkar.
Dugaan suap itu terbongkar dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan. Pejabat kepolisian di Polrestabes Medan disebut menerima uang suap sebesar Rp 300 juta dari istri seorang bandar narkoba.
Uang itu diduga dibagi-bagikan ke Kasat Narkoba Polrestabes Medan sebesar Rp 150 juta, hingga Kanit Narkoba Polrestabes Medan Rp 40 juta.
Bahkan, nama Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko juga terseret dalam persidangan. Kombes Riko disebut menggunakan sisa uang suap Rp 75 juta untuk membeli hadiah berupa motor. Motor itu diberikan kepada seorang Babinsa TNI.
Propam Mabes Polri pun turun tangan. Propam Polri mengaku tengah mengecek kebenaran hasil persidangan tersebut.
“Saya tidak ingin mengomentari materi persidangan. Saya sudah perintahkan Karo Paminal Propam Polri untuk cek ke Kabid Propam Polda Sumut,” ujar Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo saat dimintai konfirmasi, Jumat (14/1/2022).
Sambo memastikan Propam tidak pandang bulu dalam menindak tegas setiap anggota polisi, bahkan pejabat kepolisian. Dengan catatan, apabila mereka terbukti menerima duit suap ratusan juta tersebut.
“Kalau benar ada nama-nama yang muncul pasti kita akan tindak tegas!” ucapnya.
Gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,7 terjadi di Pandeglang, Banten. Pusat gempa ini berada di laut.
“Pusat gempa berada di laut 50 km Barat Daya Sumur,” tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam akun Twitter-nya @infoBMKG, Sabtu (15/1/2022).
Gempa terjadi pada pukul 03.34 WIB. Lokasi gempa berada di koordinat 7,01 Lintang Selatan (LS) dan 105,28 Bujur Timur (BT).
Gempa berada di laut pada kedalaman 12 km. Belum ada laporan mengenai dampak gempa ini.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” kata BMKG.
Gempa ini dirasakan dengan skala MMI II di Pandeglang, Jiput, dan Muncul. Skala MMI II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Penyidik Polda Metro Jaya menyerahkan tahap II berkas perkara dan tersangka kasus mafia tanah ibu dari Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal, ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Tersangka atas nama Erlina Dwi Kurniawati akan segera disidangkan.
“Pada hari Kamis tanggal 13 Januari 2022 sekitar jam 15.30 WIB, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Metro atas nama tersangka Erlina Dwi Kurniawati,” kata Kajari Jakarta Selatan Nurcahyo, dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu (15/1/2022).
Tim jaksa peneliti telah menetapkan berkas tersangka lengkap (P21). Nantinya, dalam waktu dekat jaksa penuntut umum akan segera melimpahkan berkas dakwaan ke PN Jaksel untuk disidangkan.
Kasus ini bermula pada 22 April 2019, di mana Erlina telah membuat akta jual beli yang menerangkan seolah-olah jual beli rumah milik ibu Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal, itu sesuai sertipikat hak milik. Nurcahyo menyebut jual beli rumah itu tanpa sepengetahuan ibu Dino Patti Djalal sebagai pemilik tanah dan bangunan.
“Telah membuat akta jual beli Nomor 103 Tahun 2019 tanggal 22 April 2019 yang menerangkan seolah-olah ada jual beli rumah milik Zurni Hasyim Djalal yang terletak di Jalan Sekolah Duta II Blok PD No. 12 RT 003/014 Pondok Pinang, Kebayoran Lama Jakarta Selatan (Pondok Indah) sesuai Sertipikat Hak Milik No. 2614/Pondok Pinang atas nama Zurni Hasyim Djalal antara Zurni Hasyim Djalal sebagai penjual dan Vanda Gusti Andayani sebagai pembeli tanpa sepengetahuan Zurni Hasyim Djalal sebagai pemilik tanah dan bangunan,” ungkapnya.
Nurcahyo menyebut berdasarkan akta jual beli nomor 103 Tahun 2019 tertanggal 22 April 2019, maka pada tanggal 2 Mei 2019 Sertipikat Hak Milik No. 2614/Pondok Pinang atas nama Zurni Hasyim Djalal beralih nama. Dia menyebut akta itu berubah dari Zurni Hasyim Djalal sebagai penjual menjadi atas nama Vanda Gusti Andayani.
“Selanjutnya pada tanggal 27 Mei 2019, Vanda Gusti Andayani dan Ferryjanto menjual rumah dan tanah tersebut kepada Hendri Oktavianus seharga Rp 10.000.000.000 (miliar), tanpa sepengetahuan Zurni Hasyim Djalal,” ucapnya.
Nurcahyo menyebut uang yang diterima Vanda Gusti Andayani dari Hendri Oktavianus ditransfer ke Rekening Zurni Hasyim Djalal seolah-olah sebagai uang muka pembayaran rumah sebesar Rp 1.900.000.000 (miliar). Tak hanya itu, sisa uangnya dibagi-bagi kepada Mustopa, Arnold, Sulfan Sauri, Dedi Rusmanto, Neneng Zakiah, dan beberapa orang lainnya serta untuk keperluan pribadi Vanda.
Polisi menutup lalu lintas di Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, malam ini. Penutupan arus lalu lintas untuk mencegah aksi balapan liar.
Penutupan arus lalu lintas dilakukan tepatnya di depan Gedung Pertamina. Arus lalu lintas di lokasi mulai ditutup pada Jumat (14/1) pukul 23.14 WIB.
“23.12 Polri Sat Lantas Jakpus penutupan arus lalu lintas di depan Pertamina Jakpus antisipasi balap liar,” tulis TMC Polda Metro Jaya dalam akun Twitter-nya, seperti dilihat, Sabtu (15/1/2022).
Tidak dijelaskan penutupan arus lalu lintas ini dilakukan sampai pukul berapa.
Tampak jalanan di titik tersebut ditutup dengan water barrier. Water barrier dipasang melintang menutupi jalan.
Sejumlah polisi terlihat berjaga di titik lokasi penutupan arus lalu lintas tersebut. Polisi juga mengerahkan mobil patroli untuk menutup jalan.
Untuk diketahui, Jl Medan Merdeka Timur berada di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Kawasan tersebut kerap kali digunakan sebagai trek ajang balapan liar.
Sastrawan Remy Sylado dirujuk ke RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Remy mulai menjalani perawatan ntensif di ruang VIP RSUD Tarakan.
“Tadi dirujuk ke RS Tarakan, di VIP. Diperlakukan sangat istimewa, karena menurut Pak Anies, Remy Sylado adalah aset bangsa yang karya-karyanya luar biasa,” kata Pendiri Teater Tanah Air, Jose Rizal Manua saat dikonfirmasi, Jumat (14/1/2022).
Terpisah, Direktur RSUD Tarakan, Dian Ekowati mengatakan saat ini Remy sudah berada di rumah sakit. Dian menuturkan kondisi Remy sadar, namun lemah sehingga diturunkan dari ambulans menggunakan usungan.
“Ini baru sampai . (Tiba) sebelum pukul 21.00 WIB tadi. Sadar, cuma pakai brankar, pakai ambulans,” ujarnya.
Setiba di RS, Remy langsung diperiksa untuk mengetahui perawatan apa yang selanjutnya diberikan. Saat ini, Remy sudah di bawa ke ruang perawatan VIP.
“Sedang pemeriksaan-pemeriksaan penunjang dulu, untuk bisa diketahui perawatan selanjutnya,” jelas Dian.
Sebelumnya diberitakan, Anies Baswedan menjenguk sastrawan Remy Sylado yang terbaring sakit. Ternyata, aktor senior itu sudah lama terbaring sakit namun tak ada biaya untuk berobat.
Pertemuan itu diungkap oleh Jose Rizal Manua yang ikut mendampingi Anies menjenguk Remy. Saat bertemu, Remy bercerita kepada Anies dirinya sedang menyelesaikan novel baru.
“Dia sedang menyiapkan novel juga kan baru separuh novel yang dia tulis. Tubuhnya saja jadi nggak bisa bangun, kakinya bermasalah jadi ada bagian perutnya mungkin ya bermasalah,” kata Rizal.
Rizal menyebut Remy sudah lama menderita sakit, terutama di bagian kaki dan perutnya. Namun sayangnya, Remy tak bisa mengobati penyakitnya lantaran memiliki keterbatasan biaya.
“Tubuhnya saja jadi nggak bisa bangun, kakinya bermasalah jadi ada bagian perutnya mungkin ya bermasalah. Itu nggak bisa dideteksi karena nggak ada dana untuk berobat,” ujarnya.
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima gelar kebangsawanan dari Kesultanan Gunung Tabur. Penganugerahan tersebut ditandai dengan pemberian gelar Raden Mas Satria kepada LaNyalla di Museum Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Prosesi pemberian gelar dilakukan dengan penyematan pin kesultanan, pemakaian kopiah dan penyerahan plakat. Sultan Gunung Tabur, Paduka Yang Mulia H Adjie Raden Muhammad Bachrul Hadie mengungkapkan gelar kebangsawanan yang diterima LaNyalla akan berlanjut hingga keturunan selanjutnya.
“Gelar kebangsawanan itu bisa ditambah di belakang atau di depan nama keturunannya yang sah dan berlanjut sampai keturunan selanjutnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/1/2022).
Adjie juga mengatakan sosok LaNyalla mengingatkan pada orang tuanya yakni Sultan Aji Raden Muhammad Ayub, yang juga merupakan Bupati pertama Berau.
“Kebetulan orang tua saya pernah menjadi anggota MPR utusan Daerah Kalimantan Timur. Dimana utusan daerah ini yang kemudian sekarang menjadi DPD RI,” ungkapnya.
Adjie pun berharap pemerintah pusat dan daerah memberi perhatian kepada keberadaan kerajaan di seluruh Indonesia.
“Kami keluarga besar Kesultanan Gunung Tabur berterima kasih atas kunjungan Ketua DPD RI. Semoga kunjungan ini bisa berlanjut di kemudian hari. Semoga juga bisa mendorong pemerintah daerah agar lebih memperhatikan kerajaan. Sebagai tanda terima kasih, sebagai penghormatan kami pada beliau, hari ini kami memberikan gelar kebangsawanan dan menjadi bagian dari Kesultanan Gunung Tabur,” ucapnya.
Menerima kehormatan tersebut, LaNyalla menyatakan siap memperjuangkan aspirasi dan amanat para Raja dan Sultan Nusantara.
“Kita semua ingin pemerintah terlibat secara aktif dalam revitalisasi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Kemudian keterlibatan kementerian dan lembaga dalam penguatan budaya Nusantara. Juga mendorong pemerintah daerah yang seharusnya mengajak Kerajaan dan Kesultanan Nusantara dalam pembangunan daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis dalam sambutannya mengatakan kehadiran Ketua DPD RI merupakan kehormatan bagi masyarakat Berau.
“Kami berterima kasih Ketua DPD RI dan anggota DPD RI sudi mendengar aspirasi dan melihat kehidupan kami di ujung utara Provinsi Kaltim. Kami berharap rombongan DPD RI mengenal dan melihat lebih jauh potensi yang ada di sini,” ungkapnya.
Gamalis menjelaskan Kabupaten Berau merupakan kabupaten induk sebelum pemekaran. Dengan jumlah penduduk 251.000 jiwa, pendapatan utama daerah berasal dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian dan kehutanan.
“Saat ini 68% pendapatan daerah berasal dari pertambangan,” jelasnya.
Kendati demikian, ia menekankan pihaknya sedang melakukan pengembangan wisata untuk meningkatkan ekonomi daerah. Selain potensinya yang besar, Kabupaten Berau harus memiliki sumber pendapatan baru dan tidak terus bergantung pada sektor tambang yang suatu saat nanti akan habis.
“Ada tiga potensi klaster wisata yang akan dikembangkan. Yakni wisata hulu berupa pegunungan, daerah tengah terdapat budaya keraton, kuliner dan lain-lain, sedangkan di pesisir kami punya pantai yang indah,” paparnya.
Kedatangan anggota DPD RI diharapkan dapat membuat Berau semakin dikenal oleh masyarakat nasional dan internasional.
Terkait COVID-19, pemerintah Berau sedang melakukan percepatan vaksinasi. Dosis pertama vaksin tercatat sampai 13 Januari telah 89,77% dan dosis kedua 65,14%.
LaNyalla hadir bersama 3 Senator Kalimantan Timur yakni Aji Mirni Mawarni, Nanang Sulaiman, Zainal Arifin, senator asal Aceh Fachrul Razi, Bustami Zainudin (Lampung), Evi Apita Maya (NTB), Hasan Basri (Kalimantan Utara), Djafar Alkatiri (Sulawesi Utara), Andi Muh. Ihsan (Sulawesi Selatan), Matheus Stefi Pasimanjeku (Maluku Utara) dan Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin.
Hadir juga Sultan Raja Muda Perkasa Datu Amir dari Kesultanan Sambaliung, Pemangku Sultan Bulungan Datuk Abdul Hamid, Wakil Bupati Berau Gamalis, Ketua DPRD Berau Madri Pani, Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono, Dandim Berau Letkol Fardin Wardana dan jajaran Forkopimda Kabupaten Berau, Sekjen MAKN Yani WS Koeswodidjoyo dan Ketua Tim Pokja Kerajaan Nusantara Yurisman Star.
LaNyalla Minta Pemkab Berau Perhatikan Kesultanan Gunung Tabur
LaNyalla meminta Pemerintah Kabupaten Berau untuk memberikan perhatian kepada Kesultanan Gunung Tabur dan masyarakat di sekitarnya. Hal ini ia sampaikan usai menerima gelar kebangsawanan Raden Mas Satria dari Sultan Gunung Tabur.
“Hari ini saya secara khusus meminta perhatian Bupati Berau atas beberapa catatan saya terkait dengan keberadaan Kesultanan Gunung Tabur dan masyarakat di sekitar Kesultanan,” pintanya.
Pertama, terkait aspirasi masyarakat Gunung Tabur yang pada tanggal 8 Januari lalu menyatakan kekecewaannya kepada PT Berau Coal karena tidak melaksanakan kewajiban CSR dengan sungguh-sungguh.
“Ini harus menjadi perhatian Pemkab Berau. Karena perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang yang berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Jelas itu diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, di Pasal 74,” jelas LaNyalla.
LaNyalla menuturkan masyarakat meminta agar perusahaan membangun Solar Cell untuk warga Gunung Tabur, karena listrik PLN belum tersedia sampai sekarang.
“Saya kira itu tuntutan yang sangat wajar dan tidak berlebihan. Saya minta Pemkab Berau dan Senator asal Kalimantan Timur untuk membantu memastikan aspirasi tersebut dapat direalisasikan,” ujarnya.
Permintaan kedua yakni agar komplek pemakaman Kesultanan Gunung Tabur yang seringkali terkena bencana banjir mendapat perhatian serius.
“Makam para leluhur Kesultanan Gunung Tabur adalah makam yang menjadi bagian dari sejarah lahirnya bangsa ini. Makanya harus kita jaga dan pelihara,” tukasnya.
Ketiga, LaNyalla meminta secara khusus agar Masjid Kesultanan atau Masjid Raya Imanuddin yang telah berusia sekitar 200 tahun direvitalisasi dan juga dilakukan perawatan yang memadai.
Menurutnya, hal-hal seperti tersebut wajib ia sampaikan sebagai generasi bangsa yang telah menikmati kemerdekaan, dimana salah satunya terwujud atas sumbangsih Kerajaan dan Kesultanan Nusantara.
“Karena hanya bangsa yang besar, yang dapat menghargai sejarah peradabannya,” imbuhnya.
LaNyalla juga mendorong agar DPR RI dan Pemerintah segera memutuskan Rancangan Undang-Undang tentang Adat Kerajaan Nusantara menjadi Undang-Undang. Karena dengan Undang-Undang tersebut revitalisasi kerajaan nusantara memiliki payung hukum yang lebih kuat.
“Sebagai penerima 7 Titah Raja dan Sultan Nusantara yang diberikan dalam Deklarasi Sumedang pada 29 September 2021 lalu, saya tidak akan berhenti menyuarakan pentingnya seluruh stakeholder bangsa ini, khususnya pemerintah, untuk memberikan penghormatan kepada Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai salah satu pemilik saham utama negara ini,” terangnya.
LaNyalla mengaku sengaja berkeliling mendatangi satu per satu Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai bagian dari komitmen DPD RI sebagai wakil dari daerah dan seluruh stakeholder yang ada di daerah.
“Saya juga berkeliling untuk menggugah kesadaran kita sebagai bangsa yang dilahirkan oleh sebuah peradaban yang unggul dan tercatat dalam sejarah dunia yaitu peradaban Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Dimana sumbangsih Kerajaan dan Kesultanan Nusantara terhadap lahirnya Indonesia sangat besar,” pungkasnya.
Ledakan terjadi di rumah tahfidz qura Annur, Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi. Ledakan menewaskan satu orang santri bernama Abdul Jamil.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah tahfidz quran Annur, Jalan Saar, Kampung Pedurenan RT 04/11 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Ledakan tersebut terjadi pada Jumat (14/1/2022) pukul 14.30 WIB.
“Iya betul, ledakan di rumah Tahfidz Quran Annur. Satu korban meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan saat dihubungi detikcom, Jumat (14/1/2022).
Ledakan ini awalnya didengar oleh saksi sekaligus tetangga rumah tersebut. Saksi kemudian mengintip lewat jendela dan melihat kepulan asap.
“Saksi melihat ada asap dari rumah tahfidz tersebut, setelah itu turun dan melihat api sudah menjalar di TKP,” jelas Zulpan.
Saksi kemudian membangunkan keponakan sambil membawa ember berisi air. Warga dan para santri juga bahu-membahu memadamkan api.
“Saksi bersama warga dan para santri memadamkan sumber api tersebut,” katanya.
Setelah api padam, para saksi kemudian mengecek sumber api di dapur. Saat dicek, terdapat satu korban meninggal dunia.
“Didapati adanya korban meninggal dunia dengan posisi telentang dengan luka bakar seluruh tubuhnya,” ungkapnya.
Di rumah tahfidz quran itu terdapat 19 santri. Setelah dicek ternyata berkurang satu orang.
“Menurut keterangan saksi, rumah tahfid tersebut berisikan 19 orang, kemudian saksi mengecek santrinya ada 18 orang kurang 1 orang yang bernama Abdul Jamil yang diduga menjadi korban kebakaran,” pungkasnya.
Tribunriau- Dalam rangka mensukseskan Program Pemerintah untuk percepatan Vaksinasi di wilayahnya, Polres Bengkalis melakukan pengawasan langsung ke daerah-daerah dengan menurunkan Tim Pengawas dari ke Kecamatan Rupat.
Polres Bengkalis menurunkan Tim yang dipimpin oleh Kasubag Bin Ops Polres Bengkalis AKP Masrial, Sos bersama Ipda Yanto, dalam kegiatannya AKP Masrial, Sos didampingi Kapolsek Rupat AKP Syaidina Ali, SH melakukan kunjungan ke UPT. Puskesmas Batu Panjang guna mengetahui Program Puskesmas Batu Panjang dalam upaya percepatan Vaksinasi.
Menurut AKP Masrial, Sos, Polres Bengkalis menurunkan Tim pengawasan ke daerah-daerah agar pelaksanaan Vaksinasi bisa dilaksanakan secara maksimal, tentunya pimpinan mengharapkan agar Personil Polsek Rupat khususnya Bhabinkamtibmas dapat lebih aktif mengajak masyarakat untuk mau divaksin.
“Saat ini, penekanan dilakukan untuk percepatan Vaksinasi khususnya terhadap warga Lansia, Bhabinkamtibmas diharapkan berperan aktif mengajak warga bila perlu membawa warga lansia tersebut ke Puskesmas atau Gerai Vaksin terdekat yang ada diwilayahnya, selain itu, kita juga mengharapkan semua pihak ikut berperan aktif dalam mensukseskan Vaksinasi baik dari pihak Kecamatan dan Desa, hingga pihak Kesehatan yang merupakan Vaksinator,” ujar AKP Masrial.
Kapolsek Rupat AKP Syaidina Ali, SH menjelaskan, pihaknya telah berusaha melakukan berbagai upaya agar pelaksanaan Vaksinasi bisa dilakukan secara maksimal terhadap warga, beberapa upaya yang telah dilakukan diantaranya:
1. Melakukan kordinasi secara rutin terhadap Forkopimcam dan UPT. Puskesmas yang ada diwilayah Kec. Rupat terkait percepatan Vaksinasi.
2. Penekanan kepada Bhabinkamtibmas agar mendata masyarakat yang sudah Vaksin dan belum Vaksin.
3. Mengajak dan membawa warga Lansia untuk di Vaksin di Puskesmas atau di Gerai Vaksin terdekat.
4. Bekerjasama dengan pihak Puskesmas, melaksanakan Vaksinasi Door to Door (kerumah-rumah warga).
5. Melakukan pemeriksaan/Razia terhadap warga yang belum Vaksin dijalan dan pelabuhan penyeberangan.
Bahkan saat ini, Polres Bengkalis akan membuat Sayembara dengan berbagai hadiah salah satu diantaranya ibadah Umrah dan berbagai hadiah lainnya, yang diperioritaskan bagi warga Lansia yang mau divaksin.
Namun demikian, dalam pelaksanaan percepatan Vaksinasi terdapat kendala-kendala diantaranya, adanya warga yang sehat namun sengaja tidak mau divaksin, ada warga yang mau divaksin namun tidak bisa Vaksin karena adanya riwayat penyakit akut dan menahun yang dideritanya.
Selain itu juga adanya warga yang status kependudukannya masih warga Rupat namun tinggal di wilayah luar Rupat seperti di Kota Dumai, Bengkalis dan di berbagai daerah lainnya.
Namun demikian, Polri dalam hal ini Polsek Rupat, tidak lelah untuk terus menghimbau dan mengajak warga agar mau divaksin.*