TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Pemutusan listrik di Kantor Bupati Kuansing tadi siang, Kamis (31/5/18) mengejutkan sejumlah pegawai yang tengah bekerja. Pemutusan itu dilakukan pihak PLN karena Pemda Kuansing nunggak bayar.
Kata Asisten III, Agus Mandar, Kantor Bupati Kuansing baru nunggak listrik satu bulan saja. ” Untuk tagihan dikantor Bupati memang ada sebulan yang belum dibayar yakni Mei. Sebenarnya pembayaran sedang diproses di BPKAD namun belum cair. Kalau cair harusnya dibayar hari ini,”ujarnya.
Kendatipun sempat diputus, namun aktifitas di kantor Bupati tidak terhenti karena genset yang ada langsung dihidupkan. Sedangkan kantor-kantor lainnya yang menunggak juga padam total.
Menurut Agus Mandar, karena hari ini baru tanggal 31 Mei harusnya belum diputus karena bulan Mei belum berakhir. Tetapi karena sudah diputus terpaksa menggunakan genset.
Untuk pelunasan tunggakan katanya akan diusahakan satu atau dua hari ini paling lambat Senin. ” Karena beberapa hari kedepan libur maka paling lambat senin mendatang, itu kalau proses pencairan dana di BPKAD tuntas Jumat ini,”ujarnya
Sementara itu, Manajer PLN Telukkuantan, Darman belum bisa dihubungi dikantornya karena masih cuti kerja.
Namun berdasarkan informasi dari pihak PLN dilapangan, saat ini PLN Cabang Rengat tengah melakukan pemutihan tunggakan. Jadi semua pelanggan yang ada tunggakan, baik yang sebulan maupun lebih tetap dilakukan pemutusan aliran. PLN memberikan tenggat waktu sampai 21 Juni 2018 untuk membayar tunggakan. “Jika tidak akan dilakukan pembongkaran meteran,” ucap salah seorang petugas lapangan. (hen)












