Lingkungan Kisruh Pipa Gas di Dumai, “Jalan Satu-satunya ke PTUN”

Kisruh Pipa Gas di Dumai, “Jalan Satu-satunya ke PTUN”

4
BERBAGI
Pipa gas milik PT PGN yang dianggap warga menghalangi akses jalan sehingga warga harus memutar jauh. (foto: Toy Jepreter Alami)

DUMAI, Tribunriau- Penolakan penanaman pipa gas oleh warga tempatan semakin ramai, pasalnya pipa gas yang ditanam PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui sub Kontraktor PT Tegma Enginering selalu menyulitkan warga tempatan.

Namun, penolakan tersebut sepertinya tidak bisa membuat perusahaan plat merah tersebut berhenti beraktifitas, hanya satu jalan untuk menghentikan aktifitas PGN, yaitu melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Demikian dikatakan tokoh pemuda Dumai Kota, Chufandi kepada Tribunriau, Rabu (10/5/2017). “Kalau demo, kan sudah beberapa kali dilakukan kawan-kawan, hasilnya tetap nihil, mereka tetap beraktifitas,” ujarnya.

Dikatakan Chufandi, satu-satunya jalan untuk memperjelas kisruh tersebut, ialah mengajukan gugatan ke PTUN. “Jalan satu-satunya PTUN, baru jelas duduk perkaranya,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, hasil putusan melalui PTUN memiliki kekuatan hukum yang mengikat, dengan demikian, putusan tersebut akan menjelaskan bagaimana aktifitas PGN selanjutnya.

Chufandi berharap, semua perusahaan yang berinvestasi di Kota Dumai hendaknya dapat mengikuti aturan main yang telah ditetapkan negara dan daerah, bukannya malah menyewa oknum untuk menakut-nakuti warga ataupun menjadi mediator dengan warga untuk memuluskan ambisinya.

Selain itu, lanjut Chufandi, berbisnis silahkan, tapi jangan merugikan orang lain, terlebih warga tempatan yang sudah susah mencari sesuap nasi.

“Bisnis silahkan, tapi ini malah merugikan usaha warga tempatan, harus tutup sekian hari karena usahanya tidak bisa dilewati oleh calon konsumen,” pungkas. (isk)