Lingkungan Menlu Singapura Apresiasi Penanganan Karhutla Riau

Menlu Singapura Apresiasi Penanganan Karhutla Riau

4
BERBAGI

PEKANBARU, Tribunriau – Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman bersama Forkopimda Riau menyambut kedatangan Kementerian Luar Negeri  Singapura, Mohd Malik Bin Osman, dan dilanjutkan dengan pertemuan di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Selasa (25/7/2017).

Dalam pertemuan itu digelar diskusi kecil antara Pemprov Riau dan Menlu Singapura tentang banyak hal. Termasuk masalah investasi dan penanganan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Provinsi Riau. Tampak hadir Danrem 031/Wirabima Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Abdul Karim.

Gubernur Riau menyebut Menlu Singpura ini ternyata masih fasih berbahasa Indonesia. “Beliau masih fasih berbahasa Indonesia,” ujar Gubri.

“Ada banyak yang disampaikan Menlu Singapura tadi, khususnya masalah Karhutla di Riau. Dan beliau apresiasi, lantaran kehadiran beliau ke Riau ingin mengetahui lebih jelas tentang penanganan Karhutla di Riau,” kata Gubri usai diskusi tadi.

Perihal itu dilakukan Menlu Singapura lantaran masalah Karhutla sangat penting pengaruhnya terhadap Singapura, dalam menarik pengunjung (wisatawan).

“Jadi kalau ada kebakaran lahan dan hutan,  itu akan menjadi isu yang sangat diperhatikan oleh Menlu Singapura. Kita juga sudah sampaikan mengenai penanganan Karhutla di Riau, dan beliau apresiasi,” ujarnya.

Disamping itu, sebut gubernur, Menlu Singapura menawarkan image satelit seperti yang dilakukan di Badan Meterologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Pekanbaru.

“Tadi Menlu Singapura minta kepada kita agar dapat menginformasikan masalah Karhutla kepada masyarakat Singapura dan tamu-tamu (wisatawan)  di sana kalau Riau sudah melakukan penanganan Karhutla dengan baik,” bebernya.

Selain itu, Menlu Singapura juga menawarkan kerjasama dalam pengembangan laboratorium lahan gambut, dan pengembangan pertanian di lahan gambut.

“Ada juga tadi mengenai investasi, bahwa ada minat pengusaha-pengusaha Singapura ingin berinvestasi di Riau. Dan akan dibahas lebih lanjut mengenai ruang investasi yang ada di Riau,” jelasnyanya.(CKP/tn)