Semesta Riau Musrenbang Kecamatan Rupat Dihadiri Anggota DPRD dan Asisten I Pemkab Bengkalis

Musrenbang Kecamatan Rupat Dihadiri Anggota DPRD dan Asisten I Pemkab Bengkalis

BERBAGI

RUPAT, Tribunriau- Musyawarah Rencana Pembangungan (Musrenbang) kecamatan Rupat yang berlangsung di Aula Kantor Camat Rupat dihadiri anggota DPRD dan Asisten I Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Jumat (5/3).

Pantauan awak media, acara tersebung berlangsung aman dan tertib, sesuai protokol kesehatan (prokes).

Dalam sambutannya, Camat Rupat berharap dengan hadirnya anggota dewan, bisa memberikan motivasi kepada penyelenggara Musrenbang.

“Harapan kami cuma satu, mungkin sekitar 600 usulan itu masuk semua di APBD 2022, semoga yang kami usulkan itu bukan saja masuk namun bermanfaat dan berkah bagi kita semua,” ungkap Camat Rupat.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Rupat dan Rupat Utara, Feri Situmeang dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya Musrenbang adalag kesempatan masyarakat dalam mengajukan berbagai macam pendapat dan usulan terkait rencana pembangunan.

“Pada kesempatan hari ini adalah hari yang baik dimana pada kesempatan inilah kita bisa bersama mengajukan beberapa dan berbagai macam pendapat bagaimana bisa terlaksananya pembangunan di daerah kita kecamatan Rupat ini,” ujar Feri.

“Semoga apa yang sudah direncanakan, kita berdoa ini agar bisa terlaksana dengan baik, karena sudah bagus direncanakan musibah yang datang,” tambahnya.

Dijelaskan Feri, pada tahun lalu, tidak sedikit adanya pemangkasan anggaran dikarenakan pandemi Covid-19.

Ia berharap, jika pandemi ini bisa beransur pulih, tentunya pemangkasan anggaran tidak lagi dilakukan dan perencanaan dapat diaplikasikan dengan baik.

“Seperti tahun lalu tidak sedikit pembangunan kita yang dipangkas akibat covid 19, jadi mudah-mudahan di tahun ini dan tahun berikutnya covid 19 dapat berlalu dan bisa anggaran-anggaran kita tidak dipangkas lagi dan bisa terlaksana dengan baik, karena apapun itu bentuk rencana pembangunan tetap memerlukan sinergi dan kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif, jadi harapan kami tetap bersinergi dan bekerjasama dengan baik dan bisa mensinergikan apa itu usulan-usulan dari daerah kita ini khususnya kecamatan Rupat agar kedepannya tidak ada lagi pemangkasan dan pengurangan-pengurangan,” jelas Feri.

“Tetapi kita juga mohon pengertiannya karena APBD kita khususnya Bengkalis terbatas, jadi kita sesuaikan, kita bagi-bagi karena kemampuan daerah kita sangat menentukan, khususnya kecamatan Rupat ini yang paling utama itu jalan poros, kita masih mempunyai PR yang harus menyelesaikan jalan poros jalan utama, jadi mudah-mudahan tahun ini jalan ini bisa kita utamakan dengan kemampuan keuangan daerah kita sekarang ini,” tambahnya mengakhiri sambutan.

Demikian juga sambutan yang disampaikan oleh Asisten I Bengkalis, Drs H. Ismail, MP, pihaknya merasa dapat mendengar langsung dari lapisan bawah untuk perencanaan pembangunan di Kabupaten Bengkalis.

“Melalui forum ini kami dapat langsung mendengar sekaligus menyerap aspirasi masyarakat paling bawah atau dalam pendekatan perencanaan, membangun kesepakatan bersama terhadap kegiatan prioritas yang diangkat dari permasalahan real yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk kemudian kita integrasikan dengan skala prioritas pembangunan,” ujar Ismail.

Kedepan, lanjut Ismail, pengintegrasian usulan pembangunan yang disepakati nanti harus mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Namun mengingat saat ini RPJMD kita dalam tahap penyusunan pasca kami dilantik, oleh karenanya sesuai surat edaran mendagri no 640/16/sj tanggal 4 januari 2021 tentang penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah pasca pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 maka pengintegrasian usulan pembangunan daerah desa kelurahan dengan prioritas pembangunan daerah masih mengacu pada dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah atau RPJPD 2005-2025 dengan tetap mempertimbangkan visi misi dan program kami yaitu terwujud nya kabupaten bengkalis bermarwah maju dan sejahtera, artinya seluruh daftar usulan pembangunan yang sudah dihimpun dalam sistem informasi pemerintah daerah atau SIPD akan kita pertajam dengan tetap berpedoman pada visi misi program kami yang akan ditetapkan dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah termasuk di kecamatan Rupat,” ulasnya menjelaskan.

Untuk diketahui, kata Ismail, tahun 2021 ini, kecamatan Rupat telah mendapatkan alokasi anggaran sebesar kurang lebih Rp. 42,1 Miliar.

Alokasi tersebut diperuntukkan untuk berbagai urusan wajib yang bersangkutan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, sosial serta ketentraman dan ketertiban umum, perhimpunan masyarakat, juga urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar maupun urusan pilihan.

Dalam pidatonya ia juga menyampaikan kondisi kemarau saat ini, tentunya penanganan Karhutla harus menjadi perhatian dan prioritas saat ini.

“Oleh karenanya kami mengharapkan kerjasamanya semua pihak mulai dari Lurah, Kades, MPA, Camat, BPBD, TNI, Polri, jika ada hotspot karhutla, segera tangani, jangan dibiarkan meluas karna karhutla ancaman terbesar bangsa ini,” tambah Asisten I.

Dan yang tak kalah pentingnya, lanjut Asisten I, juga terkait isu stunting yang telah menjadi isu nasional saat ini bahwa penanganan stunting menjadi prioritas dalam rangka mewujudkan indonesia maju, karena stunting sangat berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit serta dapat menurunkan produktifitas anak.

“Untuk itu kami berharap mari bersama sama kabupaten Bengkalis ini melalui sinkronisasi program kegiatan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, serta sampai ke tingkat desa serta bersinergi dengan pihak swasta maupun dunia usaha lainnya, untuk tahun 2022 kecamatan Rupat telah ditetapkan sebagai fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi bersama dengan 5 kecamatan lainnya, adapun kelurahan yang menjadi Fokus intervensi penurunan stunting yakni kelurahan terkul,” ujarnya.

Di penghujung sambutannya, ia juga memberikan pantun yang berbunyi:
“Pelabuhan pompong adanya di Pergam,
Pasang besar airnya melimpah,
Usulan desa dan kelurahan kami pertajam,
Agar menjadi prioritas pembangunan daerah.”

Pada kesempatan berikutnya, Sekretaris Bapeda Bengkalis mengatakan bahwa usulan-usulan masih 90 persen infrastruktur dan itu terus tiap tahunnya dan tetap saja bertahun-tahun tidak masuk-masuk.

“Menjadi PR bagi kami yang harus kami tuntaskan di pemerintahan kabupaten Bengkalis dan butuh dukungan kawan-kawan dewan, kami berharap 2022 sudah terbagi semua kondisi jalan,” ujarnya.

“Selanjutnya terkait masalah rumah sakit kami minta dinas kesehatan bisa sampaikan penjelasan lebih bagus lagi terkait rumah sakit ini, kendalanya tetap pada lahan atau tanah, jadi dinas kesehatan sampaikan pada camat kendalanya apa, barangkali ada masyarakat yang ingin menghibahkan tanah sehingga bisa diselesaikan masalah rumah sakit,” tambahnya.

Kemudian, lanjut Sekretaris Bapeda ini, masalah tindak lanjut penyambungan jalan tahun lalu, Gubernur sudah menyurati menteri untuk perubahan status jalan Tanjung Kapal, Tanjung Medang menjadi jalan nasional.

“Kemaren wakil bupati juga sudah ketemu dengan Wamen PU, jadi mudah-mudahan tahun depan APBN yang meneruskan Pembangunan jalan ini,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini RORO akan jadi dua jalur, kemudian peningkatan dan penambahan armada. “Karena ini masih wilayah operasional Gubernur, mudah-mudahan proyek ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya berharap.

Turut hadir dalam acara tersebut Lurah se Kecamatan Rupat, Kepala desa, Kapolsek, Danramil, LAN, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Penulis: Johanes Mangunsong