Pendidikan Jika Memenuhi Persyaratan, SMP 4 Rupat Segera Buka Sekolah Tatap Muka

Jika Memenuhi Persyaratan, SMP 4 Rupat Segera Buka Sekolah Tatap Muka

BERBAGI

RUPAT, Tribunriau- Dalam masa pandemi Covid19 yang sepenuhnya belum pulih ini, SMP 4 Rupat Kabupaten Bengkalis rencananya akan membuka sekolah dengan metode tatap muka.

Pembukaan sekolah tatap muka tersebut tentunya dilakukan jika beberapa persyaratan telah terpenuhi serta sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMP 4 Rupat, Hj Zuraida Siregar, S.Pd, M.Pd dalam acara sosialiasi yang digelar Korwil Rupat Disdik Bengkalis di Aula SMP 4 Tanjung Kapal, Rupat.

“Untuk bisa membuka sekolah tatap muka ini mereka sudah mengisi daftar chek list dapodik, di dalamnya ada beberapa poin yang harus diisi, setelah muncul kata siap dari dapodik, kemudian tim gugus covid kecamatan Rupat akan turun ke sekolah untuk melihat kesiapan sekolah,” ujarnya.

 

Selain itu, tambah Zuraida, sekolah harus melengkapi alat prokes, memperhatikan kebersihan wc, kemudian pihak sekolah harus mempunyai SK tim gugus covid sekolah dan yang tak kalah penting adalah izin dari orang tua murid untuk mengikuti sekolah tatap muka.

“Berdasarkan SOP tatap muka, diberi waktu 120 menit dalam sehari untuk mengikuti mata pelajaran khusus untuk kelas 3, sementara kelas 1 dan 2 tergantung dari evaluasi tim covid kecamatan terhadap sekolah, jika sudah ada izin dari korwil dan izin dari orangtua, maka sekolah akan kita buka pada tanggal 1 Februari mendatang,” jelasnya.

Korwilcam Rupat Disdik Bengkalis, Rais, SH, S.Pd, M.Si juga menambahkan bahwa sekolah sudah diarahkan untuk membuat surat perjanjian kerjasama dengan wali murid.

“Supaya tidak ada tuntutan dan 14 hari ke depan kita akan lakukan evaluasi lagi untuk kelanjutannya, sementara ini secara fisik sekolah sudah siap,” jelas Rais.

Di tempat yang sama, Camat Rupat yang juga hadir turut memberikan penjelasan bagaimana SOP Prokes dalam belajar tatap muka.

“Terkait SOP prokesnya semua sudah diatur oleh kepala Dinas Pendidikan, karena mereka telah mengkajinya melalui instruksi Gubernur Riau di masa pandemi semester genap, kemudian SOP yang telah kita ketahui bersama, untuk para orang tua murid agar mempelajarinya lagi, mempertimbangkan baru diputuskan bagaimana anaknya mengikuti sekolah tatap muka,” jelas Camat Rupat.

Penerapan SOP untuk sekolah tatap muka tersebut, lanjut Camat, tentunya harus ada kerjasama antara pihak sekolah dan wali murid, terutama masalah pelanggaran prokes, dan masalah jam pulang siswa yang harus ditekankan untuk benar-benar pulang setelah melakukan kegiatan belajar mengajar.

Senada dengan itu, Kapolsek Rupat juga turut mendukung serta meminta pihak sekolah dan wali murid dapat bekerjasama dalam hal aturan prokes pada saat proses belajar dilakukan hingga jam pulang siswa.

“Mengingat metode belajar melalui daring tidak cukup memuaskan bagi para murid dalam mengikuti pelajaran, maka dari itu diminta agar para orang tua murid turut mendukung kebijakan sekolah dalam menerapkan peraturan mengikuti proses belajar tatap muka di masa pandemi ini,” ujar AKP Syadina Ali, SH.

Hal yang sama juga dikatakan Lurah Tanjung Kapal Adi Putra S.Pdi yang juga turut mendukung program yang akan dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis.

“Di Rupat ini akan dilakukan uji coba sekolah tatap muka, sekolah diharapkan betul-betul memperhatikan prokes yang memang harus diterapkan, karena ini merupakan kegiatan yang dilakukan setiap hari, sehingga jika kita merasa memang sudah siap untuk melaksanakan, mari kita sama-sama mengikuti, tidak hanya guru tapi orang tua juga ikut andil,” ujarnya.

“Jika ada siswa mengalami gejala atau sakit, jika tidak mempunyai BPJS, pihak kelurahan siap memberikan surat kurang mampu, sementara untuk keramaian masyarakat selagi belum ada peraturan perundang-undangan yang melarang, kita tidak berhak untuk melarang, namun tetap protokol kesehatannya berkaitan dengan pihak keamanan, namun sejauh ini dari pihak kelurahan tidak ada mengeluarkan atau merekomendasikan izin keramaian apapun, masyarakat boleh membuat acara namun tetap menjalankan prokes,” ungkapnya.

Masih di tempat yang sama, perwakilan dari Dinas Kesehatan Bengkalis, Susi juga mengingatkan agar sekolah atau petugas di sekolah untuk selalu mengecek suhu tubuh, baik itu orang tua murid, pengantar dan juga khususnya murid itu sendiri.

“Untuk suhu tubuh diatas 37,5 dinyatakan sudah ada gejala covid dan akan dipulangkan dan dibawa langsung ke petugas kesehatan puskesmas dengan didampingi guru untuk ditindak lanjuti, apapun hasilnya kita setujui,” terangnya.

Ketua Komite SMP 4 Rupat, Idrus juga mendukung segala kegiatan yang dilakukan kepala sekolah dan wali murid asal sesuai aturan pemerintah dan prokes.

Turut hadir wali murid, Babinsa Tanjung Kapal daj Babhinkantibmas.

Penulis: Johanes Mangunsong